
"Itulah wujud asli dari hantu anak bajang." kata Andros. " Awas, jauhi matanya. Jangan menatapnya langsung.. " seru Andros. Namun terlambat, secara tiba-tiba Nadia sudah seperti orang yang linglung. Dia berjalan mendekat ke arah makhluk itu.
" Nadia, awas....!! " seru Putri Arryan.
Nadia segera tersadar saat mendengar teriakan Putri Arryan, namun belum sempat lagi dia mundur, hantu Bajang tersebut sudah memegang sebelah tangan Nadia dan menarik gadis itu ke dekatnya.
Nadia yang kini sudah tersadar menjadi sangat ketakutan, terlebih saat melihat wajah hantu anak bajang yang begitu menakutkan. Mulut makhluk itu terbuka lebar dengan liur yang menetes berjatuhan di antara kedua bibirnya yang berwarna merah kehitaman.
" Dek, tolong..... akhhh..... tolong.... " Nadia menutup matanya karena merasa ngeri. Makhluk itu terlihat seperti akan menelan Nadia bulat - bulat.
Melihat Nadia yang berada dalam bahaya, Putri Arryan nekat menyerang makhluk itu. Tubuhnya melesat secepat kilat melayangkan pukulan yang telak ke arah bagian kepala makhluk itu. Pukulan tersebut telak menghantam kepala makhluk itu membuatnya terpental ke belakang dan jatuh tersungkur mencium lantai. Makhluk itu mencoba untuk bangkit, namun kembali dia harus tersungkur jatuh ke belakang setelah menerima pukulan bertubi-tubi di dada dan perutnya. Kali ini berasal dari Andros dan juga pengawal pangeran Hasyeem yang juga ikut menyerang Makhluk itu. Makhluk itu kembali terlempar kebelakang dan menghantam jendela rumah. Jendela itupun pecah dan pecahannya jatuh berserakan di lantai. Beberapa pecahan kaca bahkan ada yang mengenai makhluk itu.
Sementara itu, tubuh Nadia terlempar ke samping dan membentur tembok dengan keras. Akibatnya gadis itu langsung pingsan tak sadarkan diri.
" Kak Nadia....! "
Putri Arryan segera berlari menghampiri sepupunya dan memberikan pertolongan padanya agar Nadia cepat sadar kembali.
" Kak. .. kak Nadia. Kak.
sadar kak... "
Putri Arryan mengguncang - guncang bahu Nadia yang masih terkapar tak berdaya.
Makhluk itu kembali bangkit dan kini menatap beringas ke arah Nadia dan Putri Arryan dengan penuh kemarahan. Matanya merah menyala. Kedua tangannya terulur memanjang dan bermaksud hendak menjangkau tubuh Putri Arryan yang sedang berjongkok di dekat Nadia.
Putri Arryan merasa cemas akan nasib saudara sepupunya itu karena tak kunjung sadar. Dia terus saja berusaha untuk menolong Nadia agar segera tersadar dari pingsan.
" Putri Arryan, awas....makhluk itu mendekati ke arahmu.." Andros berteriak memperingatkan Putri Arryan sambil bergerak cepat melesat ke arah putri Arryan. Sebelah tangan makhluk itu bergerak ke arah Andros dan sebelah lagi bergerak ke arah Putri Arryan. Andros melesat ke udara dan mencabut pedangnya. Tangannya terhunus siap menebas lengan makhluk itu.
Putri Arryan berbalik menoleh ke belakang. Dilihatnya lengan makhluk itu sudah semakin dekat nyaris menyentuh tubuhnya.
Gadis cantik itu berkelit menghindar dan dengan cepat dia mencabut pedangnya. Tangannya bergerak lincah mengayunkan bilah tipis nan tajam itu ke arah makhluk terkutuk itu dan Crass......pedang Putri Arryan bergerak cepat nyaris tak terlihat.
Crasssss... pedang Andros juga bergerak menyabet ke arah lengan makhluk itu.
Kedua pedang yang sangat tajam itu berhasil menebas sepasang lengan makhluk itu.
Argghhh....!!!
__ADS_1
Kedua lengan makhluk itu terpotong masing-masing menjadi dua bagian. Darah berwarna kehitaman menyembur dari lengan makhluk itu.
Makhluk itu meraung dan menggeram kesakitan sambil melompat keluar melewati jendela rumah yang pecah tadi.
Andros dan Putri Arryan langsung mengejar makhluk itu. Sementara Nadia yang masih pingsan terpaksa di tinggal begitu saja.
" Pengawal, tolong jaga kakakku. Kalau bisa antar kembali ke rumahnya." titah putri Arryan. Pengawal itu mengangguk patuh .
Setelah itu putri Arryan dan Andros langsung bergerak cepat mengejar makhluk itu yang kini sudah menghilang ditelan kegelapan malam.
" Andros..kita kehilangan jejaknya."
" Gunakan ilmu sepih angin milikmu. " kata Andros.
Putri Arryan segera duduk bersila dan mengerahkan segenap konsentrasi untuk melacak di mana keberadaan hantu anak bajang itu.
" Dia ada di sebelah utara tempat ini. Sepertinya dia sedang bergerak ke arah cafe yang berada di pesisir pantai dekat sini. "
" Cepatlah.... sebelum dia berganti tubuh lagi. Sepertinya dia sedang berusaha untuk mencari pengganti tubuh yang baru . " kata Andros cemas. Bukan tak beralasan. Saat ini tubuh dokter Itano sudah cacat. Dengan lengan yang sudah terpotong, akan mempersulit pergerakan makhluk pemakan manusia tersebut.
Andros dan putri Arryan berlari menyusul ke arah utara mengikuti jejak makhluk tersebut. Mereka akhirnya sampai di depan cafe yang letaknya di pinggir Laut dan menghadap ke arah pantai. Andros dan Putri Arryan masuk ke dalam kafe.
Putri Arryan mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru dan sudut - sudut di cafe itu. Tapi tak ada tanda - tanda akan keberadaan dari makhluk itu.
" Apakah kamu sudah menemukannya? " tanya Andros.
" Sepertinya dia tak berani masuk ke dalam. Terlalu mencolok.. "
" Berarti dia ada di luar. Ayo..! " Andros menarik Putri Arryan untuk segera bergerak keluar ruangan.
Pandangan mata Andros dan Putri Arryan bergerak menyusuri bibir pantai. Mengawasi setiap pergerakan dan manusia yang berlalu lalang di pantai itu.
Merasa tak menemukan apa yang dia cari, akhirnya putri Arryan kembali mengeluarkan ilmu Sepih Angin miliknya.
Untuk beberapa saat, putri pangeran Hasyeem itu memejamkan matanya mencoba untuk berkonsentrasi melacak keberadaan hantu anak bajang itu.
" Sepertinya makhluk itu berada di sekitar sini... Dia berada... "
Arghh....... !! suara geraman terdengar dati arah belakang Andros. Tempat itu berada di dekat pantai yang banyak tumbuh tanaman kelapa.
__ADS_1
Andros dan Putri Arryan, segera berlari ke arah suara tersebut.
" Ahhh......" pekik tertahan keluar dari mulut putri Arryan. Dia menatap ngeri ke arah makhluk itu yang kini sedang melahap sesosok tubuh.
Andros terkesima. Namun cepat dia tersadar lalu buru - buru dia menerjang makhluk itu.
Makhluk itu tak bisa melawan dan berbuat apa-apa. Karena kelemahannya sebenarnya adalah ketika dia sedang makan. Saat makan dia bukan dirinya. Saat itulah dia sangat mudah dibunuh.
Mendapatkan serangan dari Andros makhluk itu hanya bisa diam sambil terus melahap makanannya. Dalam sekejap tubuh manusia itu sudah berpindah ke perut makhluk itu. Bersama dengan itu, pukulan telak Andros berhasil mengenai tubuh bagian belakang makhluk itu.
Dia mengeram dan berbalik arah menatap Andros. Perlahan-lahan tubuhnya berubah menjadi sesosok wanita yang sangat cantik dan seksi. Rupanya mangsanya kali ini adalah seorang wanita muda yang sangat cantik dan seksi.
" Putri Arryan... cepat serang bagian matanya dengan cepu milikmu! "
Putri Arryan cepat mengeluarkan cepu kecil miliknya. Dengan cepat dia melemparkan isi cepu itu ke arah wanita jelmaan makhluk itu. Makhluk itu tak tinggal diam. Sebelah tangannya kembali terulur dan menangkap cepu tersebut lalu melemparkan benda tersebut ke laut. Sebelah lagi tangannya mencengkram lengan putri Arryan dan menarik tubuh gadis itu ke atas.
Andros yang melihat hal itu menyerang makhluk itu dari depan. Makhluk itu tak bisa menghindar dengan cepat. Karena sehabis menelan mangsanya maka pergerakan makhluk itu agak sedikit lambat. Mungkin karena kekenyangan.
Pedang Andros tanpa ampun menancap tepat di dada makhluk itu. Namun makhluk itu belum terkalahkan. Dia masih mampu menahan luka akibat tusukan pedang Andros sementara sebelah tangannya masih memegang tubuh Putri Arryan .
Putri Arryan berjuang melepaskan diri dari cengkraman makhluk itu. Dia berusaha meraih pedang yang terselip di pinggangnya, dan berhasil. Srettt...... pedangnya kembali menebas lengan makhluk itu. Potongan lengan makhluk itu terlempar ke laut.
Lolongan kesakitan terdengar dari mulut makhluk itu ketika potongan lengannya terbenam ke laut. Bagian lengan yang terpotong itu meleleh seperti lilin yang di panaskan.
Melihat itu putri Arryan kemudian berpikir mungkin air laut bisa membunuh makhluk itu. Karena makhluk itu memang terkesan agak menjauhi laut walaupun dia berada dekat dengan pantai. Cepat Putri Arryan meraih sebuah botol aqua besar yang tergeletak tak jauh dari tempat itu. dan mengisinya dengan air laut. Setelah penuh dia kembali ke tempat di mana makhluk itu sedang berusaha untuk mengalahkan Andros.
" Andros, siram makhluk itu dengan air laut ini. " seru Putri Arryan sambil melempar botol Aqua yang berisi air laut itu ke arah Andros. Dengan sigap Andros menangkap dan membuka tutup botolnya dan langsung menyiramkannya ke tubuh makhluk itu.
Makhluk itu menjerit kesakitan dengan suara yang sangat memilukan sekali. Wajahnya yang tadinya cantik setelah melahap habis tubuh seorang wanita cantik kini berubah menjadi sangat mengerikan. Wajah itu meleleh. Begitu juga tubuhnya. Tak lama setelah itu tubuh makhluk itu sudah menjadi onggokan cairan seperti jely yang kemudian tersapu oleh air hujan yang turun secara tiba-tiba di tempat itu dan membawanya ke laut.
" Alhamdulillah... makhluk itu sudah berhasil dilenyapkan. Ternyata seperti itu cara mengalahkan hantu bajang. Garam adalah musuhnya. Dan air laut banyak mengandung garam sehingga air laut juga merupakan senjata yang sangat ampuh untuk mengalahkannya.
" Putri... aku mau menagih janji. " kata Andros.
Kening putri Arryan berkerut mendengar ucapan Andros. " Janji apa..? "
" Janji, bahwa setelah ini kamu akan menikah denganku. Dan ayahnu juga sudah menyetujuinya."
" Apa...? ".....
__ADS_1