
"Sayang, aku sudah tidak bisa menahan nya. Apa boleh?" Johan kembali bertanya dengan mata yang dipenuhi dengan nafsu.
Mungkin ini sudah saat nya, Nda. Sampai kapan dia akan terus bersabar menunggumu? Dia selalu menghargaimu dengan tidak memaksakan kehendaknya padamu, sudah sepantasnya kamu memberikan haknya atas dirimu. Batin Manda.
"Seperti yang Mas katakan, aku milikmu. Mas mencintaiku dan berjanji tidak akan menyakitiku, maka tidak ada lagi alasan untukku menolak," ucap Manda memberikan senyum terbaiknya.
"Apa itu artinya boleh?" tanya Johan senang, yang dijawab anggukan oleh Manda.
Johan kembali menyatukan bibir mereka sembari menggendong Manda setelah itu merebahkan perlahan Manda diatas tempat tidur masih dengan bibir yang saling bergerak lincah.
Wajah merona Manda semakin merona saat Johan mulai mengukung tubuhnya di atas ranjang. Manda memutar kepalanya menghadap samping, agar tak melihat Johan sebab dia benar-benar merasa malu dan gugup, tapi Johan dengan cepat menahan dagu Manda agar tetap menantapnya.
"Aku didepanmu, bukan disamping. Lihat aku," ucap Johan, lalu mengecup sekilas bibir Manda.
"Semakin kamu menghindar, aku akan semakin beremangat, Sayang! Kamu sudah setuju jadi aku tidak akan menundanya lagi. Sudah sangat lama dia berpuasa dan sekarang dia sudah sangat kelaparan," sambung Johan menggesekkan senjatanya yang masih terbungkus kain persegi tiga itu di paha Manda.
"Aku malu," cicit Manda pelan, membuat Johan semakin gemas melihatnya dan dengan cepat kembali menyatukan bibir mereka.
Bibir keduanya kembali bersatu dengan pergerakan yang begitu lembut, keduanya saling bergerak dan memperlihatkan bukti kelembutan dari cinta mereka.
"Aku sudah tidak bisa lagi menahannya. Apa boleh?" ulang Johan kembali memastikan, dengan nafas memburu, setelah melepaskan penyatuan bibir mereka.
Manda dapat melihat jelas nafsu yang sudah memenuhi suaminya, bukan hanya Johan yang merasa panas, karena sesungguhnya tubuhnyapun juga sudah merasakan sensasi panas tersebut terlebih setelah Johan menyentuh dadanya saat dikolam renang tadi dan saat Johan menggegeskan senjatanya di paha Manda.
"Lakukanlah. Aku tidak mungkin tega membiarkan dia berpuasa lebih lama," jawab Manda membuat Johan yang mendengar seakan ingin terbang melayang saking senangnya.
"Kamu beruntung dek, dia tidak membiarkanmu lapar," ucap Johan menunduk menatap senjatanya.
__ADS_1
"Dek? Adek?" Beo Manda bingung. Johan yang mendengar itu kembali usil dan mengarahkan sebelah tangan Manda menyentuh senjatanya.
Bagai tersengat listrik, Manda langsung menarik tangannya dan itu membuat Johan tak bisa menahan tawanya.
"Aku pasti akan melakukannya dengan lembut, agar kamu bisa menikmati semuanya dan tidak akan menolakku lagi kedepannya!" ucap Johan membuat Manda semakin malu mendengarnya.
Aku tahu Neisha bukan anaknya, tapi apa mungkin dia benar-benar belum tersentuh? Sikapnya benar-benar seperti wanita yang belum pernah tersentuh sama sekali? Alan benar-benar menjaga jodohku dengan baik. Batin Johan tersenyum senang.
"Aku akan memberikan pelayanan terbaik untuk istriku ini," ucap Johan
kembali menyatukan bibir keduanya. Pakaian dalam yang menutupi tubuh mereka entah sudah berada dimana, yang jelas saat ini tubuh keduanya sudah polos dibawah sinar matahari yang menerangi kamar mereka.
Johan mulai memposisikan dirinya untuk memulai sesuatu yang sedari tadi sangat ingin dilakukannya. "Akhirnya malam pertama itu tiba," ucap Johan riang mengusap lembut paha Manda.
"Bukan malam, ini menjelang siang," jawab Manda tertawa.
Johan meletakan tanganya diatas kepala Manda sembari mengucapkan doa yang ia panjatkan dalam hati sebelum memulai penyatuan yang benar-benar akan memulai perjalanan baru dalam pernikahan mereka.
Johan dapat melihat bagaimana Manda meringis menahan sakit saat pusakanya mencoba menerobos masuk, Johan dapat merasakan jika pusakanya terasa sulit untuk menerobos milik Manda untuk itu dia menghentikan gerakannya menatap Manda yang masih memejamkan matanya sembari meringis seperti orang kesakitan.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Johan cemas.
"Mas, tolong lakukan perlahan! Aku benar-benar gugup," pinta Manda.
"Kamu yakin ingin meneruskannya? Aku bisa menunda jika kamu belum siap?" tanya Johan memastikan, mengesampingkan nafsunya daripada harus memaksa dan menyakiti Manda.
"Lakukanlah, Mas! Aku tidak ingin kamu menundanya," jawab Manda memberikan senyum terbaiknya untuk menenangkan Johan.
__ADS_1
Mendengar ucapan Manda membuat Johan merasakan kebahagiaan yang luar biasa, Johan berulang kali mengucapkan syukur dalam hatinya dengan semua yang ia ketahui saat ini jika istrinya benar-benar belum tersentuh.
'Benar-benar pria yang bodoh, tapi aku juga berterimakasih atas semua ini!' batin Johan senang.
"Aku akan melakukannya dengan sangat lembut, lampiaskan semua rasa sakitmu padaku, jangan menahannya. Gigit tanganku bila perlu," ucap Johan mengecup sekilas bibir Manda sebelum kembali memposisikan senjatanya untuk mulai menyerang.
Johan mengerang nikmat saat ia merasa jika satu kali hentakan lagi bisa masuk sempurna kedalam sana. Ia kembali menyatukan bibir mereka membawa Manda agar kembali terhanyut dalam kenikmatan, untuk mengalihkan rasa sakit istrinya. Setelah dirasa aman, Johan dengan cepat menerobos masuk saat Manda sudah teralihkan dari rasa sakitnya.
"Sakit?" tanya Johan melepaskan bibir mereka dan menatap penuh cinta pada Manda dengan posisi bagian bawah mereka yang sudah menyatu sempurna.
"Sedikit," cicit Manda.
"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa berhenti disini," ucap Johan. Manda tertawa mendengarnya.
"Lakukanlah, aku tidak memintamu berhenti!" ucap Manda tersenyum, memberikan semangat lebih untuk Johan.
Pergerakan yang terjeda itu perlahan mulai melaju, Johan dengan ahlinya menggerakkan tubuhnya dengan sangat pelan namun tetap akan terasa begitu nikmat bagi keduanya.
Penyatuan yang menjadi pengalaman pertama bagi Manda itu benar-benar memberikan sensasi kepuasan dan kenikmatan yang sulit diungkapkan bagaimana rasanya begitu juga untuk Johan yang mendapatkan istri seperti Manda. Hal yang sangat Johan syukuri mendapatkan istri yang tak pernah tersentuh olen pria lain.
Entah sudah berapa lama keduanya berpacu dalam kegiatan yang sungguh memberikan kenikmatan tersebut, hanya mereka berdualah yang tahu. ******* dan erangan dari keduanya memenuhi kamar yang menjadi saksi bisu atas pergulatan yang sedang terjadi.
Malam pertama penyatuan keduanya yang terjadi di siang hari itu akan menjadi kenangan yang begitu berharga untuk Johan dan Manda. Sekarang tak ada sama sekali batasan diantara keduanya saat penyatuan itu berhasil dilakukan.
"Terimakasih, Sayang. Maaf jika aku menyakitimu," ucap Johan dengan sangat lembut membawa Manda ke dalam pelukannya setelah mereka mencapai pelepasan bersama.
"Tidak perlu meminta maaf, sakitnya hanya diawal tadi," ucap Manda sedikit berbohong, sebab kenyataannya bagian bawah itu masih terasa perih terlebih Johan melakukannya cukup lama.
__ADS_1
***
Sudah diperhalus, dipersingkat, semoga nggak ditolak review lagi. Kurang hot, hotin sendiri ya guys😅