Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Ingin Secepatnya Hamil


__ADS_3

Berkunjung ke pulau pribadi yang ada di pulau Fiji, jelas saja Juna tak akan lupa mengajak Vani untuk mencicipi Kokoda.


Bisa dibilang, kokoda adalah hidangan nasional Fiji. Masakan ini terbuat dari ikan yang direndam dalam jus jeruk, krim kelapa, bawang, tomat dan cabai. Jenis ikan yang digunakan adalah ikan mahi-mahi.


Masakan ini ditaruh di atas batok kelapa atau cangkang berukuran besar. Penduduk Fiji sendiri menyukai kokoda yang dibuat pedas.


Tak hanya kuliner, Juna juga mengajak Vani melakukan petualangan seperti bermain kayak di Sungai Navua, berperahu menyusuri Sungai Sigatoka, mendaki ke air terjun Taveuni, atau menjelajah hutan Kadavu yang pada akhirnya di akhiri dengan spa andalan yang tersedia di sana.


Bulan madu yang awalnya hanya direncanakan untuk seminggu, ternyata memakan waktu lebih lama. Sebab hari ini terhitung sudah dua puluh hari keduanya berada di sana. Keindahan alam serta kebersamaan keduanya lah yang membuat mereka betah berada di sana.


"Aku benar-benar bahagia berada di sini. Andai saja kita bisa hidup menetap di sini," ucap Vani yang saat ini tengah berdiri di balkon menikmati semilir angin serta keindahan pantai di depan mereka.


Juna mendekat, menempelkan tubuhnya dengan memeluk Vani dari belakang, kedua tangannya bergerak lembut mengusap perut rata Vani. "Kita bisa saja tinggal di sini. Aku jelas tidak keberatan sama sekali selama itu bersamamu. Namun, semua tidak akan semudah yang kita bayangkan. Bagaimana dengan keluarga? Bagaiman dengan pekerjaan? Bagaimana dengan teman-temanmu? Tempat ini hanya cocok untuk liburan, tapi tidak dengan tempat menetap."


"Sepertinya kamu sangat suka mengusap perutku," ucap Vani mengubah topik pembicaraan.


"Aku berharap apa yang kita lakukan bersama selama ini membuahkan hasil. Aku ingin segera menjadi ayah, aku ingin melihatmu hamil," jawab Juna jujur dengan wajah bahagia.


Vani yang mendengar itu memutar tubuhnya menatap Juna. "Kita baru satu bulan menikah," ucapnya.

__ADS_1


"Kau tidak ingin anak dariku?" tanya Juna.


"Tentu saja aku ingin. Kamu suamiku, jelas aku ingin anak darimu," jawab Vani.


"Aku berjanji akan menjadi ayah yang baik." Juna perlahan menunduk lalu mencium perut Vani.


"Jangan terlalu sering berjanji. Aku lebih ingin melihat bukti dari pada hanya janji." Vani berkata sembari mengusap lembut rambut suaminya.


"Aku akan membuktikan jika aku akan menjadi ayah dan suami terbaik," ucap Juna lagi yang ditanggapi Vani dengan senyum dan anggukkan kepala.


***


"Ma, Pa. Aku punya kabar bahagia," ucap Amelia ditengah makan malam mereka.


"Iya, Ma. Aku hamil."


Ucapan Amelia yang berkata hamil jelas membuat kedua orang tua Johan terkejut. Renata yang merasa senang mendengar itu langsung bangkit dari duduknya mendekat pada Amelia lalu memeluknya. "Kamu serius?" tanyanya melepaskan sejenak pelukannya.


"Aku serius, Ma. Aku sudah tiga kali memeriksanya dan semua hasilnya mengatakan aku positif hamil," jawab Amelia senang.

__ADS_1


"Ya Tuhan, ini benar-benar kabar bahagia. Selamat sayang." Renata kembali memeluk Amelia.


Berbeda dengan Renata yang begitu bahagia. Rizal justru bingung menanggapinya. Di satu sisi Rizal ingin bahagia karena akan memiliki cucu, tapi disisi lain Rizal merasa sedih untuk putranya–Johan.


Johan tidak akan terima atas kehamilan Amelia. Tidak ada cinta sedikit pun di hatinya untuk Amelia, pernikahan mereka adalah neraka baginya. Jadi, sangat wajar jika Rizal berpikir Johan tidak akan bahagia dengan kabar kehamilan Amelia.


"Apa kamu sudah memberi tahu Johan?" tanya Rizal membuat pelukan Amel dan ibu mertuanya terlepas.


"Belum, Pa. Aku ingin memberinya kejutan saat dia pulang dari luar kota nanti," jawab Amelia tersenyum.


Ya, kau benar. Dia akan sangat terkejut. Batin Rizal.


"Selamat untuk kehamilanmu, Amel." Dengan datar Rizal berkata.


"Terima kasih, Pa," balas Amelia.


Amelia jelas sadar jika ayah mertuanya tidak sepenuhnya senang akan kehamilannya. Amel tahu betul jika Rizal sama seperti Johan, yang tidak menyukainya. Dia tahu jika selama ini Rizal hanya berusaha mengikuti kemauan Renata.


Seperti yang aku katakan, rencanaku pasti berhasil. Aku akan mengikat Johan, aku tidak akan melepaskannya. Suka, atau tidak pun dia padaku. Batin Amelia menyeringai.

__ADS_1


***


Maaf kalau masih banyak kesalahan dalam penulisan atau pun riset yang kurang tepat. Semoga kalian semua nggak bosan mengikuti cerita ini. Mohon selalu dukungannya ya kak, terima kasih.🙏


__ADS_2