Suamiku Bucin Akut

Suamiku Bucin Akut
Ada Apa Denganku?


__ADS_3

Renata menghapus air matanya, lalu melangkah menghampiri putranya, namun sebelumnya mengambil kotak obat untuk mengobati luka yang ada di tangan putranya.


Dia duduk tepat di depan Johan. Menggigit bibirnya, menahan diri untuk tidak menangis saat melihat betapa hancurnya Johan.


"Jo," ucap Renata bergetar menahan tangisnya.


Sekuat apapun Renata berusaha untuk tidak menangis, air matanya tetap saja mengalir ketika Johan mengangkat wajahnya, dan menatap mamanya dengan mata yang di banjiri air mata, katakanlah ia pria lemah karena menangis, namun itulah kenyataannya. Begitulah cara Johan meluapkan kesedihannya dengan air mata.


"Mah," ucapnya mengusap air mata yang mengalir dari wajah mamanya. "Maafkan aku!" sambungnya yang seketika langsung di bawah masuk oleh Renata ke dalam pelukannya.


Keduanya melepaskan tangis mereka, Renata tak henti-hentinya mengusap punggung Johan yang bergetar menangis dalam pelukannya.


Hati ibu mana yang tidak sakit saat melihat kehancuran anaknya? Hati ibu mana yang tidak ikut bersedih saat anaknya bersedih? Ibu mana yang sanggup melihatnya?

__ADS_1


"Maafkan aku, Mah. Aku sudah mencoba, tapi tetap saja aku tidak bisa melupakan Vani." Johan terisak menangis.


"Mama mengerti nak, Mama sangat mengerti, tapi disini kita tau jika Vani sudah bahagia dengan kehidupannya, kalian tidak mungkin bersama," ucap Renata yang juga menangis.


"Aku tau, Mah. Aku sadar hal itu, aku tidak berniat merebutnya atau menghancurkan kebahagiaannya, tetapi sulit sekali untuk membuang perasaan cinta dan bersalah ini. Aku sempat berharap Amel akan membantuku, tapi dia pergi sebelum aku sempat memantapkan dan mengatakan niatku. Aku ingin mempunyai keluarga yang bahagia Ma, aku ingin membahagiakan Arsen dan orang-orang yang ada di sekitarku, aku ingin menjadi pria yang baik dan berguna," ucap Johan terdengar begitu menyayat hati Renata yang mendengarnya.


Begitu besar rasa cinta yang di miliki Johan untuk Vani, Renata sadar jika kesalahan putranya sulit untuk dimaafkan, namun ia juga berdoa dan sangat berharap agar Tuhan mau mengabulkan doa putranya.


"Percayakan semuanya pada Tuhan, Nak. Tuhan pasti mempunyai rencana yang indah untuk semua umatnya," ucap Renata.


"Jo, apa sebenarnya alasanmu ingin menikahi Amanda? Apa karena dia mirip dengan Amelia?" tanya Renata. Meski sadar bukan saat yang tepat sebab putranya tengah bersedih, tapi Renata berpikir tidak ada salahnya dia bertanya yang sebenarnya sebelum semuanya terlambat.


Johan menghentikan tangisnya berusaha menenangkan dirinya sebelum menjawab pertanyaan Renata.

__ADS_1


"Jangan lakukan kesalahan lagi, Jo. Mama tidak ingin kamu kembali menyesal," ucap Renata lagi.


"Mah. Saat ini yang aku pikirkan adalah membahagiakan Arsen. Arsen menyukainya, mungkin semua terjadi karena kesalahan, tapi aku tahu kesalahan ini juga berdampak baik untuk putraku. Arsen akan merasakan kehadiran seorang ibu, terlebih Amanda sangat mirip dengan mamanya," jawab Johan.


"Tolong jangan sakiti dia. Mama merasa dia wanita yang baik, dia tulus menyayangi Arsen. Anak kecil bisa merasakan mana orang yang benar tulus atau sebaliknya, Jo. Meski mama juga ragu dengan keputusan kalian ini, tapi Mama berharap kalian bisa saling menerima dan menjadi keluarga seutuhnya," ucap Renata yang hanya ditanggapi Johan dengan tersenyum sendu.


"Mereka punya wajah yang sangat mirip, tapi sikap mereka berbeda. Amanda memiliki sikap dan sifat lebih seperi Vani, hanya wajah mereka yang berbeda, tetapi tetap saja keduanya cantik. Bukankah itu bonus untukmu? Kamu memiliki wanita seperti Vani, tapi juga Arsen mempunyai ibu seperti ibu kandungnya. Itu menguntungkan, bukan?" ucap Renata lagi dengan nada bercanda membuat wajah Johan yang sebelumnya terlihat sedih sedikit berseri.


"Apa menurutmu dia cantik?" Renata terus saja berusaha menghibur putranya.


"Ma, aku tidak ingin membahasnya," Johan berusaha menghindar dari pertanyaan Mamanya.


"Baiklah, mama akan kembali ke bawah!" Renata perlahan bangkit dan berjalan keluar dari kamar Johan. "Wajahmu merona, Jo. Itu artinya kamu setuju jika Amanda cantik," ucap Renata tertawa sebelum akhirnya benar-benar keluar dari kamar Johan.

__ADS_1


Johan yang mendengar itu bergegas menuju cermin dan menatap wajahnya di cermin. "Ada apa denganku?" gumamnya.


__ADS_2