Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 79 Dia Milikku


__ADS_3

AZYZIEL!!! bentak Pangeran Hasyeem geram. Dia bergerak melesat mengejar Azyziel yang membawa tubuh Asmi pergi bersamanya.


" aishh, sial...! Kemana Azyziel membawa Asmi?" Pangeran Hasyeem kembali mempercepat larinya.


"mengapa aku sampai lengah dan membiarkan dia pergi sendiri.!" maki Pangeran Hasyeem pada diri sendiri.


" Aku tak menduga jika Azyziel akan menemukan kami sampai ke sini. Apa maunya? mengapa dia begitu ingin sekali untuk mendapatkan Asmi?"


Pangeran Hasyeem masih mengejar tubuh Azyziel yang kini berlari semakin cepat.


" Sialan, larinya cepat sekali. Aku kehilangan jejaknya!" kata pangeran Hasyeem.


" jika seperti ini, aku bisa kehilangan jejak mereka. Aku akan menggunakan ilmu sepih Anginku untuk melacak jejak mereka."


Pangeran Hasyeem lalu duduk bersila memfokuskan pikiran dan pendengarannya untuk memilah suara demi suara hingga dia akhirnya dapat mendeteksi dimana posisi Azyziel dan Asmi.


" Mereka ada di selatan tempat ini.. Aku harus segera menyusul jika tidak ingin kembali kehilangan jejaknya."


Pangeran Hasyeem lalu menggunakan ilmu lari cepat untuk menyusul jejak Azyziel yang membawa lari Asmi.


Sementara itu, Azyziel masih saja berlari sambil membawa tubuh Asmi dalam gendongannya. Sesekali dia menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa Pangeran Hasyeem masih mengejarnya.


Setelah berlari cukup lama, Azyziel kembali menoleh ke belakang. Dia menghentikan larinya dan mengeryitkan alisnya dengan heran.


" kemana pangeran Hasyeem, mengapa dia berhenti mengejarku?" tanya Azyziel dengan heran. Dia lalu menurunkan tubuh Asmi dari gendongannya. Di tatapnya wajah cantik di depannya yang masih belum sadarkan diri akibat terkena totokan.


" Hmm, wanita ini cantik sekali. Sepertinya pangeran Hasyeem sudah menandainya. Tapi aku tak peduli. Aku akan merebutnya dari pangeran Hasyeem.!"


Azyziel kembali berlari membawa tubuh Asmi ke suatu tempat di antara Gunung Kahyangan dan Gunung Tarub. Sebuah istana kerajaan jin milik ayahnda Azyziel.


Dia membaringkan tubuh Asmi di tempat tidur tanpa membuka totokan di tubuh wanita dari bangsa manusia itu.


" Maaf, aku tak membuka totokanku. Aku tak ingin kamu kabur lagi seperti beberapa waktu yang lalu."


Azyziel kemudian memanggil beberapa orang dayang istana untuk menggantikan baju Asmi dan menghias wanita itu. Dia memiliki sebuah rencana.


" Dayang, gantikan baju wanita ini. Hias dia secantik mungkin. Dan katakan pada kadi istana untuk secepatnya datang menemuiku!"


Azyziel kemudian pergi menemui ayahandanya, Raja Kariem. Raja Kariem adalah adik Paduka Raja Haizzar dari selir ayahandanya, Dewi Anjani. Raja Kariem beristri dewi Amyra dan melahirkan dua orang putra, Azyziel dan Ariel.


" Ayahanda, aku ingin membicarakan suatu hal yang penting. Bisakah Ayahanda melakukan sesuatu untukku?" Raja Kariem memandang Putra sulungnya dengan tajam. Dia merasa ada sesuatu yang sedang terjadi dan di sembunyikan oleh sang putra.


" Katakan, apa yang kamu inginkan?" Azyziel tersenyum misterius. Kilat bintik mata kuningnya bersinar aneh.


" Aku ingin menikah!" Kening Raja Kariem berkerut. Aneh...sejak kapan Azyziel memiliki kekasih. Setahunya putranya itu belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun dari negeri mereka.


" Siapa wanita yang ingin kamu nikahi?" Azyziel menatap sang ayah.

__ADS_1


" Dia berasal dari bangsa manusia."


" Kau gila..!" seru Raja Kariem. " apakah bangsa jin kekurangan stok wanita cantik hingga kamu memilih wanita yang bukan dari golongan bangsamu!" Raja Kariem menjadi marah mendengar keinginan sang putra.


" Ayahanda tak bisa menolak. Aku sudah membawa wanita itu kemari. Dia sekarang ada di bilikku." Raja Kariem seperti kebakaran jenggot. Putra sulungnya ini sudah berani membawa wanita ke dalam kamarnya.


Bergegas dia pergi ke kamar sang putra. Benarkah... seorang wanita tergolek tak berdaya dalam keadaan tertotok. Segera dia membebaskan totokan di tubuh wanita itu. Asmi menggeliat lemah di atas tempat tidur. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Matanya terpejam rapat. Rupanya wanita itu sedang tak sadarkan diri.


Sejenak Raja Kariem tertegun saat memandang wanita yang terbaring lemah di atas tempat tidur anaknya.


" Wanita ini cantik sekali. Tapi apa ini?" Raja Kariem memandang Asmi dengan heran.


" Wanita ini sudah ditandai! " desisnya. Mendadak dia teringat putranya Azyziel.


" Azyziel!!! serunya memanggil Sang putra.


Azyziel bergegas menghampiri sang Ayah.


" Katakan padaku dengan jujur! wanita ini sudah ditandai. Itu artinya Dia milik seseorang dari bangsa kita. Jika itu bukan dirimu, siapa yang sudah melakukannya!" bentak Raja Kariem murka. Merah padam wajah azyziel karena pertanyaan ayahandanya.


" Aku, dia milikku ayah.! kata Azyziel dengan lantangnya.


" Azyziel, kau tahu apa itu artinya? Kau sudah mengadakan penyatuan dengan seorang wanita. Dan itu bukan dari golongan kita. Ayah tak bisa menerimanya!" emosi Raja Kariem semakin meninggi. Putra sulungnya ini sudah tidak waras.


" Aku tahu, dan aku siap menerima konsekuensi dari keputusanku. Tapi aku tak bisa melepaskannya."


Di tengah ketegangan ayah dan anak itu,


seorang pengawal kerajaan masuk dengan tergopoh-gopoh.


" Celaka, yang Mulia!" serunya. Raja Kariem yang sedang marah semakin dibuat jengkel oleh pengawalnya yang berbicara tidak jelas.


" Katakan dengan jelas, apa yang sudah terjadi. Mengapa kamu berlari dengan tergesa-gesa seperti itu!" bentak Raja Kariem pada sang pengawal. Pengawal itu menunduk ketakutan.


" diluar ada pangeran Hasyeem yang sedang mengamuk! dia membantai habis semua pengawal istana yang berani menghalanginya masuk ke istana ini, Yang Mulia! "


" APA? apa maunya pangeran Hasyeem?"


Wajah Azyziel pucat pasi. Mengapa pangeran Hasyeem bisa tahu jika dia membawa Azyziel ke istana ayahandanya.


Bukankah tadi dia sudah berhasil mengecoh jejaknya dengan arah yang berlawanan dengan arahnya saat ini.


" Azyziel, jawab pertanyaan ayahandamu, mengapa pangeran Hasyeem sampai datang ketempat ini dan mengamuk membabi buta. Apa yang sudah kamu lakukan? tanya Raja Kariem sambil memandang Sang putra dengan tatapan tajam.


" Aku, aku... wanita itu adalah kekasih pangeran Hasyeem."


Mendengar nama pangeran Hasyeem disebutkan oleh Sang Putera, seketika kemarahan raja Kariem meluap.

__ADS_1


" Plak! Plak! " dua buah tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri Azyziel .


"Jadi wanita itu kekasih Pangeran Hasyeem. Wanita yang ramai di bicarakan oleh kalangan istana Gunung Kahyangan. Karena dia berasal dari bangsa manusia. Dan kamu.. kamu mencari masalah dengan membawanya ke tempat ini.! "


" Apa kamu sudah kehilangan kewarasanmu. Kamu mengambil milik orang lain ! Pantas saja pangeran Hasyeem marah dan mengamuk membabi buta-" Azyziel tersenyum sinis.


" Aku menyukainya, ayah. Paman Raja Haizzar tidak merestui hubungan wanita itu dan pangeran Hasyeem. Dia tak sudi memiliki menantu dari golongan manusia. Awalnya, dia memintaku untuk menculik dan memisahkan wanita itu dari Pangeran Hasyeem, tetapi yang terjadi aku juga telah jatuh cinta pada wanita itu."


" Apa kamu pikir aku juga sudi memiliki menantu seorang wanita dari bangsa manusia?" wajah Azyziel mengeras.


" kalau begitu, aku tak butuh restu ayah. Kalau seorang pangeran Hasyeem saja rela membangkang demi wanitaitu, maka aku bisa lebih dari itu."


" Azyziel!! . bentaknya murka.


Azyziel segera berlari ke biliknya. Bergegas dia menggendong tubuh Asmi yang masih pingsan untuk segera pergi dari istana itu.


Baru saja dia hendak melangkah pergi, seseorang menarik tubuhnya hingga Azyziel yang sedang menggendong Asmi nyaris terjengkal ke belakang bersama tubuh Asmi.


Beruntung, orang itu berhasil menyambar tubuh Asmi dan menggendongnya ke dalam pelukannya.


" Keparat... siapa... " ucapan Azyziel terhenti ketika dia menyadari siapa yang telah menariknya dan menyambar tubuh Asmi dari gendongannya.


" Pangeran Hasyeem!" Wajah Azyziel menjadi beringas.


Pangeran Hasyeem menatap saudara sepupunya itu dengan pandangan iba. Lelaki ini tak pernah menyerah. Dia memburu wanitanya. Sesuatu yang selalu saja dia lakukan. Dari dulu hingga sekarang, Azyziel selalu menginginkan apa yang dia punya.


Pangeran Hasyeem menarik nafas dalam.


" Kau belum menyerah juga rupanya. Apakah kamu tak malu mengambil milik orang lain dan mengakuinya sebagai milikmu?"


" Mengapa harus malu. Apakah mencintai seseorang itu dosa. Aku mencintai Asmi. Aku berjanji, akan selalu menjaganya. Aku tak akan pernah menyakiti hatinya dengan menduakan cintanya atau menjadikan dia hanya sebagai selir."


Kening Pangeran Hasyeem berkerut. Darimana Azyziel mengetahui jika dia menawarkan asmi sebagai selirnya. Apakah Azyziel menguping pembicaraan dia dan Asmi. Itu berarti Azyziel sudah mengincar Asmi dari awal.


" Tapi dia milikku. Dan asal kamu tahu, aku tidak pernah berniat untuk menjadikan dirinya sebagai selirku. Dia adalah ratuku. Ratu di kerajaanku. Jadi.. jangan sekali - kali berpikiran untuk mencoba merebutnya dariku!"


" Selama belum ada ijab qobul antara dirimu dan qadhi, maka dia belum sepenuhnya milikmu. Walaupun kamu sudah menandainya.!" kata Azyziel dingin.


Pangeran Hasyeem menjadi geram.


" Hmm, beruntung kamu adalah sepupuku dan aku masih menghormati ayahmu Raja Kariem sebagai pamanku. Jika tidak, aku sudah dapat pastikan, kamu hanya tinggal nama saja.! " kata Pangeran Hasyeem kemudian berlalu pergi dengan menggendong tubuh Asmi.


" Apa kamu pikir aku takut dengan ancaman. Lihatlah, jika aku melihat dia tidak bahagia bersamamu, maka aku akan membawanya pergi sejauh - jauhnya ke tempat di mana kamu tak bisa lagi menemukan kami."


" Bermimpilah, karena sampai mati pun aku tak akan melepaskan Asmi. Dia milikku, selamanya. Pahami itu ! " Setelah itu sosok Pangeran Hasyeem lenyap bersama tubuh Asmi.


Azyziel yang kesal melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan apa saja yang ada di depannya.

__ADS_1


" Sial, sial.....sial ! Kenapa harus pangeran Hasyeem..!" Azyziel mengumpat marah. Dia menyesali mengapa pangeran Hasyeem yang menjadi rivalnya. Andai saja itu adalah orang lain dari bangsanya atau bangsa manusia, maka sudah pasti akan dia singkirkan dengan mudah. Kini dia hanya bisa mengalah pada sepupunya itu, karena jika di teruskan yang terjadi adalah pertumpahan darah lebih banyak lagi dan bisa memicu perang saudara di kalangan mereka sendiri.


__ADS_2