Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 52 Menggoda Sang Pangeran


__ADS_3

Asmi baru saja selesai membersihkan rumah. Dapur dan kamar mandinya kini terlihat lebih rapi dan layak pakai. Tidak seperti keadaan saat pertama kali Asmi memasuki rumah ini.


Bluss! Hasyeem muncul di hadapan Asmi.


" Assalamu'alaikum, sayang. " sapanya. Asmi melengoskan wajahnya ke arah lain.


" Dari mana saja, kamu! baru muncul sekarang? " tanya Asmi sebal. Beberapa hari di tinggal sendiri oleh Pangeran Hasyeem membuat dia merasa kesepian dan bete sendiri.


" eh, itu anu. Aku ada sedikit urusan di negeri ku! " jawab Pangeran Hasyeem sekenanya.


Sebenarnya dia mau bilang bahwa dia sedang menyelidiki siapa yang kemarin ingin mencoba mencelakai kekasihnya. Namun urung di katakannya karena takut Asmi menjadi cemas dan kepikiran.


Kecelakaan yang Asmi alami bukan murni kecelakaan biasa. Itu sepertinya sudah di rencanakan. Entah maksudnya ingin memberi peringatan ataupun memang ingin agar nyawa Asmi melayang.


Hasyeem merasa perlu menyelidiki dan bertindak sebelum semuanya terlambat dan nyawa Asmi menjadi taruhannya.


" Oh., gitu!" jawab Asmi beroh ria.


Matanya tajam menyelidiki sang kekasih karena Asmi merasa ada yang di sembunyikan sang Pangeran darinya.


"Terus, bagaimana kabarnya dengan ayahandamu paduka Raja Haizzar?" tanya Asmi lagi.


" Masih sama, beliau masih mengurung aku di ruang pribadiku di istananya. " jawab Pangeran Hasyeem. Ups!!! dia menutup mulutnya. Aduhhh...kelepasan!. pikirnya.


Kening Asmi berkerut, Pangeran Hasyeem masih di kurung di kamar pribadinya di istana raja Haizzar di Gunung Kahyangan.' Lantas siapa yang sedang berdiri di hadapannya kini? ' pikirnya.


Asmi segera berdiri, dia mundur beberapa langkah ke belakang.


" Kalau pangeran Hasyeem sedang di kurung oleh Paduka Raja Haizzar, lalu katakan, siapa kamu. Mengapa kamu menyamar menjadi pangeran Hasyeem? " Bentak Asmi.


" Sayang, ini aku. Pangeran Hasyeem." jawab pangeran Hasyeem. Dia bingung harus bagaimana meyakinkan sang kekasih bahwa ini memang dirinya yang sebenarnya.

__ADS_1


" Bohong, pangeranku sedang menjalani hukumannya. Dia sedang di kurung oleh ayahandanya. Bagaimana mungkin dia ada di sini?" tanya Asmi lagi.


" Cepat katakan, Siapa kamu sebenarnya! atau aku akan mengirimmu ke tempat asalmu sekarang juga!! " ancam Asmi.


Dia merasa takut dan was-was, jika saja ada mahkluk lain dari bangsa jin yang sedang memperdayainya. Karena setahunya,bangsa jin pandai sekali melakukan tipu daya dan muslihat.


Satu lagi kelebihan bangsa jin yang membuat Asmi harus selalu waspada adalah mereka pandai menyerupakan diri mereka menjadi apa saja dan siapa saja.


Dia sudah membuktikannya sendiri. Kemarin saja Pak Taufik, tetangganya sudah di tipu oleh Pangeran Hasyeem yang menyamar menjadi Asmi dan mendatangi rumah lelaki itu. Untuk memintanya merenovasi dapur dan kamar mandi, seolah- olah Asmi sendiri yang meminta.


Hadeuhh.... kalo sudah begini dia sendiri yang pusing. Kalau di perpanjangan bisa repot urusannya.


" Sayang, Asmi. Tenang dulu. Ini benar-benar aku pangeran Hasyeem, kekasihmu! " kata pangeran Hasyeem sambil menarik tangan Asmi dan memegang wajahnya agar wanita cantik itu dapat memandang wajahnya.


" Tapi, mengapa kamu ada di sini. Kamu kabur dari kamar kurunganmu? Bagaimana nanti dengan ayahandamu? " tanya Asmi kebingungan.


Dia takut akan murka Raja Haizzar dan juga takut akan kehilangan kekasihnya.


Asmi memeluk pangeran Hasyeem lalu menyandarkan kepalanya di dada sang Pangeran.


"Tapi kamu benaran Hasyeemku, kan?" tanya Asmi yang masih meragukan identitas kekasihnya.


" Iya, sayang. Aku benaran kekasihmu. Aku pangeran Hasyeem kekasihmu yang tampannya seantero jagat! " goda Hasyeem pada Asmi. Asmi tersipu malu dan salah tingkah, membuat Sang Pangeran menjadi gemas lantas mencium bibir Asmi dengan ciuman yang panas dan lama membuat yang empunya bibir menjadi gelagapan karena hampir kehabisan nafas.


" emmppthh..! " Asmi memukul dada bidang dan kekar sang Pangeran agar melepaskan ciumannya.


" Masih meragukan aku? " tanya Pangeran Hasyeem dengan senyum menggoda.


Asmi melepaskan pelukannya lalu mencubit lengan sang Pangeran gemas. Wanita itu berjalan melewati Sang Pangeran menuju ke kamarnya dengan melenggang lenggokkan pinggulnya mirip peragawati lagi show di panggung. Gaya berjalannya begitu menggoda iman sang Pangeran.


" tau, akh. Ciumannya beda...! " godanya sambil tertawa cekikikan.

__ADS_1


Hasyeem jadi gemas. " Awas kamu, sayang! " bisiknya, lalu kemudian menghilang.


Asmi yang tidak menyadari kalau Hasyeem sudah menghilang di belakangnya masih saja terus melenggang lenggokkan pinggulnya sampai memasuki kamarnya.


Begitu Asmi masuk ke kamar, Pangeran Hasyeem lalu muncul di hadapan Asmi dan Ting!! pintu kamar itu langsung tertutup dan terkunci dengan sendirinya.


" Hasyeem, curang. Awww... buka pintunya! jerit Asmi pada pangeran Hasyeem.


" Sayang, kalo kamu teriak-teriak begitu yang ada tetangga di sekitar sini akan berdatangan dan mereka akan mengira kalo kamu sudah kesurupan atau sedang tidak waras, karena teriak-teriak sendiri! " kata pangeran Hasyeem dengan senyum devilnya.


Asmi mundur beberapa langkah, namun pangeran tampan itu tak membiarkan kekasihnya yang cantik dan berbody bohay itu lolos begitu saja.


" Tadi bilang apa? ciumannya beda? hmm..... aku akan membuktikan tak ada yang berbeda. " katanya sambil menarik tengkuk Asmi dan ******* bibir merah itu dengan lahapnya.


" emmphht! " sesaat Asmi gelagapan karena serangan pangeran jin yang tampan itu, namun detik berikutnya wanita itu membalas ciuman panas sang pangeran hingga keduanya hanyut dalam gelora cinta insan yang berbeda alam itu.


Sementara itu, di gunung Kahyangan, Tubuh Pangeran Hasyeem yang satunya lagi terlihat sedang khusuk bersemedi. Tubuh itu mengeluarkan cahaya terang kebiru- biruan, membuat aura sang Pangeran itu bersinar indah di pandang. Itulah tanda jika seseorang sudah menguasai ilmu Nitis Sukma. Tubuhnya akan bersinar terang dan mengeluarkan aura gemerlapan terlebih saat tubuhnya sudah terbagi menjadi beberapa bagian.


Saat ini, tubuh Sang Pangeran sedang berada di beberapa tempat. Di gunung Kahyangan, di bukit Malaikat dan di rumah Asmi. ckckck.... hebat benar Pangeran kita yang satu ini. Selain tampan, dia juga sakti pilih tanding.


Sementara itu, Raja Haizzar sedang bersama sang Permaisuri Ratu Kalina di peraduan nya.


" Dinda, bagaimana kabar anakmu itu, apakah dia sudah mau bicara padamu ?" tanya sang Raja.


" belum kanda, dia masih sibuk bersemedi. Aku tak berani mengganggunya." jawab Sang permaisuri.


" Bagaimana tentang kelanjutan perjodohan dia dengan putri Azylla?" tanya Sang Paduka Raja Haizzar.


" Sebaiknya kita pikirkan ulang, kanda. Mereka sudah dewasa. Aku rasa Pangeran Hasyeem bisa menentukan sendiri mana yang terbaik bagi dirinya. Apalagi dia juga seorang raja dan penguasa bukit Malaikat. Apakah kita tidak merasa malu jika harus mengatur hidup seorang pangeran Hasyeem." kata sang Permaisuri lebih lanjut.


Paduka Raja Haizzar terdiam mendengar perkataan sang Permaisuri.

__ADS_1


"Apakah yang sudah dia lakukan salah?", pikirnya. Dia hanya berpikir ingin yang terbaik bagi putranya.


__ADS_2