Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 188


__ADS_3

Untuk sejenak, perut Amris langsung membesar dan membuncit seperti perut ular yang habis menelan mangsanya. Amris tak bisa bergerak sedikitpun dengan perut yang sebesar itu hingga dia hanya diam saja hingga beberapa saat.


Seiring berjalannya waktu, tubuh Amris perlahan-lahan lenyap dan berubah bentuk menjadi dokter Itano.


Yah.....makhluk terkutuk itu kini sudah berhasil mendapatkan mangsanya dan berubah bentuk menjadi seperti mangsanya.


Dengan kesal Nadia menghempaskan bokongnya di sofa ruang tamu rumahnya. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Dia merasa sangat lelah dan letih sekali. Sejak sore tadi, dia dan putri Arryan berputar - putar mencari keberadaan Amris, namun sampai saat ini, mereka tak menemukan batang hidungnya Amris. Jejak Amris seolah hilang ditelan bumi.


Bahkan, dia dan putri Arryan berkeliling dengan di temani Afdal mendatangi setiap tempat - tempat praktek termasuk tempat terakhir yang mereka datangi adalah praktek dokter Itano. Dokter keluarga Amris yang rumahnya berada di tidak terlalu jauh dengan rumah Amris itu terakhir mereka datangi karena mereka tak mengetahui siapa dan di mana tempat praktek dokter tersebut. Karena rupanya dokter tersebut praktek di rumah kediamannya sendiri, bukan di klinik.


Namun menurut perawat yang bertugas di sana. Tadi memang ada pasien yang datang ke sana atas nama Amris. Namun, menurut keterangan dokter Itano, pasien atas nama Amris sudah pulang sejak tadi setelah di periksa dan ternyata tidak ditemukan penyakit yang serius. Kata dokter itano, Amris pulang setelah dia memberi resep obat anti kembung dan maag yang akan dia tebus di apotek.


Karena tak menemukan orang yang mereka cari, terpaksa mereka pun pulang dengan tangan hampa.


Sementara itu di waktu yang sama di tempat kos putri Arryan gadis itu sedang berbaring menatap langit-langit kamarnya. Gadis cantik putri Pangeran Hasyeem itu seperti sedang berpikir sesuatu.


Sebenarnya ada yang mengganjal di hati gadis itu. Putri Arryan merasa sedikit aneh dengan dokter Itano. Dokter blasteran Jepang Sunda itu agak terkesan menghindarinya. Dia seolah tak ingin bertatapan langsung dengannya. Namun, dia sempat memergoki dokter Itano selalu melirik ke arahnya. Sikapnya tersebut membuat Putri Arryan menjadi heran


" Apa yang kamu pikirkan? " sebuah suara mengusik kesendiriannya. "


" Andros.... ngapain kamu kemari? " Putri Arryan balik bertanya.


Pemuda tampan berambut hitam panjang itu muncul menampakan diri duduk bersila di atas kasur.

__ADS_1


" Ngapain bertanya lagi? Aku kemari sudah jelas melaksanakan tugas. Karena aku adalah pengawal kesayanganmu." katanya sambil tersenyum manis.


" Ahh.... sudah basi. Kenapa kamu tidak bersama putri Jasmine saja. Bukankah kemarin kalian pergi berburu bersama? Pasti seru dan menyenangkan berburu ditemani gadis cantik. "


Andros diam saja, tak membalas ucapan putri Arryan. Dia hanya memandang wajah cantik gadis itu yang masih saja menengadahkan wajahnya ke langit-langit kamar. Lalu.....


Cup...!! Sebuah kecupan mendarat di pipi kiri gadis itu. Putri Arryan menjadi gelagapan karena mendapat serangan tiba-tiba dari Andros. Sontak dia langsung berdiri dan melayang terbang menjauhi Andros.


" Berani sekali kau melakukan itu padaku....! " gusar Putri Arryan sambil menunjuk Andros dengan wajah sengit.


" Mangapa takut....? Aku sedang mencium kekasihku. Apa kamu keberatan? "


" Apa katamu? Kekasih..? Sejak kapan kamu dan aku menjadi sepasang kekasih? "


" Sejak kedatanganku ke kampusmu untuk menjemputmu, aku kan sudah bilang, jika aku kekasihmu. Apa kamu tak ingat, putri? "


Andros melayang mendekati putri Arryan yang masih terpaku di udara. " Aku cinta kamu, Putri Arryan. Maukah kamu menjadi kekasihku selamanya."


Putri Arryan menatap ke arah Andros.


" Aku tak bisa menjawabnya sekarang. Aku perlu waktu memikirkan semua ini. Aku mencintai orang lain. Namun, sepertinya kami tak bisa bersama. Dia tak bisa menerima jati diriku dan keluargaku.. " jawab Putri Arryan dengan sedih.


Andros memeluk dan membawa kepala gadis itu di dadanya. " Aku akan setia menanti jawaban darimu. Aku jatuh cinta padamu semenjak pertemuan pertama kita di hutan Wentira. Aku tak bisa lagi berpaling ke lain hati.... Namun aku mengerti, bagaimana perasaanmu saat ini. Aku mengerti dan tak akan memaksamu untuk memilih aku. Karena aku faham, siapa yang kamu cintai."

__ADS_1


Putri Arryan sangat sedih mendengar ucapan Andros. Dia sebenarnya mulai menyukai pemuda itu. Namun, dia juga belum mampu mengusir bayang-bayang Keanan dari hidupnya. Tanpa sadar, Putri Arryan membalas pelukan Andros dengan hangat dan erat.


Sementara itu, di tempat praktek dokter Itano, pria yang sebenarnya sudah bukan lagi dokter Itano karena sudah di rasuki oleh makhluk itu tampak sedang berdiri menghadap ke luar jendela. Pandangan matanya lurus memandang ke arah luar. Seperti ingin menerobos kegelapan malam dan menyibak misteri di dalamnya.


" Siapa gadis itu. Aku seperti mencium aroma bangsa jin dalam tubuh gadis itu. Tapi aku tak melihat aura jin di tubuhnya. Dia memiliki Aura yang indah. Seperti Aura bangsa manusia. Aku ingin sekali menikmati tubuhnya. Pasti sangat manis." tak terasa air liur dokter Itano menetes karena membayangkan kelezatan daging putri Arryan.


"Aku harus mendapatkan gadis itu. Dia pasti sangat manis dan lezat. Juga auranya akan membuat aku semakin bertambah kuat. " bisiknya. Kemudian dokter Itano melangkah keluar dari ruang praktek kerjanya dan kemudian dia sudah berada di jalan raya. Membelah kesunyian malam dengan mengendarai honda civic merah miliknya. Cukup lama dia menjalankan kendaraan tersebut hingga tiba di depan sebuah rumah kost yang berada tak jauh dari kampus Mahasiswa kedokteran A.


" Sepertinya gadis itu berada di sekitar tempat ini. Aku bisa mencium bau tubuhnya dari sini. " ucapnya dalam hati.


Cukup lama dokter Itano berdiam diri di tempat itu. Matanya tajam memperhatikan setiap gerak - gerik siapa saja yang lewat di tempat itu. Hingga tanpa sadar pria itu pun tertidur.


Dia terbangun ketika hangat sinar matahari menyapa wajahnya yang terlelap di atas kemudi. Dokter Itano tergagap ketika menyadari keberadaannya.


" Hmm, hari sudah siang. Apakah gadis itu sudah pergi. Tapi aku masih mencium aroma tubuhnya. "


Nasib baik bagi dokter Itano. Baru saja dia ingin turun untuk mengecek keberadaan Putri Arryan di salah satu rumah kontrakan tersebut, tiba-tiba saja matanya tertuju pada sesosok gadis dengan rambut pirang panjang tergerai sampai ke pinggang sedang berjalan dengan menundukkan kepala. Namun dia bisa mengenali jika gadis itulah yang sedang dia incar.


Namun, dokter Itano tidak ingin terburu-buru saat ini. Dia hanya mengamati Putri Arryan dari kejauhan. Dia sedang mengamati putri Arryan dan sedang mencari peluang untuk mendapatkan gadis itu.


" Sepertinya gadis itu ingin keluar rumah. Aku akan menguntit saja dari belakang. Siapa tahu aku mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi. "


Akhirnya, dengan sabar, dokter Itano menjalankan mobilnya dengan pelan dan mengikuti putri Arryan dari belakang hingga sampai ke kampus.

__ADS_1


" Putri Arryan.... Amris menghilang. " seru Nadia saat putri Arryan baru saja tiba di tempat tersebut


" Benarkah ...? katanya.


__ADS_2