
Benar jika Manda belum siap dengan semuanya, tapi yang dikatakan Johan juga benar jika dia berhak atas Manda dan berhak mendapatkan haknya.
"Maafkan aku, Mas. Berikan aku waktu untuk semua ini," ucap Manda dengan kepala menunduk merasa bersalah.
"Tidak apa-apa. Aku sangat mengerti, ayo kita tidur!" jawab Johan begitu lembut, menarik tangan Manda menuju ranjang.
"Boleh aku memelukmu?" tanya Johan, saat keduanya sudah berbaring diatas tempat tidur.
Pertanyaan Johan semakin membuat Manda merasa bersalah, suami nya harus meminta izin terlebih dulu untuk memeluknya dan itu membuat Manda seperti istri yang kejam.
Manda tidak ingin menjadi istri seperti itu, dia tersenyum menatap Johan sembari menganggukkan kepalanya tanda menyetujui permintaan Johan padanya.
Dengan hati yang berbunga-bunga, Johan membawa Manda masuk kedalam pelukannya, dengan lengan sebelah kirinya yang menjadi bantalan untuk kepala Manda.
"Aku mencintaimu, Sayang. Semoga mimpi indah," ucap Johan kembali mendaratkan bibirnya di kening Manda, yang hanya bisa menganggukkan kepalanya dalam pelukan Johan.
__ADS_1
Manda yang juga memang merasa lelah, ditambah lagi merasa begitu nyaman dalam pelukan Johan, tanpa butuh waktu lama sudah berada didalam mimpinya. Ia tertidur nyenyak meninggalkan Johan yang masih tersadar, menatap penuh cinta sembari terus membelai rambut wanita yang sudah menjadi istrinya.
"Aku tidak tau kapan rasa cinta ini tumbuh sebesar ini padamu, Nda. Yang pasti aku tidak keberatan dengan semua ini karena aku bahagia bisa kembali mencintai dan bisa menjadi suamimu. Aku berjanji pada diriku sendiri jika selama aku hidup, aku tidak akan pernah membuatmu merasakan apa itu kesedihan lagi. Aku mencintaimu," ucap Johan sebelum memejamkan matanya dengan perasaan bahagia.
***
Esok harinya. Manda terbangun saat mendengar adzan subuh berkumandang. Perlahan ia mulai membuka matanya, dan dapat melihat dengan jelas wajah tampan pria yang saat ini berada tepat di samping nya, yang masih memeluk tubuhnya.
"Apa tangannya tidak keram semalaman memelukku," gumam Manda namun ia sendiri masih tetap dengan kenyamanannya berada dalam pelukan Johan yang masih terlelap.
Aku harap pernikahan ini abadi untuk selamanya, dan aku juga sangat berharap kamu dapat menjadi imam yang baik untuk aku dan untuk anak kita. Aku pun akan berusaha menjadi istri, dan ibu yang baik untuk kalian. Aku akan berusaha benar-benar membuka hati ini dan membalas semua cintamu," ucap Manda pelan, masih dengan menatap lekat wajah Johan.
Beberapa saat kemudian, Manda perlahan mencoba melepaskan pelukan Johan dari tubuhnya. Setelah berhasil, ia mulai turun dari ranjang dan melangkah masuk menuju kamar mandi.
Johan yang sesungguhnya juga sudah terbangun saat Manda terbangun dan menggerakkan tubuhnya, jelas mendengar semua yang dikatakan Manda. Johan merasa semakin bahagia saat Manda mengatakan akan membalas cintanya, senyum merekah terbit dibibir Johan menatap kearah pintu kamar mandi yang sudah tertutup.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak melihat kekurangan apapun pada dirimu, Nda, aku bahkan sangat bersyukur bisa menjadi imammu. Aku akan menjadi seperti apa yang kamu inginkan. Aku juga berharap secepatnya kamu bisa menerimaku sepenuhnya dalam hidup dan hatimu, agar kita bisa benar-benar menjalani pernikahan yang bahagia."
"Mas... kamu sudah bangun. Ayo bersiap sebelum waktu subuh habis!" ucap Manda, yang sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumahannya, saat melihat Johan sudah duduk bersandar di ranjang.
"Baiklah, kamu tunggu ya. Kita sholat bersama!" jawab Johan turun dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi, namun sebelumnya berhenti tepat didepan Manda yang menatap haru padanya.
"Selamat pagi istriku," ucap Johan mendaratkan bibirnya sekilas dibibir Manda, lalu berlari masuk kedalam kamar mandi sebelum Manda menyadarinya.
"Aku harap setelah ini, bibirku tidak hanya sekedar menempel di bibirmu, Nda. Aku ingin melakukan lebih dari hari itu," gumam Johan begitu senang, sembari melepas pakaiannya.
Dia selalu membuatku malu. Dia semakin berani menyentuhku. Sikapnya benar-benar berubah, dan semakin menjadi-jadi padaku. gumam Manda tersenyum karena semua itu juga membuatnya senang.
Sepuluh menit kemudian, Johan kembali keluar dari kamar mandi sama persis seperti semalam dimana ia hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Manda yang sudah mengantisipasi semuanya menyiapkan pakaian Johan dan meletakkannya di atas sofa, meminta Johan untuk segera menggunakan pakaian yang sudah disiapkannya, dengan posisi membelakangi Johan dimana dia sedang membersihkan tempat tidur.
"Tidakkah kamu sadar kita seperti remaja yang baru pendekatan? Kamu semakin menggemaskan, dan aku semakin jatuh cinta padamu, sayang!" ucap Johan, pada Manda yang membelakanginya.
__ADS_1