
" Cuih, Aku masih bisa menghadapi kalian semua walaupun tanpa pengawalku." Penguasa Hutan Alas Purwo itu kemudian mengeluarkan sesuatu dari telapak tangannya. Sebuah benda yang berbentuk gumpalan rambut yang berbentuk seperti bola. Saat bola itu di lempar ke tanah, dari dalam tanah bermunculan makhluk - makhluk yang berwujud serigala dan mulai menyerang keempatnya.
" Hati - hati, mereka adalah serigala jadi - jadian. Jangan sampai tergigit, karena jika tergigit, maka kalian akan berubah menjadi makhluk seperti mereka."
Makhluk serigala jadi - jadian yang berasal dari gumpalan rambut Raja Siluman Serigala itu, ternyata lebih ganas dari pada para pengawal kerajaan. Mereka bukan hanya menyerang keempat ksatria dari Bukit Malaikat itu, akan tetapi juga mereka menyerang para budak dan para penjaga yang ada di hadapan mereka, tanpa pandang bulu.
Mereka menyerang dan menggigit siapa saja yang mereka temui. Beberapa budak yang terkena gigitan makhluk itu, langsung berubah wujud menjadi seperti makhluk itu dan mereka juga ikut menyerang Pangeran Hasyeem dan putranya.
Keadaan ini membuat keempat orang itu menjadi agak kewalahan. Mereka kerepotan menghadapi serangan makhluk buas hasil ciptaan Raja siluman Serigala yang kini sudah menyatu dengan budak yang berubah wujud setelah mengalami gigitan.
" Ayah, bagaimana ini? Jumlah mereka semakin banyak! " seru Putri Arryan sambil terus mengayunkan pedangnya ke kiri dan ke kanan. Gadis cantik itu bergerak lincah seakan menari menghindari serangan dari serigala itu sambil balik melancarkan serangan kepada serigala jadi - jadian yang jumlahnya seakan tak berkurang sedikit pun.
" Gunakan pedang perak kalian untuk membunuh makhluk itu! " seru sangat ayah dari kejauhan.
" Baik, Ayah. " sahut Putri Arryan sambil mencabut pedang perak yang terselip dari balik bajunya. Pedang perak pemberian kakeknya Raja Haizzar, penguasa Bukit Kahyangan, memanglah selalu dia bawa, namun jarang digunakan, karena dia wanita yang jarang berurusan dengan pertarungan. Dia lebih menyukai dunia obat - obatan dan seni.
Benar saja, dengan dia yang bersenjatakan pedang perak, serigala jadi - jadian itu bisa di kalahkan dengan mudah. Namun karena banyak budak yang berhasil mereka gigit, maka jumlah serigala jadi - jadian itu makin bertambah banyak saja.
Lama kelamaan, tenaga mereka mulai terkuras karena bertarung untuk jangka waktu yang lama. Cukup lama mereka melewati pertarungan itu. Entah tak terhitung banyaknya jurus - jurus yang sudah mereka keluarkan. Namun hingga saat ini m, belum ada tanda - tanda serigala itu akan berkurang jumlahnya.
" Aaaakhhhh...! " Salah satu makhluk jadi - jadian itu berhasil menggigit Pangeran Azzura. Pangeran kedua dalam garis keturunan keluarga Pangeran Hasyeem itu kini mengeram kesakitan akibat gigitan makhluk itu di salah satu lengannya.
" Ayah, Kanda, Pangeran Azzura terkena gigitan makhluk itu! " seru Putri Arryan.
Pangeran Hasyeem menoleh dan menatap wajah Pangeran Alyan sejenak. Kakak dari Pangeran Azzura terkesima, lalu secepat kilat dia mencoba untuk menghindari serangan serigala yang hampir saja menerkamnya.
Dia sedikit kerepotan menghadapi serbuan makhluk itu. Dan kini, Pangeran Azzura juga terkena gigitan salah satu dari mereka.
Pangeran Alyan sejenak menoleh memperhatikan perubahan yang terjadi pada adiknya. Adiknya itu masih belum berubah. Hanya saja, tampak wajahnya meringis menahan rasa sakit yang dia rasakan di lengan.
" Dinda, apakah dinda bisa bertahan? " serunya sambil mendekati sang adik.
" Jangan mendekat, kanda. Aku takut, tak bisa mengendalikan diriku. Tolong jaga dan lindungi adinda Arryan."
Pangeran Azzura yang terkena gigitan makhluk itu kini mulai merasakan hawa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya. Secara perlahan, tubuh putra pangeran Hasyeem itu di tumbuhi bulu - bulu yang menutupi seluruh tubuhnya. Wajahnya yang tampan juga berubah menjadi wajah serigala. Yah....pangeran Azzura berubah wujud menjadi manusia serigala.
" Pangeran Azzura, kendalikan dirimu. Jika tidak, maka selamanya kamu akan menjadi bagian dari mereka. "
__ADS_1
Pangeran Azzura yang kini sudah berubah wujud sepenuhnya seperti manusia serigala jadi - jadian melolong seperti mengerti akan perintah ayahnya. Sekuat tenaga dia berusaha untuk mengendalikan hawa panas dalam darahnya. Darahnya mendidih penuh amarah dan nafsu ingin membunuh.
Pangeran Alyan dan Ayahnya merasa sangat iba melihat keadaan Pangeran Azzura yang kini sudah berubah wujud menjadi serigala jadi - jadian. Keduanya tak bisa berbuat banyak selain menarik dan melindungi Putri Arryan agar tidak menjadi sasaran kebuasan makhluk itu.
Di saat yang sama, Putri Arryan dan Pangeran Alyan kembali lagi menghadapi serangan para serigala jadi- jadian yang semakin lama semakin ganas.
" Mereka semakin banyak, seperti tak ada habisnya. Bagaimana ini, ayah? " seru Pangeran Alyan yang kini mulai mengeluarkan jurus Pedang Halilintar miliknya. Pedang Naga Jiwo di tangan Pangeran Alyan mengeluarkan sinar kebiruan yang menandakan bahwa kini pedang itu mulai mencium adanya aura kejahatan atau keberadaan iblis di sekitar tempat itu.
" Apa boleh buat. Kita harus segera menemukan Raja siluman Serigala yang asli. Hanya dengan membunuhnya, maka keberadaan makhluk itu akan lenyap."
" Pangeran Hasyeem... aku akan mencoba mencari Sosok Raja siluman Serigala itu. " kata Eyang Hadi Wijaya yang kini sudah berhasil melepaskan diri dari belenggu yang terpasang di tubuhnya.
Rupanya saat serigala jadi jadian tadi menyerbu, mereka menyerang para budak dan juga penjaga yang memegang kendali atas para budak. Akibat dari serangan tersebut, para budak dan beberapa penjaga ada yang terluka karena gigitan makhluk itu dan berubah menjadi seperti makhluk itu.
Di tengah kekacauan itu, Eyang Hadi dan Eyang Hutama berhasil membebaskan diri. Setelah bebas, mereka berusaha untuk melindungi Keanan dan papanya juga David dan ayahnya yang saat itu sempat bersembunyi dari incaran makhluk itu.
Saat ini mereka sedang bahu membahu untuk membantu Pangeran Hasyeem dan Putranya Pangeran Alyan serta Putri Arryan untuk menemukan Raja siluman Serigala yang asli.
Hal ini agak sulit dilakukan karena Raja siluman Serigala memiliki wujud yang hampir sama dengan serigala - serigala jadi - jadian itu.
" Arghhh....... " sebuah raungan keras terdengar tepat di belakang Pangeran Alyan. Pangeran Alyan menoleh sejenak untuk melihat wujud serigala itu
" Pangeran Alyan, , Raja serigala yang asli memiliki warna bulu coklat yang lebih terang dan berukuran sedikit lebih besar. Serta memiliki mata yang kuning terang yang berbeda dengan mata Serigala jadi - jadian biasa." kata Eyang Hutama.
Pangeran Alyan berbalik menoleh ke arah serigala yang tadi mengeram di belakangnya. Serigala ini berbulu terang dan berukuran besar. Apakah serigala yang ada di depannya adalah Raja siluman Serigala yang sebenarnya.
" Arrrgghh....! " makhluk itu kembali mengeram dan kini berada dalam jarak dua depa dari pangeran Alyan. Makhluk itu sepertinya berniat menyerang Pangeran Alyan.
" Hm, rupanya andalah yang sedang kami cari. " Serigala itu menyeringai seakan mengejek Pangeran Alyan.Gigi - giginya yang tajam dan runcing terlihat memerah penuh dengan darah bekas gigitan korbannya.
Pedang di tangan Pangeran Alyan terangkat ke atas siap menerima serangan dari Raja Siluman Serigala yang kini sudah melompat dan menerjang Pangeran pertama dari Istana Bukit Malaikat itu.
Dalam sekali terjang, tubuh kedua makhluk yang berbeda alam itu kini sudah terlibat dalam pergumulan yang seru. Masing-masing saling dorong dan saling serang. Pedang Naga Jiwo milik Pangeran Alyan berkali-kali mengenai tubuh Raja siluman Serigala, namun seakan kebal terhadap rasa sakit, Siluman Serigala itu tetap menyerang Pangeran Alyan dengan ganas.
Trang!! pedang Naga Jiwo di tangan Paling Alyan terjatuh saat pergumulan itu. Dengan sekali sentak, tubuh Pangeran Alyan terpental cukup jauh dan jatuh di jurang kecil yang berada tak jauh dari tempat itu.
Raja serigala yang tak merasa puas telah melempar Pangeran Alyan, kembali mendatangi Pangeran itu yang belum lagi siap untuk berdiri. Pangeran Alyan tak sempat lagi untuk menghindar. Terjangan dari Raja Siluman Serigala tepat mengenai tubuhnya. Tubuh pangeran Alyan kini berada di bawah kukungan tubuh Siluman Serigala yang telah siap untuk mencabik dan menggigitnya. Namun entah dari mana asalnya, seekor serigala dengan bulu berwarna putih kekuningan dan bertubuh tak kalah besar dengan Siluman Serigala, kini sudah berada di depan mereka.
__ADS_1
" Arrghhh....!" Serigala itu mengeram, lalu menarik tubuh Raja Siluman serigala yang berada di atas tubuh Pangeran Alyan dengan gerakan cepat dan tak terduga.
Tubuh Siluman Serigala itu terlempar ke udara dan untuk kemudian terhempas lagi ke tanah dengan keras dan menghantam batuan cadas.
" Dinda, ... kau kah itu? Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku." seru Pangeran Alyan dengan haru. Dia tak habis pikir, bagaimana nasibnya jika tak ada adiknya yang datang menolong.
Siluman Serigala itu sudah kembali bangkit dan kini keduanya sudah saling berhadapan. Dua makhluk berwujud serigala itu saling pandang dengan sorot mata yang tajam dan bengis. Jiwa hewan yang buas, bergejolak dalam darah pangeran Azzura yang kini wujudnya berbentuk serigala.
Dengan sekali lompatan, dia menerkam dan menerjang Siluman Serigala. Keduanya makhluk itu jatuh berguling - gulingan di tanah dan saling menggigit serta saling menyerang. Tak ada yang berniat untuk melepaskan diri dari pagutan itu. Hingga pada suatu kesempatan, serigala berbulu putih dengan campuran warna kuning keemasan itu berhasil menggigit leher Siluman Serigala hingga terkoyak lebar.
Lolongan kesakitan keluar dari mulutnya hingga membuat serigala - serigala yang lain menjadi terdiam sesaat. Serigala jelmaan Pangeran Azzura itu kembali menerjang Siluman Serigala yang kini sudah semakin terdesak. Tubuhnya semakin lemah karena luka di lehernya yang cukup parah.
Pangeran Azzura semakin kalap. Pemuda yang telah berubah wujud itu kembali menghadiahkan gigitan - gigitan tajam ke tubuh makhluk itu disertai cabikan - cabikan ganas dari kukunya yang tajam dan runcing. Lolongan kesakitan pun semakin keras terdengar. Siluman Serigala sekarat di terjang cakaran dan cabikan kuku - kuku tajam pangeran Azzura yang kini sudahdikuasai nafsu hewannya. Tangannya terus mencakar dan mencabik tanpa henti hingga tubuh Raja Siluman Serigala itu hancur terkoyak - koyak.
Terdengar lolongan demi lolongan ramai saling bersahutan. Rupanya, saat tubuh Siluman Serigala itu tersakiti, maka serigala lain yang tercipta dari gumpalan rambut Siluman Serigala itu juga merasakan hal yang sama.
Seiring dengan itu, perlahan - lahan serigala jadi - jadian yang tercipta dari bulu rambut Siluman Serigala satu persatu lenyap tak berbekas. Bagai debu tertiup angin. Sedangkan budak - budak yang terkena gigitan makhluk itu kini kembali ke wujud asli mereka. Pun demikian halnya dengan wujud Pangeran Azzura. Tubuh Pemuda itu yang tadinya dipenuhi oleh bulu dengan wajah seperti serigala, kini perlahan-lahan kembali ke bentuk semula. Tampan dan gagah persis seperti sang ayah.
Penguasa hutan Alas Purwo sudah tewas. Kekuasaannya sudah berakhir. Kini yang tersisa di istana kerajaan siluman Serigala itu hanya para budak dan beberapa pengawal istana yang kini takluk di bawah kekuasaan pangeran Azzura.
Yah, sesuai hukum alam di negeri siluman, siapa yang terkuat dia yang berkuasa. Kini Pangeran Azzura, dialah yang menjadi penguasa di negeri itu, karena dialah yang berhasil membunuh Raja Siluman Serigala, penguasa hutan Alas Purwo.
Sebagai penguasa baru, Pangeran Azzura kemudian melepas semua budak - budak yang menjadi tawanan Raja siluman Serigala dan juga membebaskan tawanan yang lain. Dia juga tidak menghukum para pengawal kerajaan yang menjadi abdi dari Raja siluman terdahulu.
Kini, hutan Alas Purwo berada di bawah kekuasaan Pangeran Azzura, Putra kedua dari Pangeran Hasyeem. Pangeran muda yang tampan dan gemar sekali berburu.
Kini, Eyang Hadi dan Eyang Hutama sudah kembali ke wujud semula. Tangisan penuh haru mewarnai perpisahan antara Eyang buyut dan cucu buyut dari keturunan Hadi Wijaya. Semua susah selesai. Perjanjian yang diikat oleh darah itu berakhir sudah dengan tewasnya Penguasa hutan Alas Purwo. Jiwa kedua leluhur Hadi Wijaya itu kini sudah kembali menghadap Sang Khaliq.
Tugas terakhir adalah mengantarkan keempat keturunan Hadi Wijaya kembali ke tempat asalnya, yaitu rumah keluarga Keanan.
Mereka kembali melewati jalan yang sama. Jalan yang diciptakan oleh Pedang Halilintar milik Pangeran Hasyeem. Tak memakan waktu lama, rombongan kecil itu tiba dengan selamat di lantai atas rumah Keanan.
Mama dan Alice menyambut kedatangan mereka dengan suka cita. Dia memeluk suami dan anak laki-laki kesayangannya dengan penuh haru.
Sedangkan keempat orang yang berasal dari Bukit Malaikat itu pamit mohon diri kepada keluarga Keanan.
" Paman, apakah benar yang dikatakan oleh Raja Siluman Serigala sewaktu si istana Hutan Alas Purwo? "
__ADS_1
" Jika semua itu benar, apakah yang akan kamu lakukan?