Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 77 Kamu Milikku


__ADS_3

(Maaf ya, di bab ini mengandung unsur dewasa..jadi yang belum cukup umur,skip aja duluπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™), salam manis dari author).


Tanpa ragu Pangeran Hasyeem memasuki gerbang istana yang berdiri dengan kokoh dan dingin, seperti penyambut tamu yang sedang menyambut kedatangan tamu penting yaitu Sang pangeran.


" Hmm, istana siapa, ini?" Pangeran Hasyeem bertanya dalam hati.


" Masuklah ke dalam pangeran Hasyeem." Pangeran Hasyeem terus saja berjalan menyusur lorong menuju ke dalam istana. Tampak di sisi kiri dan kanan istana itu deretan pengawal istana yang berjaga - jaga.


Di ujung lorong istana, sebuah arena besar telah terpampang menyambut kedatangannya.


" hm, sepertinya tempat ini adalah arena khusus yang di persiapkan untuk sebuah pertarungan."


Pangeran Hasyeem masih memperhatikan sekeliling tempat itu. Dia bertanya - tanya dalam hati siapa pemilik tempat ini. Dari arah di depannya, sebuah pintu terkuak dan muncullah tujuh orang lelaki dengan wajah separuh ikan dan tubuh mereka yang mirip manusia namun dengan sirip dan sisik dipunggung.


Mereka semua bersenjatakan masing-masing sepasang pedang bermata dua. Posisi mereka kini sudah mengepung Sang pangeran.


" Oh, rupanya legenda tentang Tujuh si kembar dari laut Selatan bukanlah cerita bohong. Beruntung sekali diriku diantara semua ketidakberuntunganku, hari aku bertemu kalian!"


Pangeran Hasyeem melangkah mundur ketika ketujuhnya sudah mengelilinginya.


" Wah, menarik. ternyata akulah bintang utama yang sedang di tunggu.! " wajah tampanya tersenyum mengejek ke arah tujuh orang itu.


Mereka hanya diam, tanpa ba bi bu lagi mereka mulai melancarkan serangan pada pangeran Hasyeem secara bersamaan.


" hemm, inikah formasi tujuh bintang


yang terkenal itu. Sungguh menarik sekali." Tubuh pangeran Hasyeem melayang ringan berkelebatan menghindari serangan demi serangan yang di lancarkan ketujuh lawannya.


Pedang mereka berkelebat ke sana ke mari bergerak cepat seperti gerakan kilat yang menyerangl, saling silang dengan silih berganti tanpa jeda. Pangeran Hasyeem yang tak menduga akan kehebatan dari jurus formasi tujuh bintang menjadi sedikit kerepotan karena harus berkelahi dengan tangan kosong sementara lawannya bersenjata. -


" Baiklah, kebetulan sekali. Hatiku sedang dalam kondisi tak baik, aku sedang butuh penyaluran. Akan kulayani kalian semua!" selesai berkata demikian, dia mencabut pedang emas berhulu naga miliknya.


Pedang emas itu kini terhunus tegak, berkilau memancarkan sinarnya seolah siap untuk memangsa makanan.


" Bersiaplah kalian semua...! " teriaknya sambil memegang pedang erat dan bergerak ke depan memulai kembali serangan.


Ketujuh lelaki itu pun kini juga sudah mulai bergerak mengikuti permainan pedang Sang pangeran.


" Hait,.. nyaris saja! " salah satu ujung pedang lawan berhasil menggores ujung leher Sang pangeran.


" hm, hebat sekali permainan pedang mereka. Ternyata formasi tujuh bintang tidak boleh di anggap remeh!" kata Sang pangeran dalam hati.


Sudah berpuluh-puluh jurus mereka keluarkan, namun keadaan masih sama, Seri.. . Tubuh kekar Sang pangeran beberapa kali nyaris terkena sabetan pedang namun sisanya hanya sabetan angin saja.


Tampak pangeran Hasyeem hanya berkelit saja menghindari sabetan pedang ketujuh penyerangnya, belum berniat untuk mengeluarkan kemampuannya.


Kini, ketujuh musuhnya mulai tak sabaran. Mereka tampak kesal karena pangeran Hasyeem hanya menghindar tanpa balik menyerang.

__ADS_1


akhirnya mereka menghentikan serangan. Mereka berkumpul menjadi satu membentuk sebuah formasi baru.


Wajah pangeran Hasyeem berubah..


" hmm, tampaknya mereka mengubah formasi baru."


Pangeran Hasyeem memperhatikan ketujuh penyerangnya.


" hah, jika aku tak salah, itu adalah formasi tujuh naga laut. Rupanya mereka sudah menguasai ilmu tersebut."


Kembali ketujuh manusia ikan itu menyerang Sang pangeran. Kali ini pangeran Hasyeem melayani serangan itu dengan bersungguh-sungguh.


Jurus demi jurus berhasil dia patahkan hingga akhirnya salah satu pedangnya berhasil menggores dada salah satu diantara mereka.


Darah berwarna hijau keluar dari luka sabetan pedang pangeran Hasyeem.


" Aku tak ada urusan dengan kalian. Tapi jika kalian masih ingin melanjutkan, aku tak keberatan melayani kalian lagi." kata pangeran Hasyeem.


Kembali kini mereka menyerang pangeran jin kita dengan serangan yang lebih ganas. Pedang mereka menyambar- nyambar dengan sasaran titik yang mematikan.


Hampir saja pangeran Hasyeem kewalahan menghadapi serangan ke-enam orang itu. Pada sebuah serangan tubuh pangeran Hasyeem terlenting ke belakang dengan luka di bagian dada.


" ah, sial.. aku lengah. Mereka berhasil melukaiku! Pangeran Hasyeem lalu mengusap luka di dadanya. Seperti biasa, kembali luka itu menutup rapat seperti sedia kala tanpa bekas.


Ada keterkejutan dimata ketujuh manusia ikan itu. Mereka baru mengetahui jika ternyata pangeran Hasyeem kebal terhadap luka.


" Hahahaha, bagus sekali pangeran Hasyeem! anda benar-benar memberi suguhan yang menarik.! " Pangeran Hasyeem menoleh ke mana suara itu berasal.


" Oh, rupanya yang Mulia Raja Marick!" kata Pangeran Hasyeem. Dia langsung berlutut menghaturkan sembah kepada Raja Marick.


" Bangun dan kemarilah! " pangeran jin 🐹yang tampan itu bangun dan berjalan maju menghampiri Sang Raja


"Ilmu pedangmu sungguh luar biasa, pangeran. Jarang sekali ada yang bisa mengalahkan formasi tujuh naga laut dari selatan. Aku sangat bangga padamu!" kata Raja Marick kepada pangeran bermata coklat terang itu. Dia menepuk pundak kekar milik seorang pangeran Hasyeem tanpa bisa menyembunyikan rasa kagumnya pada anak sahabatnya itu.


" Terima kasih, yang Mulia Raja Marick. Pujian anda sungguh berlebihan. Saya merasa tersanjung." kata Sang pangeran.


" Ayo kita ke istanaku. Kita rayakan pertemuan kita kembali di sana."


Pangeran Hasyeem mengangguk seraya berjalan di sisi mengikuti Raja Marick.


Mereka akhirnya sampai di istana raja Marick di dasar Laut Ujung Pantai Selatan. Istana itu sudah ramai oleh pertunjukan tarian istana oleh Dayang penari yang dihadirkan di hadapan singgasana Sang Raja. Alunan musik gamelan terdengar lembut mengalun mengiringi tarian Sang penari.


Pangeran Hasyeem di persilahkan duduk di kursi kebesaran untuk tamu agung di samping Sang Raja. Sementara Raja Marick duduk di kursi singgasananya.


Mereka menikmati pertunjukan tari tersebut sambil di suguhi aneka makanan dan minuman.


Tarian kembali berlanjut setelah tarian pertama usai. Kini masuk kembali beberapa penari lain menyuguhkan pertunjukan tari yang lain lagi.

__ADS_1


" Pangeran, nikmatilah. Semua ini memang aku siapkan untukmu. Aku tahu hatimu sedang bersedih. Anggap saja ini hadiah untukmu. Ayo.... bergembiralah. Sebentar lagi akan ada kejutan lain untukmu.,..! " kata Raja Marick sambil tersenyum penuh arti.


Tarian kedua inipun juga sudah selesai. Seorang wanita cantik melenggang memasuki ruangan dengan wajah yang menunduk.


Kembali alunan musik berkumandang. Wanita itu mengangkat wajah dan mulai menari dengan lemah gemulai. Dia menari dengan sangat indah dan memukau mata siapa saja yang memandangnya.


Namun bukan tariannya yang membuat mata seseorang pangeran Hasyeem ingin melompat keluar, wajah si penarilah yang membuatnya rasa ingin melompat dan menerjang penari wanita itu.


" Asmi...!" tubuh pangeran Hasyeem bergetar hebat oleh rasa suka cita. Hatinya berbunga-bunga oleh kerinduan dan kebahagiaan.


Benarkah Itu kekasihku, tanya hatinya yang masih belum percaya. Rasa dihatinya tak bisa terlukiskan. Akhirnya aku menemukan dirinya. Akhirnya aku menemukan kembali pujaan hatiku, cintaku dan kehidupanku, pekiknya bahagia dalam hati.


Tak sabar menanti tarian usai, pangeran Hasyeem berlari memeluk Sang kekasih.


"Asmi, sayang. Akhirnya aku menemukan dirimu, sayang." Pangeran jin yang tampan itu menangis memeluk wanita cantik yang teramat sangat dia rindukan siang dan malam.


" Hasyeem! " Asmi membalas pelukan kekasih dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipi mulusnya. Para dayang istana dan juga pengawal istana semuanya terharu menyaksikan pertemuan kedua insan yang berbeda dunia ini.


Asmi tak dapat menahan diri lagi. Tubuhnya terkulai lemas dan pingsan dalam pelukan Sang kekasih. Dia sangat terharu dan bahagia saat mengetahui kedatangan kekasihnya.


Sudah sedari tadi dia tak bisa menahan diri ketika melihat wajah kekasih yang dirindukan hadir duduk di singgasana Sang Raja Marick. Namun di tahannya karena malu dan takut jika saja Sang pangeran akan marah padanya yang pergi tanpa memberi kabar padanya. Walaupun sepenuhnya bukanlah salah dirinya.


" Hm, sebaiknya kamu bawa kekasihmu itu ke dalam. Kalian butuh tempat untuk berdua dan berbicara tentang masalah kalian." kata Raja Marick dengan bijak.


Pangeran Hasyeem membawa kekasihnya ke salah satu ruangan dalam istana itu. Dia dengan sabar merawat kekasih hatinya yang masih saja belum sadarkan diri.


" Sayang, aku begitu merindukan dirimu. Aku mencarimu hingga ke seluruh penjuru negeri jin dan manusia." bisik pangeran Hasyeem seraya memandangi wajah Asmi yang semakin bertambah cantik saja, pikirnya.


Tak lama kemudian, Asmi sadar dan mendapati wajah tampan Sang pangeran berada tepat di depan wajahnya.


" Kau sudah sadar?" Pangeran Hasyeem mengecup dahi dan bibir wanita cantik itu sekejap. Asmi menangis memeluk pangeran Hasyeem.


" Maafkan aku, pangeran.. Aku terpaksa harus bersembunyi dulu karena... "


" Cup..cup. Aku sudah tahu... Sayang. Aku sudah tahu semuanya. Tapi...berjanjilah, jangan lagi pergi dariku. Jika ada sesuatu hal yang terjadi, ceritakan semua padaku. Aku akan selalu ada di sisimu, karena aku mencintaimu, Asmi" kata pangeran Hasyeem seraya kembali memeluk wanitanya seakan takut jika nanti kembali hilang.


" Aku berjanji, pangeran. Aku akan selalu bersamamu karena aku juga sangat mencintaimu, pangeran." kata Asmi.


pangeran Hasyeem memeluk tubuh Asmi dengan erat. Napasnya memburu menahan gejolak gairah pada wanita itu. Dengan lembut di lumatnya bibir kenyal wanita itu yang merona merekah menantang jiwa perkasanya.


Asmi membalas ******* lembut Pangeran Hasyeem di bibirnya. Tubuh keduanya semakin erat menyatu. Pun napas kedua insan yang dilanda rindu itu kini tak lagi beraturan . Hawa panas menjalari tubuh keduanya yang kini tanpa sehelai benang pun yang menutup.


" Maafkan aku, sayang. Aku terpaksa melakukan ini. Aku menandaimu sebagai milikku." kata pangeran Hasyeem sambil menatap asmi, meminta persetujuan wanita cantik itu atas apa yang akan dia lakukan.


" lakukanlah, pangeran. Aku rela.. " mata Asmi terpejam pasrah ketika pertama kali pangeran Hasyeem menjamah tubuhnya. Tubuh keduanya menyatu dalam diam. Hanya gelora nafas keduanya saja yang kian memburu ketika tubuh pangeran Hasyeem semakin liar berpacu di atas tubuh Asmi, sampai akhirnya pekikan nikmat dari kedua insan itu mengakhiri permainan panas keduanya.


Tubuh kekar milik Sang pangeran jatuh di atas tubuh polos Asmi yang sudah basah oleh peluh. Pun tubuh pangeran Hasyeem banjir oleh keringat akibat aktivitas panas kedua insan berbeda alam ini. Pangeran Hasyeem mengecup pucuk kepala dance bibir Asmi sebelum menggeser tubuhnya ke sisi wanita itu.

__ADS_1


" Terima kasih, sayang, atas semuanya. Kini kamu resmi menjadi milikku." kata pangeran tampan itu sambil memeluk tubuh Asmi.


__ADS_2