Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 141 Dimana Aluna Berada???


__ADS_3

"Huhhh, siapa pemuda itu. Mengapa Ambika terlihat sangat perhatian sekali padanya? " Sangkala menatap Putri Ambika dan Pangeran Azzura dari kejauhan dengan hati kesal.


" Ambika, kau milikku. Aku tak akan membiarkan seorang pun merebutmu dari tanganku! "


...----...


" Ki Anom... perasaanku tidak enak. Mengapa aku merasa seperti akan terjadi sesuatu padaku? "


" Apa yang pangeran pikirkan? "


" Entahlah.. ki, Namun ada perasaan was - was yang tak aku mengerti. Pesta ulang tahun putri Keysha pada purnama ini. "


" Terus apa yang menggangu pikiran Pangeran? "


" Entahlah, ki. Tapi sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh gadis itu."


" Apakah menyangkut diri anda, Pangeran? "


" Aku rasa tidak, ki. Namun aku lebih mengkhawatirkan Luna."


" Hmmm,.... baiklah. Sepertinya kita harus punya sedikit rencana. Biar ada sedikit kejutan untuk hadiah ulang tahun putri Keysha...! " ujar lelaki itu sambil tersenyum bijak. Matanya menerawang jauh ke depan, seperti hendak melihat Ke dimensi waktu yang lain.


Bulan purnama bersinar terang tersipu di balik awan. Sinarnya yang memancarkan ke bumi seakan ingin memberikan kegembiraan pada semesta alam. Seperti kegembiraan pesta yang sedang berlangsung di Negeri Atas Angin.


Pesta ulang tahun putri dari Pangeran Anggada dan Putri Allera. Kecantikan Putri Keysha sudah menjadi buah bibir di kalangan negeri Atas angin. Banyak sekali pemuda yang berniat ingin mempersunting gadis cantik dari bangsa jin itu. Namun, sayangnya belum ada satupun yang cocok dengan keinginan hati sang putri.


Pada ulang tahun Putri Keysha kali ini, dia ingin mengadakan pesta seperti biasa dilakukan oleh gadis kebanyakan dari bangsa manusia. Dia ingin merasakan bagaimana rasanya suasana pesta ulang tahun yang konon sangat meriah sekali.


Dia sudah mengundang beberapa pangeran dan juga keluarga terpandang dari bangsa jin, untuk menghadiri acara pesta di istana. Termasuk juga pangeran Alyan dan saudara - saudaranya.


" Pangeran Alyan dan putri Aluna, selamat datang! " Mata putri Keysha berbinar ketika melihat kedatangan pemuda tampan itu bersama kekasihnya. Senyumnya terkembang seraya menyapa kedua tamu ' spesial' yang memang sudah dia tunggu - tunggu dari tadi.


Putri cantik itu memberi isyarat dengan pandangan matanya kepada beberapa pelayannya. Serentak saja pelayan tersebut mengangguk faham dan berlalu pergi dari tempat itu.


Diam - diam seseorang mengamati semua itu dari kejauhan. Orang itu tampak tersenyum penuh arti ketika mendapati para pelayan Putri Keysha seperti sedang sibuk mempersiapkan sesuatu.


Pesta ulang tahun Putri Keysha berlangsung meriah. Aneka macam dan minuman disuguhkan kepada para tamu undangan.


Berbagai Aktraksi di tampilkan. Mulai dari tarik - tarian hingga aksi adu kepandaian dalam olahraga kanuragan pun juga tak ketinggalan.


Pangeran Azzura muncul tak lama setelah kedatangan Pangeran Alyan dan Putri Aluna. Dia datang bersama Putri Arryan yang malam itu tampak cantik dengan gaun putih gading yang menempel anggun di tubuhnya yang langsing semampai.


" Kanda Azzura, rupanya Putri Keysha juga mengundang Putri Ambika." Azzura mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjukkan oleh adiknya. Mata Azzura terbelalak tak percaya. Seorang gadis berbaju hitam tampak anggun dengan gaun hitam ketat nan panjang yang membalut seluruh tubuhnya hingga menampakan lekuk - lekuk tubuhnya yang sexy bak model.


" Ambika datang bersama siapa? " Azzura merasa penasaran ingin tahu.


" Sepertinya dengan pemuda itu?" Arryan menunjuk seorang pemuda yang berjalan gagah di sisi putri Ambika.


" Pemuda yang itu lagi....!! " desisnya. Sorot mata Pangeran Azzura menampakan kekesalan yang tidak mampu dia tutupi di hadapan wajah sang Adik. Putri Arryan tersenyum jahil menggoda sang kakak.

__ADS_1


" Putri Ambika nampak cantik dan seksi sekali. Pantas saja banyak pemuda yang sedari tadi mencuri pandang ke arahnya!"


Pangeran Azzura mendengus mendengar perkataan Putri Arryan. Entah mengapa ada rasa tidak suka di hatinya saat melihat gadis berdarah siluman Harimau itu hadir bersama pemuda yang di lihatnya beberapa waktu yang lalu di istana Raja Siluman Harimau. Terlebih lagi saat mengetahui bahwa bukan hanya pemuda itu yang sedang berharap mendapatkan trophy cinta dari gadis itu, tetapi juga beberapa pemuda lainnya.


Putri Ambika tersenyum manis ke arah Pangeran Azzura dan Putri Arryan. Namun, Pangeran Azzura yang terlanjur kesal, memalingkan wajahnya ke arah lain.


Setelah acara pemotongan kue dan pemberian ucapan selamat ulang tahun kepada yang punya pesta, acara kemudian dilanjutkan dengan acara bebas.


Beberapa pemuda memberanikan diri untuk mengajak Putri Ambika berdansa. Gadis cantik dan seksi itu dengan senang hati menerimanya. Hati Pangeran Azzura semakin bertambah kesal.


Berbeda dengan Pangeran Alyan Putri Aluna. Kedua Pasangan ini bersikap santai dan terlihat menikmati suasana pesta.


" Luna, kamu mau berdansa? " Aluna menggeleng menolak permintaan pangeran Alyan yang mengajaknya berdansa. " Aku tak biasa berdansa. Nanti aku akan membuatmu malu, pangeran." kilahnya.


" Aku akan.... "


" Pangeran Alyan, bolehkah aku mengajak seorang pangeran untuk berdansa? "


" Tapi... aku ingin.... "


" Apakah kamu keberatan dengan hal ini, Putri Luna? " tanya Putri Keysha pada Aluna. Aluna merasa salah tingkah karena pertanyaan Putri Keysha


" Eh, iya. Putri Keysha. Aku sama sekali tidak keberatan, kok. Iya kan, Pangeran Alyan?! " kata Putri Aluna. Wajah pangeran Alyan merah menahan geram. Untung saja suasana agak sedikit remang karena lampu pesta yang di buat minim pencahayaan. Dengan berat hati, Pangeran Alyan mengiringi langkah Putri Keysha ke lantai dansa. Putri Keysha akhirnya bisa berdansa dengan Pangeran Alyan yang sangat tampan. Dada gadis cantik itu berdegup kencang oleh detak kebahagiaan di hatinya.


" Pangeran Alyan sangat tampan. Tubuhnya kekar dan perkasa. Pasti sangat menyenangkan jika aku bisa berada dalam pelukannya..! " Kening Pangeran Alyan berkerut mengetahui otak mesum gadis cantik yang sedang berdansa dengannya itu. Sementara pikiran Putri Cantik itu melayang entah kemana hingga tanpa sadar gadis itu menjatuhkan dirinya dalam pelukan Pangeran Alyan.


" Hmm, Putri Keysha sepertinya menyukai Pangeran Alyan. "


" Hmm, I.. ya.." jawab Aluna datar. Pemuda itu kembali menelisik Aluna dengan intens.


" Kau.... kau berasal dari bangsa manusia? " Laki-laki itu menatap tak percaya ke arah Aluna. " Bagaimana bisa? " Lelaki itu lantas duduk di sebelah Aluna tanpa permisi.


"Aku tak menyangka jika Putri Keysha juga memiliki teman dari bangsa manusia." serunya atunsias.


" Hmmm, sebenarnya aku bersama Pangeran Alyan.. " Aluna sengaja mengatakan demikian supaya pemuda itu segera menjauh pergi dari sana. Namun siapa sangka bukannya menjauh dia malah bertambah tertarik untuk mendekati Aluna.


" Ohhh, jadi kamu bersama Pangeran Alyan? " Pemuda itu mengedarkan pandangan ke arah lantai dansa.


" Perkenalkan, namaku Ariel. Aku adik sepupu dari Putri Keysha." Pemuda itu mengeluarkan tangannya, mengajak Aluna untuk berkenalan. Aluna menyambut uluran tangan pemuda itu dengan ragu.


" Namaku Aluna."


" Nama yang bagus. Sepertinya kita akan menjadi teman yang istimewa. Karena kamu istimewa." kata Ariel dengan senyum mengembang di bibirnya yang sedikit tebal.


Aluna tak menanggapi ucapan Ariel. Dia sedang sibuk dengan handphonenya. Mengapa di tempat ini dia tak mendapatkan signal. Ada Chat masuk yang berasal dari Panji dan neneknya.


" Sayang sekali, sepertinya Pangeran Alyan sedang sibuk dengan Putri Keysha." tunjukknya dengan isyarat dagu.


Aluna mengikuti arah yang ditunjuk oleh pemuda itu. Sebuah pemandangan yang membuat dadanya sedikit sesak terpampang di sana. Tampak putri Keysha sedang memeluk Pangeran Alyan dengan sangat erat. Tubuh gadis itu menempel erat di tubuh Pangeran Alyan.

__ADS_1


" Permisi...! " Aluna kemudian berdiri dan melangkah keluar dari ruangan pesta.


Namun, baru saja Aluna hendak melesat pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba seseorang sudah membekap mulut gadis itu dengan kain dan menyeret tubuhnya menjauh meninggalkan tempatnya berdiri.


Aluna meronta berusaha untuk melepaskan diri, namun hal itu tak berselang lama. Tubuhnya terasa lemas dan tak bertenaga. Sepertinya orang itu telah memberikan obat bius pada kain tersebut sehingga Aluna akhirnya tak sadarkan diri.


Dengan ringannya, orang itu membawa tubuh Aluna pergi menjauh, meninggalkan segala keramaian di sana menuju ke suatu tempat tersembunyi yang tak diketahui oleh siapapun.


Sementara itu, Pangeran Alyan tampak sedang sibuk mencari - cari Aluna. Pemuda itu kesal karena tak menemukan sang kekasih. Terakhir sesaat sebelum Putri Keysha mengajaknya berdansa, dia melihat kekasihnya itu sedang duduk seorang diri di meja tempat mereka duduk berdua tadi. Kini meja itu telah kosong.


" Dinda Azzura, apakah Aluna ada bersama kalian? " Pangeran Alyan menggunakan kemampuan ilmu Sepih Angin nya bertanya pada Pangeran Azzura.


" Tidak, aku disini bersama dinda Arryan. Bukankah Aluna bersama kanda? "


Pangeran Alyan tidak menjawab pertanyaan Pangeran Azzura. Dia mulai meraba-raba. Sepertinya ada sesuatu yang tak beres, yang telah terjadi pada kekasihnya.


" Kanda Pangeran Alyan, apa kamu mendengarku? "


" Ya, aku mendengarmu. Sepertinya Aluna menghilang."


" HAH....! " teriak Pangeran Azzura dan Putri Arryan yang kebetulan juga mendengar pembicaraan itu.


Secepat kilat Pangeran Azzura dan Putri Arryan sudah berada tepat di hadapan Pangeran Alyan.


" Apa benar Aluna menghilang, kanda..? "


Pangeran Alyan mengangguk. "Bagaimana bisa, kanda ..?"


Pangeran Alyan menceritakan kronologi kejadiannya dari Putri Keysha yang mengajaknya berdansa hingga selesai itu dia yang mencari keberadaan Aluna di seluruh tempat itu, namun tak menemukannya.


" Apakah kanda Pangeran Alyan sudah mencari Aluna ke semua tempat di sekitar tempat ini? " tanya pangeran Azzura.


"Aku sudah mencari ke seluruh daerah ini dan menyisir tempat ini dengan ilmu Sepih angin milikku, hasilnya aku sama sekali tak menemukan tanda - tanda keberadaan Aluna. Itu artinya dia tidak berada di tempat ini. "


" Apa barangkali Aluna pulang sendiri, kanda. "tanya Putri Arryan. Pangeran Alyan menatap adik keduanya dengan tatapan tak suka.


" Apa maksud dinda Arryan mengatakan Aluna pulang sendiri. Dia pergi bersamaku, sudah seharusnya dia juga pulang bersamaku."


" Siapa tahu Putri Aluna merasa kesal karena melihat kanda dengan Putri Keysha sedang.... " Putri Arryan tidak meneruskan kata - katanya.


" Apa mungkin dia cemburu saat tadi melihat Putri Keysha memelukku? ", pikir Pangeran Alyan.


" Ayo kita pulang. Aku harus memastikan apakah Aluna sudah berada di istana Bukit Duri..! " ajak Pangeran Alyan kepada kedua adiknya.


Setelah berpamitan dengan Putri Keysha, ketiga bersaudara itu melesat terbang meninggalkan tempat itu. Mereka tak tahu, sepeninggal mereka, Putri Keysha tersenyum licik penuh kemenangan.


" Sebentar lagi, aku akan mendapatkan mu Pangeran Alyan. Akan kupastikan, bahwa gadis dari bangsa manusia itu akan tamat riwayatnya dari dunia ini." gumamnya nyaris tak terdengar.


Tak beberapa lama, ketiga kakak beradik itu tiba di Bukit Duri. Pangeran Alyan bagai disambar petir di siang bolong ketika mengetahui bahwa sang kekasih tak berada di sana.

__ADS_1


Kemana Aluna pergi. Apa yang telah terjadi pada Aluna. ......????


__ADS_2