Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Kecelakaan


__ADS_3

"Mas Alan!" Manda terbangun dari mimpi buruknya sambil meneriakkan nama Alan, dan itu jelas membangunkan Johan yang tidur di sampingnya.


"Nda, ada apa?" tanya Johan menguap keringat yang ada di dahi istrinya. Meski merasa tak nyaman di hatinya mengetahui sang istri bermimpi tentang mantan suaminya, tetapi Johan tetaplah Johan yang berusaha untuk tenang dan selalu mencoba mengerti akan setiap hal yang terjadi pada Manda.


"Aku bermimpi buruk tentang Alan," jawab Manda masih saja merasa jika mimpi itu begitu nyata.


"Mungkin semua itu hanya mimpi. Ayo minum dulu, tenangkan dirimu!" Johan memberikan minum yang langsung diteguk habis oleh Manda.


"Aku merasa sesuatu terjadi padanya. Perasaanku benar-benar tak bisa tenang, Jo. Maaf," ucap Manda merasa tak enak hati tetapi tetap berkata jujur akan apa yang dirasakannya.


"Wajar jika kamu merasa seperti itu terlebih setelah apa yang terjadi. Aku tidak bisa meyakinkanmu jika semua itu tidak benar atau hanya mimpi dan sebagainya, tapi yang pasti kita berdoa saja semoga semuanya baik-baik saja untuk dia dan kita semua," ucap Johan mencoba menenangkan Manda, membawa Manda untuk bersandar padanya sembari terus mengusap lembut punggung Manda.


"Tidurlah. Kamu kurang istirahat akhir-akhir ini," ucap Johan lagi yang dianggukki pelan oleh Manda.

__ADS_1


Setengah jam kemudian, saat Manda sudah kembali tidur. Johan coba mengatur posisi Manda untuk berbaring nyaman di ranjang, setelah itu Johan turun dari ranjang dengan membawa ponselnya menuju balkon kamar mereka.


"Halo, tuan Johan," ucap seseorang yang menjadi lawan bicara Johan.


"Cari tahu apa yang terjadi pada Alan dan keluarganya!" titah Johan ditengah malam tersebut.


"Baik, Tuan." Meski sedikit bingung dengan perintah atasannya yang tiba-tiba ditengah malam itu, tetapi orang suruhan Johan tetap menjalankan tugas yang diberikan Johan.


Johan kembali ke kamar, menatap Manda yang terlelap di ranjang. "Aku hanya berusaha memastikan semuanya untukmu, Nda. Agar jika sesuatu terjadi, aku bisa mengantisipasi apa yang harus aku lakukan," ucap Johan pelan sebelum akhirnya kembali berbaring di samping Manda.


***


"Pa, perasaanku semakin tidak enak," ucap ibu Alan.

__ADS_1


Tanpa menanggapi ucapan istrinya, ayah Alan keluar dari mobil diikuti oleh istrinya menuju kerumunan tersebut. "Ada apa?" tanya pria paruh baya itu terdengar gugup.


"Sebuah mobil menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang. Polisi dan beberapa petugas lainnya coba menyelematkan pengemudi yang ada di dalamnya," jawab orang yang ditanya membuat kedua orang tua Alan semakin panik. Mereka berdua langsung berlari menuju tepi jurang yang sudah diberi garis polisi tersebut, teriakan ibu Alan terdengar kencang saat melihat mobil yang ada di bawah jurang tersebut. "Alan...!!"


Tak hanya ibunya, ayah Alan yang jelas tahu mobil yang berada di bawah jurang itu adalah mobil Alan ikut syok. Panik yang sebelumnya mereka rasakan menjadi berkali lipat melihat hal itu. "Tolong selamatkan putraku!" ucapnya berteriak melewati garis polisi, berusaha turun menghampiri Alan yang masih berada di dalam mobil dengan keadaan mobil yang mulai mengeluarkan asap.


Petugas yang bertugas berusaha keras mengeluarkan Alan dari mobil, setelah berhasil mereka menjauh dari mobil yang kemungkinan akan terbakar tersebut.


Tubuh ayah Alan membeku saat melihat tubuh Alan yang dipenuhi darah, keadaan Alan yang mereka temukan saat ini nyaris persis seperti saat mereka menemukan Alan kala dulu Alan kecelakaan. "Bagaimana keadaan putraku?" tanyanya pelan.


"Maaf, Pak. Putra Anda sudah meninggal dunia."


***

__ADS_1


Hai kak, berulang kalu aku katakan maaf kalau masih banyak kekurangan dari ceritaku, baik dari segi typo nama dan sebagainya, karena aku juga masih belajar, nggak bisa nulis langsung sempurna. Berulang kali juga aku bilang kalau kurang suka, boleh tinggalin ceritanya. Untuk cerita, menebak alur tentu saja boleh nggak ada larangan, tapi balik lagi nggak setiap penulis bisa ngikuti alur yang pembaca mau karena yang nulis yang penulis yang punya alur ya juga mereka. Maaf dan juga terima kasih untuk semua dukungannya ya kak.


__ADS_2