Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 124 Hancurnya Gerbang Oreon


__ADS_3

"Hahaha, kalau begitu, maka izinkan aku memberikan suguhan selamat datang padamu! " katanya sambil memberi isyarat kepada pengawalnya untuk memperlihatkan kepada Pangeran Hasyeem bagaimana keadaan Asmi dan putri Arryan.


" Asmi...! Arryan..! " seru Sang Pangeran saat melihat ke atas.


Di atas sana, terlihat tubuh Sang istri dan putrinya sedang terikat di sebuah tiang besar.


Aluna terkesiap melihat pemandangan itu. " Bunda Ratu, Putri Arryan!!" serunya tertahan.


Melihat istri dan anaknya dalam keadaan yang demikian membuat sang Pangeran menjadi marah. Dengan gerakan cepat dia maju menerjang Hades yang berdiri tegak di atas singgasananya.


" Hahhh !!! Rupanya pedangku belum cukup dalam melukaimu. Hingga kamu masih berani mengganggu istri dan anak - anakku." serunya dengan marah.


Hades menyambut serangan pedang Pangeran Hasyeem dengan pedang bermata kembar miliknya. Kedua pedang sakti itu bertubrukan dengan keras karena disertai dengan benturan tenaga dalam yang dahsyat hingga menimbulkan percikan - percikan api di udara.


Tubuh Pangeran Hasyeem dan Hades tampak berkelebatan di udara. Saling serang dan saling tangkis. Ilmu pedang keduanya seimbang. Hades mampu menahan serangan demi serangan pedang Sang Pangeran.


Keduanya sama-sama kuat. Sama-sama kebal terhadap senjata. Pertarungan pun berlangsung dalam waktu yang lama tanpa ada salah satu pihak yang terdesak.


Sementara itu, melihat pemimpin mereka sudah bergerak, para pengawal istana di bukit Malaikat juga bergerak. Mereka membantu sang Pangeran Hasyeem menghadapi para pengikut Hades.


Para pengikut Hades pun tak tinggal diam. Mereka mengeluarkan kemampuan sihir mereka untuk menciptakan ratusan tentara ghaib yang berasal dari neraka. Mereka adalah makhluk-makhluk mengerikan dari neraka yang kejam dan buas.


Makhluk-makhluk itu diperintahkan untuk membantu mereka menghadapi pasukan jin muslim yang datang menyerbu.


Perang besar pun terjadi. Perang antara pasukan jin muslim dengan para pengikut Hades yang mengabdi pada iblis dan kegelapan. Perang itu berlangsung sampai menjelang pagi hari.


" Allahu Akbarr!!! Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!! seru mereka serentak bertakbir.


Saat mendengar takbir tersebut, makhluk - makhluk buas itu berhamburan lari pontang panting menyelamatkan diri.


Pasukan jin muslim itu kembali bertempur dengan semangat. Sambil bertakbir mereka menghancurkan makhluk - makhluk itu dengan pedang Mereka tanpa kenal ampun.


Matahari mulai terbit dari arah timur. Sinarnya yang memburai kemerahan berbanding terbalik dengan warna darah makhluk - makhluk dari neraka itu yang berwarna hitam dan busuk.


Tepat pada saat matahari naik sepenggalah, pasukan jin muslim itu sudah berhasil menaklukkan makhluk - makhluk itu dan mengirimkannya kembali ke Neraka terdalam.


" Tampaknya kita akan Segera kalah yang mulia!" seru salah seorang penyihir pada Hades yang sedang sibuk menghadapi Pangeran Hasyeem.


Hades lalu mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya.


Dia menghamburkan sesuatu ke arah para penyihir itu dan ajaib .... ratusan mayat hidup bermunculan di hadapan mereka. Mereka bermunculan dari mana - mana. Ada yang muncul dari dalam tanah dan ada juga yang muncul dari dalam api neraka.


Mayat hidup itu menyerang dengan membabi buta terhadap siapa saja.


Namun, pasukan jin muslim itu tak gentar untuk terus maju.


" Banyak pengawal kita yang tumbang! kita butuh bantuan! " kata Ammar pada Luna. Ayah dan anak itu bertempur habis-habisan membantu Pangeran Hasyeem membabat habis para musuh mereka.


Di saat itu, Aluna melihat Alyan yang datang dari arah Timur bersama pasukan raja Anggada. Mereka kemudian langsung bergabung dengan Luna dan ayahnya menghadapi para penyihir dan mayat - mayat hidup hasil ciptaan Hades.


Keadaan kini berimbang. Satu persatu para penyihir itu tumbang di tangan pasukan jin muslim yang datang ke tempat itu untuk membantu mereka.


" Penggal kepala mayat itu! " seru Alyan saat melihat seorang prajurit yang berusaha membunuh mayat hidup itu dengan cara menusukkan pedangnya ke tubuh mayat itu.


Mayat - mayat hidup itu tidak mati saat di tebas oleh pedang. Tubuh mereka bersatu kembali seperti awal dan kembali menyerang pasukan jin yang kini sudah mulai tampak kewalahan menghadapi mayat hidup itu.


Mendengar aba - aba dari pangeran Alyan, mereka serentak melakukan apa yang di perintahkan oleh Sang Pangeran. Mereka menebas langsung Kepala mayat - mayat itu hingga terlepas dari tubuhnya.


Mayat - mayat itu rubuh dan tewas seketika. Tubuh mereka kembali berubah menjadi abu dan tertiup angin.


" Mayat - mayat itu berhasil dihancurkan. Serbu dan hancurkan gerbang Oreon! " seru yang lainnya.


Hades dan para pengikutnya segera membuat pagar pembatas antara Altar dan pintu gerbang. Cahaya matahari sudah mulai redup. Keadaan di tempat itu kini perlahan - lahan mulai gelap. Gerhana matahari sudah mulai.


" DIAMM! Jangan ada yang bergerak! Cukup sudah main - mainnya! Sekarang, saatnya pertunjukan utama di mulai! " kata Sang pemilik Gerbang.

__ADS_1


" Pengawal...! Turunkan tubuh kedua wanita itu.! seru Hades.. Segera dua orang Pengawal Hades menurunkan Arryan dan ibunya ke gerbang Oreon.


Gerbang segel pintu neraka itu kini terbuka lebar. Pertanda Gerhana matahari sudah hampir sempurna.


" Bunda ratu!! " seru Alyan. Segera tubuhnya melesat mendekati Sang ibu dan adiknya.


" Akhirnya kamu muncul juga Pangeran Alyan! Lihatlah... sebentar lagi ibu dan adikmu akan merasakan panasnya neraka yang akan membakar habis tubuh mereka.! "


Secepat kilat Alyan menyerang pengawal yang menjaga ibu dan adiknya. Tubuh pengawal itu terlempar masuk ke dalam bara api yang sedang menyala.


Pemuda itu berusaha untuk membebaskan Sang ibu dan adiknya. Hades yang melihat hal itu melayangkan pukulan jarak jauhnya ke arah pemuda itu. Sebuah bola api melesat cepat ke arah Alyan.


Pemuda itu segera mengelak dan kembali mendekati tubuh Sang ibu dan adiknya yang kini secara perlahan - lahan mulai turun.


Dia ingin membuka ikatan di tubuh Sang ibu dan adiknya, namun selalu gagal. Sementara tiang besar itu semakin bergerak turun ke bawah.


Pangeran Hasyeem segera turun tangan membantu Sang Putera. Pedangnya menebas tali pengikat tubuh istri dan anaknya namun tali itu tidak bisa terpotong.


Hades kembali menyerang Alyan. Kali ini terpaksa Alyan mengeluarkan pedang Naga Jiwo miliknya. Kini sepasang pedang sakti itu bergantian menyerang Hades.


Pada suatu ketika, pedang Naga Jiwo milik Alyan tak sengaja mengenai Tiang pengikat tubuh Sang Ibu dan adiknya. Tiang besar itu pun patah dan terpotong menjadi dua bagian. Patahan tiang besar itu jatuh tepat di tengah Gerbang.


Patahnya tiang itu membuat posisi Asmi dan putri Arryan menjadi tergantung di atas bara api.


" Alyan, tolong... panas!!! Alyan!! " seru Asmi dan Arryan.


Ammar dan Aluna segera melompat ke atas. Namun mereka tak bisa menjangkau tubuh Asmi dan Arryan yang tepat berada di tengah - tengah gerbang.


Hades kembali menyerang Pangeran Hasyeem dan Alyan. Kini keduanya harus bahu membahu mengahadapi Hades sambil berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Sang ibu dan adik.


Waktu gerhana matahari sangatlah singkat. Berbeda dengan gerhana bulan yang waktunya lama.


Seiring waktu, perlahan - lahan gerbang itu mulai kembali menutup. Pertarungan seru antara Pangeran Hasyeem dan Alyan melawan Hades masih berlangsung.


" Alyan, tak ada waktu lagi, gerbang akan segera menutup. Cepat, selamatkan ini dan adikmu! " seru Raja Haizzar. Kakeknya itu muncul tiba - tiba di istana Hades, membantu Sang anak dan juga cucunya.


" Baik, kek! " jawab Alyan. Segera dia melompat mendekati gerbang Oreon. Gerbang itu hampir menutup setengahnya. Dia berusaha untuk menjangkau ibu dan adiknya.


" Alyan, Gunakan pedangmu untuk menahan pintu tersebut " seru Sang kakek.


Alyan segera mengayunkan pedangnya ke arak gerbang Oreon yang sedang berputar. Putaran gerbang itu terhenti , karena sesuatu menahannya.


Ternyata pedang Naga Jiwo milik Aryan menancap erat di titik tumpu gerbang Oreon.


Ajaib sekali. Pedang Naga Jiwo yang awalnya hanya seukuran pedang biasa. Kini bisa berubah menjadi seukuran panjang gerbang Oreon.


Segera Alyan membebaskan Ibu dan adiknya dari ikatan tali di tubuh keduanya. Dengan tenaga dalamnya dia menebas ikatan tali yang melilit di tubuh Asmi dan Arryan.


Akhirnya, tali itupun terlepas dan tubuh Asmi dan Arryan segera merosot turun dari tiang.


Asmi yang dari tadi sudah pingsan karena tak kuat menahan panas di gendong oleh Alyan menuju ke pinggir arena sedang Arryan, dia terlihat lebih kuat. Gadis itu segera bergabung bersama Aluna.


Melihat Sang istri dan putri sudah bebas, maka Pangeran Hasyeem semakin gencar menyerang Hades.


Pada suatu ketika, senjata Hades berhasil mengenai tubuh Pangeran Hasyeem. Hades tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia menyerang Pangeran Hasyeem dengan pukulan tenaga dalam yang kuat membuat Sang Pangeran terdorong ke belakang dengan darah segar yang muncrat dari mulutnya.


Inilah kali pertama Sang Pangeran terkena pukulan yang telak di tubuhnya. Ayahnya Sang Raja Haizzar segera menolong Pangeran Hasyeem.


Alyan maju menghadapi Hades. Dia menarik pedangnya yang masih tertancap di gerbang Oreon. Gerbang Oreon itu kini menutup dengan sempurna.


Pertempuran antara dua orang musuh bebuyutan itu terjadi sesuai dengan ramalan.


Alyan dan Hades saling menyerang menggunakan pedang masing-masing.


Aluna datang membantu pemuda itu. Kedua pasangan itu saling bekerja sama untuk menghadapi Hades. Mereka bertarung di atas gerbang Oreon yang kini tertutup rapat.

__ADS_1


Suatu ketika pedang Hades berhasil mengenai bahu Aluna.


" Akhh...! " jerit Luna. Merasakan sakit yang luar biasa pada bahunya yang tertebas pedang Hades.


Darah mengucur deras dari bahu Aluna. Yah...Aluna adalah murni berdarah manusia. Darah manusia yang berwarna merah itu tak sengaja jatuh ke pintu gerbang.


Ajaib, pintu gerbang itu kembali terbuka. Darah Aluna adalah darah perawan suci. Darah perawan yang terlahir tepat pada saat gerhana bulan Darah.


Aluna ternganga. Tiba-tiba dia teringat akan cerita ayahnya, bahwa dia hampir dijadikan tumbal oleh penguasa Hutan Larangan karena dalam darahnya mengandung kekuatan yang dahsyat.


" Alyan, gunakan darahku untuk membunuhnya! " seru Aluna tiba-tiba.


Alyan tak mengerti apa maksud perkataan Luna. Dia memberi isyarat pada Luna agar memperjelas maksud ucapannya.


" Darahku... oleskan darahku pada pedangmu agar bisa melukainya! " serunya pada Alyan.


Aluna maju mendekati Alyan. Secepatnya Alyan menempel pedangnya pada luka Aluna yang masih terus mengeluarkan darah.


Pedang Naga Jiwo mengeluarkan sinar putih terang saat bersentuhan dengan darah Luna.


Hades mundur selangkah ke belakang. Nyali manusia setengah iblis itu sedikit ciut saat melihat itu.


Alyan tak menyia-yiakan kesempatan ini. Kembali dia menyerang Hades dengan sekuat tenaga. Serangan demi serangan dia arahkan ke arah Hades.


Akhirnya, dia berhasil menghadiahkan sebuah tusukan tepat di perut Hades.. Pedang Naga Jiwo menancap di perut Hades.


"Aàrggghhh! " Erangan Dahsyat keluar dari mulut Manusia setengah iblis itu.


Pedang Naga Jiwo berhasil melukai tubuh Hades. Tubuh itu terhuyung ke belakang.


Hades meraba perutnya yang terluka dan mengalirkan darah berwarna hitam yang berbau busuk.


Dia menjadi geram. Luka itu tak bisa lagi merapat seperti sedia kala. Darah Luna menghilangkan sifat keabadiannya. Kini dia hanya makhluk fana biasa.


Hades pun murka. Dia kemudian menggeram sekuat - kuatnya. Bersamaan dengan itu, tubuh Hades pun berubah menjadi sosok iblis raksasa dengan rupa yang sangat mengerikan.


Sosok Hades yang baru itu pun kini menyerang Alyan dan Aluna dengan kalap.


Kembali Alyan menghadapi serangan Hades yang kini nampak semakin buas. Suatu ketika pedang itu terlepas dari tangannya.


Hades yang melihat hal itu merampas pedang Naga Jiwo milik Alyan. Namun saat di pegang olehnya, pedang itu mengeluarkan hawa yang sangat panas .


Karena tak kuat, Hades melempar pedang itu kembali. Semua menahan nafas saat pedang itu jatuh ke bumi tepat ke arah Aluna.


Mata Aluna terpejam pasrah, namun sebuah tangan berhasil menarik tubuhnya dan menyambar pedang tersebut.


Pedang itu membesar di tangan Alyan. Namun anehnya, Alyan tidak merasa berat saat memegangnya. Dengan ringan dia membabatkan pedang Naga Jiwo ketubuh Hades.


Tubuh Hades terbelah dua dan jatuh ke dalam lubang neraka yang berada di dalam Gerbang Oreon, karena pintu gerbang itu sedang terbuka saat ini.


Bersamaan dengan masuknya potongan tubuh Hades ke dalam gerbang neraka Oreon, para pengikutnya semua ikut tersedot masuk ke dalam pintu itu, berikut makhluk - makhluk mengerikan yang mereka ciptaan.


Setelah semua masuk, secepat kilat Alyan mengarahkan pedangnya ke arah pintu gerbang Oreon. Pintu itu kembali menutup.


" Pintu ini harus di hancurkan! Karena pasti penyihir lain akan berusaha untuk membuka kembali gerbang ini! " kata Alyan.


Dia lalu menusukkan pedangnya ke segel penutup pintu gerbang Oreon dan kemudian mengerahkan tenaga dalamnya. Pedang itu sekali lagi berubah ukurannya menjadi lebih besar dan menghancurkan pintu gerbang penutup neraka itu dengan sekali tebasan.


Gerbang Oreon lenyap dari pandangan. Yang tersisa hanya hamparan tanah lapang yang luas.


Semua menarik nafas lega. Satu lagi bencana kehancuran dunia dapat di cegah. Alyan mendatangi Aluna yang tergolek lemah karena kehilangan banyak darah. Dia menggendong tubuh gadis itu sambil berjalan pulang.


Sementara Asmi sang Bunda bersama - sama dengan ayahnya dan juga kakeknya Raja Haizzar juga mengikuti dari belakang.


Semua kembali ke tempatnya masing-masing. Dunia kini merasa damai untuk sesaat.

__ADS_1


__ADS_2