
Gunung Kahyangan menjulang tinggi dan gagah menantang alam semesta, laksana cinta Sang Pangeran tampan. Cinta yang teguh dan setia tak tergoyahkan oleh ancaman dan juga tembok jeruji. Keteguhan hati dan cinta pangeran Hasyeem pada Asmi benar - benar patut diacungi jempol.
Pangeran Tampan itu kini tampak sedang tekun bersemedi. Alih - alih pusing dan berontak pada tindakan ayahandanya yang melarang dan mengurung dirinya dalam penjara kamar pribadinya sendiri, Pangeran tampan itu memilih melatih ilmu Sepih Angin miliknya.
Ilmu Sepih angin adalah ilmu telepati tingkat tinggi. Pemiliknya dapat menggunakan kemampuan telepati dan pikiran untuk mengendalikan pikiran orang atau berkomunikasi dengan orang lain.
Pangeran Hasyeem fokus bersemedi memusatkan konsentrasi dan pikiran. Dengan mengerahkan tenaga dalam, Pangeran tampan itu mengeluarkan ilmu Sepih Angin dan mulai merapalkan mantra sakti dari ilmu telepati tingkat tinggi itu.
Tak berapa lama kemudian, akhirnya dia berhasil menguasai ilmu Sepih angin dengan baik. Dia mampu mendengar dan mengetahui dimana posisi orang lain dan juga mampu mendengar pembicaraan orang lain walaupun jaraknya sedikit jauh dari tempatnya berada.
Pangeran Hasyeem mencoba untuk berkomunikasi dengan ki Anom. Dia menambah konsentrasi dan mengeluarkan segenap kemampuan tenaga dalamnya untuk bisa menjangkau posisi Ki Anom dan berkomunikasi dengan lelaki paruh baya itu yang rupanya juga tengah bersemedi.
" Ki Anom, apa kamu bisa mendengarkan aku, ki! " terdengar suara bisikan Pangeran Hasyeem di telinga ki Anom yang sedang bersemedi.
" Iya, Tuanku. Saya mendengar suara anda. " jawab Ki Anom.
" Apakah anda menggunakan Ilmu Sepih angin milik anda, Tuan? " tanya Ki Anom pada pangeran tampan itu.
" Iya, benar. Akhirnya aku berhasil menguasai ilmu itu. Kini aku bisa berbicara dan mengontrol orang lain dengan ilmu Sepih angin milikku. " jawab Pangeran Hasyeem.
" Syukurlah, Pangeran. Kini anda bisa berbicara dengan siap saja dan kapan saja. Walaupun tubuh anda terkurung di sana. Anda bisa berkomunikasi dengan orang luar. " ucap Ki Anom dengan gembira.
" Apa kamu sudah mendengar ceritanya.? " tanya Pangeran Hasyeem pada ki Anom.
" Sudah, Tuanku. Lalu apa yang ingin Tuanku lakukan. Hamba siap menerima perintah. "
" Tidak ada, aku hanya minta awasi saja Asmi. Jika ada bahaya baru bertindak. Aku sedang mencari cara agar bisa keluar dari sini secepatnya. " kata pangeran Hasyeem.
"Baik Tuanku, hamba Siap.! " jawab ki Anom sambil meneruskan semedinya.
__ADS_1
" Tuan. Mengapa anda tak mencoba mempelajari ilmu Nitis Sukma.? " tanya Ki Anom kemudian.
" Ilmu Nitis Sukma? ilmu apa itu, Ki? " tanya pangeran Hasyeem yang penasaran.
" Ilmu Nitis Sukma adalah ilmu kebatinan yang jarang di pakai oleh orang. Ilmu itu bisa membelah dirimu menjadi beberapa bagian dengan bentuk dan wujud yang sama, sehingga anda bisa berada di dua atau tiga tempat dalam waktu yang bersamaan. "
" hm, menarik sekali, Ki! "
" Iya, tuanku. Jika anda tertarik hamba akan ajarkan pada anda segera. Siapa tahu bisa berguna untuk situasi seperti sekarang ini, tuan. " kata Ki Anom.
" Hmm, baiklah. Ajarkan segera padaku ,Ki! " titah sang pangeran pada Ki Anom.
" Baik, segera tuan. " jawab Ki Anom dengan takjim. Lelaki paruh baya itu dengan melakukan komunikasi melalui telepati berhasil mengajarkan sebuah ilmu kepada Pangeran Hasyeem, Ilmu Nitis Sukma. Sebuah Ilmu kebatinan tingkat tinggi yang bisa memecah diri seseorang menjadi beberapa kembaran sekaligus. Benar - benar ilmu yang mumpuni.
...----...
Semalam saat bertemu dengan ibunda dari pangeran Hasyeem itu, Asmi merasa sangat gugup dan takut sekali. Dia takut jika harus menghadapi kemarahan dan mungkin juga caci maki dari ibunda Ratu Kalina, karena tidak setuju dengan pilihan anaknya yang berasal dari bangsa manusia.
Namun, bukan itu yang terjadi selanjutnya. Wanita itu hanya duduk dan bercerita tentang anaknya, pangeran Hasyeem dan juga tentang suaminya yang merupakan penguasa tertinggi di gunung kahyangan.
Wanita itu walaupun tidak mengatakan secara langsung, tidak menolak dengan pilihan anaknya. Hanya saja, dia merasa sedih jika suami dan anaknya harus berseteru hanya karena masing-masing tak ada yang mau mengalah.
Asmi merasa sedih mendengar semua itu. Semakin besar rasa bersalah di hatinya. Namun dia juga tak berdaya, karena dia sangat mencintai pangeran Hasyeem.
Tadi pagi, Asmi memutuskan untuk pulang ke rumah. Sudah lama dia tak menengok keadaan rumahnya. Tampak rumahnya sedikit kotor dan berantakan karena sudah lama tak di bersihkan.
Jadilah Asmi seharian ini membersihkan rumah sendirian. Saat membersihkan rumah, Asmi kembali teringat Hasyeem. Jika lelaki itu ada, tugas membersihkan rumah menjadi ringan karena dia menggunakan kekuatan sihirnya sehingga semuanya bersih seketika.
Asmi menangis sendiri saat mengingat Hasyeem. Tanpa sadar dia bergumam memanggil nama Hasyeem.
__ADS_1
" Hasyeem, kamu di mana. Aku sangat rindu padamu, Hasyeem! " isak Asmi sendiri di kamar.
" Hasyeem, Di mana kamu, datanglah padaku. Hasyeem! "
Pangeran Hasyeem yang sedang bersemedi mendengar Asmi memanggil namanya. Dia lalu berkonsentrasi agar bisa menembus pagar ghaib yang di pasang oleh ayahandanya. Dia ingin keluar dan pergi menemui kekasih hatinya itu.
Namun siapa sangka, Ayahnda paduka Raja rupanya tidak main- main dalam bertindak. Pagar ghaib itu memang tak bisa di tembus oleh pangeran Hasyeem. Akhirnya pangeran Hasyeem menggunakan ilmu Sepih Angin miliknya untuk berkomunikasi dengan Asmi. Karena sampai saat ini, Ilmu Nitis Sukma belum bisa dia kuasai, walaupun Ki Anom sudah mengajarkan padanya cara menggunakan dan juga mantranya.
" Asmi, apakah kamu bisa mendengar suara ku? sayup-sayup suara pangeran Hasyeem terdengar di telinga Asmi.
" Hasyeem, Hasyeem, kaukahh itu.? Asmi berteriak memanggil nama pangeran Hasyeem. Dia senang sekali akhirnya bisa berbicara dengan pangeran Hasyeem.
" Sayang, tenanglah aku di sini.Aku belum bisa menemuimu saat ini. Aku harap kamu bisa bersabar. Tunggulah sesaat lagi. Kita pasti akan bertemu lagi." bujuk pangeran tampan itu pada kekasihnya.
" Aku sangat merindukanmu. " kata Asmi pada Pangeran Hasyeem.
" Aku tahu, aku juga sangat sangat merindukanmu, . " bisik pangeran Hasyeem.
" Bagaimana agar aku bisa menemuimu, pangeran. Tolong beritahu aku caranya. Aku tak tahan lagi jika harus terus begini. " kata Asmi dengan sedih.
" Bersabarlah sayang. Keadaan masih belum memungkinkan bagi kita untuk bertemu. Aku takut jika ayahandaku akan menyakitimu. " bujuk pangeran tampan itu.
Asmi menunduk sedih. Harapannya untuk bertemu kekasihnya tidak bisa terwujud untuk saat ini. Namun dia cukup senang karena bisa mendengar dan berbicara dengan pangeran Hasyeem.
" Tidurlah, hari sudah malam. Aku akan mengawasimu dari sini. Ingatlah selalu apapun yang terjadi, aku selalu mencintaimu. Jangan pernah lepaskan hati dan cintamu untukku." kata pangeran Hasyeem.
Asmi mengangguk lalu beranjak pergi ke pembaringan. Wanita itu kemudian tidur dengan membayangkan Hasyeem yang memeluknya.
Sementara itu, pangeran Hasyeem masih terus bersemedi sambil melatih tenaga dalamnya. Dia ingin menguasai ilmu Nitis Sukma secepatnya supaya bisa bertemu dengan Asmi, wanita cantik pemilik hatinya.
__ADS_1