Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Ancaman Rizal


__ADS_3

Tatapan yang begitu tajam Rizal tujukan pada keluarga Alan. Neisha sudah sangat mereka sayangi dan mereka anggap seperti cucu mereka sendiri, mendengar penghinaan yang juga ditujukan pada cucu mereka membuat Rizal kembali murka.


"Sekali lagi kalian berani menjelekan menantu dan cucuku. Aku, Rizal Pramana bersumpah akan melakukan apa pun untuk menghancurkan kalian semua yang ada di sini," ucapnya dengan penuh penekanan, menatap dengan tatapan membunuh pada semua orang yang bergidik ngeri mendengar ancamannya.


"Sepertinya kalian semua yang ada di sini, tidak ada yang tau apa itu neraka. Sepertinya aku perlu menjelaskan pada kalian jika neraka adalah tempat yang cocok untuk kalian semua, terutama kamu!" tunjuk Renata tepat di depan wajah Ibu Alan yang memerah marah mendengarnya.


"Kalian bahkan tidak takut bermain dengan kematian," sambungnya.


"Apa maksud Anda?" bentak Ibu Alan tak terima dengan ucapan Renata dan suaminya.


"Tanpa alasan yang jelas kalian membenci Manda. Kalian mengatakan hal yang begitu buruk. Kalian memfitnahnya, kalian menyakitinya dengan begitu dalam. Jika kalian tahu dia yatim piatu, harusnya kalian tahu dosa kaliam berkali lipat menyakiti anak yatim piatu. Kalian menjauhkan Alan darinya. Kalian akan menyesali perbuatan kalian, aku percaya jika Tuhan akan segera membalas perbuatan buruk kalian. Pintu neraka akan terbuka lebar untuk kalian," ucap Renata tanpa rasa takut sedikitpun, memaki keluarga Alan di rumah mereka sendiri.


"Pergi dari rumahku!" usir Ayah Alan kencang pada Rizal dan Renata. Meskipun merasa takut dengan ancaman Rizal, namun di perlakukan buruk di rumah sendiri tentu saja membuat siapapun akan marah.


"Tanpa perlu kalian usir, kami pasti akan pergi, tapi nanti, setelah kami mengajarkan pada kalian apa itu kebenaran yang sebenarnya.

__ADS_1


Dengarkan baik-baik, jika kalian lupa atau pura-pura lupa dengan semua kebenaran yang ada, Saya akan mengingatkan kalian kembali pada dosa-dosa yang telah kalian perbuat," ucap Renata sinis. Dia tak dapat lagi menahan diri untuk tidak meluapkan semua amarah yang ada di hatinya.


"Dosa apa? Jangan pikir karena kalian orang terpandang kaliam bisa menghakimi kami," hardik salah seorang kerabat Alan yang ada di sana.


"Kami datang bukan sebagi orang terpandang namun sebagai orang tua yang ingin memperbaiki nama anaknya yang di cemarkan oleh keluarga tercemar seperti kalian. Bagus juga jika kalian berpikir kami orang terpandang, harusnya kalian takut kepada kami. Andai kami lebih dulu mengenal Amanda di banding putra kalian, tentu saja kami tidak akan mengizinkan Amanda menjalin hubungan dengan keluarga seperti kalian. Amanda pantas mendapatkan suami dan mertua yang lebih baik, tidak seperti kalian yang hanya mementingkan uang dan kekuasaan," balas Renata menyombongkan status mereka pada orang-orang yang ia anggap gila akan kekuasaan dan uang.


"Kalian bertanya dosa apa? Dosa terbesar kalian adalah karena sudah menzolimi anak yatim piatu. Itu adalah dosa terbesar kalian, dalam ajaran islam, secara jelas dipertegas bahwa perbuatan buruk terhadap yatim seperti menghardik, menghina, memakan harta, menelantarkan, dan perbuatan sejenis lainnya sangat dilaknat. Jangan lupa jika Allah SWT telah menyatakan bahwa anak yatim berada dalam lindungan-Nya. Tapi, sepertinya orang-orang seperti kalian tidak akan mengerti," ucap Renata yang sudah banyak belajar setelah sadar akan kesalahannya dulu. Renata berbicara dengan tatapan serta ucapannya yang semakin tajam, tak membiarkan keluarga Alan kesempatan untuk bicara.


"Jangan kalian pikir jika tidak akan ada orang yang tau tentang kebusukan kalian. Kalian menyebut Neisha sebagai anak haram, kalian menuduh Amanda telah melakukan perbuatan tercemar karena sudah mempunyai anak dari pria lain saat suaminya baru satu tahun meninggal–"


Entah terbuat dari apa? Kebencian yang di miliki keluarga Alan sangat besar pada Amanda yang sama sekali tidak bersalah.


"Kamulah wanita terburuk yang ada di dunia ini. Kamu jelas tau dari mana anak itu berasal, Kamu mengambil Neisha dari sebuah panti asuhan yang ada di luar kota, lalu meletakkannya di depan pintu rumah Amanda. Kamu sendiri yang membawa bayi mungil itu hadir di hidup Amanda dan kamu juga yang menuduhnya melakukan perbuatan tercela. Dasar wanita iblis," maki Renat mulai membongkar kebusukan keluarga Alan, kerabat Alan yang sama sekali tak percaya dengan apa yang mereka dengar sontak saja menatap ibu Alan seolah bertanya kebenaran dari ucapan Renata.


"Dia berbohong. Aku sama sekali tidak melakukan semua itu," ujar Ibu Alan masih membela dirinya yang jelas salah.

__ADS_1


"Anda lah yang berbohong, hidup kalian semua yang ada di sini, penuh dengan kebohongan. Hati kalian sudah di tutup dari kebaikan, hanya tersisa hal-hal buruk di hati kalian." hardik Renata semangkin menggebu marah.


"Bukan hanya itu. Banyak sekali kejahatan yang telah kalian lakukan, kalian sengaja memisahkan mereka yang saling mencintai hanya karena Amanda tidak setara dengan keluarga kalian. Kalian merekayasa pemakaman putra kalian sendiri hanya untuk memisahkan mereka. Kalian mencuci pikiran putra kalian agar membenci Amanda, memberikan bukti-bukti palsu untuk membuat Amanda terlihat buruk. Beruntung kalian bertemu wanita seperti Amanda yang tidak berniat membalas kalian karena dia menghormati kalian sebagai keluarga dari pria yang dia cintai," sahut Rizal menyambung penuturan istrinya.


"Kalian benar-benar berhati iblis. Kalian tenang saja, jika kalian merasa takut Amanda akan kembali masuk ke dalam kehidupan kalian, kalian salah besar. Kami akan menjadikan Amanda menantu kami, akan menjadikannya menantu yang sangat dihormati. Satu hal yang pasti, cepat atau lambat, kalian akan menyesali keputusan kalian yang telah memisahkan mereka. Ingat semua ucapan kami baik-baik, dan lihatlah, karma akan segera menghampiri kalian," sambung Renata tersenyum sinis menatap seseorang yang terlihat terkejut, lalu melangkah pergi dari sana bersama suaminya, meninggalkan semua orang yang terdiam menatap kepergian mereka.


"Sial, kenapa aku harus terlibat dengan Rizal Pramana. Ini semua karena kalian, awas saja jika dia menyentuh keluargaku," geram kerabat Alan merasa amat kesal pada orang tua Alan.


"Ma, apa semua itu benar?" tanya Alan yang entah sejak kapan berdiri di belakang mereka.


***


Tiga bab doang untuk hari ini ya kak, lanjut malem kalau sempat. Aku ada kerjaan di luar hari ini. Maaf aku nggak bisa bales satu satu komentar kalian, tapi aku selalu baca n selalu ku nanti like komen hadiah n dukungan dari kalian. Oh ya kak, cerita yang judulnya 'Aku bukan pelakor' aku hapus dulu, banyak yang mau direvisi, aku jg mau fokus di buku ini sama 'Noda dalam cinta' dulu. Mampir juga ke kisah Stella ya kak.


Terima kasih selalu, semuanya. Semoga sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2