Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 76 Negeri Bawah


__ADS_3

"Silahkan... aku akan menunggu saat itu. Tapi satu hal yang aku akan pastikan, bahwa kekasihmu akan jatuh dalam pelukanku cepat atau lambat! " katanya sambil tersenyum sinis.


Azyziel melesat pergi meninggalkan istana itu. Tujuannya yaitu mencari keberadaan Asmi. Rasa penasaran di hatinya bagaimana bisa seorang wanita dari bangsa manusia mampu menghilang begit-u saja dari hadapannya.


" Lenyapnya Asmi pasti berhubungan dengan cincin bermata safir biru. Sayang, aku tidak bisa mengetahui di mana Asmi berada saat ini." kata pangeran Hasyeem dalam hati.


Pangeran Hasyeem sangat marah kepada Azyziel dan juga ayahandanya Raja Haizzar. Kedua orang itu merencanakan sesuatu di belakangnya. Beruntung, kemarin dia sempat melihat Azyziel menemui ayahnya. Jadi dia membuntutinya dan mencuri dengar pembicaraan mereka dengan ilmu sepih angin miliknya.


Pangeran Hasyeem tak dapat menahan kemarahan di hati ketika mengetahui bahwa ayahandanya dan Azyziel telah bersekongkol untuk mencelakai dan memisahkan dia dan wanita itu.


Dengan geram dia memerintahkan kepada seluruh pengawalnya untuk mencari dan menggeledah seluruh istana milik Azyziel, dan juga istana di Gunung Kahyangan, milik ayahandanya Raja Haizzar.


" Apa maksudmu pangeran Hasyeem, memerintahkan pengawalmu untuk menggeledah isi istanaku? " tanya Raja Haizzar dengan wajah merah padam menahan amarah.


" Ayahanda Paduka Raja tentu sudah faham maksud ananda! " jawab pangeran Hasyeem pada Paduka Raja Haizzar seraya menatap tajam kepada ayahandanya.


" Aku sungguh-sungguh tidak mengerti, Jelaskan padaku apa maksudmu menggeledah isi istanaku, hah! " bentak Raja Haizzar geram.


Pangeran Hasyeem melangkah mendekati Sang Ayah. Lalu berbisik mengatakan sesuatu di telinga Raja Haizzar.


" Aku tahu apa yang telah ayahanda rahasiakan dengan Azyziel di belakangku."


Muka Raja Haizzar merah padam antara marah dan malu.


" Cih, kalaupun hal itu benar, kau mau apa? " bentaknya.


" Aku menghormati anda, karena anda adalah ayahandaku, Raja dari kerajaan jin Gunung Kahyangan. Namun, jangan hilangkan rasa hormat dan cintaku pada ayahanda dengan memisahkan aku dan kehidupanku. Karena aku akan mati. Jika hal itu terjadi, rasa hormat dan cintaku untuk ayahanda juga akan mati." kata Pangeran Hasyeem tajam.


Raja Haizzar tertegun mendengar ucapan pangeran Hasyeem. Dia tak menyangka bahwa putra kesayangannya akan berkata demikian.


" Kau memgancamku. Kamu sudah berani mengancam seorang raja Haizzar demi seorang wanita dari bangsa manusia yang rendah. Kamu pikir, kamu siapa pangeran Hasyeem? " Raja Haizzar murka dan memanggil pengawalnya.


" Pengawal..!! seret dan usir pangeran dari sini.!! titahnya murka. Para pengawal istana raja Haizzar sudah bersiap untuk menyeret keluar pangeran Hasyeem. Namun dengan isyarat matanya, pangeran Hasyeem membuat urung para pengawal raja Haizzar untuk bertindak.


" Tak perlu anda lakukan hal itu, Paduka Raja Haizzar. Aku juga akan pergi dari istana ini. Karena aku tahu, selamanya aku tak akan mendapatkan restumu, bukan? " setelah berkata demikian, pangeran Hasyeem melesat pergi meninggalkan istana Gunung Kahyangan bersama para pengawalnya.


Sepeninggalan Pangeran Hasyeem, Raja Haizzar memanggil pengawalnya.


" Pengawal..! cepat cari dan bawa kemari perempuan dari bangsa manusia itu padaku! " titahnya dengan wajah murka bercampur geram.

__ADS_1


Wanita itu membuat dia kehabisan akal menghadapi putranya. Mengapa harus wanita itu yang dicintai oleh putranya.. Wanita dari keturunan manusia. Bukankah masih banyak wanita cantik dari kalangan bangsawan dan juga dari golongan mereka.


Sementara pangeran Hasyeem masih disibukkan dengan pencarian kekasihnya. Asmi menghilang bak ditelan bumi. Keberadaan wanita itu raib tanpa jejak.


" Sayang, kamu dimana..Kau tahu, aku mencarimu dimana-mana." guman Pangeran Hasyeem sendiri. Hatinya benar-benar resah. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Asmi.


Asmi menghilang bagai di telan bumi. Pangeran Hasyeem sudah mencari mulai dari rumah dan lingkungan sekitar desa dimana wanita itu tinggal, hingga sampai ke negeri ayahandanya, mengobrak-abrik seisi Gunung Kahyangan bahkan ke penjuru negeri jin tempat dia tinggal.


Bahkan seluruh pelosok negeri jin yang lain sudah dia cari .Pangeran Hasyeem memerintahkan kepada seluruh pengawalnya untuk mencari dan melacak jejak Asmi. Namun, semua tak membuahkan hasil. Asmi hilang tanpa jejak bagai di telan bumi.


...-----...


Kita akan beranjak untuk menengok keadaan Asmi. Kira- kira, dimana gerangan wanita cantik itu melarikan diri dari Azyziel.


Suara gamelan dan gemericik air yang tertangkap oleh tajam indra pendengaran Asmi menyadarkan perempuan berparas cantik itu dari pingsan.


Asmi menggeliat sambil membuka kedua netranya.


" Hmm, kamu sudah bangun?" sebuah suara yang dalam membuat dia dipaksa untuk bangun dari baring walaupun setengah nyawa yang baru terkumpul.


Disudut, di ujung tempat dia berbaring, sesosok makhluk bertubuh setengah manusia setengah ikan sedang menatap nanar ke arah dirinya. Sebuah mahkota bertengger di atas kepalanya. Wajah tampan dengan sorot mata berwarna kehijauan. Sepasang taring kecil menyembul dari kedua sudut bibirnya.


" ternyata kamu masih mengenali dan mengingat diriku, tuan putri Asmi." kata Marick, Sang penguasa Pantai Selatan. Dia tersenyum seraya berjalan ke arah Asmi.


" Bagaimana bisa aku ada di istanamu?" tanya Asmi dengan wajah penuh tanda tanya.


" hmm, beberapa hari yang lalu, penjaga gerbang istana menemukan dirimu yang sedang terombang-ambing di lautan, tidak sadarkan diri tepat di wilayah pintu masuk istanaku. Aku mengenalimu sebagai kekasih putra Raja Haizzar, maka dari itu, aku segera memerintahkan para pengawal untuk menyelamatkan dan membawamu ke dalam istanaku. Aku belum memberitahu pangeran Hasyeem perihal keberadaan dirimu di tempat ini karena itu semua bukanlah wewenangku." kata makhluk setengah ikan itu dengan wajah serius.


Asmi memijat kepala yang terasa pusing. Dia ingat terakhir kali berada di sebuah istana. Azyziel, sepupu pangeran Hasyeem itu mencoba berusaha untuk menggagahinya.


Dia yang putus asa membayangkan dirinya seorang diri di tempat yang sepi. tak ada seorang pun di sana. Hanya dia dan keheningan.


Ketika dia tersadar, dia sedang berada di tengah laut. Asmi yang panik berusaha untuk berenang ke tepi. Namun segala usaha hanyalah sia - sia. Tubuh Asmi perlahan-lahan melemah dan akhirnya tenggelam di telan arus dan ombak.


Namun dia ingat, sebelum tenggelam dan pingsan, seorang telah menyambar tubuhnya serta membawa wanita cantik itu menembus batas alam ghaib antara dunia jin dan manusia.


Asmi menundukkan kepalanya. Dia menangis sesegukan hingga bahunya terguncang. Raja Marick memberi isyarat kepada para Dayang istana yang berada di sana agar segera menyingkir keluar.


Dengan patuh para Dayang dan juga pengawal raja Marick mengundurkan diri dari tempat itu.

__ADS_1


" Jangan menangis! Tinggallah di sini sesukamu. Jika kamu membutuhkan seseorang untuk tempat berbagi keluh kisah, maka aku akan bersedia untuk mendengarkan." kata Marick seraya menepuk lembut bahu Asmi.


" Benarkah? Maafkan aku karena sudah membuat repot yang Mulia." kata Asmi. Dia merasa tidak enak karena sudah merepotkan seorang Raja dan Penguasa seperti Marick.


" Dengar..! kamu kekasih dari putra temanku. Jadi sudah sewajarnya aku menolongmu! " kata Marick.


" Terima kasih, Yang Mulia. Bolehkah sekarang hamba kembali beristirahat? " tanya Asmi.


" hm, baiklah. Istirahatlah dengan tenang di tempat ini.! " jawabnya lalu kemudian beranjak pergi dari kamar tempat Asmi di rawat. Namun langkah kaki Raja Marick tertahan oleh suara Asmi.


" Yang Mulia bolehkah kiranya hamba meminta sesuatu kepada Anda? "


" Katakanlah, mungkin aku bisa menolongmu jika aku mampu! kata Raja Marick, sopan . Asmi menelan ludah yang terasa mendekat di tenggorokan.


" Jika Yang Mulia tidak keberatan, dapatkah anda merahasiakan keberadaan saya di sini dari siapapun. Saya hanya ingin sendiri saja dulu, Yang Mulia." kata Asmi.


" Hahaha, kamu tak perlu khawatir. Akan aku katakan pada seluruh penghuni laut agar tidak mengatakan kehadiranmu pada siapa saja. Termasuk pada kekasihmu, pangeran Hasyeem!" jawabannya sambil berlalu pergi dari kamar tempat Asmi berbaring.


Demikianlah, Sejak hari itu, Asmi tinggal dan menetap di Kerajaan Pantai Selatan, di dasar laut bersama Yang Mulia Raja Marick. Setiap hari bersama dengan Raja Marick, Asmi mengawasi dan bermain bersama penghuni dasar laut dan juga para Dayang istana.


" Putri Asmi, apakah kamu tidak berniat untuk belajar ilmu kanuragan dan bela diri?" tanya Raja Marick suatu hari.


" hm, dulu aku mempelajarinya. Namun sekarang, aku jarang berlatih ilmu kanuragan karena terlalu sibuk.!" jawab Asmi.


" Bagaimana jika mulai besok, kamu berlatih ilmu kanuragan. Aku juga akan mengajarimu beberapa jurus bela diri dan juga ilmu kanuragan, agar kamu bisa membela diri, jika suatu saat terdesak saat berhadapan dengan seseorang. " kata Raja Marick.


Asmi mengangguk senang. Dia merasa beruntung karena sudah bertemu dengan Raja Marick. Walaupun tampangnya terlihat dingin dan bengis, namun berhati lembut.


Sementara itu, seseorang di negeri jin sedang duduk terpekur seseorang diri di atas sebuah batu karang. Kokoh batu karang seakan mengejeknya akan betapa lemahnya dirinya saat ini. Ada air mata yang menggenang di sudut matanya yang berwarna coklat terang.


" Asmi, kemana lagi aku harus mencari keberadaan dirimu?" matanya nanar menatap ke sekeliling.


" Menangis karena cinta? hahahaha.. !!" suara tertawa menggema menembus rongga-rongga baru karang menyisakan perih di telinga kalau mendengarnya.


" Siapa kamu? tunjukkan batang hidungmu?!" kata Sang Pangeran dengan garang. Sudah kepalang. Dia yang terlanjur marah dan kecewa, patah hati karena kehilangan kekasih rasanya enggan untuk hidup.


Sebuah gerbang terbuka lebar di hadapan Pangeran jin yang sedang galau dan marah itu. Tinggi menjulang seolah menantang Sang pangeran untuk masuk ke dalam.


"masuklah, pangeran!! " tanpa ragu pangeran tampan itu melompat masuk melewati gerbang yang detik berikut sudah lenyap bersama tubuh kokoh milik Sang pangeran.

__ADS_1


__ADS_2