
Satu jam kemudian, semua sudah tiba di panti asuhan pertama yang menjadi tujuan mereka yaitu panti asuhan anak kita.
Pemiliki panti yang mengetahui akan kedatangan Vani beserta rombongannya, dengan sigap menyambut kedatangan Vani bersama dengan semua penghuni panti.
Setengah jam sudah mereka berada disana, semua anak panti sudah mendapat santunan dari Vani dan keluarganya, begitupun dengan panti asuhan itu sendiri yang juga mendapatkan santunan yang cukup besar dari Juna.
Vani mendapat banyak sekali ucapan selamat dan doa dari semua orang, meskipun Juna merasa keberatan saat anak-anak panti menyentuh perut istrinya, namun Juna hanya bisa pasrah dan menerima saat Vani sendiri membiarkannya. Bahkan Vani terlihat begitu bahagia saat anak-anak panti menyentuh perutnya yang masih datar.
Vani merasa begitu bahagia bisa berbagi seperti sekarang ini, perasaannya menjadi semakin tenang. Melihat bagaimana kehidupan di panti membuat Vani menjadi semakin bersyukur atas semua yang ia dapatkan dalam hidupnya.
Wajah ceria dan bahagia semua orang terlihat, menambah kebahagiaan yang dirasakan Vani.
Vani yang duduk disamping Juna, menggenggam tangan suaminya sembari berbisik.
"Aku begitu bahagia dikelilingi oleh mereka, Mas. Aku juga begitu bahagia menjadi istri dan ibu dari anakmu."
Mendengar ucapan Vani, Juna tersenyum lalu membawa Vani masuk dalam pelukannya.
"Apapun yang membuatmu bahagia, aku berjanji akan selalu memberikannya untukmu sayang. Aku juga sangat bahagia dan bersyukur mempunyai istri sepertimu. Aku mencintaimu," ucap Juna mengecup sayang pucuk kepala Vani.
__ADS_1
***
Tidur lelap Juna mulai terusik saat cahaya sinar matahari mulai masih menerobos lewat celah-celah yang ada di kamarnya.
Juna membuka matanya perlahan dan yang pertama ia lihat sama seperti biasanya, sosok wanita ya teramat sangat dicintainya, wanita yang sebentar lagi akan menjadi Ibu dari anaknya.
Benar yang dikatakan orang jika bahagia itu sederhana, sama seperti yang dirasakan Juna. Dia sudah sangat bahagia bisa melihat Vani disaat terbangun dari tidurnya
Sudut bibir Juna terangkat lalu wajahnya sedikit menunduk mendekati wajah sang istri yang berada dalam pelukannya. Ia mengecup sayang dahi istrinya sembari berkata, "Selamat pagi istriku, selamat pagi wanita yang menjadi duniaku, aku mencintaimu."
Berada didekat istrinya selalu saja membuat nafsu Juna bangkit, semua hal yang ada pada istrinya benar-benar selalu saja bisa membuatnya selalu berhasrat. Jika saja Juna tidak mengingat pesan dari dokter yang beberapa minggu yang lalu baru saja memeriksa istrinya untuk yang kesekian kalinya, Juna sangat mengingat jelas semua pesan Dokter Indira. Meskipun usia kehamilan Vani sekarang sudah terbilang aman untuk melakukan kegiatan intim, tetapi tempo waktu dan durasinya tetap harus diperhatikan agar istri dan calon anaknya tetap dalam kondisi yang aman. Juna sadar ia tidak mungkin kembali meminta Vani melayaninya setelah semalam ia dan Vani baru saja sudah melakukannya.
Tanpa sepengetahuan Vani dan orang-orang disekitarnya, kecuali Dika. Selama kehamilan istrinya, banyak wanita-wanita yang tidak bermoral mencoba merayunya salah satunya Gina, wanita yang pernah ingin dijodohkan untuknya tapi ditolak Juna. Mereka semua memanfaatkan kehamilan Vani yang membuat Juna tidak bisa leluasa memenuhi nafsunya, mereka berharap Juna akan terpancing dengan godaan mereka, namun ternyata mereka salah besar. Sebab apa? Sebab senjata dan nafsu Juna seakan tercipta hanya untuk istrinya, senjatanya tidak akan bangun meskipun seorang wanita terlentang dengan tubuh polosnya dihadapan Juna.
"Semakin hari aku semakin jatuh cinta kepadamu, sayang!" ucap Juna kembali mempererat pelukannya, sehingga membuat Vani terusik dari tidur lelapnya.
"Mas, jam berapa sekarang?" tanya Vani, menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya, saat sinar matahari menyilaukan matanya.
"Setengah delapan, sayang!" jawab Juna santai mengendus-endus wangi rambut Vani yang juga sangat disukainya.
__ADS_1
"Lagi-lagi aku ketinggalan waktu subuh!" seru Vani, namun semakin membenamkan wajahnya di dada Juna dan semakin merapatkan tubuh mereka. Tanpa ia sadari tingkahnya yang menggesekkan tubuhnya tersebut membuat sesuatu yang sedari tadi berusaha Juna tahan kembali memberontak untuk meminta kepuasan.
"Mas!" ucap Vani pelan mengangkat kepalanya, menatap Juna saat ia mendengar suara erangan suaminya serta merasakan sesuatu yang sudah menegang dibawah sana.
"Sayang. Apa aku boleh–" Kalimat Juna terpotong saat melihat Vani menganggukkan kepalanya.
Satu hal ini pula yang membuat Juna semakin mencintai Vani–istrinya, karena selalu saja melakukan tugasnya dengan sangat baik. Vani selalu saja mencoba memberikan pelayanan terbaiknya untuk Juna, sehingga Juna tidak pernah dan tidak akan pernah sedikitpun berpikir untuk mencari kepuasan diluar sana karena istrinya sendiri sudah sangat luar biasa memberikan kepuasan lahir dan batin untuknya.
'Sama halnya seperti kamu yang selalu memberikan yang terbaik untukku, aku juga akan selalu memberikan yang terbaik untukmu agar tidak ada celah untuk siapapun masuk kedalam hubungan kita, mas!' batin Vani.
"Selagi Mas bisa melakukannya dengan lembut dan memastikan semuanya aman untuk kami berdua. Maka lakukanlah, aku istrimu dan kamu berhak atas semua yang ada pada diriku," ucap Vani mengusap pelan dada suaminya membuat sesuatu dibawah sana semakin memberontak.
Juna yang sudah mendapatkan persetujuan dari istrinya tanpa menunda perlahan ia mulai berada diatas tubuh istrinya. Keadaan mereka yang masih polos sisa percintaan mereka semalam, membuat sesuatu menjadi lebih mudah.
"Aku akan selalu memastikan keamanan kalian, tegur aku jika aku menyakiti kalian ya sayang!" seru Juna mulai bermain ditubuh Vani yang sudah menjadi candunya.
Suara ******* serta erangan keduanya kembali terdengar memenuhi kamar yang kedap suara tersebut, seperti yang dikatakan Juna, dia melakukan semuanya dengan sangat lembut dan berhati-hati, namun tetap dapat menciptakan kenikmatan yang luar biasa bagi keduanya.
***
__ADS_1
Liat berita2 yang lagi rame, semakin membuat kecil kemungkinan ada pria seperti Junaku.🤭
Karena jarang, jadi kita menghalu bareng aja ya kak.😅😅