Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 98 Alyan Haidar


__ADS_3

Ketiga orang itu terkejut bukan kepalang. Namun belum lagi hilang keterkejutan mereka, pedang pangeran Hasyeem sudah membabat habis tubuh mereka tanpa mereka sadari.


" hmm, itulah bayaran kalau berani menyentuh milik sang Pangeran! " kata Sang pangeran.


Pangeran Hasyeem menyarungkan kembali pedang emas berhulu naga ke sarungnya.


"Pengawal!! "


Beberapa pengawal segera datang menghadap Sang pangeran.


" Bersihkan istana dan perketat penjagaan. Aku yakin, mulai saat ini nyawa anakku akan selalu menjadi incaran para dukun ilmu Hitam baik dari kalangan manusia ataupun bangsa jin. Untuk itu, aku perintahkan pada kalian jangan biarkan siapa pun bisa keluar atau masuk pintu gerbang istana dengan bebas. Karena mulai sekarang, tugas kalian memastikan keselamatan putra mahkota di manapun dia berada, mengerti!! " titahnya.


Para pengawal itu mengangguk faham akan perintah yang baru saja mereka Terima dari junjungan mereka yaitu Penguasa Bukit Malaikat.


" Baik, sekarang pergilah dan laksanakan perintahku!! " ucap Sang pangeran.


Para pengawal itu segera pergi meninggalkan ruangan itu dan kembali ke tempat mereka.


Sepeninggal para pengawal, Pangeran Hasyeem memindahkan tubuh Sang istri ke peraduan. Demikian juga bayi merek yang berjenis kelamin laki-laki.


Pangeran Hasyeem lalu memerintahkan para dayang untuk mengurus istri dan anaknya. Sementara dia dan ki Anom keluar dari kamar itu.


" Apa menurut ki Anom anakku akan aman di tempat ini? "


"menurut hamba, untuk sementara ini adalah tempat yang aman bagi putra anda. Karena selain tempat ini tersembunyi, dia akan aman karena ada ayahnya yang akan selalu menjaga dan melindunginya."


"Ngomong - ngomong , apakah tuanku sudah menyiapkan nama untuk putra anda? dia sangat tampan dan hebat. Hamba yakin, kelak dia bukan hanya pandai dalam menaklukkan Musuh - musuhnya tetapi juga dalam menaklukkan hati lawan jenis! " kata Ki Anom sambil tersenyum kecil.


" hahaha, kamu bisa saja, ki. Hmm, memang aku sudah mempersiapkan nama untuk anak kami. Karena yang terlahir seorang anak laki-laki maka aku akan memberinya nama Alyan . Alyan Heidar yang artinya yang tertinggi, atau yang terhebat dan lagi bijaksana. hahaha.!" kata pangeran Hasyeem. Keduanya kini sudah berada di depan gerbang istana Pangeran Hasyeem.


" Nama yang bagus sekali! sesuai dengan karakternya kelak." kata Ki Anom.


" Hahaha, putraku memang hebat, Ki


Sejak lahir saja aura kesaktiannya sudah terpancar jelas. Bagaimana kelak jika sudah besar. Aku percayakan putraku dalam bimbinganmu kelak, ki! " kata Sang Pangeran yang kini sudah baru saja memperoleh gelar ayah. Ada rasa bangga dan bahagia di hatinya yang jelas terpancar dari raut wajahnya yang tampan sempurna bak dewa Yunani.

__ADS_1


Seorang pengawal datang mendekati keduanya dengan terburu-buru.


" Ampun tuanku, di depan sana ada seseorang lelaki yang memaksa ingin menemui tuanku. Dia mengatakan kerabat dari tuanku ratu. Tapi.... tuanku." pengawal itu sejenak ragu untuk mengatakan kelanjutan ucapannya. Dia menatap ke arah tuannya dengan takut - takut.


" Tapi apa? apa yang hendak kamu katakan? "


" Anu.. tuanku, bukankah ratu asmi berasal dari bangsa manusia, sedangkan lelaki yang datang ke mari berasal dari golongan kita! "


Kening Pangeran Hasyeem berkerut. Setahunya istrinya tidak memiliki saudara laki-laki selain mas Adri. Tetapi Mas Ardi adalah seorang manusia, lalu siapa yang datang? "


" baiklah, suruh dia masuk dan menemuiku! "


"baik, tuanku! "


Pengawal itu segera kembali ke depan pintu masuk gerbang istana.


Tak beberapa lama kemudian, seorang lelaki masuk diiringi oleh beberapa orang pengawal istana. Pangeran Hasyeem menatap tajam ke arah lelaki yang kini sedang tersenyum ke arahnya.


" Masih ingat padaku, Pangeran? " tanya lelaki bermata abu-abu terang itu.


" Siapa dia, tuanku? " tanya Ki Anom saat melihat Ammar. Walaupun berasal dari golongan yang sama, namun jelas sekali bau tubuh lelaki yang baru datang ini berbeda.


" Dia Ammar, kekasih dari Delia, adik Asmi. Ammar adalah jin yang Delia temui saat dia berada di Australia.! "


" Hmm Ammar, perkenalkan ini Ki Anom, dia adalah salah seorang dari tetua kami di sini! " kata Pangeran Hasyeem memperkenalkan Ki Anom pada Ammar.


Ammar segera menjabat tangan Ki Anom dengan erat.


" Namaku Ammar, Ki. Aku berasal dari Australia." kata Ammar lagi.


Mata Ki Anom menatap tajam menyelidik pada Ammar, membuat Ammar merasa risih dan tak enak hati.


" Mengapa Anda memandangi saya sedemikian, Ki. Apa yang berbeda dari saya? Toh kita berasal dari golongan yang sama? tanya Ammar.


" hmm, itu benar. Walaupun demikian, tetap ada perbedaan. Seperti adat istiadat kita berbeda-beda. Aku yakin perbedaan cara hidupmu saja juga berbeda dengan junjunganmu. Itu sebabnya, aku menandaimu dari bau khas tubuhmu. Artinya walaupun sama tapi kita berbeda.! " kata lelaki paruh baya itu dengan tegas.

__ADS_1


Ammar diam tak bisa berkutik.


" Kau belum menjawab pertanyaanku, apa yang membawamu kemari?" tanya Pangeran Hasyeem kembali.


Dia menatap lelaki yang sedang berdiri di depannya ini dengan teliti. Sepertinya sudah terjadi sesuatu pada Delia dan Ammar, tetapi Pangeran Hasyeem merasa tidak enak jika membicarakan hal itu di depan Ki Anom.


Ammar menatap Pangeran Hasyeem dengan tatapan serba salah. Dia bingung harus mengatakan apa, sementara ada orang lain di sana. Dia berharap bisa berbicara secara pribadi hanya dengan Sang Pangeran.


Pangeran Hasyeem segera faham akan arti tatapan Ammar.. Dia menghela nafas panjang, lalu..


" Ki, mulai sekarang buat pagar ghaib di sekitar istana. Pastikan tidak ada yang bisa memasuki istana ini dengan bebas meskipun itu adalah seekor hewan! " titahnya.


" Baik tuanku.! akan hamba laksanakan sekarang. Kalau begitu hamba mohon pamit." kata Ki Anom kemudian melesat pergi meninggalkan Pangeran Hasyeem dan Ammar.


Pangeran Hasyeem menatap ke arah alun - alun yang berada di depan gerbang istananya.


" Pengawal, tutup gerbang setelah kalian selesai membersihkan sisa kekacauam ini! " katanya sambil melangkah kembali ke arah istana.


Ammar mengikuti langkah Sang Pangeran. Dia merasa takjub melihat isi istana Pangeran Hasyeem yang di kiri kanan dinding istana berhiaskan batu - batu permata alam.


" Istanamu sungguh indah Pangeran!" katanya sambil berdecak kagum.


" ini biasa saja. Istana ayahku di gunung kahyangan lebih besar dan lebih indah dari ini." kata Pangeran Hasyeem merendah.


" Nah, kita sudah sampai di dalam istanaku. Kini kita hanya berdua saja, cepat katakan apa maumu? dan apa yang telah terjadi antara dirimu dan Delia.? Aku tidak punya banyak waktu karena istriku baru saja melahirkan." kata Ayah Alyan itu dengan tidak sabar.


Wajah Ammar menampakan keterkejutannya.


" Apakah istri anda benar sudah melahirkan. Lantas di mana sekarang dia berada.? "


" Iya, istriku sudah melahirkan seorang putra untukku. Kini dia sedang beristirahat di kamar. Cepat katakan, apa keperluanmu hingga datang menemui diriku? "


Ammar menoleh dan menatap ke arah Sang Pangeran.


" Aku membawa kabur Delia dari rumahnya." kata Ammar lirih, nyaris tak terdengar tapi berhasil membuat Pangeran Hasyeem terdiam hening. Kaget.

__ADS_1


"


__ADS_2