
DUARR!!! jantung Asmi mendadak berhenti. Wajahnya mendadak pucat tak berdarah.
Dia tak menduga kalau maksud dari pembicaraan Wira saat ini adalah lelaki itu ternyata berniat untuk mempersuntingnya.
" Ma.. mas mau ngelamar, Asmi? " tanya Asmi setengah tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Asmi menjadi gugup seketika. Dia tak tahu harus bagaimana dan harus menjawab apa pada lelaki itu.
Lelaki yang bernama Wira itu mengangguk mantap. " benar, Dek. Mas berniat melamar dek Asmi buat jadi istri mas. Jadi pendamping hidup mas untuk selamanya." jawabnya dengan penuh percaya diri.
" Tapi mas..! " ucapan Asmi tertahan karena pelayan yang datang mengantarkan pesanan mereka.
" Tapi apa, dek? " tanya Wira.
" Apa mas tak salah pilih. Asmi takut mas akan menyesal nanti.. Mas kan tau, Asmi itu perempuan mandul. Asmi tak bisa memberikan mas Wira keturunan. Apa mas Wira sudah ngomong dulu sama Mbok Sum dan keluarga Mas. Asmi takut mengecewakan, Mas. " kata Asmi yang mencoba menolak lamaran Wira secara halus. Dia masih trauma dengan mantan suami dan mertuanya dulu.
Mertua yang di hormatinya dan suaminya Ilham dengan kejamnya mendepaknya dari rumah tangga mereka setelah sebelumnya berselingkuh hanya karena vonis mandul dari dokter.
" Tidak, dek. Mas sudah memikirkan hal ini sejak lama. Memang, mas belum bicara dengan si mbok, tapi mas yakin kalau si mbok pasti setuju saja dengan pilihan mas. Mengenai yang kamu katakan tentang masalah...maaf kemandulanmu. Mas sama sekali tidak mempermasalahkannya. Apalah arti keturunan di mataku. Kita bisa mendapatkan anak dengan cara lain." kata Wira dengan bersemangat.
Asmi menatap lelaki itu dengan pandangan serba salah. Dia takut mengecewakan harapan lelaki baik itu. Mendadak bayangan Pangeran Hasyeem hadir sekelebat mata. Asmi terkesiap menyadari hal itu.
" Maaf, Mas. Asmi tak bisa menerima lamaran Mas.!" tolak Asmi tegas. Dia tak ingin mengkhianati Pangeran Hasyeem. Lelaki jelmaan jin yang sudah mengikat hati dan cintanya.
Ada rona kecewa di wajah Wira. Mengapa wanita cantik di depannya ini menolak lamarannya. Apakah ada orang lain yang sudah mendahului dirinya. Tapi siapa? Wira berpikir keras, mencoba mengingat - ingat apakah ada laki-laki lain yang pernah mendekati atau sedang dekat dengan Asmi selain Ilham mantan suaminya. Dan dia yakin sekali, bahwa tak ada lelaki lain dalam hidup wanita ini kecuali dia dan mantan suaminya.
__ADS_1
Wira tak menyerah begitu saja. Tekadnya sudah bulat, walaupun dia tahu nantinya akan banyak qapihak dari keluargnya yang tidak menyetujui pilihannya, namun dia sangat mencintai wanita ini. Alasan wanita itu menolak lamarannya karena kekurangannya yang tidak bisa memberikan keturunan sudah basi Wira. Dia tak peduli akan hal itu. Baginya cukup cinta Asmi, dia tak ingin lagi yang lain.
" Tapi apa alasanmu menolak lamaran Mas, dek? " tanya Wira yang penasaran dengan penolakan Asmi.
" Tidak ada, Mas. Asmi hanya tidak bisa saja menerima lamaran Mas. Asmi ingin sendiri saja dulu saat inj, Mas. Terima kasih atas cinta dan perhatian Mas Wira selama ini. Tapi maaf, Asmi tak bisa memenuhi keinginan Mas! " kata Asmi pada Wira.
Lelaki itu tertunduk lesu. Hancur harapannya untuk dapat duduk bersanding dengan Asmi di kursi pelaminan. Wanita itu menolak lamarannya.
Tapi tunggu dulu, tadi Asmi bilang alasannya menolak Wira adalah bahwa dia ingin sendiri saja dulu saat ini. Itu artinya Asmi menolaknya bukan karena sudah ada laki-laki lain, tapi memang wanita itu masih ingin sendiri saja saat ini. Mungkin Asmi masih trauma dengan mantan suaminya dulu. Mungkin sebaiknya dia tidak memaksa Asmi dulu untuk menerima lamarannya, pikir Wira.
" Ndak usah di pikirkan, dek. Mas mohon pikirkanlah lagi lamaran Mas. Mas akan menunggu sampai dek Asmi siap." ucap laki-laki itu sambil menggenggam tangan Asmi.
Asmi menunduk sambil mengaduk teh hijau nya dan mencicipi manis gurihnya cheesecake. Namun rasanya sangat kering dan serat di Kerongkongannya. Asmi meminum tehnya, mencoba menetralisir hatinya yang galau dan tidak menentu. Bagaimana cara menolak Mas Wira, pikirnya.
...-----...
" Dek, Tidak baik masih mendendam dengan masa lalu. Cobalah berdamai dengan semuanya. Memaafkan dan membuka lembaran baru itu jauh lebih baik dari pada menyimpan dendam. Mas ingin dek Asmi bisa belajar membuka hati pada cinta yang lain. "
Apakah dia masih sakit hati dan dendam dengan mantan suaminya, tanya Asmi dalam hati.
Jawabnya sakit hati sih mungkin, tapi kalau dendam? Asmi tidak menaruh dendam pada Ilham atau juga pada bekas mertuanya dan Ayu.
Dan untuk belajar membuka hati, Asmi rasa dia juga sudah membuka hatinya pada lelaki lain. Hanya saja, masalahnya lelaki itu bukan berasal dari bangsa manusia.
__ADS_1
Asmi merasa bingung sendiri. Dia baru menyadari, selama ini pastilah banyak orang beranggapan bahkan juga termasuk Mas Wira bahwa Asmi mungkin kapok dan menutup hatinya pada semua lelaki, karena trauma dengan pernikahannya yang kandas dengan ilham.
Namun sebenarnya Asmi tidaklah demikian. Dia merasa sudah move on dari kisah lamanya. Hanya saja orang tidak tahu. Bahkan Wira juga tidak tahu, jika Asmi sudah memiliki kekasih.
Asmi sudah cape mikir dan melamun sendiri di kamar. Matanya sudah mulai terasa berat, maka Asmi memutuskan untuk segera tidur.
Sementara itu di tempat lain, seorang lelaki paruh baya sedang duduk bersandar di kursi di ruang kerja pribadinya. Dia tampak sedang memegang sebuah map yang berisi beberapa foto dan juga berkas - berkas laporan.
Di hadapannya sedang berdiri seorang laki-laki yang dengan sabar menunggu perintah dari lelaki paruh baya itu.
" hm, menarik. Jadi sekarang wanita itu sudah bercerai dengan suaminya karena suaminya itu berselingkuh dan kawin lagi dengan wanita lain dan memiliki anak. " gumannya.
" Kata Nyi Darsih, wanita ini di lindungi oleh sesosok makhluk jin hingga Nyi Darsih hampir saja kehilangan nyawanya saat mencoba menghabisi wanita itu. "
" Benar, tuan. Bahkan terakhir yang saya dengar, istri muda suaminya itu kini menderita penyakit yang aneh setelah pulang dari luar kota. Menurut cerita orang, istri muda suaminya itu pergi menemui Nyi Sanca, minta tolong agar Nyi Sanca bisa memberikan pelajaran pada wanita itu, namun gagal, bahkan Nyi Sanca sampai harus kehilangan kekuatannya. " lapor laki-laki itu.
" Hahaha, Nyi Sanca saja yang bodoh. Tidak bisa membedakan mana lawan yang lemah, mana lawan kuat." ucap lelaki itu.
" Terus, apa yang akan tuan lakukan dengan wanita itu? " tanya laki-laki itu.
"Aku sudah menyuruh Nyi Darsih untuk melakukan sesuatu. Tunggu saja, sebentar lagi wanita itu akan mengalami nasib yang lebih tragis dari yang di alami oleh viola, anakku." kata lelaki paruh baya itu sambil merobek sebuah foto hingga menjadi potongan potongan kecil.
Laki-laki itu menelan ludah saat menatap raut wajah penuh dendam dan kebencian yang tergambar di wajah tuannya. Dia juga jadi ikutan geram dan rasanya ingin segera menghabisi wanita difoto itu.
__ADS_1
" Pak Han, kau boleh pulang sekarang. Besok, lakukan seperti biasa. Awasi terus wanita itu dan jangan biarkan dia sampai lolos ."
Kata lelaki paruh baya itu sambil memasukkan tumpukan potongan foto tersebut ke dalam tempat sampah.