Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Cinta yang Sebenarnya


__ADS_3

Disaat pasangan pengantin baru masih setiap berada di dalam kamar mereka menikmati kebersamaan sebagai suami istri. Semua itu berbanding terbalik dengan keadaan Johan yang semakin terpuruk dengan penyesalannya. Johan semakin tak tenang membayangkan jika wanita yang dia cintai telah sang menjadi istri Arjuna.


Apa yang terjadi padanya membuat Johan semakin membenci kedua orang tuanya dan juga istrinya–Amelia.


"Pergilah!" usir Johan yang masih melihat keberadaan ayahnya di kamar hotel yang ditempatinya.


"Jo. Jangan menambah masalah lagi. Vani telah menikah, dia tidak akan bisa kamu gapai lagi. Lupakan dia dan bina rumah tanggamu dengan baik bersama Amel sebelum semuanya semakin berantakan," ucap Rizal yang sejak kemarin menemani putranya itu.


Disaat mereka tengah berdebat, pintu kamar di ketuk. Johan dan Rizal saling tatap sebelum akhirnya Rizal membuka pintu kamar itu dan terkejut saat melihat Anggara, mantan kakak iparnya. "Kak," ucapnya gugup.

__ADS_1


"Aku bukan kakakmu, jadi jangan memanggilku seperti itu!" Dengan sinis Angga mengatakan itu.


Angga menerobos masuk ke dalam kamar Johan, menghampiri Johan yang terkejut melihatnya. Belum sempat Johan menyapanya, Anggara sudah lebih dulu memberikan satu pukulan ke wajah Johan.


"Sikapmu benar-benar membuktikan jika kalian ayah dan anak sama saja. Berhenti mengejar putriku, dan menjauh dari hidupnya. Dia sudah menikah, dia bahagia dengan pernikahannya. Aku bersyukur karena putriku tidak ditakdirkan bersama pria sepertimu, kau terlahir dari benih seorang pria pengkhianat. Vani selalu meyakinkan jika kau tidak seperti orang tuamu, tetapi nyatanya kalian Sama saja sama-sama keluarga pengkhianat. Sekali lagi aku ingatkan. Berhenti mengusik kehidupan putriku jika ingin hidup nyaman di dunia ini!" dengan sangat lantang, tegas dan penuh penekanan Anggara mengatakan itu semua, setelah itu bergegas pergi dari tempat yang hanya akan membuat emosinya terus meledak.


Kemarin, meski Juna dan Dika berusaha menutupi semua kekacauan yang terjadi di luar pesta, Anggara yang juga meminta orang kepercayaannya berjaga di luar sana mendapat semua laporan tersebut. Anggara sudah mencoba menahan amarahnya selama ini, hingga akhirnya hari ini amarahnya membuncah dan melabrak Johan, pria yang telah menyakiti putrinya tetapi masih saja mengejar putrinya.


"Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu? Kenapa sepertinya kalian saling membenci?" tanya Johan menatap lemah pada Rizal yang masih terdiam berdiri di tempatnya.

__ADS_1


"Semua salah Papa. Papa mengkhianati tantenya Vani. Maafkan Papa," jawab Rizal yang sudah mencari tahu semua kejadian di masa lalu.


"Apa maksud Papa? Papa dan Mama menikah setelah bercerai dengan tante Vani, lalu apa masalahnya?" tanya Johan yang selama ini hanya tahu hal itu sebagai kebenarannya.


Rizal merasa ragu untuk menceritakan masa lalu yang selalu coba iya dan istrinya rahasiakan, namun sekarang Rizal yang semakin hari semakin merasa bersalah setelah melihat wajah Vani benar-benar mirip dengan Irene mantan istrinya, tak dapat lagi menutupi apa yang sebenarnya terjadi.


"Papa mengkhianatinya. Saat itu pernikahan kami sangat bahagia. Suatu hari di kantor papa membutuhkan sekretaris baru, dan mamamu menjadi sekretaris yang baru, dan secara kebetulan juga mamamu adalah teman sekolah papa dulu. Berawal dari teman lama, kami cukup dekat karena sering mendengar cerita mamamu yang menjanda di usia muda, akhirnya kami semakin dekat, merasa nyaman satu sama lain hingga akhirnya semua pengkhianatan itu mulai terjadi. Papa mengkhianati tantenya Vani."


"Dia benar-benar sosok istri yang baik, selalu percaya dan mencintai Papa hingga akhirnya saat Papa dan mamamu bertengkar, mamamu mendatangi Irene, mengungkap semuanya yang ternyata sudah lama Irene ketahui tetapi mencoba menutupi kebenaran yang ada. Papa terpaksa memilih mamamu karena hamil, papa tidak ingin melepaskan Irene, papa bisa berlaku adil pada keduanya. Namun Anggara menentang semua itu. Hanya itu yang bisa papa jelaskan, selanjutnya kamu tahu apa yang terjadi," ucap Rizal menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Johan yang semakin terpuruk mendengarnya.

__ADS_1


"Berakhir, semuanya benar-benar berakhir, Pa. Kalian lah menjadi penyebab kehancuran ku, aku membenci kalian!" Johan bangkit, kemudian berlari keluar dari kamar tersebut.


__ADS_2