Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Berubah


__ADS_3

Amelia menangis, Amelia ingin mencoba kuat, tapi kenangan lainnya muncul, membuat Amelia semakin sedih dan takut membayangkan hal buruk dimasa mendatang.


Flashback on


Malam itu, setelah berbicara dengan Johan. Amelia yang merasa sedih memilih keluar dari rumah. Di jalan Amelia melihat banyak anak kecil yang terlantar, itu membuat perasaan keibuan Amelia membuatnya merasa sesak melihat itu. Untuk pertama kalinya rasa peduli itu hadir di hatinya, Amelia menepikan mobilnya dan memberikan uang pada semu anak kecil yang berada di jalan mencari makan dengan cara mengemis, mengamen atau hal lainnya.


"Dek, dimana orang tuamu?" tanya Amel pada gadis kecil yang mungkin berusia empat tahun.


Gadis kecil yang ada di sana bersama saudaranya yang jauh lebih besar darinya itu hanya menatap sendu pada Amel. Sang kakak menjawab. "Ibu meninggal, ayah entah dimana."


Sesak di hati Amel semakin terasa mendengar jawaban anak itu, Amel menambahkan beberapa lembar uang untuk diberikan pada kedua anak itu sebelum akhirnya pergi dari sana.

__ADS_1


Di dalam mobil, air mata Amelia mengalir keluar. Amelia mengemudikan mobilnya sambil mengusap perutnya, hingga di sebuah taman yang terlihat sepi karena malam hari, Amelia berhenti disana.


Amelia teringat pada masa kecilnya. Amelia merupakan anak yatim piatu yang diadopsi oleh orang tua angkatnya, awalnya Amelia merasa sangat bahagia, tapi kebahagian itu menghilang setelah orang tua angkatnya mempunyai anak dari benih mereka sendiri. Kehidupan Amelia menjadi buruk, Amelia hanya dijadikan pelampiasan sasaran emosi keluarga angkatnya. Setelah dewasa, karena cantik, Amelia dijadikan pion untuk mendekati putra keluarga kaya lainnya, seperti yang terjadi pada Johan.


Awal mengenal Johan, sesungguhnya dimula dari orang tua angkatnya. Kekayaan keluarga Johan membuat orang tua angkatnya berharap Amelia menjadi menantu di keluarga Johan. Selain menguntungkan untuk mereka, juga melepas beban mereka yaitu Amelia.


Amelia tak menolak saat melihat Johan masuk ke dalam kriterianya. Meski awalnya semua niatan itu salah, tapi perlahan perasaan itu hadir untuk Johan terlebih setelah Amelia hamil.


"Sayang, tidak akan terjadi hal buruk padamu. Mama akan pastikan kebahagiaan dan kasih sayang yang tulus akan kamu dapatkan dari papa dan semua orang," ucap Amelia berjanji pada nyawa baru yang ada di perutnya.


"Amel, kamu tidak boleh stres. Ingat kehamilanmu," ucap Renata mengusap punggung Amelia.

__ADS_1


Amelia berbalik memeluk mertuanya. "Ma, bagaimana dengan anakku jika Johan–"


"Kita berdoa agar Johan segera pulih. Jangan pikirkan hal buruk," ucap Renata tak ingin mendengar kalimat Amelia yang sudah bisa ditebaknya.


"Ma, Pa. Maafkan aku, aku mint maaf atas kesalahanku selama ini. Aku berjanji akan menjadi menantu yang baik untuk kalian, tapi tolong sayangi anakku dengan tulus," ucap Amelia membuat kedua orang tuanya bingung mendengarnya.


"Apa maksudmu? Kami jelas akan menyayangi cucu kami." Rizal merasa kesal dengan ucapan Amelia.


"Aku hanya takut kesalahanku membuat orang-orang membenci anakku, tolong jangan libatkan dia dalam kesalahanku. Aku janji akan berubah," ucap Amelia lagi semakin membuat kedua orang tua Johan merasa bingung.


"Itu tidak akan terjadi. Sekarang coba tenanglah. Lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan Johan," ucap Rizal lagi lebih tegas.

__ADS_1


Tuhan... Tolong jangan ambil Johan dari anakku. Aku tidak ingin anakku kehilangan sosok ayahnya. Aku tidak ingin anakku kekurangan kasih sayang, aku mohon...


Ucap Amelia dalam hatinya.


__ADS_2