Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Berdamai


__ADS_3

"Duduklah, aku tidak bisa terlalu lama berdiri!" ucap Vani pada kedua pria yang masih setia berdiri dihadapannya.


Mendengar ucapan Vani, keduanya lekas duduk dengan Juna yang benar-benar berdempetan dengan Vani seakan takut Johan mendekati istrinya.


'Kamu harus kuat, Jo. Sekarang bukan hanya dia tujuan hidupmu, kamu harus bisa menyelesaikan semua ini demi kebaikan semuanya. Semua sudah benar, keputusanmu sudah benar!' batin Johan menyemangati dirinya sendiri.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Juna ketus.


"Mas," tegur Vani.


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu, Van. Aku minta maaf karena telah memberikan kesedihan dan luka padamu. Maafkan aku jika aku tidak bisa menjadi pria yang baik untukmu, maafkan aku jika aku tidak bisa memberikan kebahagiaan padamu selama ini. Aku minta maaf untuk semua kesalahan yang telah aku lakukan– " ucap Johan berhenti sejenak, mengambil nafas dalam sebelum kembali melanjutkan ucapannya.


"Aku sadar jika kesalahanku sudah sangat banyak padamu, aku adalah pria yang tidak bertanggung jawab. Pria bodoh yang telah menyia-nyiakan wanita baik sepertimu, pria bodoh yang telah menghancurkan kebahagiaanku sendiri. Maafkan aku, Van, aku menyesali semuanya!" sambung Johan berusaha untuk tetap kuat, meskipun hatinya begitu sakit melihat pria lain yang menggantikan posisinya.

__ADS_1


"Johan, semua sudah berlalu. Lupakanlah! Bagaimana kita bisa menghadapi masa depan jika kita selalu menoleh kebelakang? Benar jika tidak semudah itu untuk melupakan masa lalu, namun kenang masa lalu sebagai pelajaran dan ambil hikmahnya. Bukan malah menjadikan masa lalu sebagai pengikat kita untuk selalu terpuruk. Belajarlah dari masa lalu. Aku sangat berharap jika kamu ataupun Amelia bisa menerima masa lalu, seperti aku yang menerima dan mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Percayalah hidup akan lebih indah dan lebih bahagia jika kita bisa menerima dan mensyukuri semua yang Tuhan berikan. Cobalah untuk menata hidup agar menjadi lebih baik lagi, bukankah sebentar lagi kalian juga akan menjadi orang tua? Berikanlah contoh yang baik untuk anak kalian, berikanlah kebahagiaan untuk anak kalian!" jawab Vani panjang, dengan sangat lembut mengatakannya.


Johan terdiam setelah mendengar ucapan Vani. Jauh di lubuk hatinya Johan juga ingin memperbaiki hubungannya dengan Amelia demi anak mereka, namun disisi lain Johan juga masih merasa ragu untuk melakukannya. Karena rasa cinta yang ia miliki untuk Vani masih begitu besar, dan itu hanya akan membuat Amelia semakin tersakiti hidup bersama pria yang mencintai wanita lain. Johan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan mengikat menyakiti Amelia.


"Terima kasih sudah memaafkan aku, Van. Aku bahagia pernah menjadi bagian terbaik dalam hidupmu.


Sekarang aku akan berusaha sekuatku untuk melepaskanmu jika memang kebahagiaanmu bukan bersamaku. Aku ikhlas melepaskan mu, Vani.


Air mata Vani tak dapat dibendung mendengar semua ucapan Johan. Hatinya begitu terharu mendengar semuanya, meski Vani sangat tau jika begitu sulit untuk Johan menerima semua ini, namun Vani juga sangat yakin jika setelah ini akan ada kebahagiaan yang menghampiri semuanya meskipun harus diawali dengan kesedihan.


Sama halnya dengan Vani yang merasa terharu dengan ucapan Johan, Juna juga merasakan hal yang sama. Selain hatinya merasa lebih tenang dan lega, dia juga merasa kasihan pada Johan. Juna hanya bisa mendoakan agar Johan bisa segera menemukan kebahagiaannya sama sepeti mereka yang sudah bahagia dengan kehidupan mereka saat ini. Tatapan Juna yang awalnya begitu tajam pada Johan, sekarang sudah berubah menjadi lebih hangat menatap Johan.


"Terima kasih, Johan. Terimakasih sudah mau menerima semua ini. Aku senang melihatmu jadi lebih dewasa seperti ini. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian," hanya itu yang dapat Vani katakan menanggapi semua ucapan Johan.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban Vani. Johan mengalihkan pandanganya pada pria yang berada disamping Vani.


"Juna. Aku meminta maaf karena aku sudah mencintai istrimu. Aku tidak bisa membuang rasa ini karena semua rasa ini begitu kuat dalam hatiku. Biarkanlah rasa ini perlahan pergi dengan sendirinya, tolong jangan memaksaku untuk melupakan Vani karena semakin aku berusaha untuk melupakannya, maka akan semakin kuat pula aku mengingat dan mencintainya. Biarkan semua rasa ini pergi dengan sendirinya, namun aku berjanji aku tidak akan mengusik rumah tangga kalian.


Aku sebagai pria yang mencintai Vani, melepaskan Vani untukmu. Aku mohon tolong jaga dia dengan baik, berikan kebahagian yang tidak pernah bisa aku berikan padanya. Berikan hidupmu hanya untuknya, dan jangan pernah sekalipun menyakitinya. Jika suatu hari nanti kamu berani menyakitinya, aku tidak akan berbaik hati lagi padamu dan aku pastikan, jika Vani akan kembali bersamaku!" ujar Johan penuh penekanan dalam setiap kalimat yang diucapkannya.


"Aku berjanji. Aku berjanji akan selalu memberikan yang terbaik untuk istriku dan aku tidak akan pernah memberikan celah untukmu bisa masuk kedalam hubungan kami. Kamu bisa pegang janjiku!" jawab Juna lantang.


'Ya Allah, terima kasih untuk hari yang benar-benar membahagiakan ini. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk semuanya,' ucap Vani dalam hati penuh syukur saat akhirnya semua masalah antara mereka selesai.


****


Masalah Vani dan Johan selesai ya kak. Mungkin kisah ini akan segera tamat. Terima kasih selalu untuk yang masih mengikuti kisah ini. Berharap ada yang mau baca cerita anak Johan nantinya, biar ku lanjut dengan judul baru jika ada yang mau. Bagi pendapat kalian ya kak. 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2