Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Memanfaatkan Keadaan


__ADS_3

Kebahagiaan tengah menyelimuti Vani dan Arjuna yang sudah sah menjadi suami istri, tapi tidak dengan Johan yang menjadi semakin terluka atas apa yang terjadi.


Menyembuhkan kesedihannya yang harus melepaskan Vani sudah sangat berat untuknya, dan bertambah parah setelah tahu kebenaran yang disembunyikan keluarganya selama ini.


"Apa yang mereka takutkan benar terjadi. Apa yang keluargamu katakan benar. Aku benih dari orang tua yang buruk dan aku pun ikut melakukan hal buruk seperti yang mereka lakukan. Dulu papa, lalu aku."


Johan terus saja merutuki semua yang telah terjadi dalam hidupnya. Jika saja sejak awal Johan tahu jika keluarganya lah yang bersalah, maka Johan pasti akan melakukan semua hal yang terbaik untuk mendapat maaf serta restu dari keluarga Vani. Sekarang penyesalan tinggal penyesalan, Johan bahkan tak berani berpikir untuk menemui Vani, meski sebelumnya dia berpikir untuk terus mengejar Vani.


"Papa mengkhianatinya. Saat itu pernikahan kami sangat bahagia. Suatu hari, di kantor papa membutuhkan sekretaris baru, dan mamamu menjadi sekretaris yang baru, dan secara kebetulan juga mamamu adalah teman sekolah papa dulu. Berawal dari teman lama, kami cukup dekat karena sering mendengar cerita mamamu yang menjanda di usia muda, akhirnya kami semakin dekat, merasa nyaman satu sama lain hingga akhirnya semua pengkhianatan itu mulai terjadi. Papa mengkhianati tantenya Vani."


"Dia benar-benar sosok istri yang baik, selalu percaya dan mencintai Papa hingga akhirnya saat Papa dan mamamu bertengkar, mamamu mendatangi Irene, mengungkap semuanya yang ternyata sudah lama Irene ketahui tetapi mencoba menutupi kebenaran yang ada. Papa terpaksa memilih mamamu karena hamil, papa tidak ingin melepaskan Irene, papa bisa berlaku adil pada keduanya. Namun Anggara menentang semua itu. Hanya itu yang bisa papa jelaskan, selanjutnya kamu tahu apa yang terjadi."


Masih terngiang-ngiang di telinga Johan apa yang dikatakan Rizal–ayahnya.

__ADS_1


Pengkhianatan yang dilakukan oleh papanya serta tuduhan mamanya yang ternyata hanya karangan cerita membuat Johan semakin merasa hancur. Rasa bersalah benar-benar membuat Johan jatuh ke jurang terdalam.


Johan menatap foto Vani yang ternyata masih tersimpan rapi di galeri ponselnya.


"Maafkan aku, Van. Maafkan aku…."


Dari arah belakang Johan, terlihat Amelia yang baru datang dan terburu-buru menghampiri suami yang selalu mengabaikannya itu. Dengan bantuan beberapa pria yang ada di kelab malam itu, Amelia berhasil membawa Johan keluar dari sana.


Meski tak sepenuhnya sadar, tapi mendengar ucapan Amelia yang menyebut Vani ****** mengundang emosi Johan yang memang butuh pelampiasan.


Johan yang duduk di bangku sebelah kemudi langsung mencekik leher Amelia. "Johan! Lepas! Kau menyakitiku!" pinta Amelia dengan kedua tangannya yang berusaha melepaskan tangan Johan dari lehernya.


"Jangan berani berkata buruk tentang Vani ku. Dia wanita terbaik yang pernah aku kenal dalam hidupku dan akan selalu menjadi wanita yang aku cintai," ucap Johan dengan tangan yang perlahan melepaskan cekikkannya di leher Amelia.

__ADS_1


Amelia berusaha untuk tidak lagi memancing emosi Johan meski hatinya terus mengutuk perbuatan Johan dan memaki Vani yang dianggap menjadi penyebab semua kesialan dalam pernikahannya.


Aku akan menyingkirkan wanita itu dari hidupmu, Jo. Hanya aku yang boleh kamu cintai. Tidak dia tidka juga wanita manapun. Hanya aku. Aku tidak akan pernah melepaskan mu. Batin Amelia berusaha tenang mengemudikan mobilnya menuju jalan pulang.


Tiba di rumah, Amelia memapah Johan masuk ke dalam rumah. Amelia yang baru saja akan menaiki anak tangga menuju kamar mereka dikejutkan dengan suara mertuanya.


"Dia mabuk lagi?" tanya ibu mertuanya pada Amelia yang hanya mengangguk sembari terus memapah Johan menaiki anak tangga.


Nama Vani terus saja terdengar dari racauan Johan dan itu membuat kebencian yang ada di hati Renata semakin besar pada Vani serta keluarganya.


"Kau bisa memanfaatkan hal itu ditengah keadaannya yang tidak sepenuhnya sadar itu, Amel. Lakukan tugasmu dengan baik jika tidak ingin kehilangan Johan!" ucap wanita licik itu lagi pada menantunya yang sama liciknya dengannya.


Tanpa perlu kau katakan, aku pasti akan melakukannya. Batin Amelia menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2