
"Aku tahu.. tapi aku datang kemari untuk membantumu? "
Pangeran Hasyeem terkejut dengan perkataan dari putri Azylla.
" Apa maksudnya dinda putri Azylla ingin membantuku? Apa yang dinda inginkan sebagai imbalan atas jasamu? " tanya pangeran Hasyeem pada putri Azylla.
Putri Azylla tersenyum menatap pangeran tampan yang terlihat tampak tidak terurus itu. Wajah tampannya sekarang tertutupi oleh bulu - bulu lebat di wajahnya.
" aku tidak mengharapkan imbalan apa - apa. " jawabnya
" hm, menarik. Bukankah dulu kamu membencinya. Kamu juga membenci aku yang menolak perjodohan kita." kata pangeran Hasyeem lagi.
Putri Azylla kembali tersenyum. Laki-laki di depannya ini masih terlihat angkuh dan sombong, meskipun keadaannya sangat memprihatinkan.
" Itu dulu, putri Bilqis telah menyadarkan aku, bahwa tak ada gunanya jika aku harus membenci kanda atau Asmi, karena pada dasarnya cinta tak bisa di paksakan. Jadi aku memutuskan untuk berteman dengan Asmi dan merelakan kanda Pangeran Hasyeem bersama wanita itu. " jawab putri Azylla.
"Lantas, apa maumu sekarang, dinda putri Azylla? " tanya pangeran Hasyeem yang masih belum mempercayai sepenuh ucapan putri Azylla.
" seperti yang ku katakan, aku akan membantu kalian, karena aku adalah temannya Asmi. " jawab putri Azylla lagi.
" bagaimana caramu membantu kami? " tanya pangeran Hasyeem.
" tidak kah kamu lihat, betapa banyak pengawal ayahku yang berkeliaran. Bukan diriku yang ku cemaskan tetapi keselamatan Asmilah yang aku cemaskan. Aku takut jika ayahku akan menyakiti Asmi. " lanjut pangeran Hasyeem lagi.
" hm, baiklah.. Kita akan pikirkan bagaimana caranya agar kanda Hasyeem bisa bertemu dengan Asmi. " Selesai berkata demikian putri Azylla kemudian menghilang dari hadapan pangeran Hasyeem.
Tak lama kemudian, putri cantik bergaun serba putih itu sudah kembali lagi ke hadapan pangeran Hasyeem.
" Aku punya cara agar kanda Pangeran Hasyeem bisa bertemu langsung dengan Asmi.! " seru putri Azylla dengan wajah gembira.
Pangeran Hasyeem mendekati putri Azylla dengan wajah keheranan dan rasa penasaran.
__ADS_1
" memangnya apa yang sedang dinda pikirkan. Awas saja jika ide dinda bisa membuat Asmi ku celaka. Aku tak akan segan untuk membuat perhitungan dan menghabisimu." ancam pangeran Hasyeem pada putri Azylla.
" tenang saja, ideku ini aman untuk di laksanakan.! " jawabnya riang.
" Aman katamu, dinda saja belum mengatakan apa ide dinda , sudah bilang aman saja, benar-benar kacau sekali.! " kata pengeran Hasyeem sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tak habis pikir, apa yang ada di benak putri Azylla.
" Iya, makanya itu kanda sabar lah dulu. Dinda akan katakan apa rencana dinda. " kata putri Azylla sambil memegang tangan pangeran Hasyeem, meminta agar pangeran tampan itu supaya dusuk karena dia akan menjelaskan rencananya.
" Dinda akan menggunakan ini! " kata putri Azylla sambil mengeluarkan sebuah cincin bermata batu permata berwarna biru terang dari balik kantong bajunya.
" Apa itu? cincin permata Safir. Dari mana dinda mendapatkannya? " tanya pangeran Hasyeem pada putri Azylla.
" sst, jangan keras - keras, kanda. Nanti ada yang dengar! " bisik putri Azylla pada pangeran Hasyeem.
" ini adalah milik Ratu Kalina."
" Hah, apa? cincin itu milik Ibunda Ratu? " Pangeran Hasyeem terkejut mendengar keterangan dari Putri Azylla. Jika cincin itu milik ibunya, berarti ibunya pastilah mengetahui tentang rencana ini.
" Lantas, apa gunanya cincin itu? " tanya pangeran Hasyeem yang merasa penasaran apa rencana Ratu Kalina, ibundanya.
" Segera kanda akan tahu," putri Azylla tersenyum penuh misteri pada pangeran Hasyeem, membuat hati pangeran muda itu kebat kebit. Antara cemas dan penasaran.
" Mengapa tak dinda katakan sekarang saja? " tanya pangeran Hasyeem tak sabar.
" Bersabarlah, kanda. Kata ibunda ratu kita harus menunggu waktu yang tepat! " Putri Azylla memasukkan kembali cincin bermata biru safir itu ke dalam kantongnya.
" Dinda harus pergi sekarang, karena dinda harus melaksanakan rencana yang telah ibunda ratu Kalina susun dan jangan sampai gagal. " katanya.
" Jangan pergi dulu, dinda belum mengatakan apa yang akan dinda lakukan dengan cincin itu! " cegah pangeran Hasyeem saat putri Azylla hendak keluar dari kamarnya.
" Sayang sekali, dinda tak berani mengatakannya sekarang, karena ini perintah ibunda ratu Kalina. Maafkan saya kanda! " setelah itu putri Azylla keluar dari kamar pribadi pangeran Hasyeem tempat laki-laki tampan itu terkurung.
__ADS_1
Pangeran Hasyeem mendengus kesal. Ada rasa takut di hatinya jika rencana itu gagal atau akan mencelakakan Asmi nantinya. Dia kesal pada putri Azylla yang tidak mau memberitahukan tentang rencana Ratu Kalina padanya. Padahal jika dia tahu, sudah barang tentu dia bisa membantu semampunya.
...---...
Sementara itu, di dunia manusia. Di dunia Asmi, malam merayapi sunyi perlahan memamerkan sisi gelapnya yang bertabir pekat dan berselimut misteri.
Asmi sudah lama terlelap ke dalam mimpi. Rasa kerinduannya pada Hasyeem membuat wanita itu memimpikan kekasih tampannya itu.
Dalam mimpinya, wanita cantik itu seperti sedang melihat kekasihnya. Laki-laki yang telah mengambil semua hatinya itu terlihat seperti sedang bersedih. Dia duduk dalam diam dan keadaannya terlihat sangat menyedihkan sekali. Tubuhnya kurus dan pucat.
Asmi yang melihat itu menjadi sedih sekali. Tanpa di sadari, wanita cantik itu menangis seraya berlari menghambur ke arah pangeran tampan itu.
Namun sebuah pintu jeruji yang kokoh, menghalangi Asmi untuk mendekati kekasihnya. Asmi menangis semakin keras, meminta agar pintu jeruji itu di bukakan. Namun tak ada seorang pun juga yang mendengar ataupun membantunya untuk membukakan pintu jeruji besi itu.
Asmi semakin putus asa, Dia menarik - narik dan mengguncang - guncangkan pintu itu agar terbuka. Namun, semuanya sia- sia. Pintu itu tetap tertutup rapat dan berdiri dengan angkuhnya.
"percuma saja kamu berusaha untuk membuka pintu jeruji itu. Pintu itu tetap saja tak akan terbuka. " jawab sebuah suara di belakang Asmi.
" Kenapa, kenapa pintu ini tak bisa terbuka, Kenapa kalian semua diam saja? cepat bukakan pintu itu pintu itu! " pinta Asmi dengan suara menghiba.
Namun tak ada seorang pun yang mendengar. Dia terus saja berteriak-teriak memanggil nama pangeran Hasyeem. Namun suaranya lama lama hilang bersama hilangnya pangeran Hasyeem dari hadapannya.
Asmi terus berteriak-teriak memanggil nama Hasyeem hingga dia merasa seseorang mengguncang bahunya. Dia yang kemudian tersadar bangun dari tidur.
" Kakak kenapa? mimpi buruk, ya? " tanya Mirna.
" Astaghfirullah, syukurlah hanya mimpi. Mudah - mudahan saja tidak terjadi beneran." doa Asmi saat tersadar bahwa semua hanya mimpi.
" Memangnya kakak mimpi apa, sampai kakak teriak - teriak memanggil nama Hasyeem.? " selidik Mirna.
" Ah, bukan siapa-siapa. Sudahlah masih malam. Ayo tidur lagi! " kata Asmi.. Kemudian dia menarik selimut dan kembali merebahkan tubuhnya, mencoba kembali memejamkan mata. 'Hasyeem, aku harap kamu baik - baik saja di manapun kamu berada.' doa Asmi dalam hatinya yang cemas.
__ADS_1
Mirna mengangkat bahunya tanda tak mengerti dan tanpa banyak tanya lagi dia keluar menuju ke kamarnya kembali karena mendengar tangisan bayi kecilnya.