Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Mencoba Menghindar


__ADS_3

Tiga hari berlalu. Selama tiga hari itu juga Amanda selalu bersembunyi dari Johan dan Johan juga terus mencarinya. Amanda mengambil cuti dari sekolah hanya untuk menghindari Johan dan beruntungnya ia karena Rini–sahabatnya, mengizinkan Amanda bersembunyi di rumahnya.


"Nda, kamu mau sampai kapan seperti ini? Apa salahnya menerima pernikahan ini? Dia pria yang paling di incar oleh banyak wanita di kota Semarang ini, loh. Kamu harusnya beruntung bisa menikah dengan pria sepertinya, jika semua ini terjadi padaku, tentu aku tidak akan menolaknya." Ucapan Rini membuat Manda melotot menatapnya.


"Kalau begitu kamu saja yang menikahinya!" ujar Amanda.


"Jika dia mau, aku dengan senang hati menerimanya, Nda," jawab Rini yang terbiasa memanggil Amanda dengan panggilan Nda.


"Aku tidak menyukainya, sekalipun dia seorang raja aku tetap tidak menyukainya," ucap Amanda terlihat sendu.


Rini mengusap lembut tangannya. "Sudah waktunya kamu melupakan dia, di atas sana dia pasti menginginkan kamu membuka hati untuk pria lain, Nda. Neisha juga butuh sosok seorang ayah," ucap Rini lembut.


"Tapi tidak dengan cara seperti ini, Rin. Sesuatu yang dimulai dengan cara yang salah tidak akan berakhir baik."


"Namun tidak ada yang tau takdir Tuhan. Bagaimana jika semua ini memang cara Tuhan mempertemukan kalian?" balas Rini membuat Manda terdiam.

__ADS_1


"Baiklah jika kamu tidak ingin menikah dengannya. Lalu sampai kapan kamu mau bersembunyi seperti ini? Lambat laun dia pasti akan menemukanmu," ucap Rini lagi pada sahabatnya yang masih saja terdiam.


"Jika kamu tidak ingin menikah dengannya, kenapa kamu tidak berbicara baik-baik dengannya? Coba saja dulu, siapa tau dia mau mengubah keputusannya,


Bukankah kamu sendiri yang bilang jika kejadian kemarin itu di saat dia sedang mabuk, mungkin saja dia tidak sadar dengan ucapannya," kata Rini memberikan saran.


"Iya, kamu ada benarnya, semoga saja dia tidak sadar dengan ucapannya waktu itu, baiklah kalau begitu aku akan membicarakan semua ini padanya, aku juga lelah harus bersembunyi seperti ini, kasihan Neisha," ucap Manda menghela napas berat. "Eh, tapi tunggu dulu, jika dia tidak sadar, lalu kenapa dia terus saja mencari ku beberapa hari ini?" Sambungnya lagi.


"Mungkin saja ada hal lain yang ingin ia bicarakan padamu. Sudah, besok temui dia dan bicarakan semua ini baik-baik padanya!" ucap Rini yang akhirnya di angguki oleh Amanda.


"Akhirnya ketemu juga," ucap Johan menyeringai tersenyum puas, sembari mencekal tangan Amanda yang baru saja turun dari mobil.


Wanita yang berusaha menghindari Johan tersebut, memejamkan matanya dan menggigit bibirnya saat akhirnya ia harus bertemu dengan Johan secepat itu, namun Amanda juga berpikir semakin cepat bertemu dengan Johan, maka semakin cepat juga ia akan mengatakan ketidak setuju nya akan rencana pernikahan tersebut.


"Apa maumu sebenarnya?" tanya Manda menatap Johan.

__ADS_1


"Berhentilah mencoba kabur dariku karena pernikahan ini akan tetap berlangsung, dengan atau tidaknya persetujuan darimu!" ucap Johan mengurungkan niat Amanda untuk berbicara baik-baik saat Johan sudah lebih dulu mengatakannya, yang artinya kejadian kemarin di sadari oleh Johan.


"Aku tidak ingin menikah denganmu, aku sudah menikah!" Amanda terus menolak membuat Johan tertawa mendengarnya.


"Tidak akan ada yang bisa menghentikan ku, suamimu sudah tenang di atas sana, bagaimana mungkin ia bisa menjadi penghalang untuk kita menikah?" ucap Johan membuat Manda terdiam, ia terkejut saat Johan sudah mengetahui jika suaminya telah meninggal.


Melihat Manda terdiam, Johan semakin menyeringai, ia sudah meminta orang suruhannya untuk menanyakan status Amanda dan ternyata benar dia adalah seorang janda yang di tinggal meninggal suaminya, hanya itu yang orang suruhannya dapatkan dari warga yang ada di san.


"Aku hanya ingin mengingatkanmu untuk bersiap, karena besok aku akan membawamu bertemu dengan kedua orang tuaku!" Johan berlalu pergi dari sana meninggalkan Amanda yang hanya bisa mengumpat kesal.


"Dia gila!" maki Amanda.


****


Hai Kak, akhir-akhir ini dan beberapa hari ke depan aku beneran lagi sibuk-sibuknya. Sekali lagi maaf jika update nya suka nggak teratur, tapi aku usahakan untuk tetap up setiap harinya. Terima kasih selalu untuk semua yang sudah mampir dan mendukung cerita ini.🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2