
Hampir semua orang yang ada dikediaman orang tua Johan merasa cemas saat Amanda tak juga kembali ke rumah. Bukankah harusnya Amanda sudah kembali ke rumah? lalu kenapa hingga saat ini dia belum juga kembali.
Bukan pasal tak tau keberadaan Amanda, namun penyebab Amanda belum pulang ke rumah itulah yang membuat mereka cemas. Mereka merasa iba dan juga khawatir akan apa yang sedang terjadi pada Amanda.
"Oma, kenapa Mama belum kembali?" tanya Arsenio yang sejak tiba di sana tak menemukan Amanda.
"Sayang, Mama ada urusan penting di luar. Mama pasti akan kembali setelah selesai, mama tidak mungkin meninggalkan Arsen dan Neisha," ucap Renata berusaha tenang, tersenyum lembut pada cucunya.
"Arsenio temani Neisha bermain di ruang bermain, Ya. Oma dan Opa mau bicara," ucap Renata lagi pada Arsen.
Renata yang tadi mendengar semua cerita dari Rizal akan apa yang telah terjadi, begitu emosi mendengarnya. Dia ingin sekali mendatangi kediaman orang tua Alan. Dia ingin sekali melabrak mereka yang sudah menghina dan membuat keadaan Amanda menjadi seperti ini.
"Ma, dengarkan aku. Tenanglah! Orang suruhan Johan mengatakan Amanda saat ini di tempat Vani. Biarkan dia menemui Vani, aku yakin dia butuh teman untuk bercerita dan kamu juga aku minta tolong tenanglah!" pinta Rizal pada Renata.
__ADS_1
"Aku sudah tidak bisa lagi untuk tenang, Pa. Aku harus mendatangi keluarga pria itu. Aku akan mengatakan semuanya pada mereka. Aku akan membuka mata mereka. Kalaupun mereka tetap saja menilai buruk tentang Amanda aku akan terus membuat mereka merasa malu dan dihantui rasa bersalah karna sudah menyakiti Amanda," ucap Renata menggebu mengambil tas nya lalu keluar dari kamarnya.
Renata dan Rizal yakin jika Johan tidak datang bersama Arsen, pasti karena Johan juga mendatangi Alan. Rizal sudah mengatakan itu pada Renata, tetapi istrinya tetap saja ingin pergi ke rumah Alan.
Sekeras apapun Rizal berusaha menahan Renata untuk tidak mendatangi kediaman orang tua Alan, hal tersebut tetap saja terjadi saat Renata seakan tak bisa di hentikan, yang akhirnya membuat Rizal mau tidak mau mengikuti sang istri demi menjaga sang istri. Bukan menjaga istrinya dari keluarga Alan, melainkan menjaga agar amukan istrinya yang ia tau begitu kejam jika kesabarannya sudah habis, pada keluarga Alan.
Renata tipe wanita yang akan sangat mengerikan jika dia sudah marah, dan kemarahannya sesuatu yang di takuti oleh Johan dan Rizal yang jelas sangat mengenalnya tersebut.
"Jika ingin berbicara baik-baik, aku akan mengundang mereka makan malam di rumah kita, menyajikan masakan terbaik, bukan malah datang dadakan seperti ini!" ucap Renata sinis.
Harusnya aku tidak menceritakan semua padanya? Rizal membatin merutuki dirinya sendiri.
Meskipun sangat kesal, dan ingin membantah, tapi Renata tetap menuruti apa yang di katakan oleh suaminya. Renata mencoba menjaga emosinya dan sopan santunnya. Ia berdiri di depan pintu yang rumahnya tidak seluas rumah mereka itu, menekan bel rumah Alan lalu menunggu dengan tegap di depannya.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucapnya tenang.
"Waalaikumsalam...," jawab seseorang sembari membukakan pintu.
"Orang seperti mereka ternyata bisa juga menjawab salam," gumam Renata mencibir.
Oh, pelayan. Pantas saja, kalau majikannya, aku ragu bisa mengucapkan salam ataupun jawab salam. Sambung Ratna dalam hati saat melihat pelayan lah yang membukakan pintu.
"Apa pasangan majikan kalian ada di rumah?" tanya Renata langsung pada pelayan yang bersikap sopan padanya dan Rizal yang berdiri di samping Renata.
"Ada Tuan, Nyonya. Kalian bisa tunggu sebentar, saya akan panggilkan mereka," ucap pelayan. Setelah mempersilahkan Renata dan Rizal masuk, pelayan tersebut dengan cepat menghampiri majikanya.
Aku yakin sesuatu akan kembali terjadi. Tadi putra mereka sekarang orang tuanya. Non Manda beruntung bertemu mereka, bibi turut senang, non. Batin pelayan yang sudah lama bekerja di sana itu. Pelayan itu jelas mengenal Rizal dan Renata, karena itu juga dia tak ragu membiarkan keduanya masuk. Meski membutuhkan uang, tetapi dia juga merasa iba dengan apa yang menimpa Manda, dan turut merasa senang jika ada yang dapat membalas sakit hati Manda, wanita yang dia tahu tak bersalah.
__ADS_1