Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Kabar Bahagia


__ADS_3

Johan membawa Manda ke kamar, dengan sangat hati-hati meletakkan Manda di atas ranjang. "Istirahatlah sayang, aku harap tidak ada lagi kesedihan setelah kamu bangun nanti." Johan mengecup sayang dahi Manda setelah itu keluar dari kamar.


Menyadari sudah cukup lama berada di luar dan pastinya kedua anak mereka mencari mereka, Johan menuju ke kamar sebelah dimana ada Arsen dan Neisha. "Kalian belum tidur?" ucapnya bertanya saat melihat kedua anaknya tengah bermain ditemani pelayan.


"Papa, dimana Mama?" tanya Arsenio saat Johan sudah duduk di depan mereka.


Johan menggendong Neisha ke pangkuannya, kasih sayang Johan dan semua orang bertambah besar pada Neisha setelah mereka tahu jika Neisha adalah anak yang bukan darah daging Manda, tetapi begitu Manda sayangi dengan sepenuh hati. Manda bahkan rela menerima cacian banyak orang ketika dia memilih membesarkan Neisha sebagai anaknya. "Mama ketiduran, dia lelah seharian beraktivitas di luar. Jangan diganggu, ya. Biarkan Mama kalian istirahat," ucap Johan.


"Baiklah, Pa." Arsenio tak lagi bertanya.


Lima menit menemani keduanya bermain, Johan meminta keduanya untuk tidur. "Bi, tolong buatkan susu untuk Neisha!" pinta Johan pada pelayan yang dengan patuh melakukannya.

__ADS_1


Johan dengan telaten menidurkan Neisha, si gadis kecil yang juga sudah dekat dengannya tak sedikitpun sulit untuk memejamkan matanya. Sepuluh menit berlalu, keduanya sudah tidur dan Johan keluar dari sana, menghampiri kedua orang tuanya yang pasti sudah tak sabar menunggu berita baik darinya.


"Mereka sudah tidur?" tanya Renata saat Johan sudah bergabung bersama mereka yang menunggu di ruang keluarga.


"Sudah, Ma."


"Syukurlah. Ayo katakan! Kabar bahagia apa? Jangan membuat Mama penasaran," ucap Renata bertanya.


"Johan!" Renata menatap kesal padanya.


"Baiklah, maaf. Aku sangat bahagia hingga tak bisa menahannya," ucap Johan. "Ma, Pa. Aku mencintai Manda dan aku ingin mengulang pernikahan kami. Aku ingin menggelar pesta pernikahan yang megah agar semua orang tahu jika Manda adalah istriku," ungkap Johan membagikan kebahagiaannya pada kedua orang tuanya yang serentak mengucapkan syukur setelah mendengarnya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Manda?" sahut Rizal bertanya.


"Dia menerimaku, Pa. Dia juga berjanji akan menjadi istri yang baik untukku." Wajah bahagia itu terlihat jelas dari Johan dan itu menambah kebahagiaan di hati Rizal dan Renata yang melihatnya.


Renata tak dapat menahan air matanya, dia bangkit dan menghampiri Johan lalu memeluknya. "Mama ikut bahagia mendengarnya, Jo. Selamat anakku, akhirnya Tuhan memberikan hasil yang baik, buah dari kesabaranmu selama ini. Mama sangat bahagia mendengarnya." Air mata bahagia itu mengalir keluar atas keberhasilan putranya dalam mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya.


Tak hanya Renata, Rizal yang mendengar itu tentu saja ikut merasa bahagia. Rizal senang karena akhirnya putranya menemukan wanita yang tepat, dapat menjalani pernikahan dilandasi cinta tanpa bayang masa lalu lagi didalamnya. Jika sebelumnya Rizal sempat menyayangkan keputusan Johan yang mengizinkan Manda mengejar masa lalunya, sekarang Rizal baru mengerti tujuan Johan yang sebenarnya.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya lagi, Ma. Aku akan memberitahu dunia jika Manda adalah istriku, berani mengusiknya artinya siap berhadapan denganku. Dan lagi aku ingin menikah ulang juga agar tidak ada yang kembali berkata buruk tentang Manda terlebih kita berkata pada keluarga Alan jika Manda calon istriku," ucap Johan lagi yang diangguki mengerti oleh kedua orang tuanya yang tentu saja setuju dengan rencananya.


"Mama setuju. Kamu tenang saja, mama akan menyiapkan semua yang terbaik untuk pernikahan kalian. Mama sangat bahagia, Johan," tanggap Renata tersenyum sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


__ADS_2