
Seorang wanita cantik yang tengah mengendarai mobilnya berusaha fokus menatap jalanan, mencoba menghilangkan kejadian yang masih terekam jelas di benaknya saat seseorang pria menyebut nama wanita lain saat melihatnya.
Wanita tersebut adalah Amanda, ia masih begitu penasaran dengan maksud dari pria yang menjadi wali dari calon anak didiknya.
"Kenapa dia menyebut namaku, Amelia? Apa wajahku mirip dengan seseorang? Apa wajahku begitu pasaran?" gumam Manda. "Ah sudahlah, kenapa juga aku harus memikirkannya, tapi ngomong-ngomong dia mempunyai putra yang sangat tampan, namanya juga setampan orangnya, Arsenio," sambung Manda tersenyum mengingat bocah tampan yang baru ia temui bernama Arsen.
"Beberapa saat kemudian, Amanda tiba di sebuah rumah yang ada sebuah tulisan Laundry Yana. Ya, Amanda mendatangi rumah yang akan ia datangi setiap harinya selepas dan sebelum pergi mengajar.
"Manda sudah pulang? Tapi Neisha-nya baru saja tidur, bagaimana ini?" tanya sang wanita paruh baya menatap Amanda yang baru saja turun dari mobilnya.
Manda terdiam sejenak memikirkan apa yang di katakan wanita yang merupakan adik kepala desa di lokasi tempat tinggalnya.
"Baiklah Bu, kalau begitu nanti saja saya datang lagi, kasian Neisha kalau harus di bangunkan. Maaf merepotkan ya, Bu!" ucap Manda dengan suaranya yang terdengar begitu merdu, membuat siapapun yang mendengar suaranya menjadi tenang.
__ADS_1
"Nak Manda sama sekali tidak merepotkan, saya sendiri yang mengajukan diri untuk membantu kamu menjaga Neisha, tentu saja saya tidak merasa keberatan," ucap wanita bernama Yana tersebut.
Yana merupakan adik dari kepala desa di sana. Yana seorang janda yang ditinggal meninggal suaminya.
Di berikan kepercayaan menjaga baby Neisha yang merupakan putri dari Amanda tentu saja membuat wanita paruh baya itu merasa senang, sebab kehadiran Manda dan Neisha mampu menghilangkan kesunyian di rumahnya.
Amanda adalah seorang wanita cantik berparas ayu dan bersikap lembut. Amanda adalah seorang wanita yatim piatu yang di tinggal pergi oleh suaminya akibat sebuah kecelakaan, dengan kata lain Amanda adalah seorang janda. Menjadi janda di usia mudanya sama sekali tidak membuat Amanda bersedih sebab ia percaya dengan ketentuan Allah. Almarhum dari suami Amelia bernama Alan, mereka menikah tepatnya dua setengah tahun ya lalu, dan pernikahan mereka hanya berjalan selama satu minggu sebab Alan meninggal satu minggu setelah menikahinya.
"Kamu pulang saja, nanti jika Neisha sudah bangun, ibu akan mengantarnya ke tempatmu!" ucap Yana lagi pada Manda yang mengangguk setuju dengan usulannya.
Mobil yang dikemudikan Yana masuk ke pekarangan rumahnya yang tidak terlalu besar, namun juga tidak terlalu kecil. Terdapat sebuah taman kecil dan sebuah lahan untuk memarkirkan mobilnya, rumah tanpa pagar tersebut terlihat sederhana, namun juga terlihat sangat Indah dengan cara Amanda menghiasi rumah yang baru di tempatinya empat belas bulan itu. Rumah lelangan yang dia beli dari hasil tabungan serta pembagian dari hasil penjualan rumah mereka yang dilakukan secara paksa oleh keluarga mertuanya.
Amanda mempunyai cukup tabungan sebab sebelum menikah Amanda pernah bekerja di bank, dan PAUD ternama.
__ADS_1
"Amanda, ini tadi ada paket untukmu!" ucap tetangga sebelah Kiri Manda padanya sesaat setelah Manda keluar dari dalam mobilnya.
"Oh iya Bu, terima kasih banyak Bu. Maaf lagi-lagi merepotkan!" ucapnya lembut dan sopan pada wanita paruh baya yang menjadi tetangganya.
"Hanya menerima paket, sama sekali tidak merepotkan!" ucap tetangga Manda tersenyum.
"Sekali lagi makasih ya Bu, saya permisi masuk ke dalam!" ucap Amanda lagi yang di anggukkan oleh wanita itu.
Ia melangkah masuk menuju pintu lalu membuka kunci pintu rumah tersebut,
Rumah yang memiliki satu ruang tamu, dua kamar tidur, satu ruang keluarga dan dapur serta satu kamar mandi itu, terlihat begitu rapi dan bersih. Penataan di rumah sederhana itu terlihat begitu pas pada tempatnya membuat siapapun akan merasa nyaman berada di sana meskipun rumah tersebut tidak terlalu besar dan mewah.
Amelia merebahkan dirinya bersandar di sofa, membuka ponselnya dan menatap lama pada foto pria yang masih menetap di dalam hatinya, pria yang menjadi cinta pertamanya, pria yang sudah mengikatnya, namun juga sudah pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Hai, Mas. Aku merindukanmu," ucapnya menatap dalam kepada foto yang ada di ponselnya.
"Meskipun seluruh dunia membenciku, dan mengatakan yang tidak-tidak tentangku, aku tau jika kamu berada di sini bersamaku, kamu pasti akan membelaku. Kamu Pati akan selalu percaya padaku. Aku di sini baik-baik saja, Mas, jadi jangan mengkhawatirkan aku, aku mencintaimu!" ucap Amanda mendekap ponselnya yang masih menampakkan foto pernikahan mereka.