Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Season 2 Cerita Johan Lima Tahun Kemudian


__ADS_3

Pengalaman pahit akan menjadikan seseorang menjadi pribadi yang lebih baik lagi jika ia menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran.


Begitulah yang di alami oleh seorang pria tampan bernama Johan.


Johan yang berusia tiga puluh lima tahun itu bukan lagi anak muda yang suka huru hara, dia seorang pria tampan, mapan, berstatus duda satu orang anak. Pengalaman telah memberikannya pelajaran yang begitu berarti hingga mampu membuatnya bangkit dari keterpurukan, itu juga tak luput dari dukungan keluarga terutama berkat kehadiran putranya.


Rajendra Arsenio, anak dari hasil pernikahannya dengan wanita bernama Amelia, wanita yang sudah tidur dengan tenangnya di sana.


Arsen tumbuh menjadi anak yang sangat tampan, dan pintar, mewarisi ketampanan kepintaran sang ayah. Setiap orang yang melihat Arsen pasti akan tahu jika dia putra dari Johan, sebab wajah mereka yang sangat mirip. Namun, dari kemiripan tersebut, ada satu hal yang tidak ia turuti dari sang papa adalah sikapnya. Johan yang aslinya bersikap ramah berbanding terbalik dengan Arsen yang bersikap arogan, dan itu mulai terlihat sejak ia berusia tiga tahun. Di saat usianya yang saat ini sudah menginjak lima tahun, sikap tersebut semakin terlihat.


Dalam kurun waktu lima tahun, Johan mampu mendirikan perusahaan di bidang properti hingga berkembang sangat pesat. Kehadiran Arsen mampu menjadi penyemangat untuknya hingga bisa berdiri sendiri berbekal pengalaman pahit yang berhasil mendewasakan dirinya.


Menetap di kota Semarang menjadi pilihan Johan sejak empat tahun yang lalu. Ia sadar putranya menyukai Vani dan ia juga sadar jika Vani tidak akan pernah bisa menjadi ibu dari anaknya, untuk itu Johan memutuskan untuk membawa putranya menjauh dari kehidupan Vani.


Selain alasan tersebut, Johan memilih kota Semarang juga lantaran bisnisnya yang ada di sana berkembang pesat dan ia menjadikan perusahaan yang ada di Semarang sebagai kantor pusat perusahaannya, yang telah ia beri nama RA Group.


Di kota Semarang, hampir tidak ada yang tidak mengenal nama Johan Pramana. Meskipun tidak semua orang tau wujudnya, namun hampir semua orang mengenal nama tersebut. Menjadi pengusaha sukses dalam bidang properti di kota Semarang tentu saja membuat namanya di kenal banyak orang terutama dalam dunia bisnis.


***


Pagi hari di ruang makan di isi dengan kesunyian. Baik Johan ataupun Arsen, selalu makan dalam diam, tak pernah ada obrolan di saat mereka tengah makan.


"Papa berangkat, Ar. Papa akan bertanya mengenai sekolahmu pada Tante Rani, nanti papa akan menjemputmu!" ucap Johan bangkit dari duduknya setelah menghabiskan sarapannya.


"Pa, jangan menciumiku!" ucap Arsen menghindar saat Johan akan mengecup keningnya.

__ADS_1


"Astaga, setelah dia, baru pria kecil ini yang berani menolak ku!" ucap Johan memelas, lalu mengusap rambut Arsen membuat Arsen menatap tajam padanya.


"Rambutku bisa berantakan, Pah!" ucap bocah lagi.


"Ya sudahlah, salah semua," keluh Joha membuat Bi Maryam, pelayan setia mereka menahan tawanya.


"Lihatlah, Bi. Sikapnya sudah seperi orang dewasa saja, kenapa putraku begitu?" ujar Johan mengeluh pada Maryam sembari tertawa.


'Apakah anda tidak sadar, saat nona Amelia hamil, anda berubah sangat dingin setelah berpisah dari Vani, dan anda melampiaskannya pada Amelia? Jadi anggaplah ini karma untukmu, tuan!' ucap Maryam tertawa dalam hati.


Yang Maryam katakan benar. Ia yang menjadi saksi kehidupan Johan dari mulai ia kecil hingga tumbuh dewasa. Saat bersama Vani, setelah itu menikahi Amelia, jelas ia mengetahui semua yang terjadi. Ia masih mengingat sangat jelas bagaimana Johan begitu terpukul berpisah dari Vani dan berubah menjadi sosok yang begitu dingin terutama pada Amelia. Jadi, jika sekarang semua sikapnya melekat pada Arsen, itu sudah karmanya untuk Johan. Pikir Maryam.


"Bi, aku pergi ya. Titip Arsen," ucap Johan lagi pada Maryam, setelah itu beranjak pergi dari sana.


***


Johan melangkah dengan gagahnya masuk ke dalam gedung miliknya yang hanya mempunyai enam lantai. Gedung yang bisa dibilang lebih rendah dari gedung-gedung yang ada di sekitarnya, namun menjadi gedung yang mempunyai luas tanah terbesar dari gedung perusahaan lainnya. Wajar saja jika RA Group memiliki gedung yang sangat luas dengan segala fasilitasnya, sebab RA Group menjadi salah satu perusahaan bidang properti terbesar yang ada di kota Semarang.


"Selamat pagi, pak!" sapa setiap pegawai yang berpapasan dengannya menunduk hormat.


"Pagi!" jawab Johan.


Berbeda dengan kebanyakan atasan lainnya yang selalu bersikap dingin pada bawahannya, Johan justru menjadi atasan yang cukup ramah kepada pegawainya ataupun kepada banyak orang. Itu juga yang membuat siapapun yang bekerja di bawah naungan RA Group betah dan selalu berusaha memberikan hasil terbaik untuk atasan mereka.


"Selamat pagi pak!" ucap seorang perempuan menyambut Johan yang melewatinya.

__ADS_1


"Pagi," jawab Johan tanpa menghentikan langkahnya.


Johan masuk ke dalam ruangan nya di ikuti oleh sekretaris cantiknya itu yang bernama Rani, wanita yang sudah cukup lama menaruh rasa pada Johan tepatnya sejak ia bekerja di sana.


"Apa berkas yang saya minta kamu kerjakan sudah selesai?" tanya Johan setelah duduk di kursi kebesarannya.


"Sudah pak," ucap Rani meletakan berkas yang di maksud Johan diatas meja kerjanya.


"Apa saja jadwal saya hari ini?" tanya Johan tanpa menatap Rani yang sudah bersusah payah berdandan dengan sangat cantik hanya berharap Johan dapat menatapnya, namun selalu mendapatkan hasil yang sama dimana Johan selalu menjaga pandangannya dari setiap wanita.


Sikap Johan yang seperti itu seakan ia sedang menjaga perasaan seseorang padahal semua orang tau jika dirinya tidak mempunyai pasangan.


"Pukul sepuluh akan ada pertemuan dengan tuan Alex untuk menandatangani kontrak kerja sama, pukul sebelas anda ada jadwal bertemu dengan pihak sekolah yang akan menjadi sekolah tuan muda, dan pukul tiga ada rapat mingguan!" ucap Rani membacakan jadwal Johan.


"Kamu sudah memastikan sekolah yang kamu pilih merupakan sekolah terbaik untuk Arsen?" tanya Johan mengangkat kepalanya menatap sekilas pada Rani, lalu kembali menunduk menatap berkas yang ada di meja kerjanya.


"Sudah, Pak. Taman kanak-kanak tersebut merupakan sekolah favorit dan terbaik yang ada di kota Semarang untuk anak seusia Arsen, selain sistem keamanan yang ketat, guru-guru di sana juga merupakan guru-guru yang sudah sangat berpengalaman tentunya juga berpendidikan," jawab Rani menerangkan informasi yang ia punya.


"Baiklah, kalau begitu kamu boleh keluar, tolong siapkan kopi untuk saya!" titah Johan.


"Baik Pak. Saya permisi," ucap Rani sebelum keluar dari ruangan Johan.


Rani mengumpat dalam hatinya sembari melangkah menuju pantry untuk membuatkan kopi yang di minta Johan. Dia tak habis pikir dengan Johan, apa sebegitu cintanya ia dengan mendiang istrinya hingga tak pernah sekalipun tertarik dengan wanita? Tiga tahun bekerja dengan Johan dan selama itu pula Rani memendam rasa pada atasannya itu, Rani sudah mencoba menarik perhatian Johan, namun tetap saja tak pernah mendapat sedikitpun hasil.


"Apa yang di katakan orang-orang jika dia menjadi gay setelah di tinggal istrinya itu, benar?" gumam Rani menjadi bertanya-tanya.

__ADS_1


__ADS_2