Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 172 Kerajaan di Pulau Hantu


__ADS_3

Srettt..... Pangeran Hasyeem menggerakkan pedangnya, dan...


semua pengawal yang mendekat roboh dengan leher yang hampir putus.


Elathan semakin murka, lalu melesat terbang ke arah pangeran Hasyeem. Tetapi,.... tubuh Pangeran Hasyeem tak bisa disentuh oleh Elathan.


" Panas sekali tubuhnya, seperti api yang membakar tanganku." keluh Elathan kesal. " Apa yang harus kulakukan untuk mengalahkan manusia jin itu"???????


Pertarungan kini berlanjut antara pasukan pengawal Elathan dan Pangeran Hasyeem dan Pangeran Alyan serta para pengawalnya yang tersisa tiga beserta ki Anom. Namun, karena mereka bukan orang sembarangan, maka pertarungan antara dua makhluk ghaib yang berbeda jenis itu berlangsung seru.


Elathan bersenjatakan sebuah pedang tipis dan panjang yang mirip sebuah cambuk. Melecut ke sana kemari di sertai kilatan - kilatan Halilintar yang menyambar - nyambar. Tempat itu seperti hujan sambaran Halilintar, karena kini pedang Halilintar seperti menemukan lawan yang seimbang. Memanglah.... pada dasarnya pedang Halilintar Pangeran Hasyeem adalah bagian dari pedang Elathan.


Penciptaan pedang Halilintar terjadi tanpa sengaja. Ketika itu Elathan terlibat pertarungan dengan Gabrielll, Malaikat penjaga gerbang Utara Bumi. Dalam pertarungan itu, pedang Elathan mengenai ujung sayap Gabrielll.


Pedang Elathan patah di ujung. Tepat pada bagian yang mengenai sayap malaikat itu. Patahan pedang Elathan jatuh ke tanah dan berubah menjadi sebilah pedang. Itulah pedang Halilintar. Pedang Halilintar kemudian di pungut Oleh Gabrielll dan dijadikan senjata untuk mengalahkan Elathan. Pada pertarungan itu, hampir saja Elathan mengalami kekalahan andai saja sang Ayah Raja penguasa neraka ketiga tak segera datang menyelamatkan dirinya.


Ayahnya berhasil mengecoh Gabrielll sehingga keduanya berhasil lollos dari cengkraman Gabrielll.


Bangsa jin adalah bangsa yang lebih dahulu menempati alam dunia ini jauh sebelum manusia pertama diturunkan Oleh Allah ke dunia.


Merekalah yang berkuasa dan menjadi khalifah sebelum manusia kemudian menempati dunia sebagai tempat tinggal mereka dan menjadi khalifah yang menguasai dunia.


Pada saat dunia masih di kuasai dan dihuni oleh makhluk jin, para iblis yang berada di langit menjadi iri hati dan berniat untuk menguasai dunia. Mereka kemudian mengadakan penyerbuan ke dunia untuk mengalahkan bangsa jin dan menguasai dunia.


Namun, keinginan mereka tidak mendapat restu dari sang Penguasa Alam semesta. Penguasa Alam semesta kembali mengirimkan Gabrielll ke dunia untuk membantu Raja jin yang kalau itu memimpin perlawanan terhadap Raja iblis dari neraka pertama.


Gabrielll berhasil mengalahkan Raja Iblis dan mengirimnya kembali ke neraka lalu mengurungnya di sana. Sedangkan, pedang Halilintar di berikan kepada Raja Jin yang dikemudian hari digunakan sebagai senjata untuk menghadapi serangan iblis yang masih ingin menguasai dunia kalau itu.


Pedang itu sempat beralih tangan secara turun temurun sampai akhirnya jatuh ke tangan Pangeran Hasyeem, putra Yang Mulia Raja Haizzar.

__ADS_1


Pangeran Hasyeem dan Elathan terlibat pertarungan sengit. Tak ada tanda - tanda bahwa pertarungan keduanya akan berakhir cepat. Keduanya sama-sama tangguh dan sama-sama memiliki senjata yang sangat hebat.


Pedang milik Elathan dan pedang Halilintar milik Pangeran Hasyeem saling beradu. Dua kekuatan yang sama - sama besar bertemu. Tempat itu penuh dengan hujan kilatan halilintar. Saking dahsyatnya pertarungan dua kekuatan itu, langit berubah warna menjadi gelap karena terselimuti oleh awan gelap yang muncul menutupi tempat itu.


Jika dilihat dari kejauhan, maka tempat itu nampak seperti badai besar dengan hujan petir di mana-mana. Para pelaut yang kebetulan melintasi tempat itu menyaksikan gumpalan awan hitam yang sangat besar di langit dan daerah di sekitar Samudra Hindia terutama di tengah Samudra itu terjadi hujan badai dan petir yang menyapu bersih seluruh wilayah itu. Tak ada pelaut yang berani melewati daerah itu.


Sementara itu Pangeran Alyan dan Ki Anom serta ketika pengawal Pangeran Hasyeem sedang bertempur habis - habisan dengan para pengawal Elathan. Suatu ketika pangeran Hasyeem terlihat sedang terdesak saat menghadapi keroyokan dari puluhan pengawal Elathan hingga pedangnya terlepas dari tangannya dan terlempar ke udara dan terjatuh di arena penonton.


Pangeran Alyan mundur akan tetapi tampaknya musuh tak memberi kesempatan bagi pangeran Alyan untuk mendapatkan kembali pedangnya. Dia semakin terdesak karena sekarang tidak memiliki senjata di tangannya kecuali hanya pedang biasa yang kemudian patah oleh terjangan senjata para pengawal Elathan.


Tepat di saat genting itu, dia melihat sebuah pedang tertancap di dekat tubuh seseorang yang sudah menjadi kerangka saja. Tanpa ragu Pangeran Alyan menyambar pedang yang sedang tertancap dan menariknya dengan sekali sentakan.


Pedang itu pun tercabut dari dalam tanah. Begitu pedang itu tercabut, maka tanah tempat pedang tadi tertancap terbelah menjadi dua. Sontak saja, beberapa pengawal Elathan yang berada di tempat itu langsung terperosok masuk ke dalam tanah dan tertimbun oleh longsoran tanah yang untuk selanjutnya menimbun mereka kembali dengan cepat.


Pedang itu sudah berada di tangan Pangeran Alyan. Pangeran Alyan mengamati pedang yang kini sudah berada di genggamannya. Pedang yang sangat panjang dan tipis. Terbuat dari besi hitam yang bahannya tak ada di bumi. Ujung pedang tajam dan runcing. Gagang pedang terbuat dari emas putih dengan hiasan gambar Singa memakai mahkota. Di ujungnya ada tanda berupa mata dengan bola mata bergambar Matahari. Itulah dia pedang Ah mun Rha. Pedang dewa Matahari . Pemilik sebelumnya adalah Raja Baruna, R Penguasa Samudra Merah penyembah Matahari. Mereka adalah penguasa Yang mendiami sebuah kerajaan di Lautan Pasifik.


Dengan pedang itu, kini pangeran Alyan kembali bertempur menghadapi musuh - musuhnya. Satu demi satu, pedang itu menebas para pengawal Elathan tanpa ampun. Hingga sampai akhirnya, hanya tersisa beberapa saja dari pengawal Elathan yang tersisa.


Hingga suatu ketika, entah kali ke berapa, pedang Halilintar milik Pangeran Hasyeem kembali berhadapan dengan pedang Elathan. Kali ini, mereka sudah mengeluarkan daya maksimal untuk segera mengakhiri pertarungan. Elathan dengan congkaknya mengejek Pangeran Hasyeem bahwa hanya iblis yang bisa menguasai dunia dan berhak memiliki pedang Halilintar. Dengan sombongnya, iblis mengatakan bahwa pedangnya harus berada di tangan yang kuartal.


Pedang Halilintar berhasil mengenai lengan Elathan. Lengan itu terputus. Elathan benar-benar tak menduga jika makhluk jin tersebut bisa menebas lengannya sampai putus dengan pedang Halilintar miliknya.


Belum lagi hilang keterkejutan Elathan, tiba-tiba saja, muncul sesosok cahaya berwarna putih yang langsung mengurungnya. Cahaya putih itu berputar - putar mengelilinginya.


" Ternyata keserakahan nenek moyangmu masih saja dimiliki oleh bangsamu, Elathan! " seru seorang pria dengan kedua sayap yang melekat di tubuhnya.


" Gabriell.... " kata Elathan, wajahnya seketika pucat pasi dan ketakutan.


Gabriell adalah malaikat yang terkuat diantara semua malaikat. Dulu, dia hampir saja kalah saat bertarung dengan Gabriell. Untung ada sangat Ayah yang kemudian berhasil menyelamatkan dirinya dari cengkraman Gabriell.

__ADS_1


" Yah, ini aku. Sekarang kamu sudah tak bisa meloloskan diri. " kata Gabriell yang kini sudah berdiri di hadapan Elathan yang kini sudah berubah panik.


" Aku harus pergi secepatnya dari sini. " pikir Elathan.


Namun terlambat, belum sempat Elathan bergerak, tangan Gabriell yang panjang


secepat kilat menyambar tubuh Elathan dan membawanya pergi dengan paksa. Tubuh Elathan lenyap bersama teriakan Elathan yang meronta kesakitan dalam cengkraman Gabriell. Gabriell membawa tubuh Elathan kembali ke neraka dan mengurungnya, sama seperti yang dia lakukan pada ayahnya.


Seiring dengan menghilangnya tubuh Elathan, para pengawal Elathan juga lenyap dari tempat itu. Kini yang tersisa adalah keenam makhluk jin yang masih berada di tempat itu.


" Cepat kalian tinggalkan tempat ini, karena sebentar lagi tempat ini akan lenyap. "


Tanpa menunggu lama, keenam makhluk jin itu segera angkat kaki dari tempat itu untuk kembali ke negeri asal mereka.


Di negeri asalnya yaitu negeri jin. Di istana Bukit Malaikat, kejadian aneh terjadi. Para ksatria yang sedang bertempur dengan sengit melawan pasukan iblis dari Elathan menjadi di buat terheran-heran.


Tiba-tiba saja, pasukan iblis yang tadinya begitu banyak, mendadak lenyap tak berbekas bagai debu tertiup angin. Tak percaya mereka dengan semua keanehan itu hingga mereka kemudian bertanya kepada Ammar dan Pangeran Azzura.


" Saudaraku semua, Pemimpin pasukan iblis yang menyerang kita yaitu Elathan telah berhasil dikalahkan oleh ayah dan kakakku Pangeran Hasyeem dan Pangeran Alyan. Kemenangan telah kita raih, Saudaraku sekalian. Tak ada lagi yang akan menyerang bangsa kita. Terima kasih saya ucapkan atas bantuan dan dukungan kalian kepada kami semua." ucap Pangeran Azzura dengan haru.


Tepuk tangan mengakhiri ucapan Pangeran tampan dari Bukit Malaikat itu. Satu persatu para Sekutu mohon diri kembali ke negeri mereka masing-masing.


" Pangeran, aku juga mohon diri untuk kembali ke negeriku. " sebuah suara lembut menyapa telinga pemuda itu.


Pemuda itu berbalik dan tampak seorang gadis yang cantik dengan pakaian perang lengkap dengan senjata di punggungnya, sedang menatap lurus ke arahnya.


Pangeran Azzura berjalan mendekati Putri Ambika. " Sayang sekali, sebenarnya aku masih ingin berlama-lama bersamamu, Putri Ambika." kata Pangeran Azzura.


Putri Ambika terdiam mendengar ucapan Pangeran Azzura. Ada keraguan yang jelas tersirat di wajah gadis tomboy yang ahli bertempur itu.

__ADS_1


" Hmm, alasan apa yang membuatku harus menunda kepulanganku, pangeran Azzura?" tanya Putri Ambika dengan pandangan penuh tanya.


" Berkencan denganku... "


__ADS_2