Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Pengakuan Johan


__ADS_3

Niat awalnya yang mengatakan hanya bisa menemani Arsenio berlibur sela tiga hari bertambah menjadi lebih panjang. Johan sudah berada di kota Jakarta selama satu minggu dan itu ia lakukan sebab ia sudah berjanji pada Amanda jika ia akan membantu Amanda dalam mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan seseorang bernama Alan.


Johan yang tahu jika Rizal pasti bisa membantunya, memilih berterus terang pada Rizal. "Pa, belum tidur?" ucapnya masuk ke dalam ruang kerja Rizal.


"Bagaimana denganmu? Kenapa belum tidur?" tanya Rizal balik pada Johan, tetapi masih fokus menatap laptopnya.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Papa," jawabnya.


"Amanda dan anak-anakmu sudah tidur?" tanya Rizal lagi menatap Johan sekilas yang menganggukkan kepalanya.


Johan ragu, tetapi demi dirinya dan juga Amanda, Johan berusaha tenang dan membuang semua keraguannya. "Aku ingin meminta bantuan Papa," ucapnya mengalihkan fokus Rizal pada Johan.


Rizal yang awalnya fokus pada kerjaannya, menutup laptopnya lalu duduk di depan putranya yang sudah duduk di sofa yang tersedia di ruang kerjanya. "Ada apa?" tanyanya penasaran melihat raut wajah serius Johan.


"Ada yang tidak kalian tahu tentang kami," ucap Johan gugup.

__ADS_1


Rizal hanya diam menunggu penjelasan Johan. "Aku dan Amanda belum ada kedekatan layaknya suami istri. Kami masih berteman seperti awal seperti yang dulu aku katakan, tapi akhir-akhir ini aku merasa ada yang berbeda. Pertemanan itu bukan lagi sekedar teman biasa, sepertinya hatiku sudah menerima keberadaan Manda dalam hidupku dan Arsenio," ucap Johan untuk pertama kalinya berterus terang tentang perasaannya selain pada Vani.


Meski awalnya terkejut, tetapi senyum di wajah Rizal merekah mendengar pengakuan putranya. Mendengar ucapan Johan membuat Rizal merasa sangat bahagia saat akhirnya sang putra sudah bisa membuka hati untuk wanita lain selain Vani.


"Papa senang mendengarnya, Jo. Itu yang papa harapkan darimu selama ini." Rizal tak dapat menahan rasa senangnya, dia bangkit mendekat pada Johan lalu memeluknya.


Melihat anaknya berhasil keluar dari belenggu masa lalu membuat Rizal begitu bersyukur saat ternyata Tuhan tidak menghukum putranya seperti dia yang tanpa siapa pun ketahui masih saja menyimpan perasaan mendalam pada almarhum mantan istri yang pernah disakitinya.


"Tapi aku tidak tau apa ini bisa disebut cinta, aku hanya merasa nyaman padanya," ucap Johan lagi.


"Entahlah, aku belum bisa memutuskan atau bicara banyak tentang hal itu, Pa. Yang jelas aku baru bisa memutuskan setelah aku tahu kejelasan dari status Alan," ucap Johan lagi membuat Rizal terdiam bingung mendengarnya.


"Apa hubungannya dengan Alan?" tanyanya bingung.


"Ini alasan utama aku ingin minta bantuan Papa. Aku ingin Papa meminta orang suruhan papa mencari tahu tentang Alan, apakah dia masih hidup atau benar-benar sudah tiada," jawab Johan.

__ADS_1


"Kemarin Amanda melihat pria yang sangat mirip dengan Alan. Manda yakin itu Alan," sambung Johan mengerti jika Rizal belum memahami maksudnya.


Rizal masih saja terdiam. Pria paru baya itu berusaha mencerna semua penjelasan putranya. "Hidup atau pun sudah tiada nya Alan, apa hubungannya yang kamu maksud? Papa tidak mengerti."


"Amanda sangat bersedih memikirkan itu semua. Dia selalu terpuruk setiap kali mengingat Alan dan semakin terpuruk setelah kemarin melihat seseorang yang mirip dengan Alan. Dia bahkan pergi ke rumah orang tua Alan hanya untuk mematikan semua itu tetapi yang didapat justru hinaan dan makian. Aku merasa sakit dan tak terima Manda diperlakukan seperti itu dan hari itu aku semakin menyadari jika aku menerima kehadiran Manda di hidupku. Aku tidak ingin seseorang membuatnya bersedih atau pun menyakitinya."


"Lalu?" tanya Rizal lagi.


"Aku ingin mencari tahu jika benar Alan masih hidup, bagaimana perasaan Amanda pada Alan? Jika Amanda masih mencintai Alan, itu artinya hubungan kami memang hanya akan sebatas berteman. Namun, jika Amanda tidak lagi mencintai Alan, dalam artian hanya ingin menyelesaikan masa lalunya yang bisa dikatakan rumit dan tak jelas, maka setelah semua terungkap, setelah Manda menyelesaikan masa lalunya, aku akan meminta Manda untuk serius menjalani pernikahan denganku. Memulai semuanya seperti pernikahan yang sebenarnya," jawab Johan kembali membuat Rizal tersenyum mendengarnya.


"Bagaimana jika dia mencintai pria itu dan lebih memilihnya?" tanya Johan terus saja menguji perubahan dan kedewasaan putranya.


"Jika dia mencintai Alan dan ingin kembali bersamanya, maka aku akan membantunya menuju kebahagiaan itu. Aku hanya ingin orang-orang di sekitarku bahagia," jawab Johan semakin membuat Rizal bangga padanya yang sudah jauh berubah menjadi lebih baik.


"Jadi, Papa bisa membantuku, kan?" tanya Johan lagi menyentuh tangan Rizal.

__ADS_1


__ADS_2