Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 33 Dia Ratuku....


__ADS_3

" Saatnya kita melakukan penyelamatan, Tuanku."


Hasyeem menganggukkan kepala.


" Bantu aku meletakkan tubuh kekasih anda dengan kepala menghadap ke arah kiblat, Tuanku. "


Tubuh Asmi di letakkan lurus menghadap kiblat dan di tutupi dengan selembar kain kafan.


Lalu Ki Anom menyalakan pedupaan. Bunga tujuh rupa sudah di rendam ke dalam bejana. Dan yang terakhir adalah tujuh lembar daun bidara dan daun sirih yang setulang di letakkan di sebuah bejana yang juga terisi air.


Keris Pancasona milik Ki Anom sudah keluar dari sarungnya. Demikian juga pedang emas berhulu naga milik pangeran Hasyeem.


Kedua pusaka itu kini sudah berada di dalam bejana yang berisi bunga tujuh rupa. Ketika kedua benda pusaka di masukkan ke dalam bejana, seketika air dalam bejana berubah menjadi warna kemerahan seperti warna darah.


Hasyeem dan Ki Anom mulai menyatukan tenaga dalam dan juga kekuatan mereka untuk mengeluarkan teluh yang menguasai tubuh Asmi.


Namun saat keduanya sedang berusaha untuk menyatukan kekuatan, tubuh Asmi mendadak kejang-kejang. Kemudian tubuh Asmi terangkat naik ke atas dan berputar-putar, lalu terhempas kembali ke bawah.


" apa yang terjadi, Ki Anom? "


" Mereka mengambil jiwa Asmi, Tuanku. " jawab Ki Anom.


" Bedebah, berani sekali mereka melakukan itu pada wanitaku. Tunggu setelah ini akan kuberi mereka pelajaran.! "


" Rupanya si pemilik teluh telah bersekutu dengan siluman ular putih dan menumbalkan jiwa Asmi untuk menambah kesaktiannya. " terang Ki Anom pada pangeran Hasyeem.


Ki Anom kembali menggunakan ajian mata malaikat untuk melihat kemana mereka membawa jiwa Asmi. Setelah itu, Ki Anom memperlihatkan semua kepada pangeran Hasyeem.


" Jika seperti itu keadaannya, maka aku sendiri yang akan datang menemui siluman ular putih itu, Ki! "


" hamba rasa demikian, Tuanku. Namun izinkan saya untuk ikut mendampingi Tuanku kali ini karena saya rasa pekerjaan ini amat berbahaya. " pinta Ki Anom pada pangeran Hasyeem.


" Jangan, Ki. aku memerlukan kamu untuk menjaga tubuh Asmi. Dia tidak boleh di biarkan sendiri, karena pemilik teluh bisa saja mengirim teluhnya untuk kembali menyiksa Asmi. " Ki Anom mangut - mangut faham akan maksud perkataan pangeran Hasyeem.


" Baiklah, tapi hamba mohon berhati-hatilah, Tuanku. "


Selesai berkata demikian, tubuh pangeran Hasyeem lenyap bersama pedang emas berhulu naga miliknya.


Pangeran tampan itu pergi mendatangi kediaman siluman ular yang terletak di bukit Lipan. Yang dalam pandangan mata batin Ki Anom siluman ular putih inilah yang menjadi sesembahan dari wanita pemilik ilmu teluh yang di kirimkan pada Asmi.

__ADS_1


Dalam sekejab, Pangeran sakti berparas tampan itu sudah berada di bukit Lipan yang merupakan kediaman Siluman ular putih.


Pangeran Hasyeem berjalan memasuki hutan kecil di bukit Lipan. Sekilas mata awam akan melihat daerah itu hanyalah semak belukar yang di tumbuhi tanaman perdu dan satu dua pohon besar yang jaraknya berjauhan.


Namun jika di lihat dengan mata bathin, maka akan tampaklah sebuah taman yang amat luas dan indah. Terletak agak jauh dari taman itu, sebuah istana yang bentuknya menyerupai sebuah kubah besar terbuat dari batu pualam putih. Itulah kediaman siluman ular putih.


Saat akan menapakkan kakinya memasuki istana, pangeran muda yang memiliki kesaktian pilih tanding itu sudah di kepung oleh puluhan pengawal siluman ular putih yang berjaga-jaga di gerbang masuk istana.


Pertarungan hebat pun tak terelakkan. Pangeran Hasyeem yang sudah terbakar amarah, membantai siapa saja yang menghalangi jalannya untuk masuk dan bertemu dengan Siluman ular putih.


Hanya dalam beberapa gebrakan saja, seluruh pengawal siluman ular putih semuanya di buat tak berdaya. Setelah berhasil di lumpuhkan, mereka kembali menjelma menjadi ular dan pergi dari hadapan pangeran Hasyeem.


Kini tinggal pangeran Hasyeem seorang. Dia lalu berjalan memasuki istana siluman ular putih yang tampak sedang duduk di atas singgasana kebesarannya.


Siluman yang memiliki tubuh separuh manusia separuh ular berwajah cantik itu menatap sejenak ke arah pangeran Hasyeem.


" hm, selamat datang di istanaku yang sederhana ini, Hai putra Haizzar.! Maafkan aku jika penyambutanku kurang menyenangkan !" seru Siluman ular putih pada pangeran Hasyeem.


" cih, aku tak perlu basa - basimu ular busuk.! " jawab pangeran Hasyeem.


Siluman ular putih itu tertawa renyah. Tubuh ularnya melata mendekat ke arah pangeran Hasyeem. Lalu melilit tubuh pangeran tampan itu dengan maksud untuk menggoda pangeran Jin yang tampan itu.


Dia menjulurkan lidahnya yang panjang dan bercabang ke leher dan wajah pangeran Hasyeem. Namun pangeran itu tak bergeming.


" Ada maksud apa gerangan hingga putra Haizzar yang tampan ini sampai ke mari" tanya Siluman ular putih kemudian.


" Aku datang ke sini dengan maksud untuk mengambil kembali milikku.! " jawab pangeran Hasyeem.


Kening siluman ular putih berkerut.


" Apa maksudnya pangeran? "


" wanita yang kemarin di serahkan oleh murid sialanmu sebagai tumbal ilmu teluhnya, adalah milikku.! Dia adalah kekasih dan calon ratuku" jawab pangeran Hasyeem.


" hm, menarik.! tapi dia sekarang sudah menjadi budakku. Jika aku serahkan padamu, apa keuntunganku? " tanya Siluman ular pada pangeran Hasyeem.


" Aku tidak sedang bernegosiasi untung rugi denganmu. Aku hanya ingin kekasihku kembali.! " bentak pangeran Hasyeem.


" Oh, sabar!! tidak perlu marah, pangeran. Aku hanya bercanda. " kata siluman ular putih tersenyum menggoda.

__ADS_1


" Kalau begitu, aku tidak sedang bercanda sekarang, karena nyawa kekasihku dalam bahaya. Aku tidak mau buang waktu bermain - main denganmu.! " bentak pangeran Hasyeem lagi.


Siluman ular putih tertawa. Suara tawanya melengking memekakkan telinga. Rupanya diam-diam dia mengeluarkan ajian Laksa Ndaru. Hingga bagi orang awam yang tidak memiliki tenaga dalam yang tinggi, maka akan pecahlah gendang telinga nya .


Namun pangeran Hasyeem bukanlah lawan yang remeh. Dengan kesaktiannya, pangeran Hasyeem mengeluarkan ajian Pati Geni miliknya untuk meredam bunyi lengkingan yang mengandung tenaga dalam yang dahsyat itu hingga ajian Laksa Ndaru milik siluman ular putih menjadi memantul dan berbalik menyerang siluman ular putih.


Telinga siluman ular putih sudah mengeluarkan darah segar, pertanda pecahnya gendang telinga dan mengoyak syaraf - syaraf pendengarannya. Sekarang dia menjadi tuli karena indra pendengarannya tak lagi berfungsi.


" Kurang ajar, kau Jin yang tak tahu di untung. Kalahkan aku dulu baru kamu bisa mengambil kekasihmu." tantang siluman ular putih.


" sudah ku katakan padamu, aku akan mengambil kembali kekasihku. Bersiap - siaplah untuk mati, siluman ular busuk!!! " maki Pangeran Hasyeem geram.


Siluman ular putih itu langsung menyerang pangeran Hasyeem dengan serangan di udara sambil menyemburkan bisanya yang apabila terkena kulit akan menyebabkan kulit menjadi melepuh dan terbakar. Apabila mengenai mata, maka niscaya orang akan menjadi buta.


Pada suatu ketika, siluman ular putih berhasil melilit tubuh pangeran Hasyeem. Lilitan siluman ular putih di tubuh pangeran Hasyeem sangatlah kuat membuat pangeran itu menjadi kesulitan bergerak dan bernafas.


Segera pangeran yang cerdik itu merubah tubuhnya menjadi seekor lalat hingga loloslah dia dari lilitan sang Siluman ular.


" Cih, licik sekali caramu meloloskan diri, Pangeran! Sekarang terimalah kembali seranganku !! " Selesai berkata demikian, Siluman ular putih merubah dirinya menjadi seekor ular yang sangat besar melebihi besar tubuhnya saat ini.


Pangeran Hasyeem mundur beberapa langkah. Dia kemudian mengeluarkan pedang emas berhulu naga dari balik pinggangnya.


Pangeran Hasyeem kemudian membaca beberapa kalimat yang secara ajaib merubah wujud pedang emas berhulu naga itu menjadi seekor naga raksasa berwarna kuning keemasan. Itulah wujud asli yang sebenarnya dari pedang emas berhulu naga milik pangeran Hasyeem.


Naga emas itu langsung mengamuk dan menerjang siluman ular putih tanpa ampun. Mengoyak habis seluruh tubuh siluman ular putih hingga yang tersisa hanya serpihan serpihan daging yang tercabik-cabik.


Sungguh miris sekali nasib siluman ular putih. Mati di tangan Pedang Naga Emas milik pangeran Hasyeem.


Setelah berhasil mengalahkan siluman ular putih, Pangeran Hasyeem bergegas mencari keberadaan jiwa Asmi yang menjadi budak siluman ular putih.


Pangeran Hasyeem akhirnya menemukan jiwa Asmi di dalam sebuah bola kaca di kamar pribadi siluman ular putih, bersama jiwa budak - budak lainnya.


" Akhirnya aku menemukanmu, sayang. " kata pangeran Hasyeem girang.


Pangeran tampan itu lalu meletakkan jiwa Asmi yang hanya berupa cahaya kecil yang berkelip kelip mirip kunang-kunang yang bersinar dalam gelap, ke dalam sebuah botol kecil transparan. Kemudian menyimpannya rapi di dalam sebuah kantong kecil yang terikat kuat di pinggangnya.


Setelah selesai, Pangeran Hasyeem lantas buru - buru kembali ke rumah Ki Anom, agar dia segera bisa mengembalikan jiwa Asmi ke dalam raganya.


Dia akan membuat perhitungan dengan kedua perempuan serakah dan jahat serta dukun wanita yang jahat itu.

__ADS_1


__ADS_2