
Penolakan yang didapat jika hanya dari ucapan, Alan bisa saja berpikir jika semua itu Manda ucapkan sebab Manda tengah marah padanya dan akan memaafkannya seiring waktu. Namun, saat sikap, tatapan serta perlakuan Amanda yang begitu terlihat tulus pada Johan membuat Alan kehilangan dunianya. Alan benar-benar sudah kehilangan Manda, tak ada sedikitpun cela untuknya masuk ke dalam hati Manda saat wanita itu sudah menyerahkan hatinya pada Johan.
Masih teringat dibenak Alan kejadian satu jam yang lalu dimana Manda menolaknya meski berkata memaafkannya. Menyesal tak ada guna saat semua penyesalannya tak dapat membawa Manda kembali padanya.
"Kamu tahu, Mas. Cinta yang sebelumnya aku miliki untukmu begitu besar. Aku tetap memperjuangkan cintaku meski aku tahu penghalang terbesar dalam hubungan kita adalah keluargamu. Aku tetap berjuang dengan harapan dan kepercayaan yang ada di hatiku jika Alan yang aku kenal adalah pria terbaik yang tidak akan pernah menyakitiku, tidak akan pernah mengecewakanku. Namun, kejadian hari ini mengungkap semuanya jika penilaianku selama ini salah sebab cintamu padaku tidak sebesar cintaku padamu. Aku tidak ingin memulai kembali untuk membangun sesuatu yang sudah kamu hancurkan karena aku ingin memulai semuanya dengan pasangan lain yang Tuhan hadirkan dalam hidupku. Aku tahu jika ucapanku menyakitimu, tetapi aku tidak ingin memberi harapan padamu dan aku ingin memperjelas semuanya hari ini dan detik ini juga jika aku tidak bisa dan tidak akan pernah kembali padamu karena aku memilih dia. Aku ingin meraih kebahagiaanku bersama Johan Pramana. Aku harap kamu bisa menerima keputusanku."
Kalimat penolakan yang Manda ucapkan menjadi akhir dari kisah cinta yang pernah terjalin indah diantara mereka. Jika saja kedua orang tuanya tidak melakukan cara-cara licik untuk memisahkan mereka, mungkin saat ini kehidupan Amanda dan Alan akan sangat bahagia. Mengingat jika semua kehancurannya karena kedua orang tuanya, Alan yang saat ini tengah berada di dalam mobil meratapi kehancurannya, bergegas pergi dari sana kembali ke rumah orang tuanya.
"Ini semua karena kalian, aku benci kalian," ucapnya.
***
__ADS_1
Rui tak sabar untuk segera tiba di rumah orang tua Alan. Setelah kejadian tadi siang dimana dia mendapat cacian dari Johan dan orang tua Johan, Rui pulang ke hotel tempat dia bermalam ketika berada di Indonesia.
Rui yang saat ini tengah berada di dalam taksi berulang kali mencoba menelpon Alan, tetapi tak sekali pun Alan menanggapinya dan itu membuat Rui semakin yakin jika sesuatu pasti kembali terjadi setelah dia pergi.
Beberapa saat kemudian, Rui tiba di sana merasakan suasana yang tidak baik. Rui semakin bertanya-tanya atas apa yang telah terjadi. "Tante, Om. Ada apa?" tanya Rui menghampiri kedua orang tua Alan yang duduk di ruang tamu tetapi terlihat seperti orang bermusuhan.
"Dimana Alan?" tanya Rui lagi saat pertanyaan pertamanya tak mendapat jawaban.
"Istri? Apa maksud, Om?" tanyanya tak terima.
"Seperti yang kamu dengar dan kita sendiri ketahui jika Alan dan Manda belum berpisah. Semua sudah terbongkar, Alan sudah mengetahui semuanya!" ucap ayah Alan membuat Rui terduduk lemas mendengarnya.
__ADS_1
Rui sama sekali tak terkejut atau pun penasaran mendengar ucapan orang tua Alan jika semua itu terbongkar sebab dia juga mengetahui semuanya, kecuali tentang Neisha, sebab hanya ibu Alan yang tahu kebenaran tentang Neisha. Namun yang membuat responnya seperti itu adalah mendengar jika Alan sudah mengetahui semuanya yang artinya harapannya dan perjuangannya selama ini untuk bersama Alan akan sia-sia.
"Tante, Om. Bagaimana ini? Aku tidak ingin hubungan kami berakhir. Kami sudah bertunangan dan kami akan menikah, aku tidak ingin semua ini batal. Tidak, aku tidak bisa membiarkan semua itu terjadi. Tolong bantu aku!" pinta Rui terlihat begitu panik dan gelisah.
Suara gelak tawa yang diselimuti kesedihan terdengar, mengalihkan perhatian ketiga orang tersebut. Orang itu adalah Alan yang juga tiba disana sesaat setelah Rui tiba dikediaman orang tuanya.
"Ternyata semua ini memang sudah kalian rencanakan dengan begitu matang. Aku benar-benar bodoh. Kalian semua membohongiku. Kalian semua mempermainkan hidupku dan menghancurkan kebahagiaanku. Aku benar-benar kecewa pada kalian terutama Mama. Mama adalah wanita yang telah melahirkan, berjuang membesarkan aku tetapi Mama juga yang telah melenyapkanku. Mama mengambil hidupku, Ma. Terima kasih untuk semua ini. Sekarang aku sadar jika tempatku bukanlah di sini. Kalian semua bukanlah bagian dari hidupku lagi," ucap Alan dengan tatapan yang penuh kekecewaan, lalu pergi dari sana meninggalkan ketiga orang yang terdiam setelah mendengar luapan kekecewaannya.
***
Hai Kakak. Selamat merayakan hari raya idul Adha, ya kak. Maaf baru sempat up. Mohon maaf kalau ada salah ya kak.
__ADS_1
🙏🙏🤗🤗