Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 88 Pernikahan Dua Dunia


__ADS_3

Sepeninggal Ammar, Delia mandi dan membersihkan diri. Badannya terasa segar. Dengan hanya memakai short dan tank top Delia merebahkan tubuhnya di kasur. Suasana di penginapan ini sangat sepi. Maklum saja penginapan terletak di pinggiran kota. Namun, nilai plusnya pemandangan di penginapan ini sangat indah.


Penginapan ini menghadap ke arah danau dengan panorama hijau yang begitu memanjakan mata, sehingga yang menatap betah jika berlama-lama berada di sana.


Delia merasa tubuhnya sedikit rileks. Lantas dia pun menghilangkan kejenuhan dengan membuka media sosial di handphonenya. Iseng dia membuka laman beranda Facebook milik suaminya. Ingin tahu apa yang sudah dia lewatkan.


"Sialan Yovan.... Dia mengupload berita duka cita tentang kematianku !" umpat Asmi saat membaca status suaminya itu di Facebook kemarin.


Berbagai komen membanjiri statusnya. Sebagian besar dari teman - teman media sosial Yovan. Mereka kebanyakan dari kaum hawa yang kurang kerjaan menurut Delia. Ada yang menyampaikan ucapan bela sungkawa hingga yang terang - terangan menggoda 'sang duda'.


Delia mendengus kesal saat membaca beberapa komen yang isinya menawarkan diri secara terang-terangan untuk menggantikan posisi Delia. Ingin rasanya Delia tertawa terbahak-bahak membaca komen dari seorang wanita.


' Mas Yovan yg ganteng, nggk usah sedih. Hilang satu banyak loh..gantinya. Saya siap loh jadi gantinya mbak Delia. Percaya deh saya lebih hot lo '


Dasar perempuan gatel, makinya dalam hati. Nggak sadar diri! Delia bergidik ngeri dengan ulah wanita jaman sekarang. Putus sudah urat malunya. Mereka terang-terangan menawarkan diri pada lelaki.


Asyik bermain di medsos membuat Delia menjadi lelah. Tanpa disadarinya dia pun tertidur dengan handphone yang masih berada dalam genggaman.


Sementara itu, di sebuah kamar yang sempit di ruangan lain di dalam penginapan itu, sepasang mata menatap tak berkedip tubuh sintal Delia melalui kamera pengintai tersembunyi yang di pasang tepat mengarah ke tempat tidur.


Delia yang tidur dengan posisi seenaknya tak sadar jika sepasang mata dari pria pemilik penginapan tersebut menatapnya penuh nafsu birahi. Jakun lelaki itu naik turun menahan gejolak gairahnya. Sedangkan sesuatu di balik celana panjangnya dari tadi sudah berdiri tegak dan keras.


Tanpa sadar tangan laki-laki itu mempermainkan sesuatu di balik celananya. Dia melakukannya sambil matanya tanpa berkedip memandang ke arah tubuh Delia yang tergolek menantang. Sampai akhirnya dia memekik tertahan karena rasa nikmat di selangkangannya saat memuntahkan cairan putih bening dan hangat.


" Ahhh ***** , kenapa rasanya nikmat sekali walau hanya dengan membayangkannya saja. Aku jadi ingin sekali merasakan bagaimana nikmatnya tubuh wanita asia itu!" bisiknya penuh gairah. Dia mengulangi lagi hal yang sama terus dan terus sampai tubuhnya luruh dan lemas. Dia menyeringai puas dengan mata terpejam.


Lelaki itu tidak menyadarinya bahwa ada sepasang mata abu-abu dengan bintik kuning sedang mengawasi semua gerak geriknya dengan wajah penuh amarah. Dia menggeram sambil mengepalkan tangan menahan dirinya agar tidak menerkam dan memangsa tubuh lelaki itu.


" Beraninya dia membayangkan bercinta dengan ratuku. Awas saja, akan ku ***** tubuhmu nanti hingga tak bersisa walau hanya sepotong. " ancamnya marah.


Tangannya lalu menampar wajah lelaki itu dengan keras karena kesal.


Lelaki mesum itu memegang pipinya yang terasa panas sambil menoleh ke kanan dan kiri. Tak ada seseorang pun di sana, tapi sumpah demi apapun dia merasa bahwa seseorang telah menampar dirinya dengan sangat keras.


...-----...


Sementara itu di Indonesia, Suasana suka cita dan kegembiraan sedang berlangsung di rumah kediaman Asmi. Hari ini semua keluarga sedang berkumpul bersama, kecuali Delia.


Rumah milik orang tua Asmi yang sebelumnya hanyalah sebuah rumah tua yang hampir tidak layak huni saat ini sudah selesai di renovasi. Sekarang rumah itu sudah terlihat indah dengan bangunan permanen berlantaikan marmer.


Atas permintaan Asmi, Mas Ardi yang akan menempati rumah itu untuk sementara waktu. Karena untuk sementara waktu setelah menikah, Asmi akan ikut dengan sang suami.


Hari yang dinantikan Asmi tibalah jua. Hari ini dia akan menikah dengan pangeran Hasyeem. Pernikahan Asmi sengaja dilaksanakan pada malam hari di rumah kediaman Asmi dan diselenggarakan secara sederhana saja.


Terlihat kesibukan ibu - ibu warga desa yang membantu pada acara pesta pernikahan Asmi. Mereka turut merasa senang karena Asmi sudah mendapatkan jodoh lagi. Asmi pun tidak tinggal diam. Dia juga turun tangan membantu sebisanya.

__ADS_1


" Wah, calon pengantin, tambah cantik aja, nih! Gimana? deg - degan, nggak?" goda Jumirah pada Asmi yang sedang menyiapkan peralatan makan untuk para tamu.


" Ah, biasa aja, jum. Ini juga pernikahan aku yang kedua, jadi sudah pernah ngalamin. do'ain ya, semoga ini akan menjadi pernikahan aku yang terakhir." kata Asmi .


" Yoi, aku selalu berdoa yang terbaik untuk kamu. Karena kamu kan sahabat aku." katanya dengan senyuman penuh arti.


Jumirah merasa senang, mengetahui sahabatnya itu kini hidup bahagia. Dia juga turut merasa bahagia. Dia tahu dengan jelas. Seperti apa Asmi, sehingga apa pun yang dikatakan oleh orang lain tentang Asmi, dia tak pernah mempercayainya.


Mas Ardi tampak sibuk mengatur tempat duduk para tamu. Sementara Mirna dan Mbak Nur sibuk mengurus persiapan katering. Mereka sengaja memesan katering karena tak ingin terlalu repot dan juga untuk menghemat waktu dan tenaga.


Mas Ardi tampak tersenyum puas menyaksikan hasil kerja dari WO yang sengaja di sewa oleh keluarga pangeran Hasyeem. Dekorasi pelaminan Asmi tampak mewah, walaupun acara ini di gelar dengan sederhana.


Tibalah waktu yang ditunggu - tunggu. Asmi yang sudah di dandani malam ini tampil cantik dengan memakai kebaya warna putih tulang dengan sulaman emas. Hiasan sanggul dengan tiara di kepala membuat dia tampil semakin cantik. Mbak Nur sampai tak berkedip memandang Asmi yang malam ini terlihat sangat cantik.


" Aduh, dek. Calon suami kamu pasti akan terpesona saat melihatmu !" puji mbak Nur.


" Ah, mbak Nur. Biasa aja, kali. Asmi kan jadi malu!" kata Asmi tersipu malu.


" Benaran, dek. Kamu cantik banget malam ini. Pasti dia tak sabar ingin cepat - cepat malam pertama sama kamu." goda mbak Nur lagi.


Malam ini semua keluarga Asmi sudah berkumpul semua. Kecuali Delia. Mas Ardi tadi sudah menghubungi Delia, tapi tampaknya handphone Delia sedang aktif.


Tak lama kemudian, Rombongan keluarga Pangeran Hasyeem sudah tiba di rumah Asmi.


" Waalaikum salam! " jawab semua tamu yang sudah hadir di ruangan itu serempak.


Mata mereka tak berkedip memandang seorang pemuda dengan pakaian kebesaran seorang raja masuk dengan di iringi seorang laki-laki berumur yang masih tampak gagah dan berwibawa. Aura agungnya terpancar jelas.


Di belakangnya, dua orang wanita cantik berjalan beriringan dengan anggun . Yang satu adalah wanita berpakaian hijau lumut muda yang berbusana ala wanita timur tengah dan memakai cadar berwarna senada dengan gaunnya. Wanita cantik itu adalah Ratu Kalina. Dan yang seorang lagi berpakaian juga ala timur tengah namun serba putih. Dia pun juga memakai cadar. Dialah Putri Bilqis, adik satu - satunya dari Pangeran Hasyeem.


Namun walaupun bercadar, semua orang juga dapat menilai, betapa cantik kedua wanita itu.


Selanjutnya adalah rombongan sanak keluarga Pangeran Hasyeem. Raja Allarick datang bersama istrinya, tampak juga Raja Attar. Paman Pangeran Hasyeem itu datang bersama sang istri dan juga anaknya yang cantik. Siapa lagi kalau bukan putri Azylla yang malam ini terlihat cantik.


Pun tak ketinggalan Raja Anggada yang malam itu juga hadir bersama istrinya yang cantik, bersama Ki Anom. Lelaki paruh baya yang berkharisma itu tampak berdiri di belakang Pangeran Hasyeem.


Setelah semua tamu di persilahkan duduk. Asmi yang masih berada di dalam kamar segera di bawa ke hadapan penghulu.


Pangeran Hasyeem tak hentinya curi - curi memandang wajah cantik sang kekasih yang semakin cantik saja. Apa karena bias dari mengandung anak mereka, pikir sang pangeran.


Wajah Asmi yang duduk bersanding di sebelah Pangeran Hasyeem mendadak pucat. Pasalnya, di antara tamu undangan yang hadir tampak Paduka Raja Haizzar yang duduk di sebelah Ratu Kalina.


Pangeran Hasyeem yang menyadari ketakutan dari calon istrinya, menggenggam tangan Asmi dengan erat dan membisikan sesuatu di telinga calon istrinya itu. Sehingga kemudian, wajah cantik calon istrinya itu kembali tenang.


" Bagaimana, apakah acara sudah bisa di mulai? " tanya penghulu kepada kedua mempelai dan keluarganya.

__ADS_1


" Ya, pak. Silahkan dimulai. Kami semua sudah siap. Demikian juga dengan kedua mempelai." kata Mas Ardi. Ruangan itu mendadak menjadi hening karena semua menanti acara ijab qabul yang akan segera dimulai.


" Baiklah kalo begitu, acara bisa kita... "


" Tunggu, aku mau bicara..! " sebuah suara dingin dan berwibawa terdengar di dalam ruangan yang tadinya hening.


Mendadak semua mata memandang ke arah seorang lelaki berumur yang kini sudah sudah p berdiri melangkah ke arah kedua mempelai.


Asmi gemetar ketakutan ketika lelaki itu semakin dekat ke arah mereka. Pangeran Hasyeem menggengam erat jemari Asmi yang kini sudah dingin dan bergetar.


" Hasyeem, aku takut! " bisiknya.


" Jangan takut, sayang. Aku akan melindungi dan menjagamu.! " bisiknya menenangkan hati calon istrinya.


" Aku akan duduk di sini untuk menyaksikan putraku menikah. Sekarang silahkan di lanjut pak penghulu! " kata Paduka Raja Haizzar.


Asmi dan Pangeran Hasyeem terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Paduka Raja Haizzar. Asmi malah menangis sesudahnya, karena tak menyangka bahwa akhirnya ayah dari kekasihnya itu akan memberikan restu.


"Sayang, sudahlah. Jangan menangis lagi. Penghulu akan membacakan ijab qabul! " bisik Pangeran Hasyeem.


" Hasyeem bin Haizzar, aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan seorang wanita bernama Asmi bin Suherman dengan mas kawin seperangkat perhiasan yang dibayar tunai!"


" Saya terima nikah dan kawinnya Asmi bin Suherman dengan mas kawin seperti yang disebut ,tunai! " jawab Pangeran tampan itu dengan mantap.


" Bagaimana? sah?" tanya pak penghulu pada para saksi.


" Sah!" jawab mereka bersamaan.


" Alhamdulillah! sekarang marilah kita membaca doa ijab Qabul untuk kedua mempelai agar kelak mereka menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah dan warohmah! "


Semua tamu yang hadir menundukkan kepala dan mengikuti penghulu yang membacakan doa untuk kedua mempelai.


Maka selesailah sudah acara ijab qabul tersebut. Kini Asmi dan Pangeran Hasyeem sudah resmi sebagai suami istri.


Setelah acara ijab qabul selesai, semua yang hadir di acara tersebut menarik nafas lega. Ada kegembiraan yang terpancar di wajah kedua belah pihak. Juga di wajah kedua mempelai.


Para tamu undangan dan rombongan keluarga Pangeran Hasyeem tampak bergembira berkumpul bersama. Semua berbaur menjadi satu dalam kemeriahan acara pernikahan antara Asmi dan Pangeran Hasyeem hingga acara berakhir.


Tak ada yang menyadari jika mempelai pria dan keluarganya berasal dari bangsa jin. Pernikahan dua insan yang berbeda dunia itu pun terjadilah sudah.


Asmi janda cantik yang di campakkan oleh suaminya karena di anggap sebagai wanita mandul akhirnya dinikahi oleh kekasihnya, seorang lelaki dari bangsa jin yang begitu tergila-gila dan mencintainya.


Memang cinta tak pernah memandang apa pun juga. Cinta Pangeran Hasyeem yang begitu besar membawa Asmi pada kisah cinta yang indah walaupun berbeda dunia.


Asmi tersenyum bahagia saat menyadari kini dia telah menjadi istri dari Pangeran Hasyeem dan calon ibu dari anaknya. Tercapai sudah impiannya untuk menjadi seorang istri dari seorang pangeran Hasyeem yang tampan.

__ADS_1


__ADS_2