Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Apa Yang Ingin Kamu Bicarakan?


__ADS_3

Melihat keadaan Alan, mengingatkan Johan pada kejadian di masa lalunya. Dimana ia dengan bodohnya menyakiti Vani, menyakiti wanita yang sekarang justru membuatnya tak pernah dapat melupakan sosok tersebut. Johan bertanya-tanya dalam hatinya. Kenapa pria sepertinya di ciptakan begitu bodoh? Kenapa banyak sekali pria bodoh seperti dirinya?


Kesalahan yang dulu Johan lakukan adalah tidak memperjuangkan hubungan mereka hanya karena restu orang tua, berbeda dengan Alan yang berjuang untuk wanita yang dia cintai tetapi setelah dapat justru terlambat menyadari jika semua yang terjadi antara rumah tangga mereka adalah karena tidak adanya rasa percaya yang kuat dari dirinya untuk Amanda.


Setelah menempuh perjalanan serta yang namanya kegagalan, Johan baru menyadari arti cinta yang sesungguhnya. Johan mengerti arti pentingnya sebuah kepercayaan, cinta dan tanggung jawab. Ia ingin menjadikan pengalaman pahitnya sebagai pelajaran dan bekal untuknya ke depan agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, ia ingin menjadi pria yang baik untuk wanita yang sekarang dihadirkan Tuhan dal hidupnya.


Dia ingin menjadi pria yang baik, terutama di mata Amanda, wanita yang namanya saat ini sudah menetap di hatinya.


Johan akui jika ia merasa simpati pada Alan sebab dia pernah berada di posisi Alan. Johan akui jika ada perasaan ingin membantu Alan karena ia sangat mengerti dan dapat memahami apa yang saat ini Alan rasakan. Namun, mengingat wanita yang Alan inginkan adalah istrinya, tentu saja Johan tidak perlu berpikir untuk tidak membantunya. Bagaimana mungkin dia akan memberikan istrinya pada pria lain terlebih pria yang hanya akan membuat Manda sedih.

__ADS_1


Sebelum mengungkapkan perasaanya, Johan berpikir untuk tidak ikut campur dalam keputusan Amanda. Apa pun keputusan Manda akan dia hormati. Namun, setelah hubungan mereka membaik dan Amanda setuju untuk memulai kehidupan baru adalah akhir dari perjuangan Johan.


"Aku, Mohon! Biarkan aku bertemu dengan Manda, aku ingin menjelaskan semuanya. Aku ingin meminta maaf dan kesempatan darinya," ucap Alan lagi saat Johan tak juga menjawabnya.


Alan turun dari sofa lalu bersimpuh di dekat kaki Johan.


"Aku mengerti apa yang kamu rasakan, karena aku pun pernah menjadi pria bodoh sepertimu, tapi maaf, aku tidak bisa mengizinkanmu bertemu dengan Manda. Dia sudah cukup terluka karena kau dan keluargamu. Aku tidak akan membiarkan dia kembali terluka," ucap Johan menolak.


"Aku mohon," pinta Alan kembali mencoba berharap pada Alan.

__ADS_1


"Kenapa mudah sekali untuk kalian memutarbalikkan keadaan, aku masih mengingat jelas bagaimana kalian menyakitinya hari ini dan sekarang belum dua puluh empat jam kalian sudah kembali berubah seakan bisa menghapus apa yang sudah kalian lakukan di hidup Amanda. Tuduhan, hinaan, makian kalian padanya harusnya membuat kalian malu dan tidak berani lagi menampakan diri di depannya. Lagipula, bukankah kau sudah bertunangan? Bukankah kau mencintai wanita itu?" sahut Rizal menatap sinis pada Alan.


Alan beralih menatap Rizal. "Kalian benar, aku salah. Anda juga benar jika aku hanya bersandiwara mencintai dia, karena yang aku cintai sesungguhnya hanya dan akan selalu hanya Amanda. Aku mengakui semuanya aku menyesali semuanya, aku mohon berikan aku kesempatan untuk bertemu Manda dan menyelesaikan semua masalah antara kami," ucap Alan dengan tatapan yang penuh permohonan menatap Johan dan juga Rizal.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Suara Amanda terdengar dan itu mengalihkan semua orang jadi menatap ke asal suara tersebut.


Bukan hanya Rizal, Johan yang melihat keberadaan Manda menjadi tegang. Perasaan takut kehilangan hadir di hati mereka. Renata yang berada di belakang Manda yang sudah berusaha menahan agar Manda tidak keluar kamar pun merasa takut jika Manda akan memaafkan Alan dan menghancurkan hati Johan.


"Apa yang ingin kamu bicarakan? Ayo katakan!" ulang Manda bertanya.

__ADS_1


__ADS_2