
Profesor Alfred kemudian menutup telepon secara sepihak. Kemudian dia buru - buru melangkah keluar. Namun baru saja dia akan membuka pintu, dari dinding di samping pintu, muncul bayangan Elisa yang membuat pria paruh baya itu terkejut bukan kepalang.
" Elisa.....! " desisnya.
Lelaki paruh baya itu terkesima dengan tubuh gemetar. " Kamu datang, Elisa? " desisnya tak percaya. Sorot mata Sang Profesor sarat akan kerinduan yang sudah lama terpendam.
Lelaki itu berniat ingin memeluk Elisa, namun Elisa menangis tersedu dan mundur menjauh, lalu menghilang di balik pintu. Profesor Alfred membuka pintu dan berniat untuk mengejar Elisa, namun bayangan gadis itu malah semakin menjauh.
" Elisa, kembali, Elisa. Jangan pergi..! Aku mencarimu kemana-mana. Mengapa kamu pergi meninggalkan aku?" tanya Profesor Alfred sambil terus mengejar bayangan Elisa yang kian menjauh.
" Elisa, ... Elisa..! "
" Prof,... profesor..! Apakah anda baik - baik saja? " Keanan menepuk bahu Sang Profesor.
" Hah, Elisa.... Elisa mana? " Mata Profesor Alfred celingukan kesana kemari seperti mencari seseorang.
Keanan bingung seraya menatap Arryan yang tampaknya tenang - tenang saja ketika melihat keadaan Profesor Alfred yang mirip seperti orang linglung.
" Elisa tidak ada di sini, Profesor! " jawab Arryan. Keanan ingin bertanya pada Arryan. Arryan tak menjawab, namun hanya memberi isyarat pada Keanan untuk diam.
" Elisa.... jangan pergi lagi. Jangan pergi lagi tinggalin aku..! " suara lelaki yang biasanya terdengar berwibawa itu, kini terdengar seperti anak kecil yang merengek karena ditinggal oleh sang ibu.
Arryan menyentuh bahu Profesor Alfred dan mengusap. wajahnya. Seketika, Profesor Alfred tersadar. Dia menatap heran ke sekelilingnya, terutama pada Keanan dan Arryan.
" Profesor, apakah anda baik - baik saja? " Keanan kembali bertanya pada Profesor Alfred.
" Iya, saya baik - baik saja, Keanan. Saya hanya merasa seperti melihat seseorang yang saya kenal dan ingin sekali saya temui." jawab Profesor Alfred ambigu.
" Baiklah, Profesor. Jika demikian, kami mohon diri. Jaga diri anda, Profesor! " kata Arryan seraya memberi isyarat pada Keanan untuk pergi dari tempat itu.
Keanan memang tak faham akan apa yang sebenarnya terjadi. Karena dia hanya manusia biasa yang memiliki kemampuan terbatas.
Lain halnya dengan Arryan, dalam darahnya mengalir darah seorang Pangeran Hasyeem. Darah golongan bangsa jin. Dia dengan mudah bisa melihat penampakan sosok makhluk astral apapun dan tidak merasa takut sedikitpun. Karena sejatinya, Arryan juga adalah berasal dari golongan mereka juga yaitu golongan makhluk gaib. Hanya saja dia adalah seorang keturunan jin.
__ADS_1
" Ayo kita pulang. Pertunjukan selanjutnya belum tayang. Masih menunggu episode lanjutan, kak! " kata Arryan saat Keanan protes mengapa harus pulang secepat ini.
" Tapi, kamu nggak lupa kan, kesepakatan kita? " tanya Keanan sambil tersenyum menggoda.
" Hais, dasar laki-laki tak mau rugi. Iya... aku penuhi janjiku dengan kakak. Kapan kakak mau ngajakin aku dinner? " tanya Arryan kesal. Dia mengerucutkan bibirnya ke depan membuat keanan merasa gemas melihatnya.
Cup..!
Keanan mencium bibir tipis Arryan yang menggoda sekilas.
" Kak, ....! " Arryan melongo karena tak menyangka Keanan akan senekat itu. " Itu tadi... kenapa kakak mencium bibirku? Hais.... kakak mencuri ciuman pertamaku! " tak terima, Arryan mencubit tangan Keanan gemas.
" Habisnya, kamu ngegemasin banget. Ingat ya, jangan pernah lagi mengerucutkan bibirmu di depan laki-laki manapun juga. Atau aku akan menghukummu..! "
" Hah..? " Arryan bengong tak mengerti. "Kak Keanan aneh banget. Mana tadi sudah curi - curi ciuman pertamaku lagi." Hati Arryan kesal banget.
" Arryan, kamu itu milik aku, tak boleh ada seorang pun yang boleh memilikmu, selain aku.! " ucap Keanan dalam hati.
Keduanya pun meluncur membelah keramaian kita yang semakin lama semakin penuh dengan kilauan lampu - lampu yang mengambil alih cahaya matahari untuk menerangi malam yang memancarkan gelap.
" Oke, kak! "
" Hmm, Arryan kamu sudah punya cowok, belum? "
" Belum..! " jawab Arryan.
Sedangkan Keanan bersorak dalam hati, Yes..! katanya.
" Terus, siapa laki-laki berambut panjang yang tempo hari kamu gandeng di restoran? "
" Itu papa aku..! " Mata Keanan sukses melotot tak percaya.
" Busyet, papa kamu masih semuda itu dan punya putri cantik macam kayak kamu?" . Apa dia papa tiri kamu? " Arryan menggeleng cepat.
__ADS_1
" Bukan, dia asli papa aku. " jawab Arryan.
" Terus, mama kamu seperti apa? " tanya Keanan yang kini merasa kepo dengan keluarga Arryan.
Arryan membuka handphone miliknya dan membuka galeri. " Ini mama aku. " tunjuknya pada seorang wanita muda yang sangat cantik.
Mata Keanan semakin melotot tak percaya ketika melihat foto Asmi yang sedang duduk di sebelah Arryan dengan latar di belakangnya berdiri tiga orang laki-laki tampan.
" Beneran mama kamu yang duduk di sebelah kamu? " tanya Keanan ingin memastikan.
" Iya, mamaku memang seperti itu wajahnya dari dulu. " jawab Arryan.
" Itu artinya mama dan papa kamu awet muda, dong! "
Arryan tidak menjawab pertanyaan Keanan, akan tetapi mata gadis itu melotot ke belakang Keanan, lalu berteriak kencang memperingatkan Keanan.
" AWAS, KAK!!! " Sebuah mobil dari arah belakang tiba-tiba melaju kencang dan menyenggol keras mobil mereka. Akibatnya mobil yang dikendarai Keanan menjadi terlempar ke sebelah kiri dan menabrak pembatas jalan. Mobil Keanan sempat berputar dan kembali lagi menghantam pot tanaman yang sengaja di pasang di sana, sebelum kemudian berhenti. Peristiwa itu terjadi dalam sepersekian detik. Arryan merasa shock dan tak mampu lagi untuk berkata - kata.
Tubuh Keanan terhimpit oleh kemudi dan dashboard. Sebagian pecahan kaca jatuh mengenai Keanan. Menyebabkan pemuda tampan itu menderita luka - luka di bagian kepala Akibat terkena pecahan kaca. Pemuda itu langsung tak sadarkan diri dengan luka yang cukup parah di kepala dan juga lengan yang patah, serta dada yang terhantam kemudi.
Sedangkan Arryan, seinchi pun gadis itu tak mengalami luka. Tampak seseorang seperti memasang badan untuk melindungi gadis itu.
" Ayah.! " ucap Arryan saat tahu bahwa tubuh Sang Ayah, Pangeran Hasyeem yang berada di depannya.
" Putriku Arryan, apakah kamu ada yang sakit atau terluka..? " tanya Pangeran Hasyeem pada Sang putri dengan cemas.
" Tidak ada, ayah. Terima kasih karena sudah melindungi dan menyelamatkan ananda."
" Sudahlah... kamu hati - hati, ya. Karena sepertinya ada pihak yang menginginkan kematian kalian. Dan ayah yakin ini pasti ada hubungannya dengan gadis yang bernama Elisa itu." Arryan terkejut mendengar perkataan Sang Ayah. Bagaimana mungkin ayahnya mengetahui perihal Elisa, pikirnya.
" Arryan, kemungkinan pembunuh Elisa akan membungkam orang - orang yang dianggapnya berbahaya! " kata Pangeran Hasyeem lagi.
" Jadi benar rupanya dugaanku, bahwa Elisa mati dibunuh dan arwahnya datang menuntut balas. Dan yang mengikuti aku itu adalah rohnya Elisa dengan maksud untuk memberitahukan hal itu kepadaku. Jadi tujuan Elisa adalah ingin menuntut balas kepada para pembunuhnya! " kata Arryan.
__ADS_1
" Kalau begitu, kamu dan Keanan berada dalam bahaya.....! " Wajah Arryan pucat pasi mendengar ucapan Sang Ayah.