
" Hasyeem! " gumamnya.
Asmi menatap pangeran Hasyeem dengan pandangan takjub. Sejenak dia lupa dengan Nazwa dan juga makhluk mengerikan yang berdiri menghadang mereka.
Jeritan Nazwa yang panik ketika makhluk itu kemudian mendekati mereka membuat Asmi tersadar dari keterkejutannya. Dilihatnya, kekasihnya yang tampan sudah berdiri di hadapan makhluk itu.
Makhluk berjenis Genderuwo itu menatap ke arah pangeran Hasyeem. Dia segera mengenali siapa yang kini sedang berdiri di hadapannya.
Mata Nazwa dan mata Asmi mungkin melihat wujud pangeran Hasyeem dalam wujud yang tampan rupawan. Namun lain halnya dengan Genderuwo itu. Makhluk itu melihat wujud asli pangeran Hasyeem yang berwujud Gorilla raksasa dengan mahkota di kepalanya. Dia segera faham bahwa dia berhadapan dengan sang penguasa Bukit Malaikat.
" Ampunkan hamba, yang mulia. Hamba tidak mengenali yang mulia dari awal. " kata Genderuwo itu.
" Baiklah aku akan mengampunimu asal mulai saat ini jangan pernah menggangu kedua wanita itu. Salah satunya adalah calon ratuku. Dan mereka masih bersaudara. Jika aku masih mendapatimu menggangu mereka, maka wujudmu akan ku ubah menjadi abu.! " ucap pangeran Hasyeem dingin dan berwibawa.
Makhluk genderuwo itu mengangguk sambil menghaturkan sembah.
" Baik yang mulia, hamba akan mematuhi perintah yang mulia."
" kalau begitu, pergilah segera dari sini! " titah pangeran Hasyeem.
Makhluk berwujud seperti monyet raksasa berwarna hitam legam itu segera lenyap dari hadapan pangeran Hasyeem setelah menghaturkan sembahnya sekali lagi.
Nazwa dan Asmi saling pandang. Mereka tak faham apa yang di bicarakan oleh kedua makhluk yang berbeda alam dengan mereka itu. Hanya yang bisa mereka lihat adalah makhluk itu terlihat sangat takut dan tunduk pada lelaki tampan jelmaan jin itu.
Setelah Genderuwo itu pergi, Hasyeem berbalik ke arah kedua wanita yang sedang berdiri menatapnya. Yang satu menatap dengan tatapan heran bercampur takjub, sedang yang lain menatap dengan tatapan yang sarat kerinduan bercampur tak percaya.
Asmi menatap Pangeran Hasyeem dengan pandangan masih setengah tak percaya. Mulutnya terkatup rapat karena menahan tangis.
Benarkah sosok yang berdiri di sana adalah Pangeran Hasyeem kekasihnya. Lelaki tampan itu berjalan ke arahnya. Asmi yang menyadari bahwa lelaki yang kini sudah berdiri di hadapannya adalah memang benar Pangeran Hasyeem, segera saja memeluk lelaki tampan dari bangsa jin itu. Tangisnya tumpah oleh rasa bahagia dan rindu yang kini sudah terobati.
Pangeran Hasyeem juga membalas pelukan wanitanya dengan erat. Wanita yang dirindukannya dengan segenap rasa rindu di seluruh relung-relung hatinya. Tubuh Asmi berguncang oleh tangisannya. Pangeran Hasyeem mencium lembut pucuk kepala wanita itu.
__ADS_1
" Jangan pergi lagi... berjanjilah padaku kau takkan pergi lagi, pangeran. " pinta Asmi di sela isaknya. Tubuhnya bergetar karena terlalu bahagia dan juga terharu.
" Tidak, aku tak akan pergi lagi. Aku berjanji tak akan pernah lagi meninggalkanmu, sayang! " bisik Pangeran Hasyeem lembut sambil mengecup pipi kekasihnya yang basah oleh airmata.
Nazwa yang dari tadi hanya diam memperhatikan keduanya, tak terasa juga ikut meneteskan airmata.
" ehem, sedih gue. Jadi obat nyamuk. Nasib! nasib! " katanya.
Asmi sontak melepas pelukan Hasyeem. Dia menatap Nazwa dan pangeran Hasyeem bergantian.
" kamu bisa liat dia, Nazwa? " tanya Asmi.
" apa maksud kakak dengan pertanyaan itu. Dari tadi aku sudah melihat calon kakak iparku dan sekarang baru kakak tanyakan apakah aku bisa melihat dia? aihh.. kamu lucu sekali kak? " kata Nazwa.
" Pangeran, apa betul dia bisa melihatmu? " tanya Asmi. Nazwa melongo mendengar pertanyaan Asmi pada lelaki itu.
" apa maksudnya dengan dirinya yang bisa melihat calon kakak iparnya. Apakah calon kakak iparnya itu makhluk kasat mata yang tidak bisa dilihat sembarangan orang? " pikirnya.
Pangeran Hasyeem akan melamarnya. Aih.... Asmi bahagia sekali.
" Ayo, sebentar lagi subuh. Aku antar kalian pulang sebelum ada yang melihat kalian disini.! " kata pangeran Hasyeem kepada Asmi dan Nazwa. Segera pangeran tampan jelmaan Jin itu memegang tangan Asmi, kemudian Asmi meraih tangan Nazwa. Dalam sekejap ketiga makhluk yang berbeda alam itu lenyap dari pandangan mata.
Sekejap kemudian, mereka sudah berada di kamar Nazwa. Seketika sadarlah Nazwa, makhluk seperti apa calon kakak iparnya itu. Mulutnya terbuka lebar karena takjub dengan kenyataan yang baru saja dia lihat. Sepupunya itu ternyata menjalin kasih dengan makhluk yang berbeda alam dengan mereka.
" Kak Asmi, dia...! " tunjuk Nazwa kepada Pangeran Hasyeem.
Asmi hanya tersenyum sambil menggamit lengan pangeran Hasyeem dengan manja.
" Jadi sudah berapa lama kalian kenal dan berpacaran? " tanya Nazwa. Jiwa keponya langsung keluar mendapati pasangan unik yang berbeda dunia itu.
" sejak cerai dari Ilham! " jawab Asmi.
__ADS_1
" Terus, bagaimana ceritanya kalian bisa menjadi pasangan kekasih? " tanya Nazwa yang masih sulit mempercayai apa yang ada di depannya.
" Ceritanya panjang, tapi entar aja kapan - kapan gue ceritain. Sekarang aku mau pulang ke rumahku. Kamu baik - baik di sini, ya ! " kata Asmi pada Nazwa.
" hmm, jadi beneran kak Asmi mau pulang. Bagaimana caranya? Koq, nggak nunggu besok pagi saja. Kan penerbangan awal baru buka jam 07.00 pagi, kak." kata gadis itu berusaha menahan kepergian Asmi.
" Nazwa, aku pulang nggak pake pesawat. Sama seperti kedatangan aku kemari. " kata Asmi pada Nazwa yang makin tak paham dengan perkataan sepupunya itu.
" Terus, bagaimana kalau makhluk itu datang lagi? tanya Nazwa kemudian.
Hasyeem lalu membisikkan sesuatu di telinga Nazwa. Kemudian Asmi tersenyum seraya berkata kepada Nazwa.
" Kata pangeran Hasyeem, makhluk itu tak akan berani lagi datang mengganggumu. Dia sudah di peringati oleh pangeran Hasyeem agar tidak mengganggumu lagi. " kata Asmi.
Nazwa mengangguk mendengar perkataan Asmi.
" Kata Pangeran Hasyeem, pintu aura di tubuhmu terbuka, itulah sebabnya banyak makhluk ghaib tak kasat mata yang tertarik mendekatimu. Tapi jangan khawatir, pangeran Hasyeem sudah menutupnya, sehingga kamu aman sekarang dari gangguan makhluk ghaib. " kata Asmi.
" Oh, begitu. Baiklah. Terima kasih atas pertolonganmu, pangeran Hasyeem. " kata Nazwa.
" Kalau begitu, aku harus segera pergi sekarang. Ingat segeralah urus pernikahan kamu dan Doni. Dan jagain tuh laki, jangan sampai di samber orang, entar nyaho lo! " kata Asmi yang langsung mendapat cubitan dari Nazwa.
Pangeran Hasyeem erat memeluk tubuh Asmi dan kemudian kedua pasangan yang berbeda alam itu lenyap dari hadapan Nazwa.
Nazwa menatap tak percaya dengan semua ini. Beneran.... Asmi dan lelaki tampan bernama Pangeran Hasyeem itu benaran telah lenyap dari hadapannya.
ckckckck. Hebat benar sepupunya itu. Dia bisa pergi kemana saja yang dia mau tanpa pusing mikirin caranya atau biayanya.
Dan satu lagi, Nazwa masih belum sepenuh percaya dengan kenyataan bahwa Asmi memiliki kekasih yang tampan dari golongan bangsa Jin.
Lepas dari si bajingan Ilham dapat ganti cowok tampan pangeran Jin. Benar - benar beruntung sekali nasib Asmi, pikir Nazwa. Ngiri.. Neng???
__ADS_1