Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Ungkapan Hati


__ADS_3

Disaat semua orang tengah terlelap dengan nyenyak nya Amanda justru masih terjaga. Manda sudah memutar tubuhnya menatap ke arah Johan yang untuk pertama kalinya berada di atas ranjang yang sama dengannya setelah mereka menikah.


Manda sadar pernikahan mereka dimulai karena kesalahpahaman, tetapi semua itu telah berlalu dan hubungan mereka berjalan dengan baik. Rasa bersalah terkadang menghampiri Manda, terlebih saat ini dimana dia tidur bersama pria yang menjadi suaminya, tetapi pikirannya sesekali memikirkan Alan, bahkan meminta suaminya untuk membantu menyelesaikan masalahnya.


'Apa tidak tau disebut apa hubungan kita, Jo. Disatu sisi aku merasa nyaman hidup bersamamu, tetapi disisi lainnya hatiku masih saja ingin mencari tahu tentang Al. Dan belum bisa menerima fakta yang dikatakan oleh keluarganya sebab semua itu mengganjal di hatiku. Apa yang akan terjadi jika aku kembali pada Alan, Jo? Akan kah kamu melepaskan aku? Akan kah kamu membiarkan aku pergi dengan pria lain?' Berbagai pertanyaan yang hanya bisa Manda ucapkan di dalam hatinya.


Sebagai seorang wanita jelas Amanda mengakui jika Johan terlihat sempurna. Pria yang menjadi suaminya itu mempunyai fisik yang bagus, wajah rupawan serta mapan. Johan juga pria yang baik, tak pernah Johan menyakiti atau menyinggung perasaan Amanda setelah mereka menikah. Sejak mereka sepakat menjadi teman, Johan benar-benar memperlakukan Amanda dengan sangat baik yang terkadang juga tak jarang membuat Amanda terbawa perasaan.

__ADS_1


'Jika kita saling menyukai, saling melengkapi dan menjadi pasangan seperti pasangan lainnya, sepertinya itu akan sangat sempurna, Jo. Semua orang akan iri pada hubungan kita, tapi sayangnya itu tidak mungkin terjadi saat nama wanita lain ada di hatimu,' batin Manda.


Manda memutar tubuhnya berbaring terlentang menatap langit-langit kamar yang ditempatinya. Angan Manda mulai membawanya mengingat kenangan bersama Alan, selain Alan, tidak ada satu pun dari keluarga Alan yang bersikap baik padanya, semua itu sangat berbeda dengan Johan serta orang-orang yang ada di sekeliling Johan. Berada di samping Johan membuat Amanda menjadi sangat terhormat dan dihargai dengan sangat baik oleh hampir semua orang. Memikirkan itu semua membuat Amanda semakin bingung dalam mengambil keputusan.


'Apa yang kau harapkan dari Alan, Nda? Jika benar dia masih hidup kenapa dia tidak mencari mu? Kenapa kamu harus memikirkan orang yang tidak memikirkan mu?' Suara hati Manda seakan memberi pertanyaan yang sulit untuk Manda jawab.


Sesaat setelah Manda terlelap. Johan justru membuka matanya. Pergerakan Manda sebelumnya yang menatap ke arahnya setelah membangunkan tidur Johan, tetapi pria itu tetap memejamkan matanya agar Manda tak merasa malu karena sudah tertangkap basah tengah menatapnya.

__ADS_1


Johan mengangkat kepalanya, menjadikan tangannya sebagi penyanggah saat Johan ingin menatap Amanda yang berbaring di sampingnya. Selain Vani, tak pernah Johan menatap wanita dengan begitu lama seperti yang saat ini dia lakukan pada Manda. Seulas senyum terbit di wajah tampannya saat menatap wajah cantik wanita yang ada di sampingnya, wanita yang menyandang status sebagai istrinya.


"Aku tidak tahu apa yang spesial darimu, Nda, sehingga kehadiranmu perlahan mampu me.buatku melupakan Vani. Namun yang pasti aku merasa bersyukur bertemu denganmu dan sama sekali tak menyesal menikahi mu," ucap Johan pelan dengan sebelah tangannya menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah cantik itu ke balik telinga Manda.


Entah kapan semua itu bermula, tetapi semakin hari Johan merasa hubungan mereka semakin dekat begitu juga dengan hatinya, dan semua itu semakin Johan rasakan saat di makam. Melihat Amanda bersedih sangat menyiksanya dan melihat Manda tersenyum adalah kebahagiaan tersendiri untuknya, karena itu Johan berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu membuat Manda tersenyum sekali pun nanti harus melepaskan Manda jika Alan lah yang menjadi pilihan Manda pada akhirnya, meski di dalam hatinya sangat berharap Manda akan menua bersamanya.


"Tidurlah istriku, tidur yang nyenyak," ucap Johan lagi dengan sadar mengecup lembut dahi Manda, sebelum akhirnya kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2