Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 200


__ADS_3

Ijab qabul Pernikahan Putri Arryan dan Pangeran Andros sedang berlangsung di istana Bukit Malaikat. Pernikahan tersebut berlangsung sangat meriah. Banyak tamu undangan yang hadir pada acara pernikahan Putri Arryan dan Pangeran Andros tersebut.


Semua tamu undangan merasa sangat senang dan tersanjung karena telah diundang secara khusus oleh Pangeran Hasyeem dan keluarga besar mereka untuk datang ke pesta tersebut. Juga tak terkecuali seluruh rakyat istana Bukit Malaikat dan juga Bukit Duri. Mereka berbondong-bondong datang untuk memenuhi undangan tersebut.


Terlihat Pangeran Alyan yang tampak sedang sibuk menggendong dan menenangkan Putra kesayangannya Pangeran Arkana. Bayi berumur lima bulan itu sejak tadi rewel karena ingin bermain dengan ibunya.


Di sebelahnya, duduk manis Aluna, ibu dari Pangeran Arkana yang tampak cantik dengan balutan kebaya modern berwarna nude yang sangat serasi dengan warna kulitnya yang putih dan halus bak pualam. Pangeran Alyan sampai tak berkedip memandang kecantikan sang istri yang paripurna.


Kecantikan istrinya tak berubah sedikitpun walaupun sudah memiliki seorang putra. Dia jadi bertanya apakah kecantikan istrinya yang abadi seperti itu akibat dari meminum air keabadian?


" Aku tahu aku cantik. Tapi tatapan matamu itu membuat aku takut. " bisik Aluna di telinga Pangeran Alyan. Sebelah tangannya mengusap nakal paha sang suami.


Pangeran Alyan menatap penuh arti kepada sang istri seraya tersenyum menggoda ke arah sang istri.


" Sayang, bukan tatapan mataku yang mesti kamu takuti. Tapi hukuman dariku nanti yang mestinya kamu cemaskan." balasnya pada Sang istri. Dia balik meremas bokong sang istri yang nampak sintal dengan gemas.


"Aku akan menghukummu karena sudah berani menggodaku dengan tampil cantik di pesta ini. Aku akan pastikan kamu tak mampu lagi meskipun itu hanya untuk berdiri saja. " bisik Pangeran Alyan sambil tersenyum nakal ke arah Aluna.


Wajah Aluna bersemu merah selesai mendengar perkataan mesum sang Suami. Dia bergidik ngeri ketika mengingat saat malam pertama dengan sang suami. Pangeran Alyan membuat dia tak bisa bangun pada keesokan harinya setelah malam pertama mereka, Pangeran tampan itu berkali-kali melakukan penyatuan dengannya hingga menjelang pagi.


Bahkan hingga kini, suaminya itu seolah tak pernah bosan untuk meminta 'jatah' yang satu itu.


Kini dia bisa tersenyum bahagia setelah melewati berbagai rintangan yang menghalangi jalan menuju kebahagiaannya bersama Pangeran tampan dan sakti pilih tanding itu.


Termasuk juga cobaan saat Panji yang sakit hati karena cinta yang tak berbalas dari Aluna akhirnya memilih cara yang tercela demi untuk mendapatkan dirinya.


Pemuda itu mencoba ilmu pelet dengan jasa perantaraan seorang dukun untuk mengguna - gunai Aluna agar gadis cantik itu bisa melupakan kekasihnya Pangeran Alyan dan berpaling kepadanya.


Namun, sekali lagi Pangeran Alyan membuktikan kehebatannya. Dengan sabar dan tabah dia mengobati dan menghilangkan pelet yang dikirimkan ke diri calon istrinya sehingga akhirnya pelet tersebut kembali dan menyerang balik sang dukun.


Lagi, dia membuktikan kepada semua orang bahwa dia memang pantas bersanding dengan gadis itu. Gadis yang merupakan bunga di istana Bukit Duri. Setelah beberapa bulan kemudian, Pangeran Alyan dan Putri Aluna pun akhirnya menikah.


Mereka menikah tepat setelah tiga bulan pernikahan Ammar dan Nisa. Wanita cantik itu dinikahi Ammar dua bulan setelah melahirkan bayi Arsya. Kini Ammar hidup bahagia bersama Nisa. Wanita itu juga bersedia tinggal di istana Bukit Duri dan menjadi ibu sambung bagi Aluna dan Hamish. Keluarga Panglima Ammar kini bertambah dua orang dengan kehadiran Nisa dan Arsya.


Setelah Aluna menikah dengan Pangeran Alyan, maka Panglima tampan dengan kesaktian pilih tanding itu memiliki status baru sebagai besan dari Pangeran Hasyeem dan Ratu Asmi.


Kini penguasa Bukit Duri itu hadir di pernikahan ini bersama istri dan anak-anaknya karena mereka juga bagian dari keluarga besar Pangeran Hasyeem yang merupakan Penguasa Bukit Malaikat.

__ADS_1


Lain halnya dengan Pangeran Azzura. Pangeran tampan berwajah baby face itu terlihat duduk santai menemani sang istri yang tak lain adalah Putri Ambika. Istri tercintanya saat ini sedang hamil tua. Perut wanita itu tampak besar karena kehamilannya itu.


Penguasa Hutan Alas Purwo itu terlihat bahagia sekali dengan kehamilan sang istri yang sudah memasuki usia delapan bulan. Berkali-kali dia tampak mengusap lembut pinggang sang istri yang sedang gelisah karena tak nyaman dengan posisi duduknya.


" Duduklah bersandar di pangkuanku jika kamu merasa tak nyaman dengan posisi itu, sayang. " bisiknya lembut ketika kembali sang istri meringis saat merasakan sakit di seputar pinggangnya.


" Kedua anak kita aktif sekali bergerak, Pangeran. " keluhnya sambil bersandar di dada sang suami.


" Sayang, jangan nakal, ya. Hari ini bibi kalian Putri Arryan akan menikah dengan Pangeran Andros. Jadi kamu jangan nakal, ya. Jadilah anak yang baik dan pintar. Jangan bikin susah ibunda kamu, yah sayang." ujar Pangeran Azzura sambil mengusap perut Putri Ambika.


Yah..... Putri Ambika rupanya sedang mengandung sepasang bayi kembar. Hal ini diketahui oleh Penguasa dan juga Ratu dari Kerajaan Siluman Hutan Alas Purwo itu berdasarkan pemeriksaan oleh tabib Istana.


Menurut tabib istana, putri Ambika sedang mengandung anak kembar. Namun jenis kelamin kedua bayi kembar tersebut masih menjadi rahasia.


Seperti mengerti jika yang memberi peringatan itu adalah sang ayah, penguasa hutan Alas Purwo, kedua bayi kembar di perut Putri Ambika itu menjadi tenang dan tidak lagi banyak bergerak.


Acara pernikahan itu pun kini sudah di mulai. Wajah Pangeran Andros tampak berseri - seri. Kebahagiaan terpancar di wajah kedua mempelai. Pangeran Hasyeem yang bertindak sebagai wali yang menikahkan Putrinya sendiri dengan Pangeran Andros.


Beberapa hari sebelumnya, Pangeran gagah dari Hutan di Desa Wentira, desa ghaib yang hingga saat ini belum terjamah manusia lagi, telah mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai bentuk kesungguhannya untuk memeluk agama Islam dan menjadi imam bagi Putri Arryan.


Awalnya, Putri Arryan sempat ragu untuk menerima lamaran Pangeran gagah itu karena dia merasa trauma dengan hubungan percintaan.


Hubungan asmara antara dirinya dengan Keanan harus kandas begitu saja ketika pemuda itu akhirnya menikah karena perjodohan. Papa dan mama Keanan menjodohkan pemuda itu dengan anak dari relasi bisnisnya.


Putri Arryan sempat terpuruk dengan semua kenyataan itu. Bagaimana pun juga, Keanan adalah cinta pertamanya. Sekuat apa pun dirinya mencoba menerima kenyataan bahwa dirinya dan Keanan tak mungkin bisa bersama. Karena pada dasarnya, kedua orang tua Keanan tak bisa menerima dirinya yang merupakan gadis berdarah campuran jin dan manusia.


Tak bisa dipungkiri, dia masih berharap bahwa suatu saat dia akan bersanding dengan dokter spesialis muda itu.


Namun, kenyataan berkata lain. Dia harus merelakan semua itu. Keanan hanyalah masa lalu.


Kehadiran Pangeran Andros sedikit banyak mengusir nestapa di hatinya. Pemuda tampan itu tanpa kenal lelah selalu ada di saat dia membutuhkan seseorang.


Pemuda itu juga ada untuk pselalu melindungi dan terus berusaha untuk memberi dukungan agar dokter cantik itu bisa melewati semua kesedihan dan sakit hatinya dan menggantikannya dengan senyum dan kebahagiaan.


Bahkan Pangeran tampan yang suka sekali menjahili Putri Arryan tersebut rela mendampingi sang Putri saat bertugas di pelosok - pelosok desa terpencil.


Memang, Putri Arryan sangat peduli dengan kesehatan masyarakat kecil yang hidup di desa - desa di pedalaman dan daerah-daerah yang belum tersentuh peradaban dunia.

__ADS_1


Sungguh mulia sekali hati Putri Pangeran Hasyeem tersebut.


Akhirnya, setelah melalui perjalanan panjang, disinilah cinta Pangeran Andros dan putri Arryan berakhir.


Keduanya memutuskan mengikat janji suci pernikahan dengan disaksikan oleh seluruh keluarga dan sahabat serta seluruh rakyat yang berada di istana Bukit Malaikat dan Bukit Duri.


" Saya terima nikah dan kawinnya Putri Arryan bin Pangeran Hasyeem dengan mas kawin seperangkat perhiasan intan dan berlian dan sebuah istana dibayar tunai. "


" Bagaimana? Sah...?"


" Sah..... " jawab semua tamu dan juga saksi yang hadir menyaksikan pernikahan dan ucapan ijab qabul dari mempelai pria.


Putri Arryan mencium tangan Pangeran Andros sebagai tanda bakti dan cinta kepada sang suami. Juga Pangeran Andros yang mencium dahi dan bibir putri Arryan sekilas sebagai tanda cinta dan kasih sayang nya sebagai suami.


Beberapa pasang mata tampak terharu menyaksikan moment bahagia ini. Tak terkecuali mata seorang wanita cantik.


Berkali-kali dia menghapus air mata di wajahnya yang masih saja terlihat cantik meskipun dia sudah memiliki seorang cucu.


Wanita cantik itu adalah Asmi. Seorang ratu dan permaisuri di Kerajaan Bukit Malaikat. Seorang istri tercinta dari Pangeran Hasyeem dan ibu bagi kelima orang anak - anak yang hebat.


Bayangan masa lalu yang suram dan penuh dengan duka nestapa seolah terbayang kembali. Bagaimana dia yang diceraikan dan dicampakkan oleh suaminya karena dianggap mandul.


Juga bagaimana awal pertemuan dan kisah cintanya bersama dengan Pangeran Hasyeem hingga sampai ke pelaminan. Semua masih terekam jelas dalam ingatannya.


Dia tak menyangka jika akhirnya dia bisa hamil dan memiliki beberapa orang anak. Bahkan anak - anaknya lahir dan tumbuh menjadi anak - anak yang hebat. Dan yang paling membuatnya bahagia adalah semua anak - anaknya hidup bahagia.


Tak ada yang bisa mengetahui jalan hidup seseorang. Semua sudah ada yang menentukan.


Juga jodoh seseorang. Siapa pun itu, baik dari golongan jin atau manusia, tetaplah memerlukan sebuah komitmen untuk setia. Karena sejatinya dalam suatu hubungan, di samping rasa cinta, kesetiaan adalah sebuah harga mati. Tak akan bisa bertahan suatu hubungan tanpa adanya cinta dan kepercayaan.


Cinta dan kesetiaan Pangeran Hasyeem padanya telah terbukti dan teruji oleh waktu. Dan seorang Asmi telah membuktikannya. Tak peduli cinta itu berasal dari makhluk yang bukan dari golongan yang sama dengan dirinya. Dan Asmi bahagia dengan semua itu.


Demikianlah sekelumit kisah tentang seorang wanita yang bersuamikan seorang jin. Cerita ini hanya sekedar hiburan bagi kita dan juga sebagai renungan bahwa tak selalu kebahagiaan kita dapatkan dari seseorang yang memiliki kesamaan dengan kita.


Nyatanya kebahagiaan bisa kita dapatkan dari dunia lain. Dengan seseorang yang bahkan bukan dari golongan kita.


Semoga cerita ini bisa menghibur buat pembaca sekalian. Sampai jumpa di cerita Author yang lain.

__ADS_1


__ADS_2