
"Tuan Johan?" gumamnya yang merasa terkejut, Amanda dengan cepat membukakan pintu saat ia berpikir kedatangan Johan pasti ada hubungannya dengan Arsen.
"Ada ap–?" Kalimat Manda terjeda setelah pintu terbuka, sebab Johan nyaris terjatuh jika dia tidak menahannya.
Dari luar sana jelas terlihat posisi mereka seperti Johan yang tengah memeluk Amanda dan Amanda membalasnya.
Amanda memapah Johan untuk masuk ke dalam rumah dan merebahkannya di sofa.
"Tuan, Anda mabuk?" ucapnya menutup hidung saat bau menyengat tercium di penciumannya.
"Saya tau, kamu pasti sengaja merayu Arsenio agar saya mau menikahimu. Saya tidak menyangka jika kamu sama saja seperti wanita lainnya, murahan!" ucap Johan meracau tak jelas, menuduh Manda yang begitu terkejut mendengar ucapan yang menghinanya.
"Anda jangan berkata seenaknya, saya tidak pernah sekalipun mengatakan apapun pada Arsen selain mengenai pelajaran, apa lagi merayu Arsen untuk Anda," ucap Manda membela dirinya, jika mau di katakan merayu justru Arsen lah yang terlihat merayunya agar mau mengenal Johan.
"Sudahlah, wanita sepertimu aku sangat mengenalnya, katakan saja berapa yang kamu inginkan?" ucap Johan kembali merendahkan Manda yang mengepalkan kedua tangannya.
"Keluar. Pergi dari rumahku!" usir Manda mendorong tubuh Johan, namun Johan justru menahannya hingga aksi dorong mendorong terjadi yang membuat keduanya jatuh ke sofa dengan posisi Johan yang berada di atas tubuh Manda.
"Ah," ucap Manda merintih kesakitan saat Johan jatuh menghimpit tubuhnya di sofa.
__ADS_1
"Tuan, menjauh dariku!" ucapnya kembali mendorong tubuh Johan yang matanya yang kadang terbuka kadang tertutup itu saat dia mencoba untuk tetap sadar di tengah pengaruh minuman yang memenuhinya.
"Katakan berapa yang kamu inginkan?" ucapnya mencoba sedikit bangkit, namun tidak menjauhi Manda, ia justru mengurung Amanda dengan kedua tangannya.
Manda semakin merasa kesal dengan ucapan Johan yang masih saja merendahkan harga dirinya.
"Saya tidak menginginkan uang Anda, pergilah dari rumah saya, saya janji akan menjauhi Arsen!" ucap Manda masih berusaha mendorong tubuh Johan yang tak bergeming sama sekali.
Manda merasa takut menata tatap Johan yang terlihat lain padanya, sebagai seorang wanita dewasa, jelas Manda dapat mengerti arti tatapan Johan padanya. "Tuan tolong bangkitlah dari tubuh saya, tidak baik seperti ini? Bagaimana jika ada warga yang melihat dan justru berpikir yang tidak-tidak tentang kita?" ucap Manda cemas.
"Berhentilah berpura-pura, bukankah itu yang kamu inginkan? Kamu ingin orang-orang menangkap basah kita sedang bersama agar kita di paksa menikah," ucap Johan menyeringai.
"Anda keterlaluan, saya tidak sudi dan tidak akan bersedia menikah dengan pria seperti Anda!" ucap Manda membantah keras.
Manda merasa amat terkejut dengan serangan mendadak yang di lakukan Johan, tapi respon tubuh Manda bukannya melawan, justru membeku di tempatnya.
"Ibu Amanda!" teriak seseorang yang dapat Amanda kenal dari suaranya, suara seseorang yang sering di dengarnya.
Johan melepaskan ciumannya lalu dengan santainya menolehkan kepalanya ke belakang ke arah pintu masih dengan posisi tubuhnya yang mengukung tubuh Manda.
__ADS_1
"Tebakanku benar" cibir Johan yang Kemabli menuduh Manda dengan sesuatu yang sama sekali tidak ia lakukan, Manda justru begitu terkejut saat sesuatu yang ia takutkan justru terjadi.
"Apa yang kalian lakukan?" ucap pria yang meneriaki Amanda yang tidak lain adalah Kakak dari wanita yang sering mengasuh Neisha, yaitu kepala desa. Kepala desa itu sudah berdiri di depan pintu bersama beberapa orang warga dan kedua pria yang tadi memperhatikan Johan saat masuk ke rumah Manda, dan mereka lah yang melapor pada kepala desa.
Manda yang merasa panik, sekuat tenaganya mendorong tubuh Johan di saat Johan lengah, dan setelah berhasil mendorong tubuh Johan ia langsung berdiri menghampiri mereka yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
"Ini semua tidak seperti yang kalian pikirkan," ucap Amanda membela diri saat ia bisa menebak apa yang di pikirkan orang-orang padanya.
"Rapikan dulu pakaianmu," ucap kepala desa membuat Amanda seketika melihat pakaiannya yang entah kapan di buat berantakan oleh Johan yang terduduk dengan santainya di sofa, mengacuhkan semua orang di luar sana yang tengah membahasnya.
Sekeras apapun Amanda berusaha membela diri dan mencari pembenaran atas semuanya, tetap saja orang yang telah menangkap basah ia bersama Johan sedang berciuman dengan keadaan yang berantakan, meminta mereka untuk segera menikah karena sudah di anggap membuat onar dan mencemarkan nama baik perumahan yang di huni oleh sebagian besar orang-orang yang kuat akan agama.
Pak Rudi yang menjadi kepal desa, jelas mempercayai ucapan Amanda sebab ia mengenal baik Amanda, wanita yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri, namun mulut warga yang semakin berdatangan ke sana tak dapat ia tutup.
Entah mimpi buruk apa yang hadir dalam tidurnya, yang jelas Amanda berharap semua hanyalah sebuah mimpi buruk, namun tetap saja semua itu bukan mimpi, semua nyata dan itu bener-benar terjadi padanya. Setelah perdebatan yang cukup panjang antara Amanda dan warga yang mendesaknya, hasil musyawarah tetap saja menjadikan Amanda dan Johan sebagai pihak yang di salahkan, dan di tuntut agar keduanya segera menikah.
Kekesalan Amanda semakin menjadi pada Johan saat Johan hanya diam saja tanpa membantah atau membantunya menyelesaikan masalah yang telah dia perbuat.
"Tuan Johan, tolong katakan jika semua tuduhan tidak benar!" ucap Manda kencang pada Johan.
__ADS_1
Johan menatap Manda yang terlihat begitu kesal padanya, ia Kembali teringat akan ucapan Manda yang mengatakan tidak sudi menikah dengannya dan itu membuat harga dirinya terinjak.
"Saya bersedia menikahi Amanda," jawabnya pada warga, namun dengan tatapan yang sinis dan senyum menyeringai pada Amanda.