Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 123 Gerbang Oreon


__ADS_3

Malam semakin larut. Di luar cuaca sedang hujan. Walaupun hujan tidak terlalu deras, namun mampu membuat udara menjadi sedingin es.


Tok! Tok! Tok! terdengar pintu depan diketuk oleh seseorang.


Mas Ardi mengeryitkan alis.Dia merasa heran. Siapa orang yang bertamu malam - malam begini ke rumahnya.


Mas Ardi berjalan ke depan untuk membuka pintu. Saat pintu ruang tamu terbuka, mata mas Ardi terbelalak kagett.


" SI... SIAPA KALIAN!! " bentaknya.


Wajah Mas Ardi pucat pasi seperti tak ada darahnya.Tubuh lelaki itu gemetar karena takut.


Di hadapannya kini berdiri beberapa orang tak dikenal dengan tubuh di tutup jubah hitam dari ujung kepala hingga kaki.


Wajah mereka tidak terlihat karena terlindung oleh tudung kepala, tetapi aura mereka tampak sangat mengerikan.


Rupanya yang datang adalah para penyihir kiriman Hades. Mereka datang dengan maksud untuk menculik dan membawa Asmi kepada Hades, sang Penguasa Gerbang Oreon.


Karena menurut mata - mata Hades. Titik kelemahan Alyan sang penghancur dan Sang ayah yaitu Pangeran Hasyeem adalah Ibunya yang sekaligus juga adalah Sang Ratu di istana itu.


Salah seorang dari mereka langsung menyerang Mas Ardi dengan pukulan keras yang mengenai dada lelaki itu hingga membuat lelaki paruh baya itu langsung jatuh tersungkur dan tak bergerak lagi.


Setelah berhasil melumpuhkan Mas Ardi, mereka semua langsung bergerak mencari sasaran. Mereka menggeledah seisi rumah mulai dari kamar tamu hingga kamar mandi.. Namun sasaran yang mereka cari tak ada di sana.


Kemudian mereka mengumpulkan semua anggota keluarga di ruang tamu termasuk juga pembantu yang tinggal di keluarga itu. Tangis kakak ipar Asmi pecah saat melihat suaminya sudah tak berkutik di depan pintu.


" Mas, mas Ardi.. bangun mas! " jeritnya.


Dia mengguncang - guncang tubuh suaminya yang pingsan tak sadarkan diri. Namun, suaminya itu masih belum sadar dari pingsannya.


" Katakan, dimana Ratu kalian! " bentak salah seorang dari mereka kepada Bahri sambil melayangkan sebuah pukulan ke perut pemuda itu. Bahri jatuh tersungkur sambil memegangi perutnya yang sakit.


Putra bungsu dari mas Ardi itu tak mengerti siapa yang mereka maksud sebagai ratu. Dia hanya menggeleng - gelengkan kepala tanda tak tahu. Kembali sebuah pukulan di layangkan ke tubuh pemuda itu hingga membuat dia tak bisa berkutik.


Mbak Nur menjerit histeris melihat anaknya di pukuli hingga tersungkur pingsan. Dia berteriak-teriak sekuat tenaga untuk meminta tolong.


Teriakannya mengundang perhatian warga sekitar yang terbangun karena mendengar adanya keributan di rumah Mas Ardi.


Mereka berbondong-bondong mendatangi rumah Mas Ardi untuk memberikan pertolongan.


Namun nyali mereka semua mendadak ciut saat melihat orang - orang yang menyerang rumah Mas Ardi. Akhirnya mereka hanya terdiam terpaku tanpa bisa berbuat lebih banyak lagi.


" Cari mereka sampai dapat! " kata salah seorang pria yang bertubuh agak bungkuk dengan wajah yang tertutup jubah. Suaranya serak dan dalam. Tampaknya dia adalah pemimpin dari rombongan itu. Wajahnya tak terlihat dengan jelas. Hanya hidungnya saja yang panjang dan bengkok terlihat jelas.


Semua berpencar mencari Asmi yang menurut informasi dari mata - mata yang mereka kirim berada di rumah itu. Mereka mengetahui Asmi sedang tidak berada bersama sang Pangeran, karena Pangeran sedang berada di Bukit Malaikat.


Brukk!!! Salah seorang dari penyihir itu tumbang dengan dada ditembus pedang. Semua mata terbelalak memandang ngeri saat seorang gadis cantik dengan anggun mencabut pedangnya dari tubuh penyihir itu.


" Kalian datang ke tempat yang salah! " kata gadis itu dengan senyum yang sinis.


" Putri Arryan!! Cepat Tangkap dia! " kata pemimpin mereka. Semua penyihir itu bergerak mengepung Putri Arryan.


Terjadi perkelahian seru antara Putri Arryan dengan para penyihir - penyihir kiriman Hades yang sedang mengeroyoknya.


Warga sekitar yang menyaksikan perkelahian itu buru - buru menyingkir agar tidak terkena pukulan. Mereka juga mengamankan Mas Ardi dan Bahri yang masih tergeletak tak sadarkan diri beserta kakak ipar Asmi, yaitu mbak Nur.


Walaupun seorang wanita, tetapi Putri Arryan bukanlah lawan yang bisa di anggap enteng. Putri cantik dari Pangeran Hasyeem itu menguasai dengan baik jurus - jurus pedang Halilintar yang diajarkan oleh sang Ayah.


Berulang kali mereka hampir kewalahan menghadapi gadis dengan kemampuan ilmu silat yang tinggi itu. Sampai suatu ketika..


" Berhenti! atau aku bunuh Ibumu sekarang juga Putri Arryan! " seru seorang penyihir lainnya. Rupanya dia berhasil menemukan Asmi di tempat persembunyiannya. Arryan terpaksa menghentikan perlawanannya pada para penyihir itu.


Penyihir itu menampar Asmi yang mencoba melepaskan diri dengan meronta dan menggigit tangannya.


" Bunda Ratu! " seru Arryan. Dia hampir menangis ketika melihat sudut bibir ibunya mengeluarkan darah.


" Lepaskan Ibuku! " bentaknya marah. Kembali dia menghunuskan pedangnya. Namun, gerakannya terhenti saat penyihir itu menempelkan sebilah belati di leher sang ibunda.


Para Penyihir itu tertawa terbahak - bahak. Mereka mengikat kedua tangan gadis itu.

__ADS_1


Salah seorang penyihir menarik Asmi dengan kasar dan mendorong tubuh ratu cantik istana bukit Malaikat itu ke hadapan sang pemimpin.


" Hah.. Ratu Asmi. Rupanya mata - mata kami memang benar. Kamu berada di sini."


" Apa mau kalian!" bentak sang ratu dengan marah.


" Yang mulia Ratu harus ikut bersama kami. Pimpinan kami Yang Mulia Hades ingin bertemu denganmu! " serunya.


" Cuih, Aku tak sudi menemui mayat hidup itu. Lepaskan aku dan putriku!" bentaknya lagi.


" Sayang sekali. Anda tidak punya pilihan lain. Kami akan membawa anda dan putri anda secara paksa! " kata pemimpin mereka. Tangannya bergerak cepat mengikat tangan Asmi agar ibunda dari Pangeran Alyan itu tidak bisa melepaskan diri.


" Bawa kedua wanita ini ke hadapan Hades! " titahnya.


Segera para penyihir itu menyatukan ikatan tubuh Asmi dan putri Arryan dan kemudian membawa kedua wanita itu pergi.


Sepeninggalnya rombongan penyihir yang menculik Asmi dan Putri Arryan, warga kembali mendatangi rumah kakak Asmi itu dan segera memberikan pertolongan kepada Mas Ardi dan Bahri. Keduanya segera di larikan ke rumah sakit.


Beruntung, nyawa keduanya masih bisa diselamatkan. Keduanya hanya mengalami luka dalam di tubuh mereka. Terutama Bahri, pemuda itu harus mengalami operasi karena luka dalam di bagian perut.


Seorang mata - mata datang melapor pada Pangeran Hasyeem.


" Lapor, tuanku. Seorang tilik sandi mengatakan bahwa Ratu Asmi dan Putri Arryan diculik dan dibawa ke markas Hades di gerbang Oreon." kata Pengawal itu.


Wajah sang pangeran tampak tegang. Kedua tangannya terkepal menahan emosi dan amarah.


" Cepat siapkan pasukan kita. Kita akan ke markas Hades. Lakukan dengan diam - diam dan rapi! " titahnya.


" Hmm, Mereka sudah memakan umpannya. Sekarang tinggal menunggu sang pawang. " guman Pangeran Hasyeem.


Sementara itu, Alyan mendapat berita jika Hades dan para pengikutnya sudah mulai bersiap-siap untuk mengadakan penyerbuan ke markas Ammar.


Dia dan Ammar segera menyusun siasat untuk menyerbu markas Hades. Gerbang Oreon harus di kuasai terlebih dahulu.


Besok di ramalkan akan terjadi gerhana matahari cincin. Menurut legenda, pada saat terjadi gerhana matahari cincin gerbang surga dan gerbang neraka akan terbuka.


" Apakah malam ini kita akan bergerak, tuan? " tanya salah seorang pengawal Ammar.


" Bersiaplah, kita masih menunggu informasi dari Alyan!" kata Ammar.


Luna mendatangi Alyan yang terlihat sibuk mengatur para pengawal istana yang baru saja tiba dari Gunung Kahyangan.


" Pangeran Alyan! " panggilnya.


" Luna, ..ada apa kamu kemari? " tanya Alyan. Dia berjalan mendekati gadis itu.


Luna menunduk saat tak sengaja matanya bertatapan dengan mata Alyan.


Entahlah..mengapa akhir - akhir dia selalu risih saat bertatapan dengan pemuda tampan yang merupakan junjungannya sekaligus juga teman masa kecilnya.


" Aku mau memberi kabar dari ayahandamu. Katanya mereka menculik dan membawa bunda ratu dan Putri Arryan ke markas Hades. "


Alyan tersenyum menyeringai. Dia tahu maksud ayahnya menyampaikan pesan itu. Artinya saatnya dia bergerak sekarang.


" Katakan pada ayahmu bahwa sekarang saatnya kita bergerak.!" kata Alyan. Dia menatap Luna penuh arti. Gadis itu segera membuang pandangannya ke arah lain. Dia tak kuat menahan debaran di dadanya setiap kali berdekatan dengan Alyan.


Alyan menarik wajah Luna hingga kini mereka bertatapan. Dia tahu, ada getaran yang sama di hati gadis itu sama seperti yang dia rasakan.


" Jangan pernah membuang tatapan itu dariku atau pun mencoba memberikannya pada orang lain. Karena aku akan menghukummu, nona Bulan Darah! " bisiknya tepat di telinga Luna.


" Pangeran..??!"


" Yah.... aku tahu isi hatimu. Jadi jangan coba - coba menutupinya lagi. Mengerti! " Luna mengangguk tanda mengerti akan maksud perkataan Alyan.


Alyan kemudian mencium sekilas bibir tipis Luna. Tubuh Luna bergetar hebat saat merasakan sentuhan bibir Alyan di bibirnya. Walaupun sekilas saja, tapi membuat jantung gadis itu terasa mau pecah karena sensasinya.


Luna tersadar dari keterpakuannya. Gadis itu tersipu malu menatap Alyan. Tanpa bicara lagi, dia berlalu dari hadapan Alyan. Alyan senyum - senyum sendiri menyaksikan tingkah lucu Aluna yang menurutnya sangat menggemaskan.


Gadis itu segera menemui ayahnya untuk menyampaikan pesan Alyan.

__ADS_1


" Ayah, Alyan berpesan bahwa sekarang saatnya kita bergerak! " kata Luna.


" Jika demikian, berarti sekarang saatnya kita bersiap - siap. " kata Ammar.


" Baik, ayah. Aku akan segera bersiap - siap dan menyusul ayah! " kata Luna. Gadis itu melesat cepat mengambil senjata yang sudah dia siapkan sebelumnya dan segera bergabung bersama sang ayah.


" Pengawal, Sekarang juga kita akan bergerak ke markas Hades. Bergerak dengan diam - diam dan jangan menimbulkan kecurigaan. Lakukan seperti yang sudah ku perintahkan pada kalian. Aku dan Luna akan bergerak dari sebelah kiri gerbang Oreon.


Para pengawal dan prajurit kepercayaan Ammar bergerak cepat melesat ke arah gerbang Timur Oreon. Mereka kemudian bergabung dengan pasukan raja Anggada yang sudah tiba lebih dahulu di tempat itu dan melakukan pengintaian.


Sementara itu, Hades duduk dengan congkak di atas singgasana kebesarannya. Seperti biasa, wajah penguasa Gerbang Oreon itu terlihat dingin dan menyeramkan.


Salah seorang pengawal datang melaporkan bahwa mereka berhasil membawa ratu Asmi dan Putri Arryan ke gerbang Oreon.


" Bawa mereka ke hadapanku!" titahnya.


.


Pengawal itu segera membungkuk sambil berlalu dari hadapan Hades.


Tak lama kemudian, beberapa pengawal menyeret paksa dua orang wanita cantik ke hadapan Hades.


" Hahaha, selamat datang ratu Asmi dan putri Arryan yang cantik jelita. Keberuntungan sepertinya berpihak padaku karena bisa bertemu dan berbicara langsung pada seorang Ratu dari Kerajaan Bukit Malaikat yang menjadi legenda. "


" Hmm, rupanya kamu yang bernama Hades. Tunggulah, sebentar lagi putraku Alyan akan mengirim kembali kau dan para pengikutmu yang busuk itu kembali ke gerbang neraka dan selamanya kamu dan para pengikutmu akan abadi di sana!" kata Asmi dengan berani.


" Sayang sekali, Ratu Asmi. Putramu itu tidak akan bisa untuk membunuhku. Aku akan pastikan kamu akan melihat pertunjukan kami secara langsung! "


Setelah berkata demikian, Hades memerintahkan kepada para pengikutnya untuk mengikat Asmi dan putri Arryan di sebuah tiang besar yang di kelilingi oleh bara api di bawahnya. Keduanya seperti berada di atas tungku raksasa yang sangat besar.


Itulah gerbang Oreon. Gerbang raksasa yang merupakan pintu masuk ke neraka itu kini sedikit demi sedikit sudah mulai terbuka.


Hawa panas mulai terasa menjalari kulit tubuh keduanya yang kini sudah terikat tak berdaya di atas tiang.


Seorang pengawal berbisik kepada Hades bahwa ada beberapa orang yang bergerak mencurigakan di sekitar tempat ini.


Hades tersenyum menyeringai. Wajahnya yang mengerikan semakin terlihat mengerikan.


" Bagus... rupanya mereka datang mendahului kita. Jadi kita tak perlu repot repot untuk menyerang mereka." katanya.


" Terus, rencana kita untuk penyerbuan kita ke markas mereka bagaimana, tuanku? " tanya para pengikutnya.


" Kita ubah rencananya. kita akan buat reuni keluarga untuk Pangeran Hasyeem dan Putranya di tempat ini. Malam ini, kita akan menjamu tamu kita! " katanya lagi.


Dia memerintahkan kepada pengawal untuk membiarkan saja para penyusup itu memasuki istananya.


Pangeran Hasyeem tiba di istana Hades bersama Azzura. Dia berjalan memasuki istana Hades setelah melumpuhkan beberapa pengawal istana yang mencoba menahannya.


" Hades...!! Aku sudah datang ke istanamu. Lepaskan istri dan anakku!" kata Pangeran Hasyeem dengan lantang.


Alyan yang mengawasi dari gerbang Timur jadi merasa was - was dengan keadaan Ayah dan adiknya.


" Perasaanku tidak enak. Firasatku mengatakan bahwa Hades sedang merencanakan sebuah siasat yang licik. Tampaknya, aku harus mengubah siasat untuk menghadapi makhluk setengah iblis itu."


Alyan lalu pergi diam- diam dari tempat itu. Dia mencari tempat yang agak jauh dan tersembunyi dari istana Hades. Dan mulai melakukan sesuatu.


Sementara itu Hades yang melihat kedatangan Pangeran Hasyeem segera berdiri dan menyambut kedatangan Penguasa Bukit Malaikat itu dengan senyum angkuhnya.


" Akhirnya.. Anda datang juga Pangeran Hasyeem! Selamat datang di istanaku. Maaf aku tidak menyambut kedatanganmu dengan layak."


" Cuih.. jika tidak karena istri dan anakku, aku tak akan sudi datang kemari! " bentaknya.


" Hahaha, kalau begitu, maka izinkan aku memberikan suguhan selamat datang padamu! " katanya sambil memberi isyarat kepada pengawalnya untuk memperlihatkan kepada Pangeran Hasyeem tentang keadaan Asmi dan putri Arryan.


" Asmi...! Arryan..! " seru Sang Pangeran saat melihat ke atas.


Di atas sana, terlihat tubuh istri dan putrinya sedang terikat di sebuah tiang besar.


Aluna terkesiap melihat pemandangan itu. " Bunda Ratu, Putri Arryan!!" serunya tertahan.

__ADS_1


__ADS_2