Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Extra Bab. 203


__ADS_3

Hutan Alas Purwo. Hutan yang merupakan wilayah kekuasaan Pangeran Azzura. Raja yang memimpin seluruh bangsa siluman di tempat itu. Bersama istrinya, Putri Ambika, Putri Raja Siluman Harimau Putih, Pangeran berwajah tampan itu menjalankan roda pemerintahan dengan bijak dan penuh wibawa.


Mereka di karunia tiga pasang anak kembar. Anak pertama mereka adalah Si kembar, Pangeran Arras dan Pangeran Hasbi sedangkan yang kedua adalah Si Kembar Pangeran Zatan dan Fatan. Yang terakhir adalah Si kembar Putri Malika dan Putri Zalika.


Hari ini adalah hari yang cerah. Keenam putra dan putri Pangeran Azzura sedang berkumpul bersama. Mereka hendak pergi berburu di Hutan Larangan. Hutan yang merupakan wilayah kekuasaan Kakek mereka Pangeran Hasyeem.


" Ayah, kami semua mohon pamit hendak pergi berburu ke hutan Larangan. " kata Pangeran Arras, putra sulung Pangeran Azzura. Pangeran itu mewarisi wajah tampan sangat ayah, dengan sorot mata tajam berwarna kuning seperti mata kucing liar dengan rambut kuning terang yang panjang. Di sudut bibirnya tersembul sepasang taring kecil. Yah... Pangeran itu mewarisi gen sang ibu yang keturunan harimau Siluman. Dia bisa merubah wujudnya menjadi seekor Harimau loreng yang besar. Sama halnya dengan kedua adiknya yang bisa berubah wujud menjadi seekor Harimau. Namun kedua adiknya Zatan dan Fatan berwujud harimau putih.


" Pergilah dengan doaku. Jaga dan lindungi adik - adikmu."


" Baik, ayah.. " sahut Pangeran Arras.


" Kami pergi, Ayah... " pamit ke enam putranya.


Tak lama kemudian, tiga pasang cahaya berwarna warni berkelebat melintasi tempat itu dan kemudian menghilang. Yah... itu adalah cahaya dari putra putri Pangeran Azzura. Cahaya merah adalah Cahaya yang berasal dari Pangeran Arras. Pangeran Hasbi berwarna putih. Sedangkan Pangeran Zatan dan Fatan berwarna Kuning terang dan Hijau. Sedangkan Putri Malika berwarna kuning kemerahan. Hanya satu saja yang berwarna hitam. Itu adalah aura milik Putri Zalika.


Putri bungsu Pangeran Azzura itu memang berbeda. Wajahnya yang manis berbanding terbalik dengan wujudnya aslinya yang berbentuk harimau hitam dengan kuku - kuku yang tajam dan cakar yang panjang. Dia juga memiliki sepasang taring kecil di sudut bibirnya.


Berbeda dengan saudara kembarnya, Putri Malika adalah putri yang cantik dan anggun. Kecantikan Malika diwarisi dari ketampanan sang ayah. Namun, dia tak memiliki wujud harimau seperti Putri Zalika. Jadi diantara keenam putra putri Pangeran Azzura, hanya Putri Malika yang tidak bisa berubah menjadi Harimau siluman. Namun gadis itu diberi anugrah untuk bisa melihat apa yang akan terjadi dimasa depan. Dia juga mampu untuk membuat orang tak bergerak hanya dengan pandangan matanya saja.


Kini, keenam saudara kembar itu sudah berada di hutan larangan. Di sana sudah menunggu beberapa orang yang tak lain adalah saudara sepupu Mereka. Mereka adalah Pangeran Arkana dan Pangeran Haizzar. Putra Pangeran Alyan dan Aluna. Nama putrra kedua Pangeran Alyan adalah Haizzar. Sama dengan nama sang kakek buyutnya yang merupakan Pengusaha Bukit Kahyangan.


Ada juga Pangeran Aldyan dan Putri Laila. Mereka adalah putra dan putri dari Pangeran Andros dan Putri Arryan. Mereka masih belia. Tak ketinggalan Pangeran Zaffran, putra dari Pangeran Hamish yang sama belianya dengan Pangeran Aldyan dan Putri Laila. Tak mau ketinggalan Pangeran Arsya. Adik tiri dari Aluna dan Pangeran Hamish itu ternyata tak mau kalah. Dia suka sekali berada di negeri jin dari pada kehidupan alam manusia. Sehingga putra Nisa itu lebih banyak menghabiskan waktu di istana Bukit Duri dari pada di rumah sang ibu di alam manusia.


Keenam putra dan putri Pangeran Azzura segera bergabung dengan semua saudara - saudara mereka yang lain. Mereka tampak kompak dan rukun meskipun berasal dari alam yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari alam siluman, alam jin, dan juga alam manusia.Namun semua itu, bukanlah penghalang bagi mereka untuk bersama dan saling menyayangi.


" Dinda Pangeran Arras, ayo berangkat. Hari sudah mulai siang..! "

__ADS_1


" Dinda sudah siap, kanda. Ayo berburu....! " seru Pangeran Arras.


" Hiaaa...... Ayo dinda, kita pergi. Seru Putri Zalika kepada kedua adiknya yaitu Pangeran Aldyan dan Putri Laila.


" Hei, tunggu.......! "


Mereka semua berhenti dan menoleh. Di belakang mereka muncul sosok Pangeran Khaleid dan Putri Humaira.


" Paman, bibi? kalian ada apa datang kemari? " tanya Pangeran Arkana.


" Tentu saja untuk mengawasi dan mendampingi kalian! " kata Pangeran Khaleid sambil bersungut-sungut.


" Huh, kencanku gagal gara-gara kalian." lanjutnya lagi.


" Apakah kanda memang ada kencan dengan seseorang? " tanya Putri Humaira.


" Paman, bibi, ayo.... kita sudah kesiangan. " ajak Pangeran Zatan dan Fatan yang berada paling belakang. Dia yang ditugasi untuk mengawal semua saudara - saudaranya di barisan belakang.


Rombongan itupun akhirnya berangkat menuju ke tempat arena perburuan.


Belum jauh rombongan itu memasuki wilayah hutan larangan, tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara teriakan yang datang dari arah depan. Bergegas mereka mendatangi asal datangnya suara teriakan tersebut.


Jarak beberapa meter dari mereka, seorang wanita dan seorang pria sedang berhadapan dengan seekor Harimau loreng besar yang berusaha untuk menyerang keduanya.


Harimau tersebut perlahan-lahan mendekati kedua manusia itu yang kini semakin tersudut ke sisi semak- semak berduri yang ada di belakang mereka .


Yang wanita sudah menangis sambil masih saja berteriak minta tolong. Sedangkan yang pria berusaha mengusir harimau tersebut dengan ranting besar yang tak sengaja dia temukan.

__ADS_1


" Kasihan sekali mereka, kanda. Ayo kita tolong. Jika tidak, mereka akan jadi santapan makan siang harimau tersebut. " kata Pangeran Fatan kepada Pangeran Arkana.


" Tunggu dulu, kamu tidak lihat. Harimau itu bukan bermaksud untuk menyerang mereka. Tetapi sebenarnya dia mencoba untuk menyelamatkan keduanya. "


" Apa maksud kanda? " tanya kedua adiknya Fatan dan Zatan tak mengerti.


" Lihatlah di sana..! " tunjuknya pada sesosok makhluk tinggi besar hitam dengan kedua taring besar di sudut bibirnya sedang tertidur tak jauh dari mereka.


" Astaga.... kenapa mereka tidak menyadari hal itu? " tanya Pangeran Arras.


" Ayo kita dekati harimau tersebut. Katakan saja jika kita yang akan memberitahu mereka tentang makhluk itu." kata Pangeran Arkana.


Mereka lantas mendekati harimau tersebut. Putri Zalika langsung bergerak ke arah harimau tersebut. Putri Zalika terlihat seperti sedang berbicara kepada harimau tersebut. Lalu harimau tersebut pun dengan patuh segera pergi meninggalkan tempat tersebut.


Kedua manusia itu kini bisa bernafas lega. Harimau tersebut sudah pergi.


" Terima kasih, teman. Untung saja kalian datang. Jika tidak kami sudah menjadi santapan harimau tersebut."


" Sama-sama. Tapi sebenarnya harimau tersebut tidak bermaksud untuk memangsa kalian. Tapi dia sedang menakut-nakuti kalian agar segera pergi dari tempat ini. Karena ada bahaya yang jauh lebih mengerikan dari ancaman seekor Harimau." kata Pangeran Arras.


Keduanya menjadi terperanjat. Lebih terperanjat lagi setelah mereka mengamati dengan seksama wajah - wajah dewa penolong mereka.


Walaupun berwajah tampan dan cantik. Namun rata - rata mereka memiliki sepasang taring di kedua sudut bibirnya. Hanya beberapa saja yang tidak.


" Siapa kalian. Apakah kalian sejenis vampir? " tanya yang pria dengan wajah ketakutan. Kedua orang itu kini kembali merasa ketakutan setelah melihat wajah para Pangeran dan Putri dari negeri jin dan siluman tersebut.


" Jangan takut. Namaku Pangeran Arkana. Dan ini adalah semua saudara - saudaraku. Kami memang bukan manusia biasa. Kami berasal dari bangsa jin dan juga bangsa siluman. Tapi kami tak akan menyakiti kalian. Tapi di depan kalian ada sesosok makhluk pemakan manusia. Itulah sebabnya harimau tersebut mendekati kalian karena dia ingin menyelamatkan kalian." kata Pangeran Arkana.

__ADS_1


Wajah kedua manusia tadi semakin pucat pasi. Mereka kini merasa takut pada dua hal. Makhluk pemakan manusia dan juga kepada 'manusia - manusia' yang ada di hadapkan mereka.


__ADS_2