Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Makam


__ADS_3

Satu tempat yang menjadi tujuan Amanda saat ini adalah sebuah tempat yang di huni oleh banyak orang, namun orang-orang yang sudah berbeda dunia dengannya, di mana lagi jika bukan tempat pemakaman orang-orang yang sudah meninggal.


Amanda menjadikan makam Alan sebagai tujuanya. Tempat yang sangat enggan dan jarang ia datangi.


Ini adalah ke dua kalinya setelah Alan dinyatakan meninggal, Amanda datang ke makam tersebut. Bukan tanpa alasan jika selama ini ia sangat jarang mendatangi makam tersebut, hanya saja ia tidak ingin percaya apa lagi menyakini dirinya jika Alan sudah meninggal. Hatinya tidak pernah bisa merelakan dan menerima fakta tersebut.


Meski semua orang mengatakan Alan sudah meninggal, tapi Amanda yang tidak melihat secara langsung mayat suaminya jelas tidak akan bisa menerima hal tersebut. Walaupun di depan banyak orang Amanda mengatakan suaminya telah meninggal, tapi jauh di dalam hatinya Amanda tidak percaya jika suaminya sudah meninggal.


Amanda melangkah gontai menyusuri satu persatu makam hingga tiba di depan makam suaminya.

__ADS_1


Setetes demi setetes air matanya kembali jatuh dan mengalir membasahi wajah sembabnya saat melihat makam yang bertuliskan nama suaminya. Amanda jatuh merosot, terduduk di dekat nisan suaminya tersebut. "Aku sangat merindukanmu, Mas." Tangisnya semakin menjadi saat mengingat semua yang telah terjadi.


"Apa benar kamu sudah pergi, Mas? Apa benar semua yang mereka katakan jika kamu sudah meninggal? Kenapa kamu begitu tega meninggalkan aku, Mas?" ucapnya terisak menangis memeluk Nisan Alan. Air matanya tumpah membasahi wajahnya mengalir hingga ke nisan tersebut. Hatinya terasa begitu nyeri dan pilu, dadanya terasa amat sesak setiap kali ingin mencoba menerima kenyataan jika suaminya telah tiada.


"Jika kamu benar-benar sudah pergi, kenapa aku sulit sekali untuk menerimanya? Aku masih sangat yakin jika kamu masih berada di dunia yang sama denganku, aku tidak dapat mempercayai semua ini, Mas! tidak pernah bisa sekali pun aku sudah mencobanya," suara yang sedari tadi terdengar menangis itu mulai terdengar serak, matanya semakin sembab akibat kelamaan menangis.


"Kamu tau, Mas. Hari ini aku bertemu seseorang yang persis sepertimu dan aku sangat yakin itu kamu. Aku tidak mungkin salah mengenalimu karena akulah satu-satunya orang yang paling mengenalimu. Jika itu benar nyata, kenapa kamu tega mengabaikan ku? Kenapa kamu tega melakukan semua ini padaku? Apa seperti ini caramu untuk menjauh dariku?"


Tanpa Amanda sadari seseorang yang juga berada di area yang sama terlihat menatapnya. Makam yang sepi itu hanya ada mereka berdua di sana dan pria itu jelas mengenal sosok yang tengah menangis sesenggukan itu. "Manda. Dia juga di sini," gumam Johan yang juga berada di sana tengah mengunjungi makam Amelia.

__ADS_1


"Dia wanita yang aku ceritakan padamu, Mel. Lihatlah dia mirip sekali denganmu. Aku harus pergi menghampirinya, dia membutuhkanku saat ini," ucap Johan tersenyum mengusap nisan Amelia lalu pergi dari sana.


Langkah kaki Johan membawanya melangkah menghampiri Amanda, menatap iba padanya yang terlihat begitu bersedih. Wanita yang ia kenal hampir satu tahun belakangan ini selalu terlihat tegar dengan senyuman yang selalu terhias di wajahnya, sekarang wanita itu justru terlihat begitu lemah dan menyedihkan.


"Amanda, kamu baik-baik saja?" tanyanya mengejutkan Amanda yang langsung mengangkat kepalanya, menatap Johan yang sudah berada tepat di sampingnya.


Dapat Johan lihat dengan jelas jika Amanda benar-benar sedang terpuruk, matanya sedikit membengkak sembab akibat kelamaan menangis, wajah cantiknya benar-benar terlihat sedih hari ini dan itu membuat Johan merasa tak nyaman pada hatinya melihat keadaan Manda.


"Kamu baik-baik saja?" ulangnya bertanya.

__ADS_1


__ADS_2