Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 35 Tertangkap Basah


__ADS_3

Asmi terbangun dalam keadaan linglung dan tubuh yang lemas. Energi nya terasa terkuras habis, hingga saat mengangkat tangan untuk menyibakkan kain putih yang menutupi wajahnya saja dia tak mampu.


Seseorang lantas menyibak kain putih penutup wajahnya, hingga Asmi dapat melihat sekelilingnya. Orang itu juga membantu Asmi untuk duduk. Asmi yang masih lemah duduk bersandar pada dinding tempat tidur.


Tatapannya nanar memandang ke sekeliling. Dihadapannya berdiri seorang lelaki paruh baya yang tidak di kenalnya. Lelaki itu mengenakan baju yang serba hitam dan memakai ikat kepala. Wajahnya bersinar cerah menampakan aura positif yang terpancar dari kewibawaannya.


" Ah, rupanya anda sudah sadar, Tuanku putri." kata lelaki itu.


Asmi merasa bingung. Apakah dia tak salah dengar. Laki laki paruh baya di hadapannya ini memanggilnya dengan sebutan tuan putri.


Apakah ada orang lain di sini? tanya asmi sambil menoleh ke kiri dan kanan. Tapi tak ada orang lain lagi di sana selain dirinya dan lelaki paruh baya itu. Jadi jelaslah bahwa panggilan 'tuan putri' tadi di tujukan padanya.


" maaf, tapi sepertinya tadi anda memanggilku dengan sebutan tuan putri. Apakah anda tidak salah memgenali orang? " kata Asmi.


Lelaki paruh baya itu tersenyum ramah. Dia pikir dia menyukai wanita yang tak lama lagi akan menjadi ratu mereka.


" Tidak, Anda adalah tuan putri Asmi. Calon ratu di istana Bukit Malaikat. Kekasih dari Tuan kami, Pangeran Hasyeem." jawab lelaki paruh baya itu sambil menunduk membungkuk.


Asmi yang mendengar ucapan lelaki paruh baya itu menjadi faham.


" Kalau boleh tahu, siapakah anda, tuan? " tanya Asmi lagi kepada laki laki di hadapannya itu.


" hamba adalah Ki Anom. Tapi jangan panggil hamba 'tuan', karena saya hanya hamba biasa di sini yang mengabdi pada junjungan kami yaitu Pangeran Hasyeem. " jawab lelaki paruh baya itu yang rupanya adalah Ki Anom.


" Baiklah, Ki Anom. Jawab pertanyaanku. Kemana junjunganmu pangeran Hasyeem? " tanya Asmi.


" Tuanku sedang menyelesaikan sedikit urusan yang menyangkut keselamatan anda. Saya ditugaskan untuk menjaga anda. Apakah ada sesuatu yang anda butuhkan, tuan putri ? " tanya Ki Anom kepada Asmi.


" Aku hanya haus saja. Bisakah aku meminta segelas air? " pintar Asmi.


" hanya itu. Baiklah. Tuan putri tunggulah di sini, hamba akan mengambil air untuk Tuanku." Asmi menganggukkan kepala.


Tak lama kemudian, Ki Anom sudah kembali dengan membawa segelas air di dalam gelas perak yang beralaskan nampan perak.

__ADS_1


" ini air minum yang anda minta, Tuan putri. Silahkan di minum! " Ki Anom menyerahkan gelas perak yang berisi air putih kepada Asmi.


Asmi segera meminum air itu hingga tandas. Dia benar-benar kehausan. Seperti sudah berhari-hari tak minum air.


Bluss! Seseorang yang sangat dia rindukan hadir seketika di hadapannya. Memeluk tubuh mungil Asmi dengan erat seakan-akan takut jika Asmi akan hilang dari hadapannya.


" Hasyeem, aku takut. Jangan tinggalkan aku." kata Asmi sambil membalas memeluk erat lelaki bertubuh kekar dan atletis itu dengan perasaan bahagia bercampur haru.


Dia tak menyangka, bahwa dia akan bertemu kembali dengan lelaki yang selalu di rindukannya siang dan malam.


Rasanya seperti sudah lama sekali dia berpisah dengan lelaki tampan itu. Bahkan dia saja tadi sempat bermimpi buruk. Melihat sesosok makhluk berwujud ular yang mengejar dan menyerang tubuhnya dengan ganas. Untunglah dia melihat Pangeran Hasyeem yang datang menolongnya dan mengusir makhluk itu pergi.


Dan sekarang dia merasa senang, karena semua itu hanya mimpi. Buktinya, dia masih hidup sampai sekarang tanpa kekurangan apapun juga.


Asmi tak menyadari jika sebenarnya semua yang di alaminya bukanlah mimpi.


" Jangan takut, aku tak akan pernah meninggalkanmu." kata pangeran kekasih Asmi yang tampan itu.


Ki Anom memandang ke arah dua makhluk yang berbeda alam itu dengan haru. Walaupun dia tahu bahwa calon ratu mereka bukanlah dari golongan bangsa mereka, namun dia sangat berharap jika wanita itu dapat menjadi istri dari Tuannya Pangeran Hasyeem dan ratu mereka kelak.


Pagi ini, Asmi baru saja bangun dari tidurnya. Dia menguap sambil menggeliatkan tubuh sintalnya hingga terlihatlah lekukan tubuhnya yang indah. Sudah beberapa hari ini dia berada di istana pangeran Hasyeem.


Hari ini dia merasa tubuhnya terasa segar dan bugar setelah beberapa hari lamanya dia merasa seperti lemas dan tak bertenaga.


"Kamu sudah bangun, sayang." sebuah suara yang sangat di kenalnya hadir menyapa gendang telinganya.


Asmi berbalik dan menemukan wajah tampan kekasihnya tepat di belakangnya.


Tanpa berkata-kata, pangeran Hasyeem langsung memeluk Asmi dan mencium bibir kekasih mungil nya dengan ciuman yang bergelora. Asmi pun membalas ciuman itu, hingga akhirnya keduanya terlibat dalam adegan ciuman yang panas dan membara.


" HASYEEM!! "sebuah bentakan keras mengakhiri ciuman panas itu.


Kedua sejoli yang berbeda dunia itu menoleh bersamaan ke asal suara bentakan dan seketika keduanya menjadi terkejut.

__ADS_1


Pangeran Hasyeem terkejut karena mengetahui siapa tadi yang berteriak keras membentaknya, sedangkan Asmi yang terkejut sebenarnya lebih kearah malu, karena menyadari ada orang lain yang melihat perbuatan mereka tadi.


" Yang Mulia.! " kata pangeran Hasyeem. Dia lalu menghaturkan sembah baktinya. Hal serupa juga di lakukan oleh Asmi.


Raja Haizzar menatap putra kesayangannya dengan tatapan tajam yang menghujam ke arah pangeran Hasyeem. Ada kemarahan yang terpancar pada sorot matanya.


Dia sangat kecewa kala mendapati putra kesayangannya sedang bersama seorang wanita. Namun wanita itu bukanlah putri Azylla, calon menantu yang dia pilihkan bagi putranya.


Terlebih lagi wanita itu bukanlah dari golongan mereka. Wanita itu berasal dari bangsa manusia. 'Bagaimana ceritanya putranya memiliki hubungan dengan wanita dari bangsa manusia?' pikir Raja Haizzar.


" hamba bisa jelaskan semua ini, Yang Mulia. Tapi hamba minta izin untuk mengantarkan wanita hamba kembali. " ucap pangeran Hasyeem pada ayahandanya paduka Raja Haizzar.


Lelaki paruh baya yang bergelar Raja Jin Gunung kahyangan itu hanya menganggukkan kepala lalu menghilang dari hadapan mereka.


" kau berhutang penjelasan padaku, pangeran Hasyeem " suara paduka Raja Haizzar yang hanya bisa di dengar oleh Sang Pangeran Hasyeem seorang saja.


Setelah kepergian Raja Haizzar, Hasyeem menatap wajah Asmi lekat - lekat. Kembali ciuman panas dia labuhkan di bibir kenyal kekasihnya sampai yang empunya bibir terengah-engah kehabisan nafas.


" mmmpphh " Asmi memukul dada bidang Hasyeem yang masih saja terus melu*m*t bibir nya. Jin pemilik wajah tampan itu terkekeh sambil melepaskan ciumannya.


Diusapnya dengan lembut bibir Asmi yang sedikit bengkak dan memerah akibat ulah nakalnya.


" Ayahandaku Paduka Raja Haizzar ingin bicara denganku. Aku akan mengantarkanmu kembali ke rumahmu dulu, baru aku akan menemuinya." kata pangeran Hasyeem sambil mengecup pucuk kepala Asmi.


Asmi mengerti, pasti ini tentang dirinya dan juga tentang perjodohan antara pangeran Hasyeem dan putri Azylla. Dia mengangguk pasrah saat mendengar ucapan kekasihnya.


Pangeran Hasyeem menggenggam tangan Asmi dan kemudian membawa wanita itu terbang melintasi angin dan dalam sekejap mata keduanya sudah berada di dalam kamar Asmi.


" Kita sudah berada di kamarmu. Aku hendak kembali ke bukit Malaikat, apakah kamu keberatan jika ku tinggal sendiri? " tanya Hasyeem pada Asmi. Sebenarnya dia yang merasa berat jika harus jauh dari Asmi.


" Tidak, pergilah Hasyeem. Aku tidak apa - apa. " jawab Asmi kemudian.


Hasyeem mengangguk dan bersiap untuk pergi, ketika sebuah kecupan kecil mendarat lembut di pipinya.

__ADS_1


Dengan tidak berkata-kata lagi, Hasyeem lenyap dari hadapan Asmi. Wajahnya merah menahan luapan rasa bahagia mendapat ciuman dari Asmi.


__ADS_2