
Pintu dibuka dari dalam oleh seseorang. Dari celah pintu terlihat Ayah Aluna sedang duduk bersila di depan tubuh seseorang yang terbaring diam di atas tempat tidur.
" Aluna! " pekik Alyan tertahan saat dirinya mengenali siapa yang sedang terbaring diam di sana.
" Apa yang terjadi pada Aluna? "
Alyan menatap tak percaya pada apa yang terlihat di hadapannya. Itu Aluna, gadis teman kecilnya.
Alyan dengan tergesa-gesa menerobos masuk dan langsung mendekati Ammar yang duduk bersila di hadapan Aluna yang terbaring diam tak bergerak.
Wajah pamannya tampak pucat dan penuh dengan kesedihan. Sang Paman terlihat sedang menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Luna.
Alyan menengok ke arah Luna yang terbaring di sana. Wajah Aluna terlihat pucat pasi bagai tak dialiri darah.
Hampir saja Alyan menyangka kalau Aluna sudah mati Seandainya saja dia tidak melihat denyut lemah nadi gadis itu di pergelangan tangannya yang putih.
" Apa yang terjadi dengan Aluna, Paman?" tanya Pemuda itu. Setelah pamannya selesai menyalurkan tenaga dalamnya untuk Luna.
" Dia terkena pukulan dan mengalami luka dalam yang parah saat pertempuran kami melawan Hades. "
" Akhh, Luna! " pekik Alyan tertahan. Rupanya Aluna mengalami luka dalam yang sangat parah hingga menyebabkan gadis cantik itu tak sadarkan diri berhari-hari, alias koma.
Tangan Alyan terkepal menahan marah.
Dadanya bergemuruh menahan sesuatu sana. Ada rasa sakit di hatinya ketika melihat keadaan Aluna yang seperti ini.
"Maafkan aku, aku lengah menjaganya." kata Ammar, ada raut sedih pada wajah tampan yang di tumbuhi cambang halus di wajahnya.
" Bagaimana bisa, Paman? Apa yang sebenarnya telah terjadi. Apa yang telah menimpa Aluna? " Alyan bertanya karena dia tak habis pikir dengan apa yang telah menimpa sahabatnya itu.
Baru beberapa hari mereka berpisah, kini dia harus menjumpai sahabatnya itu sudah dalam keadaan yang menyedihkan seperti ini.
" Malam itu, aku dan Aluna pergi dengan terburu-buru. Karena ada kabar bahwa kelompok kita di serang oleh musuh yang tak di kenal. Mereka menyerang habis markas kami hingga tak menyisakan satu pun yang hidup.
Iblis, yang menyerang kami adalah para iblis yang berhasil lolos melewati gerbang Oreon. Mereka bergabung dengan para penyihir dan para jin kafir penganut ilmu hitam yang tidak suka akan keberadaan kelompok kami." kata Ammar menceritakan awal mulai kejadiannya pada Alyan.
" Terus, bagaimana kejadiannya sampai Luna menjadi seperti ini? "
" Kami semua mendatangi tempat itu. Namun kami datang terlambat. Kami hanya menemukan sisa - sisa reruntuhan dan korban yang bergelimpangan akibat perbuatan para iblis itu.
__ADS_1
Namun, yang tak kami sangka - sangka adalah ternyata mereka belum pergi meninggalkan tempat itu. Akhirnya kami semua kembali terlibat dalam pertempuran melawan para iblis itu.
Sampai akhirnya, pada suatu ketika aku dan Luna berhadapan langsung dengan Hades, sang pemimpin mereka."
" Hades? siapa Hades, Paman? " tanya Alyan. Dia baru mendengar mendengar nama itu.
" Hades adalah nama pemimpin mereka. Dia adalah iblis yang terkuat di antara semua iblis yang berhasil lolos dari neraka.
Hades memimpin kelompok iblis dan jin kafir penganut ilmu hitam serta para penyihir untuk melakukan berbagai kerusakan di dunia ini.Dia ingin menguasai dunia dan menjadikan manusia dan bangsa jin sebagai budaknya. " jelas Ammar.
"Huh, rupanya terbukanya gerbang Oreon telah mulai menimbulkan bencana di dunia ini. Baik di dunia jin, dan juga dunia manusia! " guman Alyan.
Dia merasa geram mendengar cerita dari Ammar tentang kemunculan para iblis di dunia karena terbukanya gerbang Oreon.
Menurut cerita sang Paman, awalnya gerbang Oreon tertutup. Gerbang yang merupakan segel pintu neraka itu terbuka oleh ulah seorang penyihir yang ingin membangkitkan kembali Hades, iblis terkuat di neraka untuk menguasai dunia.
Terbukanya gerbang Oreon, membuat para iblis yang merupakan pengikut Hades keluar dan berkeliaran di dunia. Mereka melakukan berbagai kejahatan dan kerusakan di muka bumi.
Perang terjadi di mana-mana. Kejahatan dan kemaksiatan merajarela. Dunia sungguh terancam dalam bahaya besar.
Gerbang Oreon harus segera di tutup dan Hades serta pengikutnya harus di kembalikan ke neraka. Karena di sanalah mereka seharusnya berada. Barulah dunia menjadi aman dan damai kembali.
...-----...
Saat sedang duduk mengawasi Aluna, ekor matanya yang jeli menangkap sebuah gerakan halus dari sesosok bayangan transparan yang berjalan menembus dinding kamar ruang bawah tanah.
Sebelumnya, tak ada yang menyadari bahwa sudah sejak beberapa hari yang lalu, bayangan transparan itu berada di ruangan ini.
Namun, karena mereka hanya fokus pada Aluna, maka tak ada seorang pun yang memperhatikan dengan cermat.
Termasuk juga Alyan yang baru kemudian menyadari setelah dia seorang diri menemani Aluna yang masih terbaring diam tak bergerak.
" Siapa di situ? " bentak Alyan. Hening tak ada jawaban. Bayangan transparan itu berhenti bergerak.
Ekor mata Alyan terus mengikuti setiap pergerakan bayangan itu.
" Tampakkan dirimu sekarang! bentaknya sambil berdiri mendekati bayangan itu.
Bayangan transparan itu bergeser menjauh mendekati dinding ruangan.
__ADS_1
" Jangan lari dan jangan jadi pengecut! Apa yang kau inginkan?"
Alyan berpikir hebat sekali ilmu orang ini. Dia bisa tidak terlihat oleh semua orang di ruangan ini padahal kesemuanya dari mereka adalah berasal dari golongan bangsa jin.
Bayangan itu masih diam bergeming. Alyan menjadi tak sabaran. Dia melangkah maju mendekati bayangan itu kemudian mencoba menggapainya.
Alyan terkesiap karena merasa telah menyentuh sesuatu. Bayangan itu walau tak berwujud namun ternyata bisa tersentuh.
akhh!! terdengar jeritan suara seorang gadis.
" Luna?! " serunya kaget. Dia mengenali suara itu. Itu adalah suara Aluna.
" Luna! Astaga. Benarkah itu kamu? apa yang terjadi?" seru Alyan seraya mengamati bayangan transparan yang ada di hadapannya.
Nyaris tak tampak oleh mata jika saja kita tak jeli. Ada namun tak terlihat.
Terdengar suara seorang gadis yang menangis.
" Hik,..hik, hik, aku tak tahu. Alyan tolong aku! Aku takut!" isak Aluna.
" Stsstt, diamlah Aluna. Jangan menangis. Aku berjanji akan membantumu.! "
"Tapi aku takut, Alyan. Aku takut Hades akan menangkapku! "
" Tenanglah, kamu tenang dulu! " kata Alyan. Luna terdiam. Dia menarik nafas dan mencoba menenangkan diri.
" Ceritakan padaku apa yang telah terjadi. Aku ingin tahu detailnya! "
Aluna terdiam. Dia menarik nafas dan mulai bercerita pada Alyan.
" Saat itu aku bertempur bersama ayahku
menghadapi Hades. Pada suatu ketika aku terkena pukulan telak dari Hades hingga aku terlempar tak sadarkan diri. Dan saat aku sadar, aku melihat tubuhku di bawa oleh ayahku.. Aku melihat ayahku yang bersedih dan tampak terpukul sekali. Dia menangis sambil memanggil namaku." kata Luna.
" Hmm, jadi kamu bisa melihat semua orang yang ada di sekitarmu?" tanya Alyan.
" Iya, tapi mereka tidak melihat keberadaanaku, hanya..... "
" Hanya apa? " tanya Alyan penasaran.
__ADS_1
" Tampaknya Hades dapat melihat keberadaan diriku. Saat itu, dia sempat melihatku dan berusaha untuk menangkapku, tapi untunglah aku berhasil lolos dan bersembunyi di sini. " jawab Aluna.
" Itu artinya kamu dalam bahaya besar, Luna! " kata Alyan.