Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Pemanasan Di Kamar Mandi


__ADS_3

Vani yang sudah berada di kamar mandi terdiam dengan nafas memburu, Vani merasakan jantungnya berdetak cepat setelah melihat pemandangan yang benar-benar mengejutkannya.


Besar sekali, apa itu muat di dalam milikku? batin Vani mengingat senjata Arjuna yang beberapa saat lau sempat dilihatnya.


Vani yang tengah melamun di kamar mandi kembali dibuat terkejut saat Juna yang kembali sudah berada di belakangnya.


"A-ku aku harus membersihkan semua riasan ini dulu, aku merasa sangat tidak nyaman dengan semua ini," ucap Vani berusaha untuk tidak menatap ke arah senjata Arjuna. Vani butuh waktu sejenak untuk bernapas dan menenangkan dirinya yang merasa begitu gugup membayangkan malam pertama mereka.


Wajah Vani yang merona semakin merona saat Arjuna berpindah dan berdiri di depannya. Dengan santainya pria itu berdiri di depannya tanpa sehelai benang di tubuhnya. Vani lagi-lagi melihat senjata Arjuna yang sudah berdiri tegak dengan sangat gagahnya.


Benar, itu sangat besar. Batinnya.


"Kamar mandinya sangat bagus." Vani mendorong pelan Arjuna, berpura-pura memperhatikan isi kamar mandi.

__ADS_1


Vani kembali menatap kagum saat menatap kamar mandi tersebut. Ia mulai menyusuri bagian dalam kamar mandi. Di depan pintu ada cermin serta kursi untuk merias diri.


Kamar mandi itu juga mempunyai ruang wardrobe sendiri serta bathtub. Bahkan ada alat semir sepatu, timbangan, serta kotak perhiasan. Penghuni kamar yang ingin merilekskan diri bisa berendam sambil melihat pemandangan area luar gedung yang terlihat indah jika di lihat dari dalam bathtub.


Ada juga shower experience yang dapat di gunakan jika tidak ingin berendam di bathtub. Shower dari merek mewah itu akan memanjakan aliran dengan pilihan mandi sambil mendengarkan musik serta menyesuaikan aromanya. Bahkan shower itu juga memiliki tombol untuk mengatur penerangan. Benar-benar mengagumkan.


"Sempurna. Siapa pun akan betah berada di sini," ucap Vani tersenyum, sesaat kemudian melihat melangkah mundur saat melihat Arjuna yang dengan santainya sudah berdiri di depannya dengan tubuh polosnya, terlihat jelas senjata yang berdiri dengan sangat tegap itu seolah mengarah padanya, wajah Vani kembali di buat merona melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Ia melupakan kekagumannya pada kamar yang mereka tempati, dan masih menatap senjata Arjuna.


"Ya ampun, apa yang aku pikirkan!" gumam Vani memutar kembali tubuhnya, lalu melangkah menuju wastafel.


"Kenapa aku harus keluar? Aku akan di sini menunggumu, setelah itu membantumu agar urusanmu lebih cepat selesai," ucap Arjuna menurunkan gaun yang resleting sudah lebih dulu ia buka tadi.


Setelah gaun Vani tergeletak di lantai dan hanya menyisakan dalaman yang melekat di tubuhnya, Arjuna yang sedari beberapa menit yang lalu hanya diam memperhatikan Vani membersihkan riasannya itu, mulai beraksi. Arjuna mulai menempelkan tubuh mereka lalu mengecup punggung mulus Vani sembari menggesek-gesekan senjatanya di bawah sana.

__ADS_1


Tenang, Van. Dia suamimu. Vani yang sudah nyaris polos tanpa busana apa pun itu hanya bisa berdialog dalam hati.


Vani dapat merasakan kulit Arjuna yang secara langsung menyentuh kulitnya, saat Arjuna mulai menempelkan tubuh mereka, meskipun ini bukan kali pertama Vani dekat dengan pria, tetapi yang terjadi sekarang sangat berbeda dari yang Vani pernah rasakan saat bersama Johan. Mereka berpacaran 3 tahun, mereka pernah melakukan hal intim mesti tidak sampai berhubungan intim, tetapi semua sensasi yang Vani rasakan berbeda. Mungkin inilah yang dikatakan ketika status telah sah maka akan terasa lebih nikmat


Vani berusaha tenang, tetapi tetap saja debaran jantungnya saat ini semakin mengencang bersamaan dengan tubuhnya yang mulai memanas, menerima semua cumbuan Arjuna pada tubuhnya.


"Kenapa menutup mata?" tanya Arjuna dengan tangan yang bergerak lembut mengusap kulit mulus Vani.


Perasaan malu menyelimuti Vani, sebab itu menikmati sentuhan Arjuna bersamaan dengan rasa malunya Vani tanpa sadar memejamkan matanya.


"Buka matamu dan lihat aku, aku suamimu. Kita sudah menikah. Kita punya status hubungan yang sah. Percayalah aku juga merasakan semua yang kamu rasakan. Namun aku berusaha untuk bisa menyesuaikan semuanya dengan keadaan kita sekarang. Mari sama-sama belajar untuk tidak merasa malu, mari sama-sama untuk mencoba berbagi dal semua hal suka dan duka. Apa pun itu mari kita mencoba menjadi pasangan terbaik dan selalu terbaik seperti yang orang-orang lihat dan nilai tentang kita," ucap Arjuna lembut setelah memutar tubuh Vani yang masih memejamkan matanya.


Vani perlahan membuka matanya, menatap Arjuna yang juga menatapnya dengan segenap cinta yang ada di hatinya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu," ucap Arjuna disambung dengan gerakan cepatnya menyambar bibir Vani dan melanjutkan aksinya yang berniat melakukan pemanasan di dalam kamar mandi itu.


__ADS_2