Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Saling Mencintai


__ADS_3

Semua anggota keluarga Vani saat ini tengah berkumpul di ruang keluarga rumah mereka, mereka semua tengah membahas kembali tentang hubungan Arjuna dan Vani. Jika seharusnya keseringan tanggal pernikahan akan dimusyawarahkan bersama antara kedua belah pihak keluarga mempelai, kali ini mereka seakan tak ikut campur dalam tanggal yang akan menjadi pengikat sah keduanya.


Tak ada yang bisa menentang apa yang Arjuna inginkan termasuk kedua orang tuanya yang tidak akan mencoba mengubah keputusan Arjuna selagi semua yang Juna lakukan baik menurut mereka. Begitu juga keluarga Vani yang hanya menunggu kabar selanjutnya dari Juna dan Vani mengenai pernikahan mereka.


"Apa belum ada kabar dari Vani mengenai tanggal pernikahan mereka?" tanya Anggara pada istrinya.


"Aku sempat bertanya pada Vani hari ini, katanya mereka akan mencari hari baik itu dalam waktu dekat," sahut Vivian menjawab pertanyaan ayahnya–Anggara.


"Baiklah, papa harap mereka tidak menunda pernikahan mereka," ujar Angga lagi.


"Sepertinya kecil kemungkinan mereka menunda pernikahan, Pa. Lihat saja bagaimana pria tampan itu terlihat sangat menyukai dan tidak sabar ingin hidup bersama Vani." Ibu Vani tertawa mengatakan semua itu, membuat Vivian yang mendengar ikut menimpalinya. "Mama benar, Arjuna benar-benar terlihat memuja adikku"


Apa yang mereka tengah bicarakan juga tengah dibicarakan oleh Vani yang tengah menikmati makan siangnya bersama Esi dan juga Karina yang turut menyusul mereka di restoran.

__ADS_1


"Jadi kapan?" tanya Karina.


"Kalian selalu mempertanyakan hal itu sejak kemarin. Sudah aku katakan kami belum membahasnya, mungkin nant saat bertemu dengannya aku akan mulai membahasnya. Aku pikir sebaiknya aku dan Arjuna segera menikah," ucap Vani cukup mengejutkan kedua sahabatnya.


"Waw... Sepertinya ada yang sudah tidak sabar ingin kawin!" Karina sengaja menggoda Vani ketika melihat ketegangan di wajah Vani.


Vani yang mendengar itu mencubit pelan lengan Karina yang masih saja menertawakannya. "Aku tidak ingin Johan merusak semuanya," ucap Vani lagi berhasil menghentikan tawa Karina.


"Pengkhianat itu?" beo Karina yang belum mengetahui mengenai kejadian tadi pagi tentang bunga dan pesan dari Johan.


Vani sama sekali tidak merasa terpaksa menerima lamaran Juna dan menikah dengan Juna, setelah melihat semua perjuangan Juna untuk mendekatinya. Namun, Vani juga tak bisa menyangkal jika alasannya ingin mempercepat pernikahan adalah karena takut pada Johan. Vani yang memikirkan itu merasa bersalah.


"Apa menurut kalian aku melakukan semua ini karena terpaksa?" tanya Vani menatap kedua sahabatnya saat dia merasa ragu pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Karina dan Esi yang mendengar itu terdiam sejenak menatap inten pada Vani yang juga tengah menatap mereka. "Kamu menyukai Arjuna? Apa yang kamu rasakan padanya?" tanya Karina yang lebih dulu bicara.


"Jujur saja awalnya aku sama sekali tidak menyukainya terlebih dengan sikapnya yang selalu mengklaim aku sebagai miliknya, sifatnya yang suka memaksa dan banyak hal lainnya yang membuatku tidak menyukainya, sekali pun aku lah yang lebih dulu mencari masalah dengannya," ucap Vani menjawab.


"Lalu sekarang?" tanya Esi.


"Sekarang aku terbiasa dengan keberadaannya, semua sifat dan sikapnya entah mengapa membuatku merasa lebih diinginkan, membuatku merasa jika dia begitu menyukaiku dan semua itu perlahan membuatku merasa nyaman. Dan yang membuatku sedikit ragu adalah perasaanku sendiri yang menurutku mungkin aku sudah mulai mencintainya. Apa mungkin secepat itu?" ucap Vani lagi mengatakan semua isi hatinya.


"Tidak ada yang tidak mungkin Van. Siapa pun yang berada di posisimu akan merasakan hal yang sama. Siapa yang tidak akan jatuh cinta pada pria sepertinya? Dia tampan, dia kaya, dia juga sangat perhatian dan baik padamu. Dia terlihat setia dan benar-benar mengistimewakan mu." Karina tersenyum turut senang mengetahui jika sahabatnya sudah move on dari pria yang pantas di cap pengkhianat.


"Jadi aku memang sudah jatuh cinta padanya?" tanya Vani lagi memastikan.


Kedua sahabatnya dengan cepat mengangguk sembari tersenyum lebar.

__ADS_1


"Dia juga mencintaiku?" tanya Vani lagi.


"Tidak diragukan lagi, kalian saling mencintai," jawab Karina dan Esi lagi-lagi serentak.


__ADS_2