
Pagi pagi sekali Nazwa sudah meninggalkan tempat kostnya menuju ke desa Kemang Balu. Dia masih penasaran akan cerita Datuk Malengang langit tentang air terjun yang terletak di hutan Alas Tirta.
Tadi malam dia sempat mengupload tulisannya di salah satu media sosial miliknya. Dan hasilnya sangat luar biasa. berbagai tanggapan bermunculan seputar tulisannya tentang Desa Kemang Balu.
Beberapa orang teman yang kebetulan melaksanakan KKN bersama di tempat itu juga menjadi tertarik untuk mendatangi tempat itu.
Mereka penasaran seperti apa air terjun di hutan Alas Tirta sekaligus ingin menyimak misteri di hutan Alas Tirta yang berhubungan dengan keberadaan desa ghaib di bukit Malaikat.
Mereka berniat ingin ke tempat itu kalau memang memungkinkan. Jadilah pagi ini mereka semua berkumpul di rumah Datuk Malengang langit. Mereka berharap Datuk Malengang langit dapat membantu mereka menunjukkan dimana letak air terjun hutan Alas Tirta.
" Sebaiknya kalian urungkan saja niat kalian untuk pergi ke sana. " kata Datuk Malengang langit begitu mendengar keinginan Nazwa dan kawan-kawannya untuk pergi ke hutan Alas Tirta.
" mengapa, Datuk? bukankah kemarin Datuk katakan bahwa Datuk dulu sering pergi ke sana untuk berlatih silat atau ilmu kanuragan. "
" benar, tapi itu dulu, sebelum kejadian itu.! " kata ketua adat kampung Kemang Balu itu dengan gusar.
Dia heran mengapa gadis di depannya ini dan juga teman - temannya begitu bersemangat sekali ingin ke hutan Alas Tirta. apakah mereka tak takut akan bahaya yang bisa saja menimpa mereka jika nekat untuk memasuki hutan Alas Tirta.
" kami hanya ingin tahu saja, seperti apa keindahan air terjun yang ada di hutan Alas Tirta itu, dan kami juga ingin menguak fakta tentang keberadaan Air terjun itu pada masyarakat luas. " Doni teman Nazwa ikut memberikan alasan.
" iya, Datuk. kami mohon bantuan Datuk kali ini untuk menunjukkan jalan ke sana. " Isna berkata memohon bantuan pada Datuk Malengang langit, gadis ini adalah teman satu jurusan dengan Najwa di kampus.
" kami, mohon, Datuk. Bantulah kami. " Nazwa angkat bicara. Dia berharap Datuk dapat membantu mereka semua.
" saya mohon maaf, untuk kali ini saya tidak dapat membantu kalian. Dan saya sarankan sekali lagi, sebaiknya urungkan saja niat kalian untuk pergi ke sana. " kata Datuk Malengang langit sambil berlalu dari hadapan mereka.
Mereka bertiga akhirnya saling berpandangan. Sepertinya niat mereka untuk ke hutan Alas Tirta tidak terlaksana, karena Datuk Malengang langit tidak bersedia membantu mereka.
" sebaiknya kita hubungi Ryan. Ryan pasti tahu banyak tentang tempat itu, dia kan pernah menjelajah ke tempat itu. " usul Doni.
" Oh, iya.. kenapa nggak kepikiran dari tadi. kalo gitu kita bareng aja ke tempat Ryan. " kata Nazwa yang di angguki oleh kedua temannya.
Mereka pun pergi bersama ke tempat kost Ryan, mahasiswa jurusan Teknik Sipil yang hobi sekali berpetualang ke alam bebas. Kebetulan Doni juga satu jurusan dengan Ryan.
" Hey, Don. tumben kemari.! " sambut Ryan saat mereka sampai di kos - kosan Ryan. Lelaki berambut agak gondrong itu terlihat sedang santai bermain gitar di teras depan kamarnya.
__ADS_1
Ryan , Doni, Nazwa dan beberapa temannya tergabung dalam rombongan mahasiswa yang sedang melakukan praktek KKN di daerah ini. Hanya saja mereka di pecah menjadi beberapa devisi. Nazwa, Doni, Isna dan Hafiz mendapat tugas di desa Kemang Balu, sedang Ryan dan beberapa temannya bertugas di desa Batu Batuah.
" iya, nih. ada yang mau gue omongin."
" soal apa. serius amat, cing! "
" gini, bro. lo tau nggak lokasi air terjun yang ada di hutan Alas Tirta? " Raut wajah Ryan berubah tegang saat Doni menyebut Hutan Alas Tirta.
" ngapain lo nanya soal hutan Alas Tirta.? lo mau ke sana? nggak, nggak.! gue saranin sebaiknya lo batalin niat lo, bro." kata Ryan yang wajahnya berubah tegang dan pucat.
" memang kenapa, bro. kita bertiga ini lagi KKN di desa Kemang Balu. Terus kami tertarik dengan cerita penduduk tentang desa ghaib dan Hutan Alas Tirta yang di dalamnya terdapat air terjun Alas Tirta. kami bermaksud ingin menguak keberadaan air terjun itu sekalian juga mencari tahu tentang keberadaan desa ghaib seperti yang sering di tuturkan oleh para penjelajah itu. " jawab Doni
" kalian semua cari mati. sebaiknya kalian pulang saja dan tak usah berpikir untuk ke sana. itu sama saja dengan mengantar nyawa kalian sendiri ke sana.! " kata Ryan menasehati Doni dan kawan-kawan.
Ryan berharap temannya itu mau mendengar nasehatnya. Dia tak ingin peristiwa yang terjadi pada dirinya terulang kembali. Peristiwa mengerikan saat dia dan dua orang temannya tersesat di hutan Alas Tirta saat pendakian di bukit Malaikat.
Peristiwa itu sangat membekas dalam ingatannya karena bukan saja hal hal aneh dan mengerikan yang dia temui di sana tapi juga dia kehilangan dua orang sahabatnya.
Sementara itu Doni dan teman-temannya yang gagal membujuk Ryan untuk membantu mereka ke hutan Alas Tirta memutuskan untuk kembali. Mereka akan memikirkan cara lain agar bisa pergi ke hutan Alas Tirta.
Sementara itu, hari sudah beranjak sore. Magrib, Najwa kembali ke tempat kosnya. Dia merasa sangat lelah karena seharian ini sibuk berkeliling ke desa Kemang Balu.
Sedang asyik bekerja, ekor mata Nazwa tak sengaja kembali melihat bayangan seseorang melintas lewat tirai jendela kamarnya.
Nazwa terkesiap, bukankah itu adalah bayangan yang sama yang kemarin di lihatnya melintasi jendela.
Yang terlintas dalam pikiran Nazwa adalah barangkali ada seseorang yang sedang mengintai dirinya, karena ini sudah yang kedua kalinya dia melihat bayangan itu melintasi jendela kamarnya.
tok! tok! tok! ketukan di pintu luar membuyarkan lamunan Nazwa. Buru - buru Nazwa melangkah ke ruang tamu untuk membukakan pintu. Namun kembali Nazwa di buat kebingungan.. Pasalnya tak ada siapapun yang datang. Dia tak mendapati seorang pun yang berdiri di depan pintu kos - kosannya.
" aneh, siapa tadi yang mengetuk pintu, iseng banget." Nazwa bergumam sendiri sambil menutup pintu.
Nazwa tak menyadari, bahwa sebenarnya di depannya berdiri sesosok makhluk yang mengerikan yang menatap Nazwa dengan tajam.
Nazwa kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia berniat meneruskan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda. Namun...
__ADS_1
" BRUGHH!!" suara benda terjatuh yang berasal dari ruang tamu. Nazwa bergegas kembali ke ruang tamu.
" ..... ???"
Sepi..... tak ada siapapun di ruang tamu.
" suara apa tadi. seperti ada yang jatuh. "
Nazwa bergidik memegang kedua bahunya. Tengkuknya terasa tebal. Ada hawa dingin yang menjalar di tengkuk belakang kepalanya, membuat bulu kuduknya merinding.
Tanpa Nazwa ketahui, ada sosok makhluk berdiri di belakangnya. Wajah makhluk itu mengerikan, dengan mulut lebar hampir mencapai rahang dengan taring panjang di kiri dan kanan.
Baru saja dia ingin melangkahkan kaki menuju kamarnya, tapi langkahnya menjadi urung. Melalui celah pintu kamarnya yang terbuka, dia melihat ada seseorang berdiri di kamarnya menghadap ke arah jendela.
Nazwa berjalan mengendap-endap mendekati kamarnya. Dia bermaksud ingin menangkap basah orang yang sudah memasuki kamarnya tanpa izin. Tapi....
" Loh, koq hilang! tadi jelas - jelas aku melihat ada orang yang berdiri di depan meja ini menghadap ke jendela, mengapa sekarang nggak ada,? apa dia bersembunyi di kolong ranjang..?" Nazwa bergegas melongok ke bawah tempat tidur, namun tak ada seorang pun di sana. Nazwa mulai panik dan ketakutan.
" Ah, kayaknya aku harus telpon Doni dan Isna Biar mereka temanin aku di sini. "
Namun baru saja Nazwa meraih handphone yang terletak di meja
belajarnya, sebuah bayangan bergerak melintas menuju keluar kamar.
Nazwa terpekik ketakutan. Tubuhnya gemetar merapat ke sudut dekat ranjang. Mulutnya komat kamit membaca doa. Ya Allah, hamba mohon perlindungan padamu, dari godaan syaitan. Nazwa terus saja berdoa sambil memejamkan mata. Lalu.....
tok! tok! tok! terdengar pintu di ketuk dari luar.
" Nazwa, Nazwa...! " Nazwa menarik nafas lega. Itu suara Doni. Dia bergegas keluar untuk membukakan pintu.
" lo kenapa? muka lo pucat banget, kayak habis liat hantu. " Doni bertanya keheranan melihat muka Nazwa yang pucat dan nafas yang naik turun.
" Untunglah kamu datang. Aku takut banget tadi. Ada seseorang di kamarku. "
Doni yang mendengar hal itu, bergegas masuk ke kamar Nazwa, dia memeriksa setiap sudut kamar Nazwa namun tak ada seorang pun di sana.
__ADS_1
" Nggak ada seorangpun di kamarmu, Nazwa! "
...???? ...