
Usai menghabiskan cukup waktu untuk mengelilingi hunian baru yang akan mereka tempati setelah menikah nanti, saat ini Vani dan Arjuna sudah berada di sebuah gazebo di tengah taman yang ada dibelakang rumah tersebut. Kenapa ada banyak taman di sana, sebab Vani menyukai hal itu, sesuatu yang berusaha Arjuna ciptakan untuk menambah kenyamanan calon istrinya nanti.
Juna yang melihat Vani terlihat lelah, membawa Vani untuk bersandar dalam dekapannya. Keduanya menikmati keindahan di malam hari itu menatap langit malam. Keduanya juga sudah sepakat untuk bermalam di sana, sekali pun itu akan menjadi hal yang begitu canggung untuk mereka.
"Sayang, kamu lelah?" tanya Arjuna menunduk menatap Vani yang berada dalam dekapannya.
Vani mengangguk pelan, lalu berkata. "Aku ingin mandi, setelah itu istirahat. Tapi aku tidak punya pakaian ganti, bagaimana? Apa kita pulang saja?"
"Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu. Jangan khawatirkan hal kecil seperti itu, aku sudah menyiapkan semuanya," jawab Arjuna. Vani yang mendengar itu bangkit, lalu duduk menghadap Arjuna. "Benarkah?" tanyanya.
"Tentu saja. Pergilah mandi, gunakan air hangat. Aku akan menyiapkan semuanya!" ucap Arjuna yang diangguki setuju oleh Vani tanpa bertanya lebih lanjut, sebab Vani benar-benar sudah lelah dan ingin segera beristirahat.
Saat Vani menuju sebuah kamar yang nanti akan menjadi kamat mereka di sana. Arjuna justru keluar dari rumah, menuju mobilnya, mengambil sesuatu dari dalam mobilnya. Beberapa paper bag Arjuna bawa masuk ke dalam rumah menuju kamar yang akan mereka tempati.
__ADS_1
Arjuna dapat mendengar suara gemericik air di kamar mandi, seketika bagian tubuh bawahnya seakan merespon saat pikirannya mulai membayangkan apa yang terjadi di dalam kamar mandi tersebut.
Arjuna menggelengkan kepala setelah menyadari apa yang sempat dia pikirkan, mengambil kertas dan pena, menuliskan sesuatu di sana, lalu meletakan kertas itu di atas papar bag yang Arjuna letakan di atas tempat tidur.
Arjuna bergegas keluar dari kamar tersebut,mencari kamar lainnya saat dia membutuhkan air dingin untuk menenangkan tubuhnya sendiri yang terasa panas bergairah membayangkan sosok wanita yang disukainya tengah berada di kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian, Vani keluar dari kamar mandi. Tatapan Vani tertuju pada ranjang, melihat semua itu, Vani tersenyum. Pakaian tidur lengkap dengan pakaian dalam serta beberapa kebutuhan lainnya tersedia di atas ranjang. Vani yang sudah sangat kelelahan mengganti pakaian, mengeringkan rambutnya setelah itu membaringkan tubuh lelahnya di atas ranjang.
***
"Tuan, semua sudah disiapkan!" ucap Dika, orang yang datang ke sana.
Arjuna yang mendengar itu melangkah lebih dulu menuju lantai bawah untuk melihat hasil kerja Dika yang Arjuna minta kerjakan.
__ADS_1
Di sana terlihat beberapa pelayan dengan membawa beberapa keperluan Arjuna dan Vani di sana. Bukan beberapa, tapi ada begitu banyak yang telah Arjuna minta Dika untuk persiapkan. Melihat hasil kerja Dika sesuai dengan arahannya, Arjuna mengizinkan semuanya untuk kembali pergi.
Arjuna kembali naik ke lantai tiga rumah tersebut, menuju ke dalam kamar yang ditempati Vani. Arjuna terdiam sejenak menatap wanita yang telah terlelap dengan begitu tenang menggunakan pakaian yang persis sama seperti yang dikenakan Arjuna. Ya, pakaian tidur yang mereka kenakan adalah pakaian tidur pasangan.
Lagi-lagi untuk pertama kalinya, Vani adalah wanita pertama yang tidur bersamanya, tidur dalam artian tidur yang sebenarnya. Di atas ranjang yang sama dengannya, menggunakan pakaian yang sama dengannya. Semua hal baru dalam hidup Arjuna, terjadi hanya pada Vani, wanita yang berhasil masuk ke dalam hatinya.
"Aku harap kamu tidak marah jika besok terbangun melihat kita tidur bersama. Aku berjanji tidak akan macam-macam, Sayang. Hanya tidur dan memelukmu, aku tidak akan berbuat yang macam-macam meskipun sesungguhnya aku ingin sekali menyentuhmu!" ucap Arjuna pelan, mengecup dahi Vani, lalu mengangkat kepala Vani, menjadikan lengannya sebagai bantal kepala wanitanya. Arjuna benar-benar ingin menikmati tidur bersama Vani. Tidur dengan Vani yang berada dalam dekapannya.
Beberapa saat kemudian. Saat Arjuna sudah mulai memejamkan matanya dan masuk ke dalam alam mimpi, Vani justru membuka matanya. Ia terbangun saat Arjuna membawanya masuk ke dalam dekapan Arjuna, tetapi memilih untuk berpura-pura tetap tidur. Vani jelas terkejut, Vani merasa gugup dan juga takut berada di kamar dan ranjang yang sama dengan Arjuna. Vani sempat menyesal menerima ajakan Arjuna untuk bermalam di sana, tetapi melihat Arjuna tak melakukan sesuatu yang berlebihan, Vani tidak mempermasalahkan selagi itu tidak menjurus ke sesuatu yang merugikan dirinya sebagai perempuan.
Vani mengangkat tangannya, mengusap lembut wajah Arjuna sembari berbicara di dalam hatinya. "Terima kasih sudah hadir dalam hidupku."
Setelah puas menatap Arjuna, Vani mengangkat sedikit tubuhnya, mengecup sekilas bibir dan dahi Arjuna, lalu kembali menutup matanya dengan memeluk Arjuna.
__ADS_1
Arjuna yang setengah sadar akan apa yang dilakukan Vani, tersenyum dalam tidurnya, dan semakin mengeratkan dekapannya pada Vani. Terlihat jelas jika keduanya sama-sama bahagia dan menikmati hal tersebut.