Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 39 Rahasia hati Putri Azylla


__ADS_3

Sudah dua hari Asmi menderita sakit. Sejak bermimpi buruk tentang Pangeran Hasyeem, keesokan harinya tubuh Asmi demam tinggi. Bahkan dia sempat mengigau memanggil - manggil nama Hasyeem.


Mirna sangat mengkhawatirkan Sang kakak yang terlihat sangat lemah dan pucat.


" Mbak Asmi, makanlah dulu bubur ini, baru minum obatnya! " kata Mirna sambil menyodorkan sesendok bubur ke mulut Asmi. Asmi membuka mulut menerima suapan bubur dari Mirna.


Hanya satu suapan saja, mendadak perutnya bereaksi terhadap makanan yang masuk ke lambungnya. Asmi memuntahkan kembali makanan yang baru masuk ke perutnya bersama cairan bening yang ikut keluar, membuat perut Asmi terasa di aduk dan di remas. Rasanya perih dan menyiksa sekali.


" sudah, sudah cukup dek. Mbak sudah nggak kuat. " tolak Asmi lemah ketika Mirna kembali menyodorkan suapan berikutnya ke mulut Asmi.


" Tapi Mbak Asmi harus makan supaya ada isi perut. Tadi aja sudah di muntahkan balik, gimana mau ada tenaga, Mbak! " kata Mirna.


" Tapi perut mbak sakit, Dek! " kata Asmi sambil memegang perutnya.


" Sudahlah, Dek Mirna. Kamu jangan paksa mbak Asmi makan bubur itu. Kan kasihan, dek. Apalagi kalau sampai muntah lagi. Sudah ganti saja dengan makanan lain atau buah segar juga boleh ! " saran Afdal suami Mirna.


Mirna menatap wajah suaminya, kemudian berganti menatap wajah Asmi. Dia akhirnya mengangguk dan membenarkan ucapan suaminya.


" Suruh saja si Ali membelikan buah - buahan segar dan antar ke mari jadi kamu ngga perlu ke luar lagi. " saran Afdal pada Mirna adiknya.


Mirna mengikuti saran suaminya dan meminta Ali untuk membelikan buah - buahan segar dan mengantarkannya ke rumah Mirna.


Tak berapa lama kemudian, Ali datang sambil membawa buah - buahan segar yang di pesan Mirna.


Mirna mengambil sebuah apel yang terlihat segar dan mengupasnya, memotong dan memberikannya pada Asmi.


" Mbak. Asmi, makanlah apel ini biar ada isi perut.! " Mirna menyodorkan sepotong apel ke mulut Asmi.


Asmi mencoba mengunyah apel itu dan menelannya. Lumayan, walaupun masih mual tapi perutnya masih mau menerima.


" Mbak istirahat tidur saja, aku mau mengurus si kecil dulu! " kata Mirna. Mirna mengangguk membiarkan Mirna berlalu dari kamarnya. Dia kemudian memejamkan matanya, berubah untuk tidur, karena tubuhnya terasa lemah sekali.


Rupanya Asmi tertidur cukup lama, hingga tak terasa masuk waktu senja. Asmi kemudian terbangun saat suara tangisan bayi Mirna yang menangis ingin menyusu.


" Sudah senja, rupanya aku tertidur lama sekali. Mungkin karena pengaruh obat. " gimana Asmi sendiri.

__ADS_1


Asmi mencoba bangun dari tempat tidur. Dia bermaksud hendak ke kamar mandi untuk buang hajat.


Baru saja Asmi melangkahkan kaki, tubuhnya mendadak sempoyongan hingga Asmi terjatuh ke lantai. Beruntung sebelum Asmi terjatuh sebuah tangan menangkapnya, hingga tubuh Asmi tak jadi mencium lantai.


Asmi menoleh ke arah orang yang tadi telah menolongnya.


" Putri Azylla!! " Asmi tak menyangka bahwa yang datang menolongnya adalah putri Azylla.


" stts, jangan teriak - teriak, Asmi. Nanti orang lain dengar dan kamu di sangka gila karena berbicara sendiri.! " kata putri Azylla.


" Astaghfirullah.! " Asmi menutup mulutnya agar pekikannya tidak terdengar sampai ke luar kamar.


" Ada perlu apa sampai tuan putri Azylla datang ke sini? " tanya Asmi setengah berbisik pada putri Azylla.


" Aku mau bertemu sama kamu. Maaf, aku tak tahu jika kamu sedang sakit. " kata kemudian.


" Ah, tidak apa. Hanya sakit ringan. Tidak terlalu parah. Anda mau bertemu saya. Ada apa tuan putri?" tanya Asmi. Asmi lupa akan niat awalnya tadi yang mau buang hajat. Dia penasaran mengapa putri cantik dari bangsa jin itu sampai datang menemuinya.


" Aku mau menceritakan sesuatu, tapi pergilah dulu selesaikan niatmu untuk buang hajat. Karena aku akan lama! " kata putri Azylla.


Dia lalu masuk ke kamar mandi dan segera menuntaskan hajatnya. Tak lama kemudian dia sudah kembali lagi ke kamar dengan wajah sedikit lebih segar. Dia tadi sempat membasuh wajahnya dengan air agar tidak terlihat kuyu.


" Putri Azylla! kamu di mana? " tanya Asmi karena dia tak melihat keberadaan putri Azylla saat kembali lagi ke kamarnya.


Bluss! putri Azylla kembali muncul menampakkan wujudnya di hadapan Asmi.


" Dari mana tuan putri Azylla pergi. Aku mencari tuan putri, tadi? " kata Asmi.


" Maafkan aku. Aku mengambil sesuatu yang tertinggal. " jawabnya kalem.


" Oh, iya. Ayo kemarilah. katakan padaku apa yang mau tuan putri Azylla ceritakan. Apakah ini ada sangkut pautnya dengan pangeran Hasyeem? " tanya Asmi.


Dia sudah tidak sabar untuk mengetahui kabar tentang kekasihnya yang lama tiada kabarnya.


" Benar, ini memang tentang pangeran Hasyeem. " jawab putri Azylla. Jantung Asmi berdebar dengan kencang.

__ADS_1


" Apa yang terjadi. Mengapa lama sekali dia tak pernah muncul menemui aku? " tanya Asmi kemudian. Dia tak bisa lagi menyembunyikan rasa rindu di hatinya untuk pengeran Hasyeem.


Putri Azylla menghela nafas. Kemudian dia menceritakan semua kejadian yang menimpa pangeran Hasyeem hingga akhirnya sang pangeran terpaksa kini harus di kurung oleh ayahandanya Raja Haizzar di istananya.


Mulut Asmi terbuka lebar tak percaya mendengar berita itu. Benarkah pangeran Hasyeem marah dan mengamuk di istana ayahandanya karena ayahandanya yang meminta dia untuk memutuskan hubungan dengan dirinya.


Asmi tak menyangka sedemikian besar cinta pangeran Hasyeem padanya hingga sampai berani menentang titah ayahandanya dan akhirnya harus berseteru dengan ayahandanya sendiri.


Asmi merasa terharu sekaligus sedih mendengar kabar ini. Terharu atas cinta tulus sang pangeran dan sedih atas apa yang telah menimpanya.


" Maafkan aku, karena aku kamu menderita. " Asmi menangis sedih karena merasa bersalah dirinya yang menyebabkan pangeran Hasyeem mendapat masalah. Tak hentinya dia menyalahkan dirinya sendiri atas nasib yang menimpa kekasihnya.


Putri Azylla yang melihat itu merasa iba. Dia pun jadi ikut menangis sambil memeluk Asmi.


" lantas, di mana sekarang pangeran Hasyeem berada? " tanya Asmi setelah tangisnya reda.


" itu, dia masih berada di istana Raja Haizzar, bersama dengan putri Bilqis. " jawab putri Azylla.


" Apa! putri Bilqis juga di tahan? " tanya Asmi.


Putri Azylla menganggukkan kepalanya. " Iya, benar. Putri Bilqis juga ikut di kurung oleh paduka Raja Haizzar karena di anggap bekerja sama untuk menggagalkan rencana pernikahan kami. " kata putri Azylla.


Asmi tersentak menyadari sesuatu. Dia lalu menatap putri Azylla dengan tatapan aneh.


" kenapa?" tanya sang putri.


" Mengapa putri Azylla menceritakan hal ini padaku? apakah tuan putri bermaksud agar supaya aku melupakan pangeran Hasyeem, sehingga pangeran Hasyeem dapat menikah dengan anda? " tanya Asmi. Putri Azylla terdiam. Lalu sejurus kemudian dia berucap.


" Sebenarnya jika aku mau maka itulah yang akan terjadi. Di dalam hatiku aku ingin kamu melupakan pangeran Hasyeem dan mencari laki-laki lain dari bangsamu sendiri. Kamu cantik. Tentu banyak sekali laki-laki yang tergila-gila padamu. sedangkan aku, aku sudah di jodohkan oleh kedua orang tua kami, mana mungkin lagi jika aku harus mencari yang lain." kata putri Azylla.


Wajah Asmi memerah tak kala mendengar ucapan putri Azylla. Dia menyadari ucapan putri Azylla benar, sebaiknya memang dia harus berusaha untuk melupakan pangeran Hasyeem.


" Tapi aku tak bisa. Aku akui, aku memang sangat mencintai pangeran Hasyeem. Jauh sebelum kamu mengenalnya. Aku sudah lebih dahulu mengenalnya dan mencintainya. " kata putri Azylla lagi. Ada rasa cemburu yang tiba-tiba menyesaki relung hati Asmi.


" Namun aku menyadari, dia tidak mencintaiku. Cintanya tidak seperti itu kepadaku. Cinta yang dia rasakan dan cinta yang aku rasakan berbeda. Aku mencintai dia seperti cinta seorang wanita kepada seorang lelaki, penuh gairah dan penuh damba. Tapi cinta dia padaku adalah cinta tulus suci layaknya seorang kakak pada adiknya. Sekarang katakan padaku, aku harus bagaimana, Asmi? apakah aku harus menutup mata dan pura - pura buta akan semua ini dan memaksa dia untuk menikahi aku atau aku harus belajar mengikhlaskan dirinya untuk menjadi milikmu.? " tanya putri Azylla kepada Asmi yang kini semakin di dera rasa bersalah dan putus asa. Rasanya dia tak sanggup lagi untuk mendengar kata - kata putri Azylla selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2